Tampilkan postingan dengan label Saham CLAY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham CLAY. Tampilkan semua postingan

RUPSLB CLAY Setujui Rights Issue 1 Miliar Saham


PT Citra Putra Realty Tbk. (CLAY) telah meggelar Rapat Umum Pemegang Saham luar biasa yang dilaksanakan pada tanggal 6 April 2023.

Rapat Umum Pemegang Saham Telah memenuhi kuorum karena dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 2.246.761.700 saham atau 87,42% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan, sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan Peraturan Perundangan yang berlaku.

Manajemen CLAY dalam keterangan tertulisnya Selasa (11/4) menuturkan bahwa dalam mata acara ketiga RUPS pemegang saham memberikan persetujuan kepada Perseroan untuk melakukan penambahan modal dengan menerbitkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue sejumlah 1 miliar saham baru dari portepel.

Sebagai informasi, pada keterbukaan informasi (28/2) Manajemen CLAY menyebutkan seluruh dana yang diperoleh dari rights issue kali ini setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, akan dipergunakan seluruhnya oleh Perseroan untuk memperkuat struktur permodalan sebagai komponen modal inti dan modal kerja. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Citra Putra Realty (CLAY) Minta Restu Right Issue 1 Miliar Saham


PT Citra Putra Realty Tbk. (CLAY)
akan menggelar aksi korporasi menerbitkan saham baru melalui hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue.

Manajemen CLAY dalam keterangan tertulisnya Selasa  (28/2) menyebutkan bahwa Perseroan akan mengeluarkan saham baru sebanyak 1 miliar lembar saham baru dari portepel Perseroan.

Pelaksanaan rights issue ini diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan sehingga dapat menambah kemampuan untuk meningkatkan kegiatan usaha, kinerja Perseroan dan daya saing dalam industri yang sama.

Dengan meningkatnya kinerja dan daya saing perseroan, diharapkan pula dapat meningkatkan imbal hasil nilai investasi bagi seluruh pemegang saham Perseroan. Selain itu penambahan modal ini juga memberikan pengaruh kepada pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD karena akan terkena dilusi atas persentase kepemilikan saham perseroan.

"Seluruh dana yang diperoleh dari Penambahan Modal Dengan HMETD, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, akan dipergunakan seluruhnya oleh Perseroan untuk memperkuat struktur permodalan sebagai komponen modal inti dan modal kerja," tutur Manajemen CLAY.

Aksi korporasi ini akan segera dilaksanakan setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang rencananya digelar pada tanggal 11 April 2023 serta pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif dari OJK.
Author: K M
Sumber: emitennews-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Citra Putra Realty Raih Pendapatan Rp75,20 Miliar Hingga September 2022


PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) meraih pendapatan Rp75,20 miliar hingga periode 30 September 2022 naik tajam dari pendapatan Rp6,62 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, beban pokok pendapatan naik menjadi Rp51,14 miliar dari Rp18,01 miliar dan laba kotor diraih Rp24,06 miliar dari rugi kotor Rp11,39 miliar yang diderita tahun sebelumnya.

Namun rugi sebelum pajak penghasilan meningkat menjadi Rp41,40 miliar dari rugi sebelum pajak penghasilan Rp37,79 miliar terutama karena kenaikan beban usaha menjadi Rp43,19 miliar dari Rp11,51 miliar dan kenaikan beban keuangan menjadi Rp22,39 miliar dari Rp14,89 miliar.

Rugi bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk naik menjadi Rp32,12 miliar dari rugi bersih Rp29,21 miliar tahun sebelumnya.

Jumlah liabilitas mencapai Rp592,71 miliar hingga periode 30 September 2022 naik dari jumlah liabilitas Rp564,75 miliar hingga periode 31 Desember 2021 sedangkan jumlah aset mencapai Rp600,05 miliar hingga periode 30 September 2022 turun dari jumlah aset Rp604,68 miliar hingga periode 31 Desember 2021. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Citra Putra Realty Tbk Mengalami Penurunan Pendapatan Yang Cukup Signifikan di Semester I-2021


PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) mengantongi pendapatan sebesar Rp 6,6 miliar di semester I-2021. Jumlah itu tercatat menurun hingga 79,8% dari periode yang sama di tahun 2020 yang sebesar Rp 32,8 miliar. 

Pendapatan CLAY berasal dari sewa kamar yang turun dari Rp 21,5 miliar menjadi Rp 4,2 miliar, makanan dan minuman yang turun dari Rp 10,7 miliar menjadi Rp 2,3 miliar dan departemen lainnya yang turun dari Rp 520 juta menjadi Rp 35,2 juta. 

Berdasarkan laporan keuangan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), penurunan signifikan tersebut membuat perseroan mengalami kerugian kotor Rp 11,4 miliar. Adapun, di tengah penurunan tersebut beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp 18 miliar. 

Selain itu, beban usaha tercatat sebesar RP 39,2 miliar dan beban keuangan sebesar Rp 40,7 miliar. Dus, jumlah kerugian bersih yang dialami oleh CLAY sebesar Rp 82,4 miliar. 

Adapun posisi kas dan setara kas CLAY di akhir periode tercatat sebesar Rp 11,5 miliar. Jumlah tersebut turun signifikan dibanding periode yang sama di tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp 25,7 miliar. 

Dari sisi kewajiban, CLAY tercatat memiliki liabilitas sebesar Rp 527,3 miliar yang terdiri dari liabilitas jangka panjang yang mencapai Rp 438,3 miliar dan jangka pendek Rp 88,9 miliar. Sementara itu ekuitas tercatat sebesar Rp 86,3  miliar hingga semester I-2021. 


Sumber: IQPLUS

Berita Saham CLAY | BEI AKHIRNYA HENTIKAN SEMENTARA PERDAGANGAN SAHAM CLAY


IQPlus, (29/01) - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Ciputra Putra Realty Tbk (CLAY) karena mengalami peningkatan harga kumulatif yang signifikan.

Menurut keterangan BEI Selasa disebutkan, suspensi dilakukan dalam rangka cooling down maka BEI memandang perlu untuk melakukan suspensi pada perdagangan 29 Januari 2019.

Penghentian sementara perdagangan saham CLAY dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai guna memberik waktu bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang setiap pengambilan keputusan di saham CLAY.

Harga saham CLAY ditutup di level Rp306 pada hari pertama perdagangan di bursa dan sudah berada di level Rp1.155 pada penutupan Senin kemarin atau naik lebih dari 500 persen. (end)


Berita Saham CLAY dan NATO | LISTING, BEI HENTIKAN TRANSAKSI DU EMITEN PROPERTI INI



IQPlus, (17/01) -  PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan aktivitas transaksi dua emiten properti sesaat setelah pencatatan perdana saham, lantaran harga saham kedua perusahaan itu langsung melonjak 70 persen dengan frekuensi transaksi yang minim.

Saat pencatatan perdana saham PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) dan PT Nusantara Properti Internasional Tbk (NATO) di papan pengembangan BEI, masing-harga saham emiten tersebut melejit sebesar 70 persen dan 69,9 persen. Padahal, frekuensi transaksi CLAY hanya sebanyak lima kali dan NATO cuma tiga kali.

Harga CLAY langsung meroket ke level Rp306 dari harga penawaran umum sebesar Rp180 per saham, sedangkan NATO meningkat ke harga Rp175 dri harga penawaran umum senilai Rp103 per saham.

Pada transaksi perdana tersebut, masing-masing frekuensi transaksi emiten keempat dan kelima di 2019 ini tercatat sebanyak lima kali dan tiga kali.

Dengan ditopang volumen transaksi yang masing-masing sebanyak 20 lot dan 15 lot, sehingga masing-masing nilai transaksi hanya senilai Rp612.000 dan Rp262.500.

Sebelumnya, BEI berencana akan mengatur mengatur batas atas kenaikan harga saham saat pencatatan perdana di perdagangan Bursa. Direktur BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, pihaknya tengah mengkaji tren kenaikan harga saham IPO saat transaksi perdana hingga mencapai 70 persen.

Menurut Nyoman, saat ini BEI memiliki sejumlah alternatif untuk mengatur besaran kenaikan harga saham IPO di pasar sekunder, Dia menyebutkan, alternatif pertama terkait pengaturan itu adalah penetapan besaran batas atas penolakan penawaran secara otomatis (auto-rejection).

Kedua, lanjut Nyoman, BEI akan melakukan pengetatan pengawasan terhadap transaksi dan yang ketiga adalah penggabungan pada dua alternatif pengaturan tersebut. (end/fu)