Tampilkan postingan dengan label Saham NASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham NASI. Tampilkan semua postingan

Rekomendasi Saham NASI dan SOCI oleh HP Sekuritas | 20 September 2023


HP Sekuritas

20 September 2023

Saham NASI

Trend: Sideways
Indicator(s): BB25(biru), OBV, MA25(oranye) & MA100(merah)
Potential:
Saat ini menguat setelah membentuk bullish continuation flag pattern.
MACD line sudah crossing ke atas signal line di atas zero line. MACD histogram mulai meningkat.
Entry level di support @ 92-90. Target Price di resistance area @ 97-98 dan di upper BB25 (biru) @ 101-102. Stoploss di support area @ 88-87.
Rekomendasi
Buy On Weakness, Entry Level: 92-90; Target: 97-98 / 101-102; Stoploss: 88-87;

Saham SOCI

Trend: Uptrend
Indicator(s): BB25(biru), OBV, MA25(oranye) & MA100(merah)
Potential:
Saat ini melanjutkan uptrend setelah breakout dari major falling wedge pattern.
MACD line crossing ke atas signal line di atas zero line.
Entry level di support area @ 232-230. Target Price di falling wedge pattern resistance @ 244-246. Stoploss di support area @ 222-220.
Rekomendasi
Buy On Weakness, Entry Level: 232-230; Target: 244-246; Stoploss: 222-220;

-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Wahana Inti Makmur (NASI) Sudah Gunakan Dana IPO Sebesar Rp19,3 Miliar


PT Wahana Inti Makmur Tbk. (NASI)
emiten Produsen dan pemasok beras menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) per tanggal 30 Juni 2023.

Dalam keterangan tertulisnya Piero Mustafa Direktur Utama NASI Sabtu (15/7) menyampaikan bahwa Perseroan memperoleh hasil IPO efektif tanggal 13 Desember 2021 sebesar Rp31 miliar dengan biaya sebesar Rp3,76 miliar. Dengan demikian maka NASI mendapatkan hasil bersih IPO sebesar Rp27,2 miliar.

Perseroan merealisasikan dana IPO untuk pembelian kendaraan operasional perusahaan sebesar Rp669,6 juta dan untuk modal kerja sebesar Rp18,7 miliar sehingga total dana IPO yang digunakan NASI sebesar Rp19,3 miliar dan masih menyimpan dana IPO di Bank BCA sebesar Rp7,8 miliar dengan tingkat bunga sebesar 1%.

Sebagai informasi, NASI resmi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 13 Desember 2021 dengan melepas sebanyak sebanyak 200.000.000 saham di harga penawaran Rp155 per saham serta mengantongi dana IPO sebesar Rp31 miliar. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Siap Luncurkan Produk Baru, Nasi Optimis Target Pendapatan Rp78,12 Miliar Tercapai


Produsen dan Supplier beras, PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) berkomitmen untuk terus berinovasi dan menciptakan produk yang tepat untuk konsumen. Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama NASI, Piero Mustafa, dalam acara Public Expose, di Jakarta, Selasa (23/5/2023).

Oleh karena itu, Piero mengaku, minimal akan ada dua produk baru yang akan diluncurkan pada tahun 2023. Kedua produk baru tersebut adalah beras khusus atau beras kesehatan.

"Kami sedang kembangkan beberapa produk baru yaitu beras khusus atau beras kesehatan. Saat ini sedang dalam tahap perizinan, dan kami beraharap bisa segera mengantongi izin supaya bisa di pasarkan tahun ini juga," tuturnya.

Di luncurkannya produk baru ini, seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen. Tingginya permintaan tersebut, menjadi alasan perusahaan untuk terus berinovasi dalam membuat produk baru.

"Sektor Hotel, Restoran dan Cafe atau Horeca saat ini sedang berkembang, dan kami juga banyak pesanaan dari mereka. Dan kami optimis produk beras khusus salah satunya beras sehat akan terus berkembang seiring dengan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan," ucapnya.

Selain meluncurkan produk baru, perseroan tahun ini juga akan mengembangkan pabrik beras perseroan yang berada di Karawang, Jawa Barat. Kemudian, perseroan juga akan melakukan efisiensi dalam pengeluaran dan beban operasional.

"Dengan strategi yang akan diterapkan pada tahun ini, kami optimis kinerja perseroan juga akan meningkat. Kami perkirakn penjualan tahun ini akan sebesar Rp78,12 miliar, dan laba bersih Rp1,41 miiar,"pungkasnya.

telah menyetujui bebarap agenda diantaranya penetapan Laporan Keuangan Tahun Buku 2022. Kemudian, perseroan juga telah menyetujui alokasi laba bersih pada tahun 2022.

"Tidak ada pembagian dividen, dan seluruh laba bersih kami bukukan sebagai laba ditahan, hal itu guna memperkuat permodalan perseroan, dan ekspansi di masa mendatang," tegasnya. (end)
Sumber: iqplus-
Dapatkan informasi pasar dan rekomendasi saham dengan aplikasi Android: Saham Indonesia
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Modis Cipta Kreasi Kurangi Kepemilikan Saham Wahana Inti (NASI)


PT Modis Cipta Kreasi selaku pemegang saham pengendali PT Wahana Inti Makmur Tbk. (NASI) telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 14 April 2023.

Dalam keterangan tertulisnya Wienny Suhali Direktur PT. Modis Cipta Kreasi (21/4) menyampaikan bahwa telah menjual sebanyak 10 juta lembar saham NASI di harga Rp100 per saham senilai Rp1 miliar.

Sebagai informasi, PT Modis Cipta Kreasi juga pernah menjual sebanyak 20 juta lembar saham NASI di harga Rp60 per saham senilai Rp1,2 miliar pada tanggal 27 Maret 2023.

"Tujuan dari transaksi adalah untuk meningkatkan performa keuangan Perseroan dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.

Pasca penjualan, maka kepemilikan saham PT Modis Cipta Kreasi di NASI berkurang menjadi 216 juta lembar saham setara dengan 26,76% dibandingkan sebelumnya sebanyak 226,08 juta lembar saham setara dengan 28%. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Catat Kinerja Cemerlang, Penjualan Wahana Inti Makmur (NASI) Melonjak 30,5% Di 2022


PT Wahana Inti Makmur Tbk (IDX : NASI)
berhasil mencatatkan kinerja yang luar biasa di tahun 2022. Terbukti, penjualan perseroan naik cukup signifikan sebesar 30,5% menjadi Rp 59,04 miliar, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 45,22 miliar. Kenaikan ini dikarenakan peningkatan penjualan pada sektor horeka dan online yang signifikan.

Seiring dengan kenaikan penjualan, laba bersih emiten yang bergerak di bidang produsen dan pemasok beras, pada tahun 2022, tercatat sebesar Rp 1,03 miliar, atau meningkat hampir dua kali lipat 93,8% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 532,67 juta.

"Kami bersyukur, dalam kondisi perekonomian nasional yang belum pulih secara total dari efek pandemi Covid-19, Perseroan dapat tumbuh dan berkembang secara mengesankan. Hal ini dikarenakan beras merupakan kebutuhan pokok mayoritas masyarakat Indonesia dan mulai menggeliatnya kembali sektor horeka (hotel, restoran, dan katering), khususnya berbagai restoran yang memerlukan beras khusus untuk memenuhi selera para pelanggannya," kata Corporate Secretary NASI, Santa Alpira dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/4/2023).

Di sepanjang tahun 2022, persentase beban pokok penjualan terhadap penjualan meningkat menjadi 80,0% dibanding 78,7% di tahun sebelumnya. Namun, persentase beban usaha terhadap penjualan menurun menjadi 17,6% dibanding 19,6% di tahun sebelumnya. Alhasil, persentase laba sebelum pajak terhadap penjualan meningkat menjadi 2,4% dibanding 1,7% di tahun sebelumnya. Atau dalam nominal, laba sebelum pajak sebesar Rp 1,40 miliar, meningkat 80,6% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 775,01 juta.

Aset Perseroan naik menjadi sebesar Rp 70,22 miliar, meningkat 3,6% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 67,76 miliar. Hal ini dikarenakan kenaikan piutang usaha pihak ketiga 8,7% menjadi sebesar Rp 11,32 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp 10,42 miliar. Uang muka pembelian juga meningkat 19,6% menjadi sebesar Rp 1,79 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp 1,50 miliar. Ada pun persediaan meningkat 79,8% menjadi sebesar Rp 23,62 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp 13,13 miliar. Hal ini di antaranya disebabkan oleh peningkatan harga pembelian bahan baku beras khusus dan adanya kenaikan PPN kemasan plastik dari 10% menjadi 11%.

Ada pun liabilitas Perseroan pada periode tersebut meningkat menjadi sebesar Rp 10,63 miliar, meningkat 15,4% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 9,21 miliar. Hal ini dikarenakan peningkatan pada utang bank jangka pendek guna mendukung operasional Perseroan. Dari segi ekuitas, tahun 2022 hanya mengalami sedikit peningkatan menjadi sebesar Rp 59,59 miliar, meningkat 1,8% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 58,55 miliar.

Untuk tahun 2023, Santa mengungkapkan, perseroan optimis akan dapat meningkatkan lagi penjualan dan laba bersih secara signifikan. Perseroan meyakini bahwa kebutuhan bahan pangan akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya perekonomian masyarakat. Bahan pokok seperti beras masih menjadi bahan utama konsumsi masyarakat dan akan terus meningkat. Selain memproduksi beras premium dan beras khusus, Perseroan juga memproduksi beras sehat yang konsumsinya akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan.

"Dengan melakukan berbagai cara, termasuk meningkatkan efisiensi di bidang produksi dan operasional, serta meningkatkan dan memperkuat praktik Good Corporate Governance (GCG), Perseroan menyakini pencapaian di 2023 akan kembali luar biasa,"pungkasnya. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham ASHA, ASII, NASI dan KLBF oleh Jasa Utama Capital | 27 September 2022


Jasa Utama Capital Sekuritas 

27 September 2022
Cheryl Tanuwijaya

PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA)

Rekomendasi buy mengamati harga Rp 178 - Rp 180. MACD Golden cross, volume naik.
Target harga: Rp 197
Stop loss: Rp 173.

PT Astra International Tbk (ASII)

Rekomendasi beli mencermati harga Rp 6.850 - Rp 6.875. Dekat support, hammer candle.
Target harga: Rp 7.200
Stop loss: Rp 6.800

PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI)

Rekomendasi buy mengamati harga Rp 128 - Rp 130. Inverted hammer, volume naik.
Target harga: Rp 145
Stop loss: Rp 120.

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)

Rekomendasi beli memperhatikan harga Rp 1.830 - Rp 1.840. Volume naik, trigger bullish.
Target harga: Rp 1.900
Stop loss: Rp 1.820.
-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) Masih Simpan Dana IPO Sebesar Rp8,5 Miliar


PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) menyampaikan realisasi penggunaan dana penawaran umum perdana saham (IPO) per tanggal 30 Juni 2022.

Dalam keterangan tertulisnya Piero Mustafa Direktur Utama NASI Jumat (15/7) menyampaikan bahwa Perseroan memperoleh hasil penawaran umum perdana saham efektif tanggal 13 Desember 2021 sebesar Rp31 miliar dengan biaya sebesar Rp3,76 miliar. Dengan demikian NASI memperoleh hasil bersih IPO sebesar Rp27,23 miliar.

Lebih Lanjut Piero menjelaskan, NASI merealisasikan penggunaan dana IPO sebesar Rp324,64 juta untuk pembelian kendaraan operasional dan Rp18,4 miliar untuk modal kerja. Dengan realisasi penggunaan dana tersebut, NASI masih menyimpan sisa dana IPO sebesar Rp8,5 miliar di BCA dengan bunga 1%.

Sebagai informasi, PT Wahana Inti Makmur Tbk. (NASI) adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang Produsen dan Pemasok Beras. Pada tanggal 13 Desember 2021 mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai perusahaan tercatat ke-52 pada tahun 2021.

Diperdagangkan dengan kode saham NASI, Perseroan melepas sebanyak 200.000.000 saham biasa atas nama atau sebanyak 24,77% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham dengan nilai nominal Rp10 setiap saham, yang ditawarkan kepada Masyarakat dengan harga penawaran sebesar Rp155 per sahamnya, sehingga jumlah seluruh nilai Penawaran Umum Perdana Saham ini adalah sebesar Rp31 miliar. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham MIKA, ENAK, ALDO, PMMP dan NASI oleh Jasa Utama Capital Sekuritas | 12 Juli 2022

Jasa Utama Capital Sekuritas Daily

12 Juli 2022
Cheryl Tanuwijaya


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi lanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini (12/7). IHSG ditutup di level 6.722,14 melemah 18,07 poin atau 0,27% pada perdagangan Senin (11/7). IHSG kemarin ditutup melemah karena pelaku pasar bersikap antisipatif. Sentimen global masih menjadi perhatian, seperti kenaikan kasus harian Covid-19 yang cukup signifikan di China, bahkan di berbagai wilayah kembali dilakukan lockdown.

Rekomendasi Saham :


1. PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)

Rekomendasi buy dengan mencermati harga Rp 2.770 - Rp 2.790
Target harga: Rp 2.900
Stop loss: Rp 2.690

2. PT Champ Resto Indonesia Tbk (ENAK)

Rekomendasi buy dengan memperhatikan harga Rp 1.640 - Rp 1.660
Target harga: Rp 1.750
Stop loss: Rp 1.630

3. PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO)

Rekomendasi buy dengan mencermati harga Rp 835 - Rp 845
Target harga: Rp 900
Stop loss: Rp 820.

4. PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP)

Rekomendasi buy dengan memperhatikan harga Rp 388 - Rp 392
Target harga: Rp 410
Stop loss: Rp 384.

5. PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI)

Rekomendasi speculative buy mencermati harga Rp 214 - Rp 220.
Target harga: Rp 236
Stop loss: Rp 210.
-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

WAHANA INTI MAKMUR RESMI CATAT SAHAM PERDANA DI BURSA HARI INI.



PT Wahana Inti Makmur Tbk perusahaan yang bergerak dalam bidang Produsen dan Pemasok Beras hari ini mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan resmi menjadi perusahaan tercatat ke-52 di BEI pada tahun 2021.

"Hal ini merupakan key milestone dalam perjalanan Perseroan untuk melangkah sebagai perusahaan publik yang accountable, transparan dan bertanggungjawab kepada seluruh investor, masyarakat dan seluruh stakeholders dalam menjalankan bisnis kedepan", ujar Piero Mustafa, Direktur Utama Perseroan.

Diperdagangkan dengan kode saham "NASI", Perseroan melepas sebanyak 200.000.000 saham biasa atas nama atau sebanyak 24,77% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham dengan nilai nominal Rp10 setiap saham, yang ditawarkan kepada Masyarakat dengan harga penawaran sebesar Rp 155 per sahamnya, sehingga jumlah seluruh nilai Penawaran Umum Perdana Saham ini adalah sebesar Rp 31.000.000.000.

Penggunaan dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum ini, setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi, akan digunakan untuk:

1. Sekitar 10% akan digunakan untuk pembelian kendaraan seperti truk, mobil box, dan motor dari pihak ketiga dalam rangka mendukung kegiatan operasional Perseroan, termasuk dalam rangka mendukung distribusi Produk Perseroan, dimana pembelian kendaraan dimaksud rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2022 sampai dengan tahun 2023 dan akan dibeli dari dealer kendaraan bermotor pihak ketiga.

2. Sekitar 3% akan digunakan untuk pelunasan pembelian tanah yang berlokasi di Desa Karanganyar, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang, Jawa Barat dengan luas 2.589 m2 (Tanah Target) yang akan digunakan untuk gudang Perseroan.

3. Sekitar 12% akan digunakan untuk membiayai pembangunan gudang Perseroan di atas Tanah Target, dimana pembangunan gudang dimaksud rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2022 dan akan dibangun oleh kontraktor pihak ketiga yang akan ditunjuk oleh Perseroan.

4. Sisanya akan digunakan untuk modal kerja Perseroan, termasuk untuk pembelian kebutuhan bahan baku dan bahan pendukung serta untuk membiayai kegiatan operasional Perseroan.

Meskipun Perseroan bukan produsen beras pertama yang tercatat di BEI namun Perseroan memiliki daya saing yang kompetitif utamanya sebagai produsen beras khusus. Dalam kondisi perekonomian nasional yang belum pulih total sebagai akibat Pandemi COVID-19, Perseroan tetap optimis bahwa bisnis Perseroan akan terus tumbuh dan berkembang seiring dengan meningkatnya kebutuhan pokok masyarakat terhadap beras.

Piero Mustafa mengungkapkan, dengan menyandang status sebagai perusahaan terbuka akan menjadikan Perseroan untuk terus menerapkan prinsip good corporate governance dalam setiap langkah yang diambil.

"Diharapkan dengan menjadi perusahaan terbuka, Perseroan dapat memanfaatkan kesempatan untuk berkembang dan tumbuh menjadi lebih besar yang tentunya dengan dukungan masyarakat sebagai bagian dari pemegang saham Perseroan. Perseroan akan terus berupaya memberikan kontribusi positif bagi pemegang saham dan para pemangku kepentingan,"katanya. (end/as)

sumber : IQPLUS


Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online