Pemerintah membatalkan pencabutan izin usaha anak perusahaan PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS), yakni PT Indotan Lombok Barat Bangkit.
Izin Anak usaha Ancora Indonesia (OKAS) Batal Dicabut
Pemerintah membatalkan pencabutan izin usaha anak perusahaan PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS), yakni PT Indotan Lombok Barat Bangkit.
PT Ancora Resources Tbk (OKAS) Catat Penjualan Neto USD70,86 Juta Hingga Juni 2022
PT Ancora Resources Tbk (OKAS) mencatat penjualan neto USD70,86 juta hingga periode 30 Juni 2022 naik dari USD47,16 juta di periode yang sama tahun sebelumnya.
PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) Raih Penjualan USD 34,60 Juta Hingga Maret 2022
PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) meraih penjualan USD34,60 juta hingga periode 31 Maret 2022 naik dari penjualan USD21,66 juta di periode yang sama tahun sebelumnya.
ANCORA INDONESIA RAIH PENJUALAN NETO US$161,79 JUTA | SAHAM OKAS
OKAS | Produksi Emas Ancora Bakal Dimulai Tahun Depan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen dan distributor bahan baku bahan peledak PT Ancora Indonesia Resources Tbk sedang mengawal diversifikasi bisnis penambangan emas di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Saat ini Ancora sedang mengurus Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) untuk tambang emas Lombok.
Jika tak ada aral melintang, izin akan terbit pada Oktober atau November 2019.
Target operasional perdana tambang emas pada 2020.
Namun manajemen Ancora memperkirakan produksi penuh tambang emas akan terjadi mulai tahun 2022.
Namun sebelum mencicipi hasil, Ancora harus menyiapkan dana sekitar US$ 30 juta.
Anggaran tersebut untuk memulai pengeboran serta pembangunan pabrik dan infrastruktur tambang.
Area penambangan emas mencakup area seluas 10.088 hektare (ha) yang terbagi dalam tiga wilayah yaitu Raja, Selodong dan Macanggah.
Wilayah Raja memiliki cadangan emas sebanyak 322.000 ons troi.
Menurut hitung-hitungan bisnis Ancora, kehadiran lini bisnis emas akan mendukung perbaikan kinerja laba bersih mulai 2020.
"Apalagi setelah tambang emas berproduksi selain juga didukung oleh anak usaha kami yang lain," kata Rolaw P Samosir, Direktur Utama PT Ancora Indonesia Resources Tbk, ditemui KONTAN usai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), Rabu (25/9).
2019 masih rugi
Ini jelas kabar baik mengingat kinerja keuangan tahun ini masih akan tertekan.
Sepanjang 2019 perusahaan berkode saham OKAS di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut memproyeksikan belum bisa mengantongi keuntungan.
Sembari menanti realisasi performa bisnis emas, Ancora melanjutkan bisnis utama dalam produk amonium nitrat di dalam negeri.
Sejauh ini, permintaan bahan baku bahan peledak itu masih ada sejalan dengan kebutuhan batubara sebagai sumber energi murah pembangkit listrik.
Sepanjang tahun 2019 Ancora menargetkan produksi 125.000 metrik ton (MT) amonium nitrat.
Target tersebut setara dengan utilitas 83,33% terhadap total kapasitas terpasang pabrik yakni 150.000 MT per tahun.
Dari Januari-Agustus 2019, mereka telah memproduksi 72.444 MT amonium nitrat
OKAS berharap bisa membukukan pendapatan sebesar US$ 140 juta–US$ 150 juta pada tahun ini.
Target maksimal pendapatan 2019 setara dengan pertumbuhan 8,91% year on year (yoy).
Sebagai perbandingan, tahun lalu perusahaan tersebut mencetak kenaikan 31,33% yoy menjadi Rp 137,73 miliar.
OKAS | Tak Terpengaruh Harga Batubara, Penjualan Ancora Tetap Meledak
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga Agustus 2019, kinerja produksi amonium nitrat (AN) PT Ancora Indonesia Resources Tbk tumbuh 21,39% year on year (yoy) menjadi 72.444 metrik ton (mt).
Tren penurunan harga batubara dunia rupanya tidak mempengaruhi permintaan amonium nitrat.
Sejauh ini, permintaan AN oleh produsen batubara yang menjadi pelanggan Ancora masih lancar.
"Ini karena kebutuhan batubara domestik untuk pembangkit listrik masih cukup bagus," kata Rolaw P. Samosir, Direktur Utama PT Ancora Indonesia Resources Tbk kepada KONTAN, Jumat (20/9).
Ancora menjalankan bisnis AN melalui anak usaha bernama PT Multi Nitrotama Kimia.
AN merupakan bahan baku pembuatan bahan peledak.
Pengguna bahan peledak antara lain perusahaan sektor pertambangan, infrastruktur dan konstruksi.
Selama kuartal I-2019, Ancora memiliki empat pelanggan besar dengan nilai transaksi lebih dari 10% terhadap total penjualan bersih senilai US$ 39,57 juta.
Keempatnya meliputi PT Amman Mineral Nusa Tenggara, PT Pama Persada Nusantara, PT Freeport Indonesia dan PT Chevron Pacific Indonesia.
Sejalan dengan capaian pertumbuhan produksi AN hingga Agustus tadi, Ancora optimistis mampu memenuhi seluruh target 2019.
Target 125.000 mt
Hingga kini, perusahaan berkode saham OKAS di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu mengejar produksi 125.000 mt AN.
Tahun ini Ancora mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) US$ 3,5 juta yang berasal dari kas internal.
Multi Nitrotama sudah menghabiskan anggaran sebanyak US$ 1,2 juta untuk membiayai pabrik dan membeli truk.
Sembari menjaga produksi AN, manajemen OKAS menjajaki peluang kerjasama dengan beberapa mitra bisnis dalam rencana pembangunan pabrik perakitan bahan peledak booster.
Dalam catatan KONTAN, perusahaan itu sudah menyiapkan tanah seluas mencapai 30 hektare (ha).
Sementara target konstruksi proyek mulai tahun depan.
Hanya, manajemen Ancora belum mengungkapkan detail calon mitra bisnis maupun anggaran yang disiapkan.
"Diharapkan sampai dengan akhir tahun sudah bisa kami putuskan," tutur Rolaw.
Sampai pekan keempat September 2019, Ancora belum mempublikasikan laporan keuangan semester I-2019.
Dalam penjelasan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 29 Juli 2019 lalu, mereka menyatakan laporan keuangan konsolidasi dalam proses audit karena terdapat rencana aksi korporasi.
Kalau menurut catatan internal Ancora parsial, anak usahanya yakni Multi Nitrotama sudah mengantongi penjualan sebesar US$ 92,7 juta hingga Agustus 2019.
Capaian tersebut lebih tinggi ketimbang proyeksi awal yaitu US$ 82,5 juta.
Sementara anak usaha Ancora yang lain yakni PT Bormindo Nusantara membukukan penjualan 193 miliar per Agustus 2019.
Segendang sepenarian, pencapaian itu juga di atas ekspektasi awal yang sebesar Rp 141 miliar.
Tahun ini mereka menargetkan pendapatan sebesar US$ 140 juta–US$ 150 juta.
Berita Saham OKAS | PT Ancora Indonesia Resources Tbk. Opimis Terkait Laba Perusahaan
PT Ancora Indonesia Resources Tbk. (OKAS) optimistis dapat membukukan laba bersih pada semester II/2018 seiring dengan meningkatnya penjualan ammonium nitrat.
Direktur Utama Ancora Indonesia Resources Teddy K. Somantri menyampaikan, permintaan amonium nitrat sebagai bahan peledak untuk tambang meningkat seiring dengan membaiknya harga komoditas batu bara.
Pada semester II/2018, produksi ammonium nitrat melalui anak usaha PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) mencapai kapasitas 11.000—12.000 ton per bulan.
“Karena permintaan ammonium nitrat sangat tinggi, kami memacu dua pabrik dalam kapasitas penuh,” ujarnya, Selasa (4/9/2018).
Pada semester I/2018, volume produksi MNK berkisar 8.500 ton—11.000 ton per bulan, meningkat signifikan dari rata-rata 2017 sebesar 5.000—6.000 ton per bulan. Peningkatan volume terutama terjadi pada Mei 2018 setelah kedua pabrik beroperasi penuh.
Oleh karena itu, diharapkan peningkatan kinerja MNK dapat mendorong pendapatan dan laba OKAS. Diharapkan pada akhir tahun ini perusahaan dapat membukukan laba bersih.
Pada semester I/2018, perusahaan membukukan pendapatan Rp64,26 miliar, naik dari sebelumnya Rp43,39 miliar. Bisnis ammonium nitrat berkontribusi Rp29,14 miliar, meningkat dari semester I/2017 senilai Rp17,36 miliar. Adapun, rugi bersih per Juni 2018 mencapai Rp2,13 miliar, turun dari sebelumnya Rp3,37 miliar.
http://market.bisnis.com/read/20180905/192/835327/ancora-indonesia-resources-okas-yakin-kantongi-laba
Analisa Saham OKAS | 23 Januari 2018
Analisa Saham OKAS
OKAS Daily: Trading Buy, Next resistance : 428,438,470 dan 496. Support : 336
Dari hasil perhitungan Peak and Trough Analysis dimana dari level tertinggi terdekat saat ini sekitar 39 hari terakhir terlihat rata-rata di 389 dan dari level tertinggi sebelumnya di rata-rata 409 dengan net avg buy sekitar level 428.
Sementara itu jika dihitung sejak harga saham ini mulai naik dari level terendah terdekat sekitar 121hari terakhir dimana rata-rata nya mendekati nilai terendah hari ini di 335 dengan rata-rata net buy sekitar level 391.
Distribusi volume (penjualan terbesar atau distribusi area – supply side) antara level 470 – 496 Akumulasi volume (pembelian terbesar atau akumulaasi area – demand side) antara level 370 – 438.
Harga saat ini naik coba naik dari batas bawah akumulasi dan berada di bawah net avg buy (discounted) dengan kecenderungan menguat minimal ke 428 sebelum lanjut ke 438, 470 dan 496. Support di 335. Dengan demikian risk < reward.
Tasrul Tanar
tasrul@miraeasset.co.id

.jpg)
.jpg)



