Tampilkan postingan dengan label Saham NRCA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham NRCA. Tampilkan semua postingan

Nusa Raya Cipta (NRCA) Akan Bagikan Dividen Tunai Rp42 Per Saham

PT Nusa Raya Cipta Tbk. (NRCA) akan mambagikan dividen tunai untuk periode tahun buku 2022

Manajemen NRCA dalam keterangan tertulisnya Selasa (30/5) menuturkan bahwa keputusan membagikan dividen tunai ini sesuai dengan hasil RUPS Tahunan tanggal 26 Mei 2023 yaitu sebesar Rp101,5 miliar atau Rp42 per saham.

Adapun Cum dan Ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada tanggal 7 Juni dan 8 Juni 2023 sedangkan Cum dan Ex dividen di pasar tunai pada tanggal 9 Juni dan 12 Juni 2023.

Selanjutnya tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada tanggal 9 Juni 2023 dan pembayaran dividen tunai jatuh pada tanggal 23 Juni 2023. (end)
Sumber: iqplus-
Dapatkan informasi pasar dan rekomendasi saham dengan aplikasi Android: Saham Indonesia

Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Nusaraya Cipta Tbk (NRCA) Catat Pendapatan Rp1,16 Triliun Hingga Juni 2022

PT Nusaraya Cipta Tbk (NRCA)

PT Nusaraya Cipta Tbk (NRCA) mencatat pendapatan Rp1,16 triliun hingga periode 30 Juni 2022 naik dari Rp656,68 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, laba bruto naik menjadi Rp127,09 miliar dari laba bruto Rp72,63 miliar.

Laba usaha diraih Rp84,16 miliar naik dari laba usaha Rp35,89 miliar tahun sebelumnya.

Laba sebelum pajak mencapai Rp43,87 miliar naik dari laba sebelum pajak Rp8,44 miliar.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk diraih Rp43,87 miliar naik dari laba Rp8,44 miliar tahun sebelumnya.

Total aset perseroan mencapai Rp2,45 triliun hingga periode 30 Juni 2022 naik dari total aset Rp2,14 triliun hingga periode 31 Desember 2021. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Pasang Target Konservatif, Ini Strategi Nusa Raya Cipta (NRCA) Genjot Kontrak Baru



Emiten konstruksi swasta, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) sukses mencetak kontrak baru sebesar Rp 2,68 triliun di sepanjang tahun 2021.

Kontrak baru yang diperoleh Nusa Raya Cipta ini melonjak 34% dibandingkan raihan kontrak baru di tahun 2020 yang hanya Rp 2 triliun.

Realisasi nilai kontrak baru tersebut juga melewati target kontrak baru yang dipasang perusahaan untuk tahun lalu. Asal tahu saja, sebelumnya NRCA hanya menargetkan kontrak baru pada 2021 sebesar Rp 2,5 triliun.

Nah, menghadapi tahun 2022, unit konstruksi milik PT Surya Semesta Internusa (SSIA) tersebut memasang target konservatif yang tidak jauh berbeda dari pencapaian kontrak baru di tahun 2021.

VP Head of Investor Relations Surya Semesta Internusa Erlin Budiman mengatakan, terkait nilai kontrak tergantung situasi pandemi.

“Nilai kontrak masih agak sulit di pastikan saat ini. Namun bila pandemi dapat teratasi, nilai kontrak diharapkan tidak akan jauh berbeda dengan pencapaian tahun lalu,” ujar Erlin Budiman kepada Kontan.co.id, Kamis (24/2).

Dia menambahkan, dengan pertimbangan pandemi sudah selesai, maka perolehan kontrak baru NRCA tidak jauh berbeda dari realisasi kontrak baru di tahun 2021 yang sebesar Rp 2,68 triliun.

Guna memacu kembali kinerja, Nusa Raya Cipta akan tetap fokus mengembangkan dan mempertahankan usaha jasa konstruksi. Erlin bilang, perusahaan secara proaktif mencari peluang mendapatkan kontrak baru, baik dari pemilik proyek maupun pelanggan tetap Nusa Raya Cipta.

Adapun sejauh ini masih terdapat 16 proyek yang digarap emiten konstruksi dengan kode emiten NRCA tersebut.

Proyek-proyek NRCA yang masih berjalan adalah Akasa Apartement BSD Tangerang, Mayapada Chung Chung School 2 Surabaya, Parking Lot of Apartement Emerald Bintaro Tangerang, Paket 5 Theme Park Kotabaru Parahyangan Bandung dan Biodegradable IKPP Serang.

Serta, proyek Pindodeli Extension, Pou Yuen Factory Cianjur, Subang Smartpolitan, Kerry KIIC Karawang, FRC Indah Kiat Tangerang, Overpass Kadusirung 1 BSD, PT Solunova Kendal, Indigo Hotel Dago Pakar Resort Bandung, Toll Serbaraja (Serpong – Balaraja) seksi 1-B, RS Keluarga Sehat III Semarang, dan Buin Batu School.

Mengenai proyek selanjutnya yang akan dibidik, Erlin masih tutup mulut. Yang pasti, proyek yang dibidik Nusa Raya Cipta tentunya terkait proyek di bidang properti, industri, infrastruktur dan sebagainya.

Selain itu, Nusa Raya Cipta juga membidik perolehan kontrak baru dari kegiatan pembangunan di wilayah Ibu Kota Negara (IKN) baru. Erlin bilang, saat ini baik SSIA maupun NRCA masih mengamati bagaimana potensi bisnis di pulau Kalimantan tersebut.

“Mengenai ekspansi ke wilayah Ibu Kota baru, saat ini kami masih dalam proses penjajakan,” ungkap Erlin.

Berdasarkan pemberitaan Kontan.co.id sebelumnya, SSIA bersama dengan NRCA masih fokus menggarap proyek Subang Smartpolitan. Perkembangan terkini, proyek Subang Smartpolitan sedang memasuksi tahap pengembangan fase 1 seluas 400 hektare.

SSIA menargetkan fase 1 proyek Subang Smartpolitan akan selesai pada tahun 2023 mendatang, dan diharapkan di tahun 2024 kawasan industrial estate tersebut dapat beroperasi.


sumber : kontan

Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

NUSA RAYA BAGIKAN DIVIDEN TUNAI SEBESAR Rp36,25 MILIAR


PT Nusa Raya Cipta Tbk. (NRCA) telah menggelar Rapat Umum Para Pemegang Saham Tahunan pada tanggal 28 Mei 2021.

Rapat Umum Pemegang Saham dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 1.987.587.811 saham atau 82,231% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan, sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan Peraturan Perundangan yang berlaku.

RUPST menyetujui dan mengesahkan Laporan Direksi mengenai jalannya usaha Perseroan dan tata usaha keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 serta persetujuan dan pengesahan atas Laporan Keuangan Perseroan termasuk di dalamnya Neraca dan Perhitungan Laba/Rugi Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

RUPST menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp55,12 miliar dengan rincian sebesar Rp5 miliar disisihkan sebagai dana cadangan Perseroan dan sebesar Rp36,25 miliar dibagikan sebagai dividen tunai atau sebesar Rp15 per saham dan sisanya dicatat sebagai saldo laba Perseroan yang belum ditentukan penggunaannya.

Jadwal pembagian dividen, Cum Dividen di pasar reguler dan Negosiasi pada tanggal 8 Juni 2021, cum dividen di pasar tunai pada tanggal 10 Juni 2021, Sedangkan Ex dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi pada tanggal 9 Juni 2021 dan ex dividen di pasar tunai pada tanggal 11 Juni 2021, Tanggal Daftar Pemegang Saham yang Berhak Dividen (Recording Date) pada tanggal 10 Juni 2021 dan Pembayaran Dividen Tunai jatuh pada tanggal 24 Juni 2021.(end)

Sumber: IQPLUS

Rekomendasi Saham Panin Sekuritas | 18 Mei 2020

Daily Technical 18 Mei 2020

Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Senin 18 Mei 2020.

IHSG ditutup menurun sebesar -6,22 poin (-0.14%) menuju level 4.507,60 pada perdagangan hari Jumat 16 Mei 2020 kemarin. 149 saham menguat, 221 saham menurun, dan 167 saham ditutup tidak mengalami perubahan. IHSG masih mengalami sentimen yang sama, yakni tekanan jual investor asing dan indikator MACD dan MA yang sama-sama membentuk dead cross, sehingga hal ini memberikan ruang penurunan lanjutan bagi IHSG.
Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung menurun dalam range 4.474 s/d 4.565.

[GGRM]
Testing Resistance: Menguji resistance pada 50000, yang mana dapat melanjutkan penguatan jika mampu breakout.
Rekomendasi: Hold, TP 50000 s/d 52000.
Support: 48000.
Resistance: 50000.

[HMSP]
Technical Indicator: Membentuk pola inverted head and shoulders yang menguji konfirmasi apabila breakout resistance pada 1855.
Rekomendasi: Buy on breakout 1855, TP 2000, stop loss <1700.
Support: 1700.
Resistance: 2000.

[KBLI]
Trend Following: Melanjutkan penguatan sejak golden cross pada 6 Mei 2020. Namun pergerakan nampak lamban dengan volume yang tidak stabil.
Rekomendasi: Hold, TP 420 s/d 450.
Support: 394.
Resistance: 420.

[NRCA]
Resistance Breakout: Menguat menembus resistance pada 294, mengkonfirmasi uptrend.
Rekomendasi: Hold, TP 324 s/d 334.
Support: 294.
Resistance: 324.
 
Semoga bermanfaat, happy trading!
Best Regards,
Panin Sekuritas

PENDAPATAN NUSA RAYA CIPTA Rp653,36 MILIAR HINGGA MARET 2020 | Saham NRCA


IQPlus, (06/05) - PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) meraih pendapatan sebesar Rp653,36 miliar hingga periode 31 Maret 2020 naik dibandingkan pendapatan Rp584,96 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, beban pokok pendapatan naik menjadi Rp586,29 miliar dari beban pokok pendapatan tahun sebelumnya yang Rp522,77 miliar dan laba bruto naik jadi Rp67,06 miliar dari laba bruto Rp62,18 miliar.

Laba usaha naik menjadi Rp49,31 miliar dari laba usaha Rp46,28 miliar tahun sebelumnya dan laba sebelum pajak turun menjadi Rp28,05 miliar dibandingkan laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp29,35 miliar salah satunya karena naik tajamnya beban keuangan menjadi Rp1,99 miliar dari Rp29,21 juta.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk turun menjadi Rp28,05 miliar dari laba Rp29,35 miliar tahun sebelumnya. Total aset perseroan mencapai Rp2,44 triliun hingga periode 31 Maret 2020 dan total aset Rp2,46 triliun hingga periode 31 Desember 2019. (end)

PT Nusa Raya Cipta Tbk Raih Laba Rp 101 Milyar | Saham NRCA

IQPlus, (01/04) - PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) raih laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk  sebesar Rp101,1 miliar hingga periode 31 Desember 2019 turun dari laba periode berjalan Rp117,9 miliar.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, pendapatan diraih  sebesar Rp2,51 triliun hingga periode 31 Desember 2019 naik dibandingkan pendapatan Rp2,45 triliun sedangkan beban pokok pendapatan naik menjadi Rp2,34 triliun dari beban pokok Rp2,20 triliun tahun sebelumnya dan laba bruto naik menjadi Rp274 miliar dari laba bruto Rp251 miliar.

Sedangkan laba usaha naik menjadi Rp172,4 miliar dari laba usaha Rp163,5 miliar, sedangkan laba sebelum pajak menjadi Rp101,1 miliar dari Rp119,8 miliar dan penghasilan komprehensif sebesar Rp86,1 miliar turun dari laba Rp103 miliar.

Total aset perseroan mencapai Rp2,46 triliun hingga 31 Desember 2019 naik dari total aset Rp2,25 triliun hingga 31 Desember 2018. (end)

Rekomendasi Saham Panin Sekuritas | BIRD, DOID, NRCA, SCMA


Daily Technical 13 Desember 2019

Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Jumat 13 Desember 2019.

IHSG ditutup menurun sebesar -40,70 poin (-0.65%) menuju level 6.139,39 pada perdagangan hari Kamis 12 Desember 2019 kemarin. IHSG gagal rebound, pada sesi 2 perdagangan kemarin IHSG tertekan oleh saham-saham perbankan dan consumer sehingga penurunan bertambah dalam. Di sisi lain pelaku pasar nampak sedang menanti keputusan dagang AS – China tanggal
15 Desember yang akan datang. Penurunan masih bersifat wajar dan merupakan bentuk kewaspadaan saja.
Hari ini IHSG berpotensi menurun dalam range 6.100 s/d 6.180.

BIRD
Resistance Breakout: Menguat menembus resistance pada 2220, telah mengkonfirmasi uptrend.
Rekomendasi: Buy and hold >2220, TP 2500 s/d 2600.
Support: 2220.
Resistance: 2500.

Stock Warning [DOID]
Technical Pattern: Membentuk pola bearish evening star yang merupakan indikasi penurunan harga.
Rekomendasi: Sell on strength.
Support: 276.
Resistance: 310.

NRCA
Momentum Indicator: Membentuk golden cross MA5 dengan MA20 yang merupakan indikasi penguatan pada harga 378.
Rekomendasi: Buy 378 s/d 384, TP 400 s/d 410, stop loss <370 .="" p="">Support: 370.
Resistance: 386.

SCMA
Testing Support: Menguji support trend line pada 1365, selama tidak ditembus maka penguatan akan berlanjut.
Rekomendasi: Buy 1365 s/d 1400, TP 1500, stop loss <1350 .="" p="">Support: 1365.
Resistance: 1450.

Semoga bermanfaat, happy trading!

Best Regards,
Panin Sekuritas

Analisa Saham AKRA, GGRM, INOV dan NRCA


AKRA
Bergerak mendatar dalam range  4200 s/d 4300, masih dalam tren menguat.
Rekomendasi: Buy on breakout 4300, TP 4400 s/d 4500, stop loss <4200 .="" p="">
GGRM
Momentum Indicator: Sentimen penolakan kenaikan cukai rokok membuat
saham ini berprospek kembali dan terbentuk pola bullish harami.
Rekomendasi: Buy 67000 s/d 67500, TP 70000 s/d 72500, stop loss <65000 .="" p="">
INOV
Menguji level all-time high pada 474. Berpotensi mengalami koreksi sehat
setelah menguat secara signifikan kemarin.
Rekomendasi: Buy 450 s/d 468, TP 500 s/d 510, stop loss <426 .="" p="">
NRCA
Technical Pattern: Membentuk pola hammer dengan volume yang meninggi,
berpotensi mengalami technical rebound.
Rekomendasi: Buy 386 s/d 392, TP 400 s/d 404, stop loss <380 .="" p="">
Panin Sekuritas

Analisa Saham NRCA, AUTO, BNGA, BEST, KOBX dan BBRM | 26 April 2018


Selamat Pagi Sahabat Stock Preneur
Berikut beberapa saham pilihan hari ini 26 April 2018 (DAILY)

1. (NRCA) Hari ini akan uji Resisten terdekat di 480 Kalau berhasil break. Target selanjutnya di 490 dan 510. Stop Loss jika turun dibawah 460. Range Buy hari ini di 462-474.

2. (AUTO) Hari ini akan uji resisten terdekat di 1980. Kalau berhasil break. Target selanjutnya di 2115 dan 2290. Stop loss jika turun dibawah 1580. Range Buy hari ini 1820-1880.

3. (BNGA) Hari ini akan uji resisten terdekat di 1160. Kalau berhasil break. Target selanjutnya di 1185 dan 1210. Stop loss jika turun dibawah 1110. Range Buy hari ini di 1120-1145.

4. (BEST) Hari ini akan uji resisten terdekat di 280. Kalau berhasil break. Target selanjutnya di 284 dan 290. Stop loss jika turun dibawah . Range Buy hari ini di 276-280.

TRADING CEPAT (FAST TRADE)

1.  (KOBX) BUY Jika break 260 Target di 274 dan 294. Stop loss jika turun dibawah 240. Indikator Stochastic Golden Cross

2. (BBRM) BUY Jika break 104 Target di  110 dan 118. Stop loss jika turun dibawah 96. Indikator Stochastic Golden Cross

Disclaimer On
STOCK PRENEUR
Semoga pada cuan hari ini.

Analisa Saham NRCA | 10 Januari 2018

Analisa Saham NRCA

NRCA Daily  :   Trading Buy,   TP : 420

Dari Peak & Trough Analysis masih terlihat potensi kenaikkan lebih lanjut.

Sejak harga saham ini terkoreksi dari level tertinggi terdekat dimana rata-rata nya mendekati harga tertinggi hari ini sejak 39 hari terakhir terlihat rata-rata di 402 dengan harga rata-rata net sell sekitar level  419.

Sementara itu jika dihitung sejak harga saham ini mulai naik dari level terendah terdekat sekitar  12 hari   terakhir dimana rata-rata nya mendekati level terendah harga  hari ini, rata-rata di 384 dengan rata-rata net buy sekitar level 389.

Distribusi volume (penjualan terbesar – supply side) antara level 388 – 398.sementara akumulasi volume (pembelian terbesar – demand side)  antara level  388 – 390.

Mengingat secara umum harga relatif sama dalam akumulasi dan distribusi area diperkirakan akan mencari keseimbangan baru (new equilibrium) dengan perkiraan target berikutnya di  420.

Jika harga mampu tembus  dan bertahan diatas 398 diperkirakan akan confirm naik lebih lanjut lagi.

tasrul@miraeasset.co.id