Tampilkan postingan dengan label Saham MABA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham MABA. Tampilkan semua postingan

Saham MABA | RUGI MARGHA ABINAYA ABADI TURUN JADI Rp153,76 MILIAR HINGGA SEPTEMBER


IQPlus, (11/12) - PT Margha Abhinaya Abadi Tbk (MABA) mencatat rugi bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikanke pemilik entitas induk sebesar Rp153,76 miliar hingga periode 30 September 2019 turun dari rugi bersih Rp163,75 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, pendapatan turun tajam menjadi Rp34,88 miliar dari Rp89,44 miliar dan laba kotor turun menjadi Rp16,17 miliar dari laba kotor Rp42,66 miliar.

Beban usaha turun menjadi Rp53,43 miliar dari beban usaha Rp69,67 miliar dan rugi usaha naik menjadi Rp37,26 miliar dari rugi usaha tahun sebelumnya yang Rp27,00 miliar. Beban lain-lain neto turun menjadi Rp119,47 miliar dari beban lain-lain neto Rp135,24 miliar tahun sebelumnya dan rugi sebelum pajak turun menjadi Rp156,73 miliar dari rugi sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp162,25 milair.

Total aset perseroan hingga periode 30 September 2019 mencapai Rp2,29 triliun turun tipis dengan total aset yang tercatat hingga 31 Desmeber 2018 yang Rp2,31 triliun. (end)

Saham MABA | Marga Abhinaya (MABA) Fokus Mengurangi Beban Utang


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Optimalisasi performa aset untuk menopang pundi-pundi pendapatan akan menjadi agenda bisnis PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA) sepanjang tahun ini. Selain bisnis perhotelan, perusahaan ini bakal memaksimalkan pendapatan dari penjualan unit apartemen.

Marga Abhinaya akan memanfaatkan dana hasil pendapatan tahun ini untuk mengurangi beban keuangan. Penurunan beban keuangan akan menjadi fokus perusahaan ini.

"Seperti beban bunga, beban utang dan intinya beban pembiayaan," kata Adrian Bramantyo, Direktur Utama PT Marga Abhinaya Abadi Tbk, saat ditemui usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di Jakarta, Kamis (4/4).

Salah satu agenda RUPST Marga Abhinaya kemarin adalah membatalkan program Management and Employee Stock Options Program (MESOP). Marga Abhinaya juga menunda rencana pemecahan saham (stock split).

Emiten saham pengelola properti, hotel dan makanan  yang berkode saham MABA di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut juga sedang menunggu momentum yang tepat untuk menggelar ekspansi bisnis. Perusahaan ini akan menjajaki peluang berkongsi dengan mitra bisnis untuk meringankan beban pendanaan kebutuhan ekspansi.

Sebagai gambaran, sepanjang tahun lalu pendapatan Marga Abhinaya turun 43,70% menjadi Rp 120 miliar. Penjualan apartemen menjadi kontributor terbesar pendapatannya, yakni senilai Rp 57,32 miliar.

Penurunan kinerja top line berimbas pada bottom line. Rugi bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau rugi bersih bertambah hampir tiga kali lipat menjadi Rp 203,07 miliar pada tahun lalu.

Sumber: KONTAN

Berita Saham MABA | 2 Januari 2018

RUGI MARGA ABHINAYA NAIK JADI Rp163,75 MILIAR HINGGA SEPTEMBER

IQPlus, (02/01) - PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA) mencatat rugi bersih tahun berjalan yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp163,75 miliar hingga periode yang berakhir 30 September 2018 meningkat dibandingkan rugi Rp51,24 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan menyebutkan, pendapatan turun menjadi Rp89,43 miliar dari pendapatan Rp159,86 miliar dan laba kotor turun menjadi Rp42,65 miliar dari laba kotor Rp69,21 miliar tahun sebelumnya.

Beban usaha tercatat turun menjadi Rp69,66 miliar dari beban usaha Rp93,03 miliar dan rugi sebelum pajak naik menjadi Rp27,00 miliar dari rugi sebelum pajak Rp23,82 miliar tahun sebelumnya.

Total aset perseroan mencapai Rp2,31 triliun hingga 30 September 2018 turun tipis dari total aset Rp2,34 triliun yang tercatat hingga 31 Desember 2017. (end)


Berita Saham MABA | 22 Desember 2017

Berita Saham MABA

PT Marga Abhinaya Abadi Tbk. (MABA) melakukan restrukturisasi utang bank untuk meringankan beban arus kas.

Direktur Marga Abhinaya Abadi Lola Arieza mengungkapkan, bank penyalur kredit adalat PT Bank Negera Indonesia (Persero) Tbk. Ada tiga perjanjian kredit dengan BNI yang direstrukturisasi oleh perseroan.

Adapun, nilai kredit maksimum yang diberikan oleh BNI kepada perseroan dan entitas anak mencapai Rp150 miliar, yang terbagi dalam tiga perjanjian. Pertama, maksimum kredit senilai Rp72,92 miliar, dengan angsuran selama 49 bulan.

Kedua, kredit senilai Rp49,31 miliar, dengan angsuran selama 41 bulan. Ketiga, kredit senilai Rp27,75 miliar dengan angsuran selama 28 bulan.

Ketiga perjanjian kredit di atas memiliki bunga efektif 12,75% per tahun.

"Perubahan perjanjian kredit antara perseroan akan membuat beban bunga lebih ringan dan jadwal pembayaran yang telah disesuaikan," tulisnya dalam keterbukaan informasi, Kamis. (end)

IQPLUS