Rekomendasi Saham ACES, PWON dan BISI oleh Mirae Asset Sekuritas | 20 Juni 2023
Rekomendasi Saham CTRA, ELSA dan BISI oleh Mirae Asset Sekuritas | 19 Juni 2023
Mirae Asset Sekuritas
Rekomendasi Saham BISI dan MCOL oleh Phillip Capital | 18 April 2023
Phillip Capital
BISI
MCOL
Penjualan PT Bisi Internasional Tbk (BISI) per 30 Juni 2018
IQPlus, (01/08) - PT Bisi Internasional Tbk (BISI) meraih penjualan sebesar Rp734,28 miliar hingga periode 30 Juni 2018 turun dari penjualan Rp852,68 miliar di periode sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, laba bruto turun menjadi Rp112,80 miliar dari laba bruto Rp251,44 miliar di periode sama tahun sebelumnya dan laba usaha turun tajam menjadi Rp2,22 miliar dari laba usaha Rp101,71 miliar tahun sebelumnya.
Penghasilan keuangan diraih Rp8,24 miliar meski lebih rendah dari tahun sebelumnya yang Rp10,68 miliar membuat laba sebelum pajak menjadi Rp10,41 miliar turun tajam dari laba sebelum pajak Rp101,71 miliar tahun sebelumnya.
Sedangkan laba periode berjalan yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk turun menjadi Rp9,50 miliar dari laba Rp87,80 miliar tahun sebelumnya. Total aset perseroan mencapai Rp2,18 triliun hingga 30 Juni 2018 turun dari total aset Rp2,62 triliun hingga 31 Desember 2017. (end)
Baca juga:
Trading Plan BMRI, PGAS, ICBP, RALS, BISI dan NIKL | 4 Juli 2018
PT Valbury Sekuritas Indonesia
Market Summary
04 July 2018
VIEW MARKET
Sentimen pasar dari dalam negeri:
Pemerintah perkirakan ekonomi global tahun 2019 masih terimbas oleh kebijakan suku bunga The Fed dan perang dagang yang dikobarkan Amerika Serikat (AS). Perang dagang antara AS dan Cina dikhawatirkan akan menimbulkan efek domino, termasuk ke kinerja perdagangan Indonesia.
Sementara, pelemahan rupiah dikhawatirkan berdampak ke semua sektor, seperti kenaikan suku bunga dan kesehatan fiskalm, lebih lanjut dapat menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester II 2018..
Kendati, pemerintah terus mewaspadai kondisi nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar AS dan Bank Indonesia sudah menaikkan suku bunga acuan beberapa kali. Tetapi banyak faktor eksternal yang membuat rupiah melemah, terutama dari AS. Perekonomian AS tengah pulih, terlihat dari inflasi yang terus naik dan tingkat pengangguran yang rendah.
Sentimen pasar dari luar negeri :
Dari eksternal, perseteruan AS dan Cina akan kian memanas, menyusul keputusan Trump akan memberlakukan aturan untuk mencegah China Mobile masuk ke pasar telekomunikasi AS dengan alasan masalah keamanan nasional. Keterlibatan signifikan China Mobile, menimbulkan kekhawatiran peningkatan risiko terhadap penegakan hukum dan kepentingan keamanan nasional.
Dipihak lain, Uni Eropa memperingatkan bahwa ekspor AS yang senilai US$296 miliar akan mendapat tindakan balasan jika Trump melanjutkan ancamannya untuk menetapkan bea impor mobil.
Prediksi IHSG :
Jika melihat faktor di atas, masih terbilang minim insentif positif bagi pasar artinya sulit bagi IHSG ke zona hijau. Disamping itu, saham AS pada Selasa waktu setempat di tutup melemah kian berat bagi IHSG bertahan di teritorial positif, meski pola pergerakan indeks mixed hari ini.
Perspektif tenikal
Support Level : 5592/5550/5470
Resistance Level : 5714/5794/5836
Major Trend : Down
Minor Trend : Down
Pattern : Up to down
TRADING IDEAS :
These recommendations based on technical and only intended for one day trading
BMRI: Trading Buy
• Close 6325, TP 6500
• Boleh buy di level 6250-6325
• Resistance di 6500 & support di 6250
• Waspadai jika tembus di 6250
• Batasi resiko di 6200
PGAS: Trading Buy
• Close 1630, TP 1810
• Boleh buy di level 1535-1630
• Resistance di 1810 & support di 1535
• Waspadai jika tembus di 1535
• Batasi resiko di 1325
ICBP : Trading Buy
• Close 8825, TP 9000
• Boleh buy di level 8550-8825
• Resistance di 9000 & support di 8550
• Waspadai jika tembus di 8550
• Batasi resiko di 8500
RALS: Trading Buy
• Close 1325, TP 1395
• Boleh buy di level 1285-1325
• Resistance di 1395 & support di 1285
• Waspadai jika tembus di 1285
• Batasi resiko di 1275
BISI: Trading Buy
• Close 1670, TP 1695
• Boleh buy di level 1625-1670
• Resistance di 1695 & support di 1625
• Waspadai jika tembus di 1625
• Batasi resiko di 1615
NIKL: Trading Buy
• Close 4030, TP 4180
• Boleh buy di level 3950-4030
• Resistance di 4180 & support di 3950
• Waspadai jika tembus di 3950
• Batasi resiko di 3930
Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
BJTM, INTP, BBCA, ANTM, ERAA, BSDE
(Disclaimer ON)
Analisa Saham BISI | 20 November 2017
Analisa Saham BISI
Indo Premier on Bisi International (BISI) 11/3/2017
Production recovery
- BISI melaporkan laba bersih sebesar Rp132 miliar pada 3Q17, melonjak 10x qoq dan naik 39% yoy. Laba turun 5,7% yoy menjadi Rp220 miliar pada 9M17. Peningkatan pendapatan pada 3Q17 terutama didorong oleh marjin yang lebih tinggi didukung oleh penjualan benih jagung yang lebih tinggi. Margin kotor meningkat menjadi 42,6% pada 3Q17 dari 23,2% di 2Q17 karena penjualan benih jagung meningkat 178% yoy menjadi Rp388 miliar (64% dari total pendapatan) pada 3Q17 didukung peningkatan volume penjualan sebesar 142% qoq menjadi 9,72k ton
- Penjualan benih jagung yang kuat pada 3Q17 didukung oleh: 1) produksi dasar rendah pada 2Q17 karena curah hujan yang lebih tinggi dari pada produksi benih BISI yang menghambat produktivitas benih jagung pada periode tersebut, 2) produksi benih yang lebih tinggi karena musim panen di Indonesia yang terjadi dua kali satu tahun di 1Q dan 3Q dengan sekitar 40% produksi jagung Indonesia dipanen pada 3Q, dan 3) Setelah musim panen, permintaan benih jagung meningkat untuk musim tanam berikutnya yang terjadi pada bulan Oktober dan November.
- Valuasi: BUY dengan TP Rp2,100
Analisa Saham SRIL, ADRO dan BISI | 28 Agustus 2017
Analisa Saham oleh MantraSaham berdasarkan garis BB:
SRIL, 3 hari terjadi distribusi tapi tdk disertai volume yg besar.
Sinyal MACD open DC sempit, demikian dengan stochasticnya.
Waspadai support SRIL di garis MBB.
Volume tipis jika diatas terbaikan kemungkinan akan akan terjadi kenaikkan terbatas.
---
Jika ADRO lepas dari garis UBB kemungkinan akan melanjutkan koreksinya.
Perhatikan dai garis MBB 1945.
Lihat histori candlenya, ADRO, ga pernah jebol support MBB.
Nah, itu salah sat contoh pola chart UPTREND
---
BISI jika sentuh LBB, kemungkinan akan mantul kembali utk uji resisten MBB.
Stochastic open DC menuju area jenuh jual.
Lihat histori harganya, jarang berlama-lama berada di area atas garis MBB.
Sekali perhatikan, itu adalah contoh chart DOWNTREND




