Tampilkan postingan dengan label Saham BLTZ. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham BLTZ. Tampilkan semua postingan

GRAHA LAYAR PRIMA DAN KDB UBAH PERJANJIAN PINJAMAN SENILAI US$6 JUTA


PT Graha Layar Prima Tbk.(BLTZ) telah menandatangani perjanjian Perubahan Pertama Terhadap pinjaman dengan The Korean Development Bank cabang Singapura (KDB) pada tanggal 14 Oktober 2021.

"BLTZ dan KDB mengubah fasilitas pinjaman yang semula sebesar US$9 juta menjadi US$6 juta dikarenakan BLTZ telah membayar fasiitas pinjaman sebesar US$3 juta dan memperpanjang jatuh tempo selama 1 tahun sampai dengan bulan Oktober 2022,"tutur Yeo Deoksu Direktur BLTZ, (15/10).

Yeo memaparkan jaminan perolehan fasilitas pinjaman ini adalah Corporate guarantee dari CJ CGV Co Ltd selaku pemegang saham pengendali BLTZ secara tidak langsung.

"Tujuan dari pinjaman ini adalah untuk membiayai kebutuhan modal kerja BLTZ,"pungkasnya.(end/ar)

Sumber: IQPLUS

PPKM DARURAT, GRAHA LAHAR PRIMA TUTUP SEMENTARA BIOSKOP CGV DI SEMUA LOKASI


PT. Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) melakukan penghentian sementara kegiatan operasional bioskop CGV di seluruh lokasi mulai 12 Juli 2021 sampai pemberitahuan lebih lanjut dari Pemerintah.

"Penghentian sementara operasional tersebut berdasarkan Surat Instruksi Mendagri No 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM Darurat) Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali serta Surat Instruksi Mendagri No 17 Tahun 2021 tentang PPKM Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Keluarahan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019,"tutur Yeo Deoksu Direktur BLTZ pada keterbukaan Informasi, Senin (!2/7).

Lebih lanjut Yeo memaparkan penhentian sementara juga diperkuat oleh Instruksi Mendagri No 20 Tahun 2021 tentang Perubahan Instruksi Menteri Dalam Negeri No 17 Tahun 2021 tentang PPKM Berbasis Mikro dan mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Keluarahan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019.

"Oleh karena itu Perseroan harus melakukan penutupan sementara seluruh lokasi bioskop CGV,"imbuh Yeo.(end/ar)

Sumber: IQPLUS

GRAHA LAYAR PRIMA RAIH PINJAMAN DARI CGI


PT Graha Layar Prima Tbk. (BLTZ) menandatangaani fasilitas pinjaman dari CGI Holding Limited (CGI) pada tanggal 28 Juni 2021

"BLTZ meraih pinjaman sebesar USD22 juta senilai Rp310,31 miliar (dengan kurs per tanggal 31 Desember 2020 senilai Rp 14.105) adalah sebesar 38,97% atau 39,91% (dengan kurs tengah BI pertanggal 28 Juni 2021) dari ekuitas Perseroan yaitu Rp796,35 miliar berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan yang berakhir pada 31 Desember 2020,"tutur Yeo Deoksu Direktur BLTZ pada keterbukaan Informasi, Rabu (30/6).

Sebagai informasi CGI adalah perusahaan yang didirikan dan diatur berdasarkan hukum Hong Kong, dengan kepemilikan 51% saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh pada BLTZ.

Lebih lanjut Yeo memaparkan Transaksi ini merupakan transaksi Afiliasi sesuai POJK No.42/2020 dan merupakan Transaksi Material sesuai POJK nomor 17/2020, dengan nilai transaksi lebih dari 20% namum kurang dari 50% ekuitas BLTZ dan Transaksi ini akan memberikan tambahan keuangan bagi BLTZ untuk dapat digunakan sebagiannya untuk pelunasan pinjaman bank yang akan jatuh tempo dan sebagiannya untuk digunakan sebagai modal kerja di tahun 2021.

Yeo menambahkan "Dengan tambahan modal kerja tersebut, BLTZ dapat memastikan kelangsungan operasional di era Pandemi COVID-19 dan melanjutkan rencana bisnis dalam upaya untuk meningkatkan pendapatan dan mengembalikan kinerja Perseroan,"pungkasnya. (end/ar)

Sumber: IQPLUS

GRAHA LAYAR PRIMA BUKA KEMBALI BIOSKOP DI PALEMBANG


PT. Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) telah melakukan pembukaan kembali kegiatan operasional bioskop CGV Palembang Trade Center Mall di Kota Palembang pada tanggal 4 November 2020, setelah Kota Bandung, Batam, Jakarta, Mojokerto, Bekasi dan Samarinda.

Menurut Keterangan tertulis Direktur PT. Graha Layar Prima Tbk Yeo Deoksu Rabu mengatakan bahwa Pembukaan kembali bioskop CGV setelah mendapatkan izin dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan rekomendasi dari dinas kesehatan Kota Palembang.

Izin pembukaan operasional bioskop CGV harus disertai dengan protokol kesehatan yang ketat dan Tim Satuan Gugus Tugas dan dinas kesehatan terus memonitor serta mengevaluasi secara berkala operasional bioskop CGV.

"Staff dan Penonton wajib memakai masker di seluruh area bioskop, mengecek suhu tubuh penonton sebelum masuk ke area bioskop, melakukan sistem pelacakan pengunjung serta mengurangi kapasitas tempat duduk di ruang auditorium guna menjaga jarak aman antar penonton. Selain itu, kami juga menyediakan gel pembersih tangan/hand santizer, menghimbau penonton untuk memesan tiket menonton serta makan minum secara online (contact-less) dengan pembayaran secara digital (cash-free)".

Yeo menambahkan "Perseroan berharap pembukaan bioskop bisa menggairahkan kembali aktivitas rumah produksi dalam memproduksi film-film nasional, membantu memulihkan ekonomi di sektor industri kreatif lainnya, serta membuka kembali peluang lapangan kerja di sekitar bioskop CGV beroperasi", pungkasnya. (end/ar)

Sumber: IQPLUS

GRAHA LAYAR PRIMA BUKA KEMBALI 4 BIOSKOP DI DKI JAKARTA


PT. Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) telah melakukan pembukaan kembali seluruh kegiatan operasional 4 bioskop CGV di Jakarta pada tanggal 21 Oktober 2020, setelah Kota Bandung dan Batam.

Menurut Keterangan tertulis Direktur PT. Graha Layar Prima Tbk Yeo Deoksu pada laporan keterbukaan Informasi di bursa Efek Indonesia (BEJ) Rabu mengatakan bahwa Pembukaan kembali bioskop CGV tersebut dilakukan setelah pemaparan dari perseroan dan hasil penilaian dari tim teknis pemerintah DKI Jakarta menyimpulkan bahwa protokol kesehatan bioskop CGV telah sesuai dengan protokol kesehatan yang disarankan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Hasil penilaian ditindak lanjuti oleh Dinas pariwisata dan Ekonomi kreatif DKI Jakarta dengan menerbitkan SK No268 tahun 2020 tentang pembukaan kembali usaha pariwisata di masa PSBB transisi. Keempat bioskop tersebut adalah CGV Grand Indonesia, CGV Aeon Mall Jakarta Garden City, CGV Green Pramuka Mall, CGV Transmart Cempaka Putih.

Ia menambahkan, CGV telah menyiapkan sejumlah protokol kesehatan sesuai dengan panduan Kementerian Kesehatan dan Pemprov DKI Jakarta dengan ketat.

"Staff dan Penonton wajib memakai masker di seluruh area bioskop, mengecek suhu tubuh penonton sebelum masuk ke area bioskop, melakukan sistem pelacakan pengunjung serta mengurangi kapasitas tempat duduk di ruang auditorium guna menjaga jarak aman antar penonton.

Selain itu, kami juga menerapkan prosedur kebersihan dengan cairan disinfektan diseluruh area bioskop, menyediakan hand-sanitizer, menghimbau penonton untuk memesan tiket menonton serta makan minum secara online (contact-less) dengan pembayaran secara digital (cash-free), menerapkan kebijakan pembatasan usia 12 sampai 60 tahun serta pembatasan auditorim maksimal 25%", imbuhnya. (end/ar)

Sumber: IQPLUS

Saham BLTZ | PENDAPATAN TURUN, GRAHA LAYAR PRIMA CATAT RUGI HINGGA JUNI 2020



IQPlus, (03/08) - PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) mencatat pendapatan bersih Rp233,84 miliar hingga periode 30 Juni 2020 turun tajam dari pendapatan bersih Rp682,39 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, laba bruto turun tajam menjadi Rp1,46 miliar dari laba bruto Rp253,72 miliar dan rugi sebelum pajak penghasilan diderita Rp185,91 miliar dari laba sebelum pajak penghasilan Rp57,14 miliar.

Rugi periode berjalan diderita Rp185,46 miliar dari laba periode berjalan yang diraih Rp41,11 miliar tahun sebelumnya. Total aset perseroan mencapai Rp2,77 triliun hingga periode 30 Juni 2020 naik dari total aset Rp1,92 triliun hingga periode 31 Desember 2019. (end)

GRAHA LAYAR PRIMA RAIH PENDAPATAN BERSIH Rp1,41 TRILIUN HINGGA DESEMBER | SAHAM BLTZ


IQPlus, (30/04) - PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) meraih pendapatan bersih sebesar Rp1,41 triliun hingga periode 31 Desember 2019 meningkat dari pendapatan bersih Rp1,18 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, laba bruto naik menjadi Rp541,6 juta dari laba bruto Rp399,84 juta tahun sebelumnya. Sedangkan laba sebelum pajak penghasilan diraih Rp114,71 miliar naik dari laba sebelum pajak penghasilan tahun sebelumnya yang Rp51,27 miliar.

Laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk diraih Rp83,34 miliar naik dari laba tahun sebelumnya yang Rp35,23 miliar. Total aset perseroan hingga 31 Desember 2019 mencapai Rp1,92 triliun naik dari total aset Rp1,76 triliun hingga periode 31 Desember 2018. (end)

MAPI, BLTZ, MPPA, ACES, RALS Melawan Corona

Bisnis.com, JAKARTA - Instruksi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menghindari tempat-tempat keramaian pasca penyebaran Covid-19 atau virus corona langsung direspons oleh warga. Sejumlah emiten juga bersiaga mengantisipasi kesepian pengunjung.

Lidya contohnya, ia bercerita bagaimana suasana mal Kota Kasablanka yang selalu ramai di akhir pekan pada Sabtu (14/3/2020) terlihat tak seperti biasanya. 

"Nggak biasanya mal sejuta umat, kayak Kokas sepi pas weekend. Cepet banget dapat parkiran mobil. Kejadian yang langka, nih," ujar wanita berusia 26 tahun yang berdomisili di Bekasi, Jawa Barat tersebut. 

Dia menjelaskan, betapa kikuk dirinya saat memasuki sebuah gerai pakaian di pusat perbelanjaan itu karena hanya dia yang berseliweran di toko tersebut. Padahal, pada pekan sebelumnya toko tersebut selalu ramai dikunjungi. 

Sepinya tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan sejatinya sudah diantisipasi oleh gerai ritel pakaian, aksesoris serta makanan yang tergabung dalam PT Mitra Adi Perkasa Tbk. (MAPI) atau MAP Group. 

Sekretaris Perusahaan MAP Group, Ratih Darmawan Gianda mengatakan perseroan melengkapi produk-produk di platform daring sebagai langkah strategis menyiasati kekhawatiran pengunjung untuk pergi ke pusat perbelanjaan pasca penyebaran Covid-19 di Indonesia. 

"Kami melengkapi produk-produk di e-commerce kami yaitu di platform kami sendiri seperti MapeMall, Planetsports.asia, mono sites; Crocs, Converse, Reebok, Skechers dan juga Zara.com.id, serta juga platform third party seperti Lazada, Blibli, iLotte di mana kami mempunyai marketplaces," ujar Ratih kepada Bisnis, Jumat (13/3/2020). 

Hal yang sama juga ditekankan oleh Direktur Marketing dan Komunikasi ritel gawai dan aksesoris PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA), Djatmiko Wardoyo. 

Meski sempat mengakui mengalami hambatan karena tersendatnya impor dari beberapa prinsipal luar negeri, perseroan memastikan akan mengupayakan untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri karena prinsipal pun masih berkomitmen menjaga stok produk.  

Dia menyebut, Erajaya tetap beroperasi seperti biasa, dan tetap memberikan insentif buat konsumen berupa promo dan alternatif pembayaran. “Kami juga menggalakkan penawaran dan promo produk melalui toko online eraspace.com untuk mengantisipasi bila tingkat kunjungan konsumen ke mall turun," ujar Djatmiko kepada Bisnis.

Sementara itu, ritel bioskop PT Graha Layar Prima Tbk. (BLTZ) atau CGV Cinemas hingga saat ini belum bisa mengambil kesimpulan pembatasan kegiatan di tempat publik akan berdampak pada penurunan jumlah penonton. 

Manael Sudarman, Head of Sales and Marketing CGV Cinemas mengatakan dampak dari imbauan pemerintah untuk menghindari pusat keramaian baru bisa dilihat pada akhir bulan. 

“Dengan himbauan pemerintah untuk membatasi kegiatan-kegiatan di tempat-tempat umum, bukan tidak mungkin akan ada penurunan  jumlah penonton," ujarnya kepada Bisnis.

Sejak virus mulai menyebar di luar Indonesia, CGV Cinemas disebutkannya telah melakukan langkah-langkah antisipasi dan preventif penyebaran virus seperti fogging atau penyemprotan cairan khusus atau disinfectant, menyediakan sanitizer dan juga masker di setiap bioskop hingga staf yang merasa kurang sehat dipersilahkan untuk tidak bekerja. 

Di sisi lain, PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA) yang mengoperasikan gerai ritel supermarket Hypermart, FMX, dan Boston Foodmart menekankan persedian akan tetap aman di tengah isu panic buying pasca penyebaran COVID-19. 

Head of Corporate Communication Matahari Putra Prima Fernando Repi mengatakan perseroan  mendorong masyarakat untuk melakukan konsumsi dengan promosi penawaran baik dari gerai fisik maupun platform daring. "Promosi masing-masing dari peritel mengkombinasikan penjualan omnichannel, jadi ada belanja online. Hypermart sendiri punya platform belanja online," terangnya. 

TERSERAP PASAR

Samuel Sekuritas menyajikan data walaupun pasar tengah berada dalam kondisi bearish, stok barang dari beberapa ritel kemungkinan besar akan terserap oleh pasar. Hal ini ditambah dengan ekspektasi meningkatkan konsumsi pada momen ramadan yang akan berlangsung akhir bulan depan. 

Analis Samuel Sekuritas Teuku Al Hafidh mengatakan, berkaca dari tahun-tahun sebelumnya dimana data indeks penjualan riil yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia dari tahun ke tahun mencatatkan indeks paling besar berada di bulan puasa. 

Hal tersebut didukung oleh pertumbuhan pengeluaran konsumsi rumah tangga secara yoy dimana dari tahun 2016, 2018 dan 2019, tingkat pertumbuhan paling besar berada pada kuartal dimana bulan puasa tersebut berada yakni kuartal II/2016, kuartal II/2018, dan kuartal III/2019.

"Walaupun pasar sedang berada dalam kondisi bearish, namun saya yakin stok barang akan tetap terserap oleh pasar," ujarnya kepada Bisnis, Minggu (15/3/2020). 

Dari data Bursa Efek Indonesia hingga Minggu (15/3/2020), hanya ada satu emiten retail yang mengumumkan akan melakukan pembelian saham kembali atau buyback yakni PT Ace Hardware Indonesia Tbk. (ACES) yang akan menggelontorkan dana maksimal Rp34,3 miliar dalam periode tiga bulan ke depan. 

Hafidh sendiri menilai pemain ritel butuh keberanian untuk membeli sahamnya kembali yang beredar di pasar. Berdasarkan pemantauannya, dia merekomendasikan emiten ritel PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. (RALS) untuk mengikuti jejak ACES untuk menindaklanjuti hak buyback saham. 

"Ada beberapa alasan saya merekomendasi RALS. Pertama, free float dari RALS sebesar 39,14 persen memenuhi persyaratan dari Bursa Efek Indonesia yang mewajibkan emiten yang melakukan buyback minimal 7,5 persen. Yang kedua, saldo kas dan setara kas perusahaan cukup tinggi yaitu sebesar Rp900,7 miliar," ujar Hafidh. 

Dia juga menekankan rasio likuiditas perusahaan cukup baik dengan cash ratio sebesar 337,1 persen dan quick ratio 337,7 persen ditambah perseroan tidak memiliki utang bank. 

"Harga saham dari RALS sendiri sudah cukup rendah yaitu turun sebesar 60,42 persen yoy atau minus 37,5 persen year to date," pungkasnya.

Berita Saham BLTZ | 27 Maret 2018

Berita Saham BLTZ

PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) meraih kenaikan pendapatan bersih sebesar 47,29 persen hingga periode yang berakhir 31 Desember 2017 menjadi Rp849,24 miliar dibandingkan pendapatan bersih Rp576,54 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp484,63 miliar dari Rp324,66 miliar membuat laba bruto menjadi Rp364,60 miliar naik dari laba bruto Rp251,88 miliar tahun sebelumnya.

Laba sebelum pajak berhasil diraih Rp18,79 miliar usai mencatat rugi sebelum pajak Rp15,49 miliar tahun sebelumnya. Laba yag didistribusikan kepada pemilik entitas induk diraih Rp12,43 miliar usai mencatat rugi Rp15,50 miliar di tahun sebelumnya.

Total aset perseroan mencapai Rp1,74 triliun hingga 31 Desember 2017 naik dari total aset Rp1,29 triliun hingga 31 Desember 2016. (end)

Source:
IQPLUS

Berita Saham BLTZ | 24 Januari 2018

Berita Saham BLTZ

PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) mendapatkan pinjaman dari beberapa bank yakni Citibank, Koexim Mandiri Finance dan The Export-Import Bank of Korea.

Menurut keterangan perseroan yang diperoleh Rabu, perseroan membutuhkan pendanaan untuk membiayai ekspansi pengembangan bioskop baru dan renovasi bioskop yang sudah ada. Atas Pinjaman tersebut perseroan mengajukan permohonan ke CJ CGV selaku pemegang 51% saham perseroan untuk menjamin pinjaman tersebut.

Pinjaman yang dirarih dari Citibank sebesar 10 juta dolar AS dan PT Koexim Mandiri Finance Rp27 miliar serta Exim Korea 17 miliar won Korsel atau total setara dengan Rp355,07 miloar.

Adapun biaya jaminan yang akan dibayarkan kepada CJ CGV selaku pemberi jaminan sebesar 0,3% per tahun dari total seluruh jaminan yang diberikan atau sekitar Rp1,06 miliar. (end)

IQPLUS