Tampilkan postingan dengan label Saham IGAR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham IGAR. Tampilkan semua postingan

RUPSLB Champion Pacific (IGAR) Setujui Yoichi Shirata Sebagai Komisaris


Champion Pacific Indonesia Tbk. (IGAR)
telah menggelar Rapat Umum Para Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 12 September 2023

Rapat Umum Pemegang Saham Telah memenuhi kuorum karena dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 772.539.520 saham atau 79,61% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan, sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan Peraturan Perundangan yang berlaku

Antonius Muhartoyo Direktur Utama IGAR dalam keterangan tertulisnya Kamis (14/9) menuturkan bahwa RUPSLB menyetujui pengunduran diri Junichiro Takahashi sebagai Komisaris dengan ucapan terima kasih atas jasa-jasanya dan memberikan pembebasan dan pelunanasan tangggung jawab sepenuhnya selanjutnya mengangkat Yoichi Shirata sebagai Komisaris terhitung sejak ditutupnya Rapat ini sampai dengan penutupan Rapat Umum pemegang saham tahunan yang akan digelar pada tahun 2025.

Dengan demikian, maka susunan Dewan Komisaris dan Direksi IGAR menjadi sebagai berikut :

Komisaris

Komisaris Utama : Budi Dharma Wreksoatmodjo
Komisaris : Yoichi Shirata
Komisaris : Dyah Sulisyandhari

Direksi

Direktur Utama : Antonius Muhartoyo
Direktur : Masanobu Ojima
Direktur : Yo Kubota
Direktur : Hiroaki Emoto
Direkttur : Vera Sutidjan

(end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Junichiro Takahashi Mengundurkan Diri Sebagai Komisaris IGAR


Junichiro Takahashi selaku Komisaris PT Champion Pacific Indonesia Tbk. (IGAR) mengundurkan diri.

Antonius Muhartoyo Direktur Utama IGAR dalam keterangan tertulisnya Senin (10/7) menyampaikan bahwa Perseroan memberitahukan pengunduran diri Junichiro Takahashi pada tanggal 7 Juni 2023.

"Sehubungan dengan pengunduran diri ini maka akan segera dilaksanakan Rapat umum pemegang saham luar biasa,"tuturnya.

Dalam penuturannya Antonius menambahkan Junichiro Takahashi menjabat sebagai Komisaris IGAR sejak 2021 hingga sekarang dan pengunduran diri ini tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha IGAR. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

IGAR Bidik Kenaikan Penjualan 8,68% Atau Capai Rp1,18 Triliun Pada Tahun 2023


PT. Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR)
akan berusaha mempertahankan pertumbuhan kinerja pada tahun 2023. Hal itu terlihat dalam materi Public Expose yang dikutip, Kamis (22/6).

Disebutkan pendapatan usaha perusahaan tercatat sebesar Rp1,08 triliun di sepanjang tahun 2022, atau naik sebesar 11,71% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp970,11 miliar. Adapun peningkatan pendapatan terutama pada segmen farmasi seiring dengan meningkatnya kebutuhan obat akibat pandemi Covid-19.

"Perusahaan telah menetapkan target pertumbuhan sebesar 8,68% di tahun 2023, dengan total penjualan mencapai Rp1,180 triliun dengan mempertimbangkan kondisi pasar industri farmasi," tulis Manajemen IGAR dalam materi tersebut.

Adapun untuk mencapai target tersebut, pasalnya Perusahaan telah menyiapkan beberapa strategi yang akan diterapkan. Diantaranya adalah meningkatkan efisiensi untuk menambah keuntungan Perusahaan. Selain itu, perseroan juga akan mempertahankan dan menambah pangsa pasar pada sektor industri Farmasi dan Non Farmasi. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Jadwal Pembagian Dividen Saham IGAR, PT Champion Pacific Indonesia Tbk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR) akan membagikan dividen Rp 5 per saham dari laba tahun 2019. Jumlah dividen yang dibagi ini sebesar 11,15% dari laba per saham IGAR tahun lalu sebesar Rp 44,86 per saham.

Pembagian dividen Champion Pacific ini telah mengantongi persetujuan rapat umum pemegang saham tahunan pada 29 Juni 2020. Perusahaan kemasan ini akan menggunakan Rp 436,08 juta dari laba tahun lalu untuk dana cadangan. Sedangkan sisa laba akan dicatatkan sebagai laba ditahan untuk keperluan modal kerja dan belanja modal.

Tahun lalu, Champion Pacific mengantongi total laba Rp 43,61 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi di BEI, Rabu (1/7), ini jadwal pembagian dividen IGAR:

Cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 7 Juli 2020
Ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 8 Juli 2020
Cum dividen di pasar tunai: 9 Juli 2020
Ex dividen di pasar tunai: 10 Juli 2020
Recording date: 9 Juli 2020
Pembayaran dividen: 30 Juli 2020

Dengan harga saham IGAR yang ada di Rp 254 per saham pada Rabu (1/7), yield dividen Champion Pacific ini sebesar 1,97%.

Saham PBID dan IGAR | Menjelang Lebaran, Produsen Plastik dan Kemasan Menggenjot Produksi


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bagi produsen plastik dan kemasan, momentum Ramadhan dan Lebaran bakal menjadi katalis positif untuk memompa kinerja operasional. Pasalnya, permintaan kedua produk tersebut berpotensi melonjak seiring dengan meningkatnya konsumsi masyarakat.

Untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan, pelaku industri plastik dan kemasan mengerek produksi dan menerapkan manajemen stok barang untuk menyiasati hambatan distribusi sepanjang bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri.

Produsen raw material plastik PT Trinseo Materials Indonesia optimistis bakal menggenggam keuntungan di momentum saat ini. "Permintaan memang cenderung kuat dan stabil menjelang puasa," ujar Donny Wahyudi, Sales Manager PT Trinseo Materials Indonesia kepada KONTAN, kemarin.

Namun dia tak memerinci perbandingan kenaikan permintaan ketimbang bulan-bulan biasa. Satu hal yang pasti, saat ini Trinseo sedang sibuk memenuhi permintaan bahan baku plastik dan kemasan.

Trinseo memproduksi polystyrene dan lateks. Produk seperti polyestyrene akan menghasilkan bijih plastik. Perusahaan ini memiliki dua pabrik. Perinciannya, satu pabrik memproduksi polystyrene dengan kapasitas produksi 85.000 ton per tahun. Adapun satu pabrik lagi memproduksi lateks. Hampir 85% total produksi Trinseo dijual ke dalam negeri, sedangkan 15% sisanya diekspor.

Produsen kantung plastik lainnya, PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) juga meyakini bakal ada kenaikan permintaan pada momentum bulan puasa dan Lebaran tahun ini. Oleh karena itu, Panca Budi tengah menggenjot produksi.

Lukman Hakim, Corporate Secretary PT Panca Budi Idaman Tbk, menyebutkan, pihaknya tidak mematok target khusus untuk penjualan di bulan puasa nanti. "Sebelum Lebaran pasti ada kenaikan. Pokoknya, tahun ini kami menargetkan pertumbuhan penjualan 15%," sebut dia kepada KONTAN, Kamis (4/4).

Panca Budi sudah siap menghadapi bulan puasa dan Lebaran dengan kapasitas produksi internal saat ini sebesar 91.711 ton per tahun. Mereka juga bekerja sama dengan pihak eksternal. Tahun ini, Panca Budi mengerek kapasitas produksi menjadi 121.000 ton per tahun.

Mengenai harga minyak mentah di pasar global yang akhir-akhir ini tidak menentu, Panca Budi Idaman tidak terlalu khawatir dengan fluktuasi tersebut. "Sebab, sebagian produk kami tidak terkait harga minyak karena ada yang berasal dari gas dan shale gas," ungkap Lukman.

Setali tiga uang, produsen kemasan aluminium foil, PT Champion Pacific Tbk (IGAR), juga tidak menampik  adanya kenaikan permintaan yang cukup signifikan di awal tahun 2019. "Karena biasanya truk dilarang lewat saat Lebaran, maka awal tahun ini sudah banyak order," kata Antonius Muhartoyo, Presiden Direktur PT Champion Pacific Tbk kepada KONTAN, kemarin.

Meski sebagian besar penjualan kemasan emiten bersandi saham IGAR di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini ialah produk farmasi, sumbangan produk non-farmasi pada tahun lalu cukup besar, yakni sekitar 12% dari revenue 2018 atau di kisaran Rp 95 miliar.

Menurut Antonius, beberapa produk non-farmasi tersebut merupakan pelanggan IGAR yang sudah lama. Nah, salah satu kemasan consumer goods yang diproduksi adalah kemasan produk kopi luwak.

Berdasarkan catatan KONTAN, Champion Pacific tengah merencanakan diversifikasi produk ke arah kemasan makanan. Kini, IGAR menyiapkan mesin baru untuk menunjang lini produksi tersebut. Tahun ini, IGAR membidik pertumbuhan 9%, naik dari tahun lalu yang 2%. Manajemen optimistis dapat mengejar target tahun ini.     

Sumber: KONTAN