Tampilkan postingan dengan label Saham EKAD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham EKAD. Tampilkan semua postingan

Ekadharma International (EKAD) Bakal Bagikan Dividen Tunai Rp9 Per Saham


PT. Ekadharma International Tbk. (EKAD)
akan membagikan dividen tunai tahun buku 2022 kepada Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 23 Juni 2023.

Manajemen EKAD dalam keterangan tertulisnya Kamis (15/6) menuturkan bahwa pembagian dividen ini sesuai dengan hasil RUPS Tahunan yang digelar pada tanggal 13 Juni 2023.

Adapun Cum dan Ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada tanggal 21 Juni dan 22 Juni 2023 sedangkan Cum dan Ex dividen di pasar tunai pada tanggal 23 Juni dan 26 Juni 2023.

Selanjutnya pembayaran dividen tunai sebesar Rp31,44 miliar yang merupakan 40% dari laba bersih tahun 2022 atau sebesar Rp9 per saham jatuh pada tanggal 14 Juli 2023. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

EKADHARMA INTERNASIONAL RAIH PENJUALAN NETO Rp629,88 MILIAR HINGGA DESEMBER 2021.



[Saham EKAD] PT Ekadharma Internasional Tbk (EKAD) meraih penjualan neto Rp629,88 miliar hingga periode yang berakhir 31 Desember 2021 turun dari penjualan neto Rp671,54 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan yang dikutip Selasa menyebutkan, laba bruto turun tipis menjadi Rp224,64 miliar dari laba bruto Rp225,02 miliar.

Namun laba usaha meningkat menjadi Rp132,04 miliar dari laba usaha Rp118,00 miliar tahun sebelumnya.

Laba sebelum pajak diraih Rp137,72 miliar meningkat dari laba sebelum pajak Rp123,52 miliar.

Laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk diraih Rp104,41 miliar meningkat dari laba Rp93,50 miliar tahun sebelumnya.

Sedangkan total aset mencapai Rp1,16 triliun hingga periode 31 Desember 2021 naik dari total aset Rp1,08 triliun hingga periode 31 Desember 2020. (end)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

EKADHARMA RAIH LABA Rp30,34 MILIAR HINGGA MARET 2021


PT Ekadharma International Tbk (EKAD) mencatat laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp30,34 miliar hingga periode 31 Maret 2021 naik tipis dari laba Rp29,94 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, penjualan diraih sebesar Rp153,98 miliar turun dari penjualan Rp192,26 miliar tahun sebelumnya.

Laba bruto diraih sebesar Rp58,78 turun dari laba bruto Rp64,54 miliar tahun sebelumnya.

Sedangkan laba usaha tercatat sebesar Rp36,77 miliar turun dari laba usaha Rp37,11 miliar.

Laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp38,26 miliar naik tipis dari laba sebelum pajak Rp38,20 miliar tahun sebelumnya.

Total liabilitias mencapai Rp137,84 miliar hingga periode 31 Maret 2021 naik dari total liabilitias Rp129,62 miliar hingga periode 31 Desember 2020.

Total aset perseroan hingga periode 31 Maret 2021 mencapai Rp1,12 triliun naik dari Rp1,08 triliun hingga periode 31 Desember 2020.(end)

Sumber: IQPLUS

Berita Saham EKAD | 18 Mei 2018


PT Ekadharma International menargetkan laba bersih perseroan tahun ini dapat mencapai Rp80 miliar. Nilai tersebut meningkat 6,7% dibandingkan dengan capaian perseroan pada 2017 yang sebesar Rp75 miliar.

Direktur Utama Ekadharma International Judi Widjaja Leonardi mengungkapkan bahwa kenaikan laba bersih tersebut didorong oleh kenaikan permintaan pasar dan penguatan jaringan distribusi perusahaan ke beberapa kota di Tanah Air.

“Tahun ini total penambahan pusat distribusi kami 5 unit, di antaranya di Banda Aceh, Purwokerto, dan Tangerang Selatan. Selain itu perusahaan sedang menjajaki diversifikasi produk yang terkait dengan bisnis kami,” ungkap Judi dalam paparan publik di Jakarta, Kamis.

Judi mengungkapkan industri optimistis dengan pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun ini sehingga permintaan perekat akan tetap tumbuh. Untuk 2018, perseroan mematok target optimistis penjualan sebesar Rp730 miliar, atau meningkat 13,5% dibandingkan capaian perseroan pada 2017.

Kendati optimistis target penjualan dapat terlampaui, emiten dengan kode saham EKAD tersebut menilai kenaikanm harga minyak dunia yang terus terjadi dapat menekan margin perseroan. Perseroan memprediksi harga bahan baku dpaat menyentuh level tertingginya pada kuartal III/2018.

“Kenaikan harga minyak menjadi tantangan pada bottomline perusahaan. Kondisi ini sudah berlangsung sejak kuartal III/2017 dan kami mengkhawatirkan penguatan yang terus terjadi sampai memasuki kuartal III/2018 ini. Upperline kami terus naik, tapi ada tantangan pada bottomline,” ungkap Judi. (end/bis)
http://www.iqplus.info/news/stock_news/ekad-ekadharma-international-bidik-pertumbuhan-laba-6-7-,37065606.html