Tampilkan postingan dengan label Saham FASW. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham FASW. Tampilkan semua postingan

RUPSLB Fajar Surya Wisesa Tbk. (FASW) Setujui Thalengsak Ratchburi Sebagai Direktur Utama


Fajar Surya Wisesa Tbk. (FASW) telah menggelar Rapat Umum Para Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 1 Desember 2022.

Rapat Umum Pemegang Saham Telah memenuhi kuorum karena dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 2.470.733.140 saham atau 99,7112% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan, sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan Peraturan Perundangan yang berlaku.

Dalam keterangan tertulisnya Manajemen FASW Senin (5/12) menyampaikan RUPSLB Agenda I menyetujui dan menerima dengan baik pengunduran diri Sangchai Wiriyaumpaiwong, selaku Komisaris Perseroan, dengan suratnya tanggal 30 September 2022 dan menyetujui dan menerima dengan baik pengunduran diri Peerapol Mongkolsilp, selaku Direktur Utama Perseroan.

Selanjutnya menyetujui dan mengangkat Wichan Charoenkitsupat sebagai Komisaris Perseroan dan Thalengsak Ratchburi menggantikan Peerapol Mongkolsilp sebagai Direktur Utama serta mengangkat Ekachai Anujorn sebagai Direktur, untuk sisa masa jabatan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan yang sedang menjabat, sehingga susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan sebagai berikut :

Dewan Komisaris

Komisaris Utama : Wichan Jitpukdee
Komisaris : Wichan Charoenkitsupat
Komisaris : Kitti Tangjitrmaneesakda
Komisaris : Danaidej Ketsuwan
Komisaris : Vilia Sulistyo
Komisaris Independen : Lim Chong Thian
Komisaris Independen : Sudarmanto
Komisaris Independen : Tony Tjandra

Direksi

Direktur Utama : Thalengsak Ratchburi
Direktur : Ekachai Anujorn
Direktur : Ponthep Tuntavadcharom
Direktur : Yustinus Yusuf Kusumah
Direktur : Arif Razif

(end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

LABA SERTA PENDAPATAN FASW MENINGKAT DI SEPANJANG TAHUN 2021.



PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) mencetak kenaikan laba bersih di sepanjang tahun 2022, menjadi sebesar Rp614,92 miliar. Angka ini lebih tinggi sekitar 73,93% jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp353,29 miliar.

Dalam laporan keuangan tercatat bahwa salah satu pendorong naiknya laba perusahaan adalah meningkatnya penjualan bersih sebesar 50,7% menjadi Rp11,923 triliun. Seiring dengan hal itu, laba per saham dasar Perseroan ikut naik menjadi senilai Rp248,17, dari Rp142,58.

Di sepanjang tahun 2021, laba kotor Perseroan alami kenaikan sekitar 31,25% menjadi Rp1,617 triliun. Sementara aset juga lebih tinggi sekitar 15,53% menjadi Rp13,302 triliun. (end)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

FASW RAIH LABA Rp194 MILIAR HINGGA MARET 2021


PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) mencatat laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp194,52 miliiar hingga periode 31 Maret 2021 usai mencatat rugi Rp324,57 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, penjualan tercatat sebesar Rp2,64 triliun naik dari penjualan Rp1,99 triliun.

Laba bruto tercatat sebesar Rp430,29 miliiar naik dari laba bruto Rp337,59 miliar.

Laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp244,87 miliar usai mencatat rugi sebelum pajak Rp476,78 miliar.

Total aset perseroan hingga periode 31 Maret 2021 mencapai Rp12,35 triliun naik dari total aset Rp11,51 triliun hingga periode 31 Desember 2020.(end)

Sumber: IQPLUS

[FASW] PT Fajar Surya Wisesa Tbk Alami Penurunan Labar Bersih


PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan laba bersih sebesar Rp353,29 miliar pada akhir tahun 2020. Angka ini turun sekiatar 63,53 persen jika dibandingkan dengan akhir tahun 2019, yang mencatat laba bersih sebesar Rp968,8 miliar.

Dalam laporan keuangannya, disebutkan bahwa laba per saham dasar FASW juga alami penurunan menjadi Rp142,58, sedangkan di akhir tahun 2019, tercatat sebesar Rp390,99.

Selain itu, total pendapatan bersih FASW di sepanjang tahun 2020 tercatat sebesar Rp7,909 triliun, atau turun 4,34 persen dibanding tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp8,268 triliun.

Meski demikian, beban pokok pendapatan di sepanjang tahun 2020, tercatat sebesar Rp6,677 triliun atau tumbuh 3,911 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp6,458 triliun. Sehingga laba kotor turun 31,66 persen menjadi Rp1,232 triliun.

Di sepanjang tahun 2020, ekuitas FASW tercatat sebesar Rp4,582 triliun, atau turun 2,34 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp4,692 triliun. Adapun total kewajiban tercatat sebesar Rp6,93 triliun, atau tumbuh 14,54 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp6,059 triliun.

Selain itu, aset perseroan tercatat sebesar Rp11,51 triliun, atau tumbuh 7,069 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tecatat sebesar Rp10,75 triliun. Sementara, arus kas diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp454,88 miliar, atau merosot 59,31 persen dibanding akhir tahun 2020, yang tercatat sebesar Rp1,112 triliun. (end)

Sumber: IQPLUS

Penjualan domestik yang lemah dan rugi selisih kurs bikin Fajar Surya merugi | SAHAM FASW

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja produsen kemasan PT Fajar Surya Wisesa Tbk merosot dalam tiga bulan di tahun ini. Permintaan kertas kemasan yang menurun sepanjang tiga bulan di tahun ini membuat penjualan emiten berkode saham FASW ini melorot 16,74% secara tahunan menjadi Rp 1,99 triliun dari periode sama di tahun 2019 sebesar Rp 2,39 triliun. 

Berdasarkan laporan keuangan FASW kuartal I-2020 yang dirilis pada Selasa (28/4), perusahaan ini menjelaskan, penurunan penjualan terbesar terjadi di pasar Indonesia yang berkontribusi sebesar Rp 1,48 triliun selama Januari-Maret 2020. Penjualan dalam negeri turun 27,45% secara year on year dari Rp 2,04 triliun di kuartal I-2019. 

Sementara penjualan ekspor masih tumbuh. Penjualan ke pasar Asia misalnya naik 47,15% secara tahunan menjadi Rp 513,38 miliar. Kenaikan penjualan juga terjadi di pasar ekspor Afrika sebesar 19,79% menjadi Rp 2,35 miliar. FASW juga memiliki pasar ekspor baru di Timur Tengah yang berkontribusi sebesar Rp 439,24 juta sepanjang kuartal I-2020. 

Penurunan pendapatan ditambah dengan rugi selisih kurs membuat perusahaan ini mengalami kerugian sebelum pajak sebesar Rp 467,77 miliar di triwulan I tahun 2020. Padahal pada periode sama tahun lalu, FASW masih membukukan laba sebelum pajak Rp 536,3 miliar. 

Pada kuartal I-2020, FASW mengalami kerugian selisih kurs sebesar Rp 677,37 miliar dari sebelumnya untung kurs Rp 61,62 miliar. 

Kondisi ini membuat FASW juga membukukan rugi bersih Rp 324,57 miliar di kuartal I-2020. Pada tahun 2019 di periode yang sama, perusahaan ini mencetak untung bersih Rp 419,73 miliar. 

Sementara laba bersih per saham di kuartal I-2019 sebesar Rp 169,39 per saham. Dan di kuartal I-2020, FASW menderita rugi per saham Rp 130,99 per saham. Selasa (28/4) harga saham FASW ditutup di Rp 6.850 per saham. 

Saham FASW | FASW DAPAT PINJAMAN DARI ANAK USAHA




IQPlus, (21/02) - PT Fajar Suryawisesa Tbk (FASW) meraih menandatangani fasilitas pinjaman pada 18 Februari 2020 dengan anak usahanya PT Dayasa Aria Prima.

Menurut keterangan perseroan Kamis disebutkan nilai pinjaman sebesar US$60 juta dan Rp700 miliar dengan jangka waktu 7 tahun untuk pembiayaan kembali utang -utang yang ada dan membiayai tambahan belanja modal.

Pemberian fasilitas ini tidak berdampak pada kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha perseroan. (end)

Saham FASW | LABA FAJAR SURYA WISESA TURUN JADI Rp968,83 MILIAR HINGGA DESEMBER



IQPlus, (12/02) - PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) alami penurunan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 31% hingga periode 31 Desember 2019 menjadi Rp968,83 miliar dibandingkan laba bersih Rp1,41 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, penjualan bersih turun menjadi Rp8,27 triliun dari Rp9,94 triliun dan laba kotor turun menjadi Rp1,81 triliun dari Rp3,02 triliun.

Sementara laba sebelum pajak tercatat turun menjadi Rp1,22 triliun dari laba sebelum pajak Rp1,99 triliun. Jumlah aset perseroan hingga periode 31 Desember 2019 mencapai Rp10,75 triliun turun dari jumlah aset Rp10,96 triliun yang tercatat hingga 31 Desember 2018. (end)

Saham FASW | SCG PACKAGING AKAN AKUISISI 55% SAHAM FASW


IQPlus, (13/05) - SCG Packaging Public Company Limited melalui anak perusahaannya SCG Packaging berencana membeli saham-saham dalam perseroan dari para pemegang saham perseroan dengan total sebesar 55%.

Menurut keterangan perseroan disebutkan, pemegang saham tersebut yakni Winarko Sulistyo, Vilia Sulistyo, PT Intrata Usaha Mandiri (IUM), PT Garama Dhananjaya dan Hartono Herjanto. Setelah pengambilalihan SCG Packaging akan menjadi pengendali baru perseroan.

disebutkan dalam keterangan itu, rencana pengambilalihan saham ini tidak berdampak pada kondisi keuangan perseroan karena dana hasil penjualan saham dalam perseroan akan diterima para penjual dan bukan oleh perseroan.

Namun dengan masuknya SCG Packaging sebagai pemegang saham baru diharapkan akan lebih menguatkan posisi perseroan di industri kertas Indonesia serta penetrasi lebih lanjut produk perseroan di dunia khususnya wilayah ASEAN. (end)

Saham FASW | Fajar Surya (FASW) Realisasikan Rights Issue Sebelum 29 November

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten kertas PT Fajar Surya Wisesa Tbk. (FASW) siap merealisasikan rights issue sebelum tanggal 29 November 2018.

Dalam keterbukaan informasi pada Senin (22/10/2018), manajemen FASW menyebutkan akan melakukan penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Perusahaan akan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 500 juta lembar dengan nominal Rp500.

“Jumlah saham yang diterbitkan tersebut bergantung pada keperluan dana perseroan dan harga pelaksanaan HMETD,” papar manajemen, Senin (22/10/2018).

Manajemen FASW menyebutkan, pelaksanaan HMETD tidak lebih dari 12 bulan sejak tanggal persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Adapun, RUPSLB itu dilakukan pada 29 November 2017.

Dengan demikian, pelaksanaan rights issue FASW dilakukan sebelum jatuh tempo 12 bulan atau tanggal 29 November 2018. Seluruh dana hasil HMETD akan digunakan untuk mengurangi utang, pengembangan usaha, dan menambah modal kerja.

Pada penutupan perdagangan Senin (22/10/2018), saham FASW naik 75 poin atau 0,97% menjadi Rp7.825. Sepanjang tahun berjalan harga menguat 44,91%.

Saham FASW | Penjualan PT Fajar Surya Wisesa Tbk. Naik 50% September 2018, YoY


Produsen karton dan kardus, PT Fajar Surya Wisesa Tbk. membukukan penjualan bersih senilai Rp7,45 triliun hingga September 2018, atau meningkat 50% year on year, dari posisi Rp4,91 triliun.

Dalam laporan keuangan September 2018 yang dirilis pada Selasa (16/10/2018), persentase penjualan Fajar Surya Wisesa di dalam negeri dan ekspor terhadap penjualan bersih masing-masing sebesar 71% dan 29%. Produsen kertas ini pun memiliki kapasitas produksi sebesar 1,3 juta ton per tahun.

Emiten bersandi saham FASW juga berhasil menahan kenaikan beban pokok penjualan. Adapun, kenaikkan beban pokok penjualan perseroan ada pada level 28% yoy tidak setinggi penjualan, menjadi Rp5,2 triliun.

Di tengah penguatan dolar AS, FASW juga mencatatkan adanya kerugian dari kurs yang kian membengkak. Sampai September 2018, rugi selisih kurs FASW menjadi Rp381,08 miliar, dari posisi Rp33,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Hingga September 2018, FASW berhasil mengantongi laba senilai Rp867,8 miliar, atau naik 3 kali lipat dari posisi Rp284,94 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perseroan berhasil membukukan aset senilai Rp10,3 triliun, terdiri dari liabilitas senilai Rp6,32 triliun dan ekuitas Rp3,98 triliun. FASW pun memiliki utang bank jangka pendek yang akan jatuh tempo dengan nilai Rp1,52 triliun.

Sementara itu, arus kas perseroan per September 2018 senilai Rp1,1 triliun, meningkatkan dua kali lipat dari posisi Rp512,35 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perseroan juga melakukan penambahan bangunan dan prasarana dalam penyelesaian dengan nilai Rp38,17 miliar dan penambahan mesin dan peralatan senilai Rp38,17 miliar. Sementara itu, untuk penambahan mesin dan peralatan dengan kepemilikan langsung senilai Rp74,22 miliar.

Setelah FASW merilis laporran keuangan September 2018, pasar merespon positif. Pada perdagangan Selasa (16/10/2018), saham FASW ditutup naik 4,42% atau 325 poin menuju level Rp7.675 per saham. Price earning ratio (PER) FASW mencapai 21,62 kali.
http://market.bisnis.com/read/20181016/192/849927/kuartal-iii2018-fajar-surya-wisesa-kantongi-laba-rp8678-miliar

Saham FASW | Potensi Rights Issue PT Fajar Surya Wisesa Tbk.


Emiten kertas PT Fajar Surya Wisesa Tbk. (FASW) siap melakukan rights issue pada November-Desember 2018 dengan melepas 495,57 juta saham baru.

Dalam keterbukaan informasi, Jumat (12/10/2018), manajemen FASW menyebutkan pihaknya akan melakukan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Jumlah saham yang dilepas sebanyak-banyaknya 495.577.757 saham atau 16,67% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Sebetulnya, perseroan sudah mendapatkan restu dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasanya (RUPSLB) sejak 29 November 2017. Namun, aksi korporasi ini diperkirakan baru terlaksana pada pengujung 2018.

Perinciannya, tanggal efektif pada 19 November 2018, lalu pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 4 Desember 2018. Adapun periode perdagangan HMETD adalah pada 4-7 Desember 2018 dan 10-13 Desember 2018.

“Pemegang saham perseroan yang tidak melaksanakan HMETD akan mengalami dilusi maksimal 16,67%,” papar manajemen.

Pada penutupan perdagangan Jumat (12/10), saham FASW naik 100 poin atau 1,35% menjadi Rp7.500. Harga menguat 38,89% sepanjang tahun berjalan.

Perusahaan belum menyebutkan harga pelaksanaan. Namun, dengan estimasi harga penutupan perdagangan kemarin menjadi harga pelaksanaan, maka FASW berpotensi meraih dana Rp3,71 triliun dari aksi rights issue.

Manajemen FASW menjelaskan ada lima perincian penggunaan dana hasil HMETD. Pertama, sekitar 28,4% digunakan untuk pembayaran pinjaman berjangka dalam bentul dolar AS. Kedua, sekitar 10,6% digunakan untuk pembelian aset melalui anak usaha PT Dayasa Aria Prima (DAP).

Ketiga, sekitar 24,4% untuk belanja modal DAP terkait perbaikan aset baru. Keempat, sekitar 17,9% untuk pembiayan DAP. Kelima, sebanyak 18,7% untuk modal kerja perseroan.


http://market.bisnis.com/read/20181013/192/848893/fasw-siap-rights-issue-berpotensi-raih-dana-rp3-triliun

Trading Plan Saham PTBA, TLKM, PWON, ROTI, SAME dan FASW | 1 Agustus 2018


TRADING IDEAS :
These recommendations based on technical and only intended for one day trading

PTBA: Trading Buy
• Close 4480, TP 4540
• Boleh buy di level 4370-4480
• Resistance di 4540 & support di 4370
• Waspadai jika tembus di 4370
• Batasi resiko di 4350

TLKM: Trading Buy
• Close 3570, TP 3750
• Boleh buy di level  3470-3570
• Resistance di 3750 & support di 3470
• Waspadai jika tembus di 3470
• Batasi resiko di 3440

PWON : Trading Buy
• Close 515, TP 540
• Boleh buy di level  500-515
• Resistance di 540 & support di 500
• Waspadai jika tembus di 500
• Batasi resiko di 490

ROTI:  Trading Buy
• Close 950, TP 965
• Boleh buy di level  920-950
• Resistance di 965 & support di 920
• Waspadai jika tembus di 920
• Batasi resiko di 910

SAME:  Trading Buy
• Close 515, TP 535
• Boleh buy di level  505-515
• Resistance di 535 & support di 505
• Waspadai jika tembus di 505
• Batasi resiko di 495

FASW:  Trading Buy
• Close 7975, TP 8150
• Boleh buy di level  7750-7975
• Resistance di 8150 & support di 7750
• Waspadai jika tembus di 7750
• Batasi resiko di 7700

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
BDMN, BBCA, KRAS, PTPP, ADRO, INCO, BSDE

(Disclaimer ON)

PT Valbury Asia Securities

Berita Saham FASW | 30 November 2017

Berita Saham FASW

PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW), menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), yang beragendakan yakni menyetujui menerbitkan saham baru atau rights issue melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).

"RUPS mendapat persetujuan dari para pemegang saham untuk menerbitkan saham baru lewat hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD)," ujar Corporate Secretary PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW), Marco Hardy, Rabu.

Ia mengungkapkan bahwa, pihaknya berencana menerbitkan 500 lembar saham baru. Adapun dana dari rights issue tersebut akan digunakan perseroan sebagian untuk pembayaran utang.

"Kemudian untuk pengembangan, penambahan modal kerja, dan juga untuk meningkatkan tingkat likuiditas kami di pasar," sebut dia.

Kendati demikian, perseroan belum menentukan besaran dana yang diincar dari hajatan ini serta harga pelaksanaannya. Yang jelas, tujuan utama untuk mengurangi jumlah liabilitas serta rasio utang terhadap ekuitas alias debt to equity ratio (DER) menjadi di bawah satu kali.

Informasi saja, per September 2017 total .liabilitas FASW sebesar Rp5,93 triliun, dengan rincian utang bank sebesar Rp1,14 triliun, utang jangka pendek sebesar Rp336,33 miliar, utang jangka panjang sebesar Rp2,85 triliun, dan liabilitas pajak tangguhan sebesar Rp295,77 miliar. Adapun jumlah ekuitasdi periode ini sebesar Rp3,12 triliun, menjadikan DER perseroan berada di angka 1,28 kali.

Marco mengaku belum ada tanggal pasti pelaksanaan rights issue FASW. "Yang pasti, akan dilaksanakan dalam setahun ke depan. Kami akan melihat kondisi pasar dulu sebelum menentukan waktunya," tutup dia. (end/fu)

IQPLUS

Berita Saham FASW | 15 November 2017

PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) akan membagikan dividen interim tunai kepada para pemegang sahamnya sebesar Rp55 per lembar pada 12 Desember 2017 mendatang.

Menurut keterangan perseroan Rabu, cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 21 dan 22 November 2017 dan di pasar tunai pada 24 dan 27 November 2017 dengan DPS hingga 24 November 2017.

Pembagian dividen interim tunai tersebut berdasarkan hasil keputusan direksi perseroan pada 14 November 2017 tentang persetujuan pembagian dividen interim tunai perseroan tahun buku 2017.

Hingga Juni 2017, perseroan peraih pendapatan Rp2,88 triliun dengan laba bersih mencapai Rp182,96 miliar. (end)

IQPLUS