Tampilkan postingan dengan label Saham INOV. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham INOV. Tampilkan semua postingan

Kuartal I 2023, Laba Bersih PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) Naik 146%


Mengetahui bahwa ada banyak kota di Indonesia yang belum memiliki fasilitas daur ulang, PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) terus mengembangkan sistem rantai nilai sampah plastik yang berkesinambungan.

Untuk itu, INOV ini terus giat berekspansi membangun fasilitas pencucian untuk mengumpulkan sampah plastik di berbagai kota di seantero Indonesia.

Sebagai emiten yang bergerak di bidang daur ulang sampah botol plastik (PET) menjadi Recycled Polyester Staple Fiber (RePSF), INOV sangat menyadari pentingnya mengamankan bahan baku dengan membangun rantai nilai yang berkelanjutan untuk limbah plastik.

"Mengamankan ketersediaan bahan baku merupakan hal yang sangat krusial bagi kelangsungan bisnis INOV. Jadi, ekspansi yang terus giat kita lakukan ini merupakan bagian dari strategi untuk mengamankan keberlangsungan bisnis daur ulang limbah PET yang digeluti Perseroan," kata Direktur INOV, Victor Choi.

Sementara itu, investasi INOV di PlasticPay, yang menyediakan solusi Reverse Vending Machines (RVM) dan Mini Dropbox untuk mengumpulkan sampah plastik langsung dari pengguna, telah berhasil mendukung upaya INOV untuk membangun rantai nilai yang berkelanjutan untuk sampah plastik. Dimana saat ini, PlasticPay memiliki lebih dari 60 mesin RVM dan 600 Mini Dropbox yang digunakan di berbagai lokasi.

Berkat langkah ekspansi yang giat dilaksanakan selama ini, INOV telah mengoperasikan pabrik dan fasilitas pencucian (washing facilities) di 9 kota, seperti Tangerang, Solo, Mojokerto, Salatiga, Palembang, Medan, Gowa, Takalar, dan Subang. Perseroan terus bekerja keras memperluas fasilitasnya setiap tahun, bahkan di masa pandemi telah membuka fasilitas baru di Medan dan Makassar. Di awal tahun ini, Perseroan juga telah memperluas fasilitas pencucian baru miliknya di daerah Subang.

Pada kuartal I 2023 ini, Perseroan mencatatkan kenaikan laba bersih tahun berjalan 146% YoY, dari Rp 6,09 miliar menjadi Rp 14,95 miliar.

Peningkatan perolehan laba bersih ini didukung oleh turunnya beban pokok penjualan dan peningkatan pendapatan lain-lain berkat kurs mata uang rupiah yang membaik dan stabil. Perseroan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 145,20 miliar, turun dari Rp 184,75 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp 115,71 miliar, turun dibandingkan Rp 149,60 miliar pada kuartal I tahun 2022. Berkat kurs rupiah yang membaik secara stabil, pada kuartal I ini Perseroan menikmati pendapatan perubahan kurs sebesar Rp 24,35 miliar, melonjak dibandingkan Rp -1,71 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Beban Meningkat, INOV Catat Rugi Rp8,97 Miliar Di Kuartal Iii 2022


PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV), emiten yang bergerak di bidang daur ulang sampah botol plastik (PET) menjadi Recycled Polyester Staple Fiber (RePSF), berhasil membukukan penjualan sebesar Rp533,99 miliar pada kuartal III 2022, tumbuh 15% dari Rp464,64 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan penjualan tersebut sesuai dengan proyeksi Perseroan bahwa penjualan dapat tumbuh 15% tahun ini. INOV melihat bahwa pasar daur ulang plastik akan terus tumbuh seiring dengan peningkatan permintaan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan produk daur ulang.

Pertumbuhan pendapatan didorong oleh kenaikan volume penjualan RePSF, dimana produk RePSF masih menjadi growth catalyst di periode 9M22 dengan membukukan penjualan sebesar Rp378,13 miliar dan meningkat sebesar 18% YoY. Di samping itu, produk Non- woven juga membukukan pertumbuhan dobel digit sebesar 11% YoY per periode 9M22. Produk RePSF dan Non-woven memiliki fungsi yang serbaguna, menjadi core material untuk berbagai sektor industri.

Namun, terkait situasi makroekonomi global yang tidak menentu, terutama terkait volatilitas kurs dan kenaikan harga komoditas, biaya-biaya yang harus ditanggung perseroan meningkat lebih tinggi daripada peningkatan penjualan. Beban pokok penjualan meningkat sebesar 17%, sedangkan beban usaha naik sebesar 21%.

"Penjualan INOV sejauh ini berjalan sesuai dengan ekpektasi kami, bisa tumbuh 15%. Artinya, manajemen memiliki perhitungan yang tepat akan potensi pertumbuhan pasar. Namun, pecahnya perang Rusia-Ukraina yang di luar kendali kita telah membuat harga barang-barang komoditas terutama energi naik tinggi, serta nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berfluktuasi tajam Sehingga menggerus pendapatan Perseroan cukup dalam," kata Direktur INOV, Victor Choi.

Akibatnya, pada periode ini Perseroan mencatatkan rugi tahun berjalan sebear Rp8,79 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang meraih laba tahun berjalan Rp25,69 miliar. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Komisaris INOV Kembali Tambah Kepemilikan Saham INOV


Jung Hyo Choi selaku Presiden Komisaris PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 11 November 2022.

Dalam keterangan tertulisnya Senin (14/11) Jung Hyo Choi menyampaikan bahwa telah membeli sebanyak 600.000 lembar saham INOV di harga Rp142-Rp143 per saham.

Sebagai informasi, Jung Hyo Choi juga pernah membeli sebanyak 2.500.000 lembar saham INOV di harga Rp131-Rp140 per saham.pada tanggal 4 November 2022.

"Tujuan dari pembelian saham ini adalah pribadi, untuk Investasi dengan kepemilikan langsung," tuturnya.

Pasca pembelian, maka kepemilikan Jung Hyo Choi di INOV bertambah menjadi 32,4 juta lembar saham setara dengan 1,8% dari sebelumnya 31,8 juta lembar saham atau 1,76%. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Komisaris INOV Kembali Tambah Kepemilikan Saham


Salah satu Petinggi atau Komisaris PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) yakni Jung Hyo Choi telah menambah porsi kepemilikan sahamnya.

Dalam laporan kepemilikan saham INOV, disebutkan bahwa Jung Hyo Choi telah membeli sebanyak 2.400.000 lembar saham. Pembelian dilakukan pada tanggal 21 Oktober 2022.

"Tujuan dari pembelian saham INOV adalah Investasi," tulis Manajemen INOV dalam laporannya tersebut.

Dengan dibelinya saham INOV itu, maka kepemilikan Jung Hyo Choi bertambah menjadi 28.108.100 atau 1,55%, dari sebelumnya 25.708.100 lembar saham atau 1,42%. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

INOV OPTIMIS PENJUALAN MENINGKAT 20% DI TAHUN 2022.


PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV), emiten yang bergerak di bidang daur ulang sampah botol plastik (PET) menjadi Recycled Polyester Staple Fiber (RePSF), optimis kinerja di tahun 2022 akan lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Seiring dengan hal tersebut, INOV menetapkan target penjualan dapat bertumbuh sekitar 20% di tahun 2022. Target tersebut sejalan dengan peningkatan volume permintaan terhadap produk Perseroan hingga akhir tahun 2021, serta membaiknya industri daur ulang yang didorong oleh peningkatan tren penggunaan produk hasil daur ulang oleh masyarakat.

Victor Choi, selaku Direktur INOV mengungkapkan, "Kami melihat di tahun ini peluang industri dan potensi pasar daur ulang mengalami perbaikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dimana kesadaran masyarakat dalam menggunakan produk hasil daur ulang sudah mulai meningkat seiring dengan gerakan sirkular ekonomi yang terus dihimbau oleh Pemerintah. Melihat peluang tersebut, kami menargetkan dapat mencapai kenaikan penjualan sekitar 20% dan laba bersih sekitar 25% di tahun 2022."

Diawal tahun 2021, INOV menetapkan target pertumbuhan penjualan sebesar 15% untuk konsolidasi tahun 2021. Melihat dari realisasi kinerja INOV hingga Kuartal III-2021, Perseroan optimis dapat melampaui target 2021 tersebut.

Di mana hingga September 2021, INOV berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan hingga 22,8% secara year on year (YoY) atau tercatat sebesar Rp464,6 miliar. Sedangkan dari sisi laba bersih, INOV berhasil merubah kerugian menjadi laba di Kuartal III-2021 yang tercatat sebesar Rp25,7 miliar atau meningkat sebesar 253,6%.

Di sisi lain, seiring dengan percepatan dan perkembangan bisnis Perseroan, melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan hari ini, telah ditetapkan perubahan dalam susunan anggota Direksi INOV.

Para pemegang saham menyetujui pengangkatan Bapak Kwang Shin Kim sebagai Direktur INOV yang baru menggantikan Bapak Yoon Chong Hyun. Dengan berbagai pengalaman yang dimiliki sebelumnya, Perseroan yakin Bapak Kwang Shin Kim dapat meneruskan pertumbuhan bisnis yang baik bagi INOV ke depan.

Victor mengungkapkan "Diharapkan dengan kehadiran Bapak Kim sebagai Direksi INOV yang baru dapat mempercepat perkembangan bisnis INOV ke depan. Kami yakin dengan pengalaman dan dedikasi beliau dapat membawa dampak yang positif terhadap kinerja INOV di masa yang akan datang,"ujarnya.

Sebagai informasi, hingga akhir Desember 2021 INOV berhasil mengumpulkan sekitar 24 ribu ton sampah botol plastik untuk didaur ulang. Adapun seluruh sumber bahan baku INOV berasal dari sampah lokal, yang diperoleh baik dari pengepul maupun pabrikan yang telah bekerja sama dengan Perseroan. Hal ini sejalan dengan komitemen INOV dalam mendukung penerapan ekonomi sirkular dan Indonesia bebas sampah di tahun 2025. (end)


sumber : IQPLUS

PT Inocycle Technology Group Tbk Turunkan Beban Utang


PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV), emiten yang bergerak di bidang daur ulang sampah botol plastik (PET) menjadi Recycled Polyester Staple Fiber (Re-PSF) terus kurangi sampah botol plastik sambil mendorong perbaikan kinerja. Hal ini antara lain dilakukan dengan menambah dua pabrik pengolahan sampah botol plastik di Pulau Sulawesi sambil terus melanjutkan pembangunan pabrik Re-PSF di Medan Sumatera Utara, dalam rangka memperluas jaringan produksi dan pasokan bahan baku di luar Pulau Jawa.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada tanggal 24 Agustus 2021, salah satu agenda yang telah disetujui adalah perubahan atas rencana penggunaan dana hasil penawaran umum Perseroan pada tahun 2019 lalu. Penggunaan dana sebesar 30% yang sebelumnya direncanakan akan digunakan untuk pengembangan atau pembentukan anak usaha baru, setelah disetujui oleh para pemegang saham, akan dialokasikan untuk melakukan pembayaran pinjaman usaha Perseroan.

"Dengan disetujuinya perubahan penggunaan dana tersebut, beban hutang INOV bisa berkurang dan kami berharap kinerja INOV ke depan akan semakin membaik," ungkap Victor Choi, selaku Direktur INOV.

Hingga Semester I-2021, INOV berhasil mencatatkan penjualan sebesar Rp305,4 miliar atau meningkat 29,8% yoy, dan laba bersih tercatat naik 197,1% atau menjadi sebesar Rp7,9 miliar.

"Melihat tren positif dari permintaan produk daur ulang yang terus meningkat, dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan dampak dari pandemi yang masih berlanjut serta masih ada kebijakan lockdown di beberapa negara tujuan ekspor, kami tetap optimis dapat menutup tahun ini dengan kinerja yang positif,"ujarnya.

Asal tahu saja, INOV mampu menghasilkan lebih dari 3.000 ton serat ramah lingkungan per bulan, dan mengolah lebih dari 3 miliar sampah botol per tahun. Diharapkan pencapaian tersebut terus bertambah seiring dengan langkah ekspansi yang terus digencarkan oleh Perseroan.

"Seiring dengan komitmen kami dalam meningkatkan recycle rate di Indonesia, kami terus memperluas jaringan produksi memasuki kota-kota lain di luar Pulau Jawa. Saat ini pabrik kami sudah ada di 9 kota, di 6 provinsi di Indonesia, dan diharapkan akan terus bertambah seiring dengan peningkatan produksi sampah plastik di Indonesia terlebih selama pandemi Covid-19 ini, serta untuk memperkuat pasokan bahan baku yang akan diolah oleh Perseroan,"pungkasnya. (end)

Sumber: IQPLUS

PT Inocycle Technology Group Tbk Alami Kenaikan Penjualan Periode 30 Juni 2021


PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) meraih penjualan neto Rp305,40 miliar hingga periode 30 Juni 2021 naik dari penjualan neto Rp235,20 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, laba bruto diraih Rp64,85 miliar naik dari laba bruto Rp35,59 miliar.

Sedangkan laba usaha diraih Rp16,39 miliar usai mencetak rugi usaha Rp2,27 miliar tahun sebelumnya.

Laba sebelum pajak tercatat Rp9,49 miliar dari rugi sebelum pajak Rp11,03 miliar.

Laba tahun berjalan tercatat Rp7,90 miliar dari rugi Rp8,15 miliar tahun sebelumnya.

Total aset perseroan mencapai Rp910,67 miliar hingga periode 30 Juni 2021 naik dari total aset Rp796,51 miliar hingga periode 31 Desember 2020.(end/af)

Sumber: IQPLUS

INOV CATATKAN PENINGKATAN PENJUALAN 13% SELAMA KUARTAL I-2021


PT Inocycle Technology Group Tbk ("INOV"), emiten yang bergerak di bidang daur ulang sampah botol plastik (PET) menjadi Recycled Polyester Staple Fiber (RePSF), yang merupakan inti dari beragam bahan baku industri mulai dari otomotif, konstruksi, pertanian, infrastruktur, pakaian & peralatan rumah tangga, mencatatkan pertumbuhan penjualan selama Kuartal I-2021 sebesar 13% yaitu mencapai Rp151,19 miliar, naik dari Rp133,64 miliar pada kuartal yang sama di tahun 2020. Sementara laba kotor pada Kuartal I-2021 naik 64% menjadi Rp31,18 miliar dari Rp18,96 miliar pada Kuartal I 2020.

Victor Choi, selaku Direktur INOV mengungkapkan, "Kami bersyukur masih dapat mempertahankan pertumbuhan penjualan di tengah kondisi ekonomi yang masih belum pulih pasca pandemi hingga kuartal pertama tahun ini. Seiring dengan program-program keberlanjutan yang dicanangkan oleh Pemerintah, ternyata turut meningkatkan minat masyarakat dalam menggunakan produk hasil daur ulang.

Hingga Maret 2021, penjualan INOV didominasi oleh produk Re-PSF sebesar Rp102,95 miliar. Kemudian disusul oleh penjualan produk bukan tenunan (non-woven) mencapai Rp32,09 miliar, yang meningkat 56% dibandingkan pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Sementara untuk produk homeware tercatat sebesar Rp15,80 miliar, atau mengalami peningkatan sebesar 21% dibandingkan kuartal yang sama di tahun 2020."

Di samping itu, beban usaha dan biaya keuangan INOV tercatat mengalami peningkatan yang menyebabkan Perseroan mencatatkan rugi, meskipun laba usaha masih tercatat positif selama periode Kuartal I-2021.

Meski demikian, seiring dengan tren peningkatan permintaan untuk produk-produk daur ulang serta upaya efisiensi biaya yang dijalankan, INOV optimis dapat mencatatkan kinerja yang positif pada akhir tahun ini dengan proyeksi pertumbuhan penjualan sekitar 10-15%.

Sebagai emiten yang bergerak dalam industri daur ulang, INOV sangat memperhatikan aspek lingkungan, sosial dan juga tata kelola yang baik. Dengan komitmen tersebut, INOV berhasil memperoleh sertifikasi keberlanjutan Environmental, Social and Governace (ESG) tahun kedua dari Planet Mark UK yang berlaku hingga Maret 2022.

Berdasarkan laporan dari Planet Mark, selama tahun 2020 INOV berhasil menurunkan total jejak karbon sebesar 2,8% yaitu dari 20.275,7 tCO2e menjadi 16.699,6 tCO2e (tonnes of carbon dioxide equivalent).

Victor menjelaskan, selama tahun 2020 INOV telah berhasil mengurangi jejak karbon melebihi target yang ditetapkan oleh Planet Mark pada tahun 2019 yaitu sebesar 2,5%. Selain itu, INOV juga berhasil meningkatkan kontribusi terhadap pemenuhan Sustainable Development Goals (SDGs), di mana saat ini INOV telah berkontribusi terhadap 9 SDGs di mana meliputi 18 target SDGs.

"Ini merupakan pencapaian yang baik bagi INOV dalam satu tahun ini berhasil menurunkan jejak karbon melebihi target yang diberikan pada tahun lalu. Kami juga berhasil mencapai target pemenuhan SDGs, dari yang semula berkontribusi terhadap 4 SDGs pada tahun 2019, pada tahun ini kami telah berkontribusi untuk 9 SDGs.

Diharapkan pada tahun-tahun berikutnya, INOV dapat terus melanjutkan bisnis dengan tetap mempertahankan aspek lingkungan dan pengurangan jejak karbon serta meningkatkan kontribusi terhadap pemenuhan seluruh 17 SDGs,"tutup Victor.(end)

Sumber: IQPLUS

PENJUALAN INOV MENINGKAT 4,8% DI TAHUN 2020


PT Inocycle Technology Group Tbk ("INOV"), emiten yang bergerak di bidang daur ulang sampah botol plastik (PET) menjadi Recycled Polyester Staple Fiber (RePSF), yang merupakan inti dari beragam bahan baku industri mulai dari otomotif, konstruksi, pertanian, infrastruktur, pakaian & peralatan rumah tangga, berhasil mencatatkan peningkatan penjualan sebesar 4,8% pada tahun 2020.

INOV membukukan penjualan sebesar Rp 518,7 miliar di tahun 2020, bertumbuh dibandingkan penjualan sebesar Rp 494,7 miliar di tahun 2019.

Victor Choi, selaku Direktur INOV mengungkapkan, .Meningkatnya penjualan INOV di tahun 2020 didukung oleh meningkatnya kebutuhan konsumen akan produk turunan INOV yaitu peralatan rumah tangga (homeware) dan produk bukan tenunan (non-woven) di masa pandemi Covid-19.. Penjualan produk homeware INOV tercatat naik 99,1% dan produk non-woven tercatat naik 16,2% di tahun 2020.

Di sisi lain, dengan adanya pandemi global menyebabkan harga minyak mentah berada pada titik terendah, sehingga menyebabkan persaingan antara harga bijih plastik asli (Virgin PSF) yang merupakan turunan dari minyak mentah dengan harga Re-PSF.

Hal ini berdampak terhadap penurunan margin harga produk Re-PSF INOV dan terefleksi pada menurunnya laba kotor Perseroan. Selain itu, kerugian dari selisih kurs turun turut berimbas kepada rugi tahun berjalan, meskipun INOV masih mencatat laba usaha yang positif.

Sepanjang tahun 2020, INOV berupaya untuk terus mendukung ekosistem ekonomi sirkular dalam mewujudkan pengelolaan sampah plastik berkelanjutan untuk menjadi produk yang bermanfaat. Salah satunya adalah melalui anak usaha INOV yaitu PT Plasticpay Teknologi Daurulang, yang merupakan sebuah gerakan sosial berbasis platform digital dengan aplikasi bernama PlasticPay.

PlasticPay menjaga pasokan sampah botol plastik langsung dari penggunanya dengan menempatkan fasilitas pengumpulan sampah botol plastik, yaitu Mini Collection Point (MCP) di sekitar area komunitas dan residence yang ditujukan agar masyarakat dapat mengumpulkan sampah botol plastik berbasis digital. Sampah plastik yang dikumpulkan melalui MCP Plasticpay akan menghasilkan reward kepada pengelola berupa Plasticpay Point berdasarkan jumlah botol plastik yang terkumpul.

Selanjutnya,Plasticpay Point dapat dikonversi menjadi uang elektronik melalui aplikasi Plasticpay. Kemudian, sampah botol plastik tersebut akan diolah oleh INOV menjadi Re-PSF.

Untuk mengajak lebih banyak masyarakat terlibat dalam pengumpulan sampah botol plastik secara digital, Plasticpay telah melakukan ekspansi dengan memasang lebih banyak MCP serta jangkauan wilayah yang lebih luas.

Memasuki Kuartal II-2021, Plasticpay telah menambah jumlah MCP menjadi 276 unit yang tersebar di area Jabodetabek. Melalui upaya ini diharapkan semakin banyak masyarakat yang peduli akan lingkungan terutama permasalahan sampah plastik, sehingga gerakan circular economy dapat terus diterapkan untuk Indonesia yang lebih hijau.

Selain melalui PlasticPay, INOV juga terus memperkuat rantai pasokan sampah botol plastik melalui penambahan pabrik RePSF, pabrik Non-Woven, serta pabrik pencucian botol (washing facility) di wilayah Sulawesi, di mana sebelumnya jaringan produksi INOV hanya terbatas di Pulau Jawa dan Sumatra. Hal ini bertujuan agar lebih banyak sampah plastik yang bisa dikumpulkan dan diolah kembali oleh INOV untuk menghasilkan produk daur ulang yang bermanfaat.

"Kami berharap dengan adanya berbagai upaya dalam mendukung ekosistem ekonomi sirkular, INOV dapat berperan lebih banyak untuk mengurangi sampah botol plastik di Indonesia. Seiring dengan minat masyarakat mulai tumbuh untuk mulai menggunakan barang-barang dari hasil daur ulang, kami berharap potensi permintaan lokal dan ekspor untuk produk Re-PSF dan turunannya semakin tinggi.

Serta didukung dengan perbaikan ekonomi dan harga minyak yang meningkat, kami berharap agar harga RePSF kembali meningkat. Sehingga kami optimis bahwa industri daur ulang sampah botol plastik akan membaik pada tahun 2021," tutup Victor.(end)

Sumber: IQPLUS

[INOV] JUNG HYO CHOI KEMBALI TAMBAH KEPEMILIKAN SAHAM INOV


Jung Hyo Choi selaku Komisaris PT Inocycle Technology Group Tbk. (INOV) telah melakukan pembelian sahamnya secara bertahap pada tanggal 12 maret dan 15-16 Maret 2021.

Menurut keterangan tertulis Yoon Chong Hyun Direktur keuangan INOV menyampaikan bahwa Jung melakukan pembelian saham INOV sebanyak 731.500 lembar saham di harga kisaran Rp186-Rp208 per saham.

Sebagai informasi Jung juga pernah membeli saham INOV secara bertahap pada tanggal 19, 22 dan 23 Februari 2021 sebanyak 14.523.000 lembar saham dan sebanyak 2.605.200 lembar saham setara dengan 0,15% di harga kisaran Rp180-Rp262 per saham pada tanggal 24 februari hingga 26 februari 2021. Tak berhenti di situ, pada tanggal 1 maret hingga 3 maret 2021 Jung melakukan pembelian sebanyak 310.500 lembar saham di harga kisaran Rp226-Rp248 per saham.

"Adapun tujuan transaksi tersebut adalah pribadi untuk investasi dengan kepemilikan langsung ", tutur Jung.

Dengan demikian, kepemilikan Jung Hyo Choi atas saham PT Inocycle Technology Group Tbk. (INOV) menjadi sebanyak 18.288.200 lembar saham setara dengan 1,01% dibandingkan sebelumnya sebanyak 17.556.700 lembar saham setara dengan 0,97%. (end)

Sumber: IQPLUS

Jadwal Pembagian Dividen Saham INOV PT Inocycle Technology Group Tbk tahun 2020


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) akan membagikan dividen Rp 13,56 miliar dari laba bersih tahun lalu. Dividen yang dibagi ini setara dengan 59,89% dari laba tahun lalu.


Inocycle akan menebar dividen Rp 7,5 per saham kepada pemegang saham. Berikut jadwal pembagian dividen INOV berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia:


Cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 31 Agustus 2020

Ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 1 September 2020

Cum dividen di pasar tunai: 2 September 2020

Ex dividen di pasar tunai: 3 September 2020

Recording date: 2 September 2020

Pembayaran dividen: 17 September 2020


Pembagian dividen ini telah mengantongi persetujuan rapat umum pemegang saham tahunan INOV yang digelar pada Rabu (19/8). Emiten ini akan menggunakan Rp 4,53 miliar laba bersih tahun lalu sebagai dana cadangan. Sedangkan sisa laba akan disisihkan sebagai laba ditahan.


Dengan harga saham INOV pada Rp 248 per saham pada Selasa (25/8), yield dividen Inocycle Technology berada di 3,02%.

Analisa Saham AKRA, GGRM, INOV dan NRCA


AKRA
Bergerak mendatar dalam range  4200 s/d 4300, masih dalam tren menguat.
Rekomendasi: Buy on breakout 4300, TP 4400 s/d 4500, stop loss <4200 .="" p="">
GGRM
Momentum Indicator: Sentimen penolakan kenaikan cukai rokok membuat
saham ini berprospek kembali dan terbentuk pola bullish harami.
Rekomendasi: Buy 67000 s/d 67500, TP 70000 s/d 72500, stop loss <65000 .="" p="">
INOV
Menguji level all-time high pada 474. Berpotensi mengalami koreksi sehat
setelah menguat secara signifikan kemarin.
Rekomendasi: Buy 450 s/d 468, TP 500 s/d 510, stop loss <426 .="" p="">
NRCA
Technical Pattern: Membentuk pola hammer dengan volume yang meninggi,
berpotensi mengalami technical rebound.
Rekomendasi: Buy 386 s/d 392, TP 400 s/d 404, stop loss <380 .="" p="">
Panin Sekuritas