Emiten yang bergerak di bidang Computer and Services, PT Limas Indonesia Makmur Tbk (LMAS) melakukan penghentian atau penutupan sebagian atau seluruh segmen usaha. Hal itu disampaikan oleh Corporate Secretary, Baso Amir, dalam keterangan resminya, Selasa (26/9/2023).
Limas Indonesia Makmur (LMAS) Melakukan Penutupan Kegiatan Usaha
Emiten yang bergerak di bidang Computer and Services, PT Limas Indonesia Makmur Tbk (LMAS) melakukan penghentian atau penutupan sebagian atau seluruh segmen usaha. Hal itu disampaikan oleh Corporate Secretary, Baso Amir, dalam keterangan resminya, Selasa (26/9/2023).
PT Limas Indonesia Makmur Tbk Raih Penurunan Penjualan Periode 30 Juni 2021
PT Limas Indonesia Makmur Tbk (LMAS) meraih penjualan bersih Rp22,76 miliar hingga periode 30 Juni 2021 turun dari Rp53,73 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, laba bruto turun menjadi Rp8,32 miliar dari laba bruto Rp16,33 miliar tahun sebelumnya.
Rugi usaha diderita sebesar Rp713,57 juta usai meraih laba usaha Rp3,96 miliar.
Rugi sebelum pajak penghasilan tercatat Rp4,68 miliar naik dari rugi sebelum pajak penghasilan Rp1,38 miliar.
Rugi yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat Rp2,98 miliar naik dari rugi Rp915,87 juta.
Total aset perseroan mencapai Rp347,75 miliar hingga periode 30 Juni 2021 naik dari total aset Rp346,97 miliar hingga periode 31 Desember 2020.(end/af)
Sumber: IQPLUS
Berita Saham LMAS | 19 Februari 2018
Berita Saham LMAS
Manajemen PT Limas Indonesia Makmur Tbk (LMAS) menyampaikan, tahun ini perusahaan masih akan menghadapi tantangan yang cukup berat. Pasalnya, salah satu tantangan yang harus dihadapi yakni persaingan ketat dengan perusahaan yang memiliki bisnis sejenis seperti bisnis solusi integrasi perangkat keras dan perangkat lunak serta jasa konsultasi teknologi informasi.
"Saat ini banyak perusahaan yang memberikan layanan serupa, jadi banyak kompetitor. Oleh karena itu, kita bakal melakukan pengembangan ke produk baru," tutur Corporate Secretary Limas Indonesia Makmur Baso Amir di Jakarta, Senin.
Melihat hal tersebut, menurut Baso Amir, perseroan tidak muluk-muluk dalam menargetkan pertumbuhan pendapatan. Alhasil, perusahaan hanya mengincar kenaikan pendapatan tahun ini sebesar 10% dibanding pencapaian tahun 2017. Adapun per September 2017, perusahaan mengantongi pendapatan sebesar Rp134,46 miliar atau turun dari pendapatan tahun sebelumnya sebesar Rp158,69 miliar.
Fokus Perseroan tahun ini, kata Baso Amir, masih akan mengembangkan platform layanan jasa yang semakin ramah untuk diakses menggunakan versi mobile. Selain itu, pendapatan juga akan sidumbang dari anak usaha penyedia jasa layanan data informasi. Pasalnya, layanan data ini termasuk sofware dan hardware dijual kepada sejumlah perusahaan berbasis minyak dan gas bumi serta pembangkit tenaga listrik.
Namun sayangnya, bisnis ini masih belum bisa diandalkan oleh perseroan. Sehingga pihaknya mengharapkan adanya ekspansi dari sejumlah perusahaan minyak dan gas guna melakukan pengeboran baru.
"Kalau bisnis software masih naik, tapi hardware turun. Hardware kan biasa baru sampai 4 tahun baru beli baru lagi, kalau software itu ada istilahnya jasa layanan perawatan," pungkasnya. (end/as)
source:
IQPLUS
%20Logo.png)
