PT PP Presisi Tbk (PPRE) menargetkan nilai kontrak baru tahun 2023 mencapai Rp 6 – 7 triliun, yang ditopang pekerjaan jasa konstruksi sipil dan jasa pertambangan.
PP Presisi (PPRE) Incar Kontrak Baru Rp7 Triliun di Tahun 2023
PT PP Presisi Tbk (PPRE) menargetkan nilai kontrak baru tahun 2023 mencapai Rp 6 – 7 triliun, yang ditopang pekerjaan jasa konstruksi sipil dan jasa pertambangan.
Kontrak Baru PP Presisi (PPRE) Lampaui Target
PT PP Presisi Tbk (PPRE) mendapatkan kontrak jasa tambang nikel pada proyek Weda Bay Nikel di Halmahera senilai Rp1,8 triliun.
DUKUNG KESIAPAN MOTOGP MANDALIKA, PP PRESISI LAKUKAN RESURFACING ASPHALT.
Indonesia akan menggelar perhelatan Internasional melalui ajang seri MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika yang rencana akan dilangsungkan pada 18. 20 Maret 2022. Seperti yang diketahui, Pembangunan Sirkuit Mandalika berhasil meraih 3 rekor MURI yakni; Pembangunan Lintasan Sirkuit Tercepat, Pembangunan Sirkuit Pertama Standar Federation Internationale de Motocyclisme (FIM); dan Pengaspalan Menggunakan Teknologi Building Information Modelling (BIM) dengan volume terbanyak.
"Penghargaan dari MURI tersebut menjadi kebanggaan bagi PP Presisi, dimana kami telah mendapatkan kepercayaan untuk turut berperan dalam Pembangunan Sirkuit Mandalika tersebut, sebagai subkontraktor yang mengerjakan lebih dari 90% lingkup pekerjaan secara komprehensif," ujar Rully Noviandar, selaku Direktur Utama PT PP Presisi Tbk.
Sirkuit sepanjang 4,3 km dengan 17 tikungan serta kecepatan lintasan maksimal 310 km/jam tersebut didesain oleh MRK1 Consulting sesuai standar FIM dengan menggunakan teknologi BIM untuk pengaspalannya. Material utama Sirkuit juga memliki spesifikasi aspal khusus yaitu Stone Mastic Asphalt (SMA) yang baru keluar tahun 2015 dengan standard internasional yang digunakan sebagai bahan campuran aspal untuk melapisi permukaan atas aspal serta memperkuat struktur lapisan permukaan lintasan agar pembalap tidak mudah tergelincir saat kondisi hujan.
"Untuk menjamin kualitas hasil pengaspalan, kami menggunakan tipe aspal yang memiliki daya penetrasi tinggi dengan Penetration (PG) 82 tahun 2015, yang tidak digunakan di semua sirkuit dunia. Metode penghamparan juga dilakukan secara khusus dengan menggunakan 3 unit Milimeter GPS untuk menjamin kualitas permukaan dan kemiringan yang tepat sesuai dengan desain yang diawasi langsung oleh konsultan asing.. .Dan untuk pengujian kualitas aspal kami menggunakan alat berteknologi tinggi yaitu PQI 380 Non Distraction tanpa merusak lapisan permukaan aspal," ujar M Darwis Hamzah, Direktur Operasi PT PP Presisi Tbk pada kunjungannya ke Sirkuit Mandalika baru.baru ini.
Satu ajang besar juga telah dilangsungkan yakni World Superbike (WSBK) pada November 2021 sebelum ajang MotoGP dilakukan, dan telah dilaksanakan pramusim MotoGP pada 11-13 Februari 2022. Sejumlah pembalap dan tim MotoGP memberikan apresiasi terhadap tata letak dan desain sirkuit seletah tes pramusin berlalu. Mereka juga menilai standar keamanan, area runoff, gravel di sirkuit sudah memadai. Namun, beberapa juga mengeluhkan kondisi trek yang berdebu dengan batu-batu kecil di lintasan. Keluhan tersebut telah ditindaklanjuti oleh Dorna dan FIM dengan mengeluarkan rekomendasi untuk melakukan pengaspalan ulang disejumlah titik Sirkuit Mandalika.
"Pramusim MotoGP sebetulnya menjadi sarana feedback bagi kami untuk memastikan kesiapan dan mutu lintasan sebelum perhelatan akbar dilaksanakan. Untuk mendukung rekomendasi dari Dorna dan FIM, kami mendatangkan alat berat seperti asphalt finisher, cold milling, tandem roller, Pneumatic Tire Roller maupun Milimeter GPS dan telah tiba di Lombok pada Minggu, 20 Februari 2022. Material direncanakan onsite pada tanggal 25.26 Februari 2022 dan resurfacing rencana dimulai tanggal 4 Maret 2022 dengan target selesai 10 Maret 2022," tutup Darwis. (end)
Ini Kontrak Baru yang Sudah Didapat PP Presisi (PPRE) di Awal Tahun 2022
PT PP Presisi Tbk (PPRE) melanju kencang sejak wal tahun. Diketahui, PPRE telah mendapatkan kontrak baru senilai Rp 333,5 miliar di awal tahun 2022 ini. Jumlah tersebut meningkat 54% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp 153,5 miliar.
Kontrak baru itu didapatkan dari penambahan kontrak baru secara berkesinambungan pada mining development Proyek Weda Bay dan structure work pada beberapa proyek gedung.
Direktur Utama PPRE Rully Noviandar menuturkan, ini menjadi awal tahun yang menggembirakan bagi perseroan dengan penambahan kontrak baru secara berkesinambungan dari proyek jasa pertambangan nikel yang telah dikerjakan, serta kontrak baru dari pekerjaan structure work.
Asal tahu saja, kontrak baru yang ditargetkan PP Presisi di tahun 2022 naik sekitar 10% dari pencapaian di tahun 2021 silam.
Rully bilang, strategi dan kebijakan yang dilakukan perseroan dengan berfokus pada jasa pertambangan maupun infrastructure specialist secara terintegrasi, dari proyek strategis nasional yang didapat melalui PP Group maupun Non PP Group.
Khusus untuk sektor jasa pertambangan untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan pada tahun 2022 dan meningkatkan pertumbuhan kinerja secara berkelanjutan.
“Dengan penambahan kontrak baru pada jasa pertambangan nikel secara berkesinambungan, kami optimis akan memperoleh kontrak baru pada jasa pertambangan melebihi target yang telah ditentukan seperti pada tahun 2021, dimana terjadi shifting perolehan kontrak baru dari civil work ke mining services dengan mendominasi komposisi kontrak baru 2021 sebesar 53% sedangkan civil work menjadi sebesar 41%," kata Rully dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Kamis (3/2).
Dia melanjutkan, kebijakan dan komitmen pemerintah dalam mendorong hilirisasi sumber daya alam membuka potensi pengembangan pertambangan dari hulu ke hilir, termasuk pembangunan infrastruktur pertambangan & smelter mendorong PP Presisi dengan kapasitas & kapabilitas yang dimiliki.
PP Presisi optimistis dapat menggarap potensial pasar jasa pertambangan yang besar tersebut dengan memberikan jasa pertambangan yang terintegrasi, antara jasa pertambangan dengan jasa pembangunan infrastruktur pertambangan sehingga akan memberikan value added bagi pemilik IUP.
"Dengan competitiveness tersebut, perseroan mampu mencapai target 2022 dengan menjadikan jasa pertambangan sebagai kontributor utama kinerja serta sebagai recuring income yang turut menunjang cashflow," pungkas Rully.
sumber : kontan
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
PP PRESISI SIAP BANGUN JALAN ANGKUTAN KHUSUS SENILAI Rp1,5 TRILIUN.
PP Presisi, melalui PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA), entitas anak, menyatakan kesiapannya untuk membangun Jalan Angkutan Khusus yang membutuhkan investasi hingga sebesar Rp1,5 Triliun. Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Manajemen LMA dengan Pemerintah Provinsi Jambi belum lama ini di Jambi.
"Kami siap membantu Pemprov Jambi untuk mengatasi permasalahan kemacetan lalu lintas transportasi batubara yang selama ini masih bercampur dengan lalu lintas transportasi logistik ekonomi serta lalu lintas kegiatan kemasyarakatan," ujar Rizki Dianugrah, Direktur Operasi LMA usai pertemuan.
"Jalan Angkutan Khusus sepanjang lebih kurang 140 km dengan ROW 30 meter, akan membentang dari Kabupaten Sarolangun hingga ke pelabuhan khusus di Kabupaten Muarojambi. Kelak dengan dibangunnya Jalan Angkutan Khusus ini, akan menjawab kondisi rendahnya volume penjualan batubara akibat dari pembatasan angkutan batubara di jalan umum/publik yang bercampur dengan lalu lintas umumnya, yang menyebabkan tingginya biaya angkutan batubara di Jambi.
Jalan Angkutan Khusus ini diharapkan dapat digunakan juga untuk angkutan komoditas kelapa sawit yang berlimpah di provinsi Jambi. Manfaat lainnya dari keberadaan Jalan Angkutan Khusus ini adalah turunnya tingkat kecelakaan seiring dengan tertatanya kondisi trafik lalu lintas, yang sebelumnya semrawut akibat bercampurnya trafik lalu lintas komoditas dengan trafik lalu lintas logistik ekonomi serta lalu lintas kegiatan kemasyarakatan, sehingga dengan dipisahkan, akan terasa dampaknya secara langsung kepada masyarakat," tambah Rizki.
"Dalam pembangunannya, kami akan memperhatikan aspek kelestarian lingkungan hidup, termasuk keberadaan hutan," tutup Rizki.
"Kami bangga dan akan mendukung rencana pembangunan Jalan Angkutan Khusus yang akan dilakukan oleh LMA, yang semakin mengokohkan positioning PP Presisi sebagai integrated mining services," ujar M. Darwis Hamzah, Direktur Operasi PPRE. (end)
PP PRESISI RAMPUNGKAN BUY BACK 108,05 JUTA LEMBAR SAHAM.
Manajemen PT PP Presisi Tbk (PPRE) telah mengakhiri aksi korporasinya di Pasar Modal. Aksi korporasi tersebut adalah pembelian kembali saham Perseroan.
Sekretaris Perusahaan PPRE, Andelia Auliyanti, menuturkan, Perseroan telah menyelesaikan pembelian kembali saham (buy back). Total saham PPRE yang di buy back sebanyak 108.058.700 lembar saham.
"Oleh karena itu, terhitung sejak tanggal 30 Juli 2021, Perseroan mengakhiri pembelian kembali saham Perseroan,"ucapnya. (end/as)
Rekomendasi Saham MYOR, PPRE dan SCMA oleh Mirae Asset Sekuritas | 7 Oktober 2021
Mirae Asset Sekuritas Indonesia
Technical Insight
Oktober 7, 2021
(tasrul@miraeasset.co.id)
IHSG Daily, 6,417.32(+2.06%), consolidation, trading range 6,363 – 6,423. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung bergerak naik namun mulai terbatas.. Pada periode weekly indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized juga masih cenderung naik namun mulai terbatas. Daily support di 6,363 dan daily resistance di 6,423. Cut loss level di 6,260.
MYOR Daily, 2,330 (+0.87%), buy on weakness, trading range 2,290 – 2,350. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung naik. Daily support 2,290 dan daily resistance 2,350. Cut loss level di 2,280.
PPRE Daily, 228 (+1.79%), buy on weakness, trading range 222 – 238. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung menguat. Daily support di 222 dan daily resistance di 238. Cut loss level di 218.
SCMA Daily, 2,030 (+3.84%),buy on weakness, trading range 1,970 – 2,080. Indikator MFI Optimized dan RSI Optimized masih cenderung bergerak turun naik. Perkiraan daily support di 1,970 dan daily resistance terdekat di 2,080. Cut loss level di 1,930.
Analisis Saham PPRE, NATO dan DOID | 29 September 2021
PT PP Presisi Tbk (PPRE)
PPRE secara teknikal tampak bergerak konsolidasi dengan volume transaksi yang relatif sepi. Indikator stochastic juga tampak berpotensi terjadi deathcross. Serta dari indikator MACD juga nampak bergerak berpotensi terjadi deathcross yang berpotensi terjadi pelemahan.
Rekomendasi: Sell on strength
Support: Rp 212
Resistance: Rp 232
Ivan Kasulthan, Erdikha Elit Sekuritas
PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO)
Tren jangka menengah NATO masih sideways di dalam pola parallel channel dengan range support-resistance cukup lebar, yakni 470-630. Namun, pattern jangka pendek terancam membuat pola bearish reversal, yaitu head & shoulders dengan neckline (support) di angka 570. Jika harga jebol ke bawah level tersebut maka membuka peluang turun lebih lanjut menuju 500.
Rekomendasi: Hold
Support: Rp 500
Resistance: Rp 630
Liza Camelia, Henan Putihrai Sekuritas
PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID)
Pergerakan DOID secara teknikal masih melanjutkan kenaikan pasca break out triangle. Indikator MACD memperlihat histogram positif dengan stochastic yang bergerak uptrend.
Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 340
Resistance: Rp 366
Dimas Wahyu Putra, NH Korindo Sekuritas
PT PP Presisi Tbk Gencar Kontrak Baru di Tahun Ini
PT PP Presisi Tbk (PPRE) makin gencar mengejar kontrak baru di tahun ini. Komisaris Utama PPRE Yul Ari Pramuraharjo memaparkan, PP Presisi telah mengantongi kontrak baru sebesar Rp 3,5 triliun hingga Agustus 2021.
"Meningkat sebesar 103% year on year dari Rp 1,7 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Di mana, 32% merupakan kontrak jasa pertambangan," kata dia dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Rabu (22/9).
Yul menjelaskan, perolehan kontrak baru dari jasa pertambangan merupakan prestasi PPRE yang akan menjadikan lini bisnis jasa pertambangan sebagai sumber recurring income. Sekaligus sebagai mitigasi risiko bisnis sektor konstruksi.
Sebelumnya, Direktur Utama PPRE Rully Noviandar mengatakan, kontrak baru yang sudah diperoleh PPRE hingga Agustus 2021 itu setara 95% dari target kontrak baru yang ditetapkan perusahaan yang sebesar Rp 3,7 triliun.
Adapun penambahan kontrak baru pada Agustus 2021 adalah Rp 105,1 miliar. Kontrak tersebut berasal dari sejumlah proyek, seperti proyek pengembangan infrastruktur Tambang Multi Harapan Utama (MHU) dengan Rp 65,6 miliar, kontribusi dari entitas anak, LMA pada proyek KA Makasar–Parepare Segmen F Arah Tonasa sebesar Rp 19,8 miliar.
Selain itu, ada kontrak baru yang berasal dari proyek pekerjaan pengecoran Jalan Rigid Batang dan pekerjaan Rusun Batang, jalan tol Lubuk Linggau Bengkulu dan jalan tol Cisumdawu.
“Proyek Jasa Tambang MHU merupakan proyek mining development yang berfokus pada pekerjaan infrastruktur mining. Dengan pekerjaan Proyek MHU ini, menjadikan komposisi perolehan kontrak baru PPRE hingga Agustus 2021 didominasi oleh lini bisnis mining services 62%, civil work 30% dan sisanya structure work serta production plant 8%. Sebesar 72% kontrak baru tersebut berasal dari non group dan 28% dari PP group,” jelas Rully.
Di sisi lain, PPRE telah mengubah jajaran komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2021 yang digelar Rabu (22/9). RUPSLB yang dipimpin oleh Yul Ari telah menyetujui satu agenda.
RUPSLB tersebut memberhentikan dengan hormat Muhammad Toha Fauzi sebagai Komisaris, sehubungan dengan penunjukan yang bersangkutan sebagai Direktur Operasi I PT Brantas Abipraya (Persero). Dengan keputusan itu, susunan Dewan Komisaris dan Direksi PPRE untuk masa jabatan 5 tahun, terhitung sejak ditutupnya RUPSLB ini adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Yul Ari Pramuraharjo
Komisaris : Sumardi
Komisaris Independen : Indra Jaya Rajagukguk
Direksi
Direktur Utama : Rully Noviandar
Direktur : Benny Pidakso
Direktur : M. Wira Zukhrial
Direktur : Muhammad Darwis Hamzah
Sumber: KONTAN
Rekomendasi Saham MLPL, MYOR, PPRE dan ITMG oleh MNC Sekuritas | 9 September 2021
MNC Daily Scope Wave
9 September 2021
Kemarin (8/9), IHSG ditutup terkoreksi 1,4% ke level 6,026, pergerakan IHSG pun menembus level support 6,054 dan 6,021 dan diiringi dengan meningkatnya tekanan jual. Dengan terkoreksinya IHSG, maka saat ini kami perkirakan posisi IHSG sedang membentuk wave [y] dari wave E dari wave (X) dengan target koreksi diperkirakan berada pada area 5,850-5,900, terlebih bila IHSG terkoreksi ke bawah 5,938. Worst case, bila IHSG terkoreksi agresif ke bawah 5,742 maka IHSG diperkirakan menuju ke area 5,500.
Support: 5,938, 5,884
Resistance: 6,150, 6,263
MLPL - Buy on Weakness (535)
MLPL ditutup menguat cukup signifikan, sebesar 8,3% ke level 535, pergerakan MLPL pun diiringi dengan tekanan beli yang besar. Kami perkirakan, posisi MLPL saat ini sedang berada di wave [iii] dari wave C dari wave (B), sehingga MLPL masih berpeluang melanjutkan penguatannya.
Buy on Weakness: 500-535
Target Price: 600, 650
Stoploss: below 464
MYOR - Buy on Weakness (2,270)
MYOR ditutup menguat 0,4% ke level 2,270 pada perdagangan kemarin (8/9), penguatan MYOR pun masih tertahan oleh MA60-nya. Selama MYOR tidak terkoreksi ke bawah 2,150 sebagai supportnya, maka saat ini posisi MYOR sedang berada pada wave [iii] dari wave A dari wave (B).
Buy on Weakness: 2,200-2,270
Target Price: 2,350, 2,450
Stoploss: below 2,150
PPRE - Buy on Weakness (214)
Kemarin (8/9), PPRE ditutup terkoreksi 4,5% ke level 214. Kami perkirakan, posisi PPRE saat ini sedang membentuk wave [iv] dari wave 1 dari wave (3), manfaatkan koreksi ini untuk melakukan BoW.
Buy on Weakness: 200-210
Target Price: 226, 242
Stoploss: below 190
ITMG - Buy on Breakout (17,300)
Pada perdagangan kemarin (8/9), ITMG ditutup menguat 1,9% ke level 17,300 diiringi dengan meningkatnya tekanan beli. Kami perkirakan, posisi ITMG sedang membentuk wave [v] dari wave 1 dari wave (5). Hal ini berarti, ITMG berpeluang melanjutkan penguatannya.
Buy on Breakout: 17,450
Target Price: 17,750, 19,000
Stoploss: below 16,200
Disclaimer On
ENTITAS ANAK PPRE AKAN MEMBANGUN INFRASTRUKTUR PERTAMBANGAN SENILAI Rp6 TRILIUN DI JAMBI
Entitas Anak PP Presisi, PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA) akan membangun infrastruktur pertambangan di Jambi. Hal ini terungkap dalam acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) pada tanggal 30 Juli 2021 antara LMA dengan PT Putra Bulian Properti (PBP) dan PT Wahana Catur Mas (WCM). Penandatangan MoU tersebut dihadiri oleh Direksi LMA, PBP, dan WCM serta dihadiri juga oleh Direksi PP Presisi.
LMA merupakan anak perusahaan PP Presisi dengan porsi kepemilikan oleh PP Presisi sebesar 51%.
"MoU ini merupakan langkah awal dari kerjasama pembangunan infrastruktur pertambangan di Jambi yang diperkirakan bernilai lebih dari Rp6 triliun yang diharapkan dapat turut meningkatkan perekonomian masyarakat Jambi," ujar Rully Noviandar, Komisaris Utama LMA, sekaligus Direktur Utama PP Presisi.
"Kerjasama pembangunan infrastruktur pertambangan yang akan dikerjakan seluruhnya oleh LMA ini mencakup pembangunan pelabuhan sungai seluas 100 ha, kawasan industri Jambi seluas 2.777 ha serta pembangunan jalan khusus angkutan komoditas sepanjang 90 km," ungkap Darwis Hamzah, Direktur Operasi PP Presisi saat mendampingi Rully.
Sebagai tindak lanjut dari penandatangan MoU pada hari ini, LMA, PBP, WCM akan membentuk Tim Kerja yang nantinya bersama-sama akan menganalisa aspek-aspek dalam studi kelayakan bisnis serta bertukar infomasi atau data yang mungkin diperlukan guna menunjang studi kelayakan tersebut.
Seperti yang diketahui, PP Presisi saat ini tengah gencar untuk memasuki jasa pertambangan sebagai strategi perusahaan untuk mengoptimalkan asset alat berat dan meningkatkan perolehan pendapatan yang stabil untuk jangka waktu yang panjang. Hingga Juli 2021, PP Presisi telah mengerjakan dua proyek jasa tambang nikel besar di Indonesia yakni yang bertempat di Morowali, Sulawesi Tengah dan Weda Bay di Halmahera. Adapun lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh PP Presisi dalam jasa pertambangan mencakup pekerjaan mining development seperti hauling road development, stockyard and pit development, mining infrastrukcture development serta mining services maupun hauling services. Hingga Juni 2021, perolehan kontrak baru PP Presisi mencapai Rp2,8 triliun atau setara dengan 75% dari target RKAP 2021.
"Kontribusi mining services hingga saat ini mencapai 23% dari total pencapaian kontrak yang diperoleh PP Presisi sampai dengan Juni 2021. Kami harapkan, kontribusi tersebut dapat terus meningkat hingga akhir 2021 bahkan menjadi lebih dari 50% pada lima tahun mendatang," tutup Darwis bersemangat.(end)
Sumber: IQPLUS
PP PRESISI TARGETKAN TAMBAHAN 3 KONTRAK BARU DARI JASA TAMBANG NIKEL
Hingga Mei 2021, PP Presisi telah mengantongi kontrak baru sebesar Rp 2,2 triliun yang terdiri atas Proyek Jasa Tambang Nikel Morowali, Pembangunan Jalan Tol Cinere Jagorawi Seksi 3 melalui KSO LMA-PPRE, Pembangunan Jalan Hauling dan stockyard Weda Bay Nickel, Readymix Supply Proyek Mempawah, Rekonstruksi Paved Shoulder Taxiway Bandara Sepinggan, Pembangunan Jalan Kereta Api Makasar Pare-Pare dan Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Pekanbaru . Padang Seksi Padang Lubuk Alung . Sicincin., ujar Rully Noviandar, Direktur Utama PP Presisi di Jakarta.
"Diperolehnya dua kontrak baru dari sektor jasa pertambangan yakni Jasa Tambang Nikel dan Pembangunan Hauling Road serta stockyard Weda Bay Nickel meningkatkan kepercayaan diri kami untuk memperoleh sedikitnya tambahan 3 kontrak baru di sektor tersebut hingga akhir 2021," tambah Rully bersemangat, "saat ini kami sedang menjajaki 3 prospek di Jasa Tambang Nikel yang berlokasi di Morowali Utara dan Halmahera yang diantaranya merupakan Tambang Nikel terbesar di Indonesia. Dari tiga prospek tersebut kami berharap dapat memperoleh tambahan kontrak baru hingga lebih dari 1,5 triliun sampai dengan akhir tahun 2021".
"Adanya prospek untuk penambahan kontrak baru dari sektor jasa pertambangan diharapkan dapat mendukung target kontribusi lini bisnis jasa pertambangan hingga sebesar 20% terhadap target pendapatan Perseroan di tahun 2021," tambah Rully.
"Selain dari sektor Jasa Tambang, kami juga mengincar beberapa proyek infrastruktur lainnya sebagai main contractor sehingga kami optimis mampu melebihi target perolehan kontrak baru sebesar Rp 3,7 triliun atau tumbuh diatas 32% dari tahun 2020," ujar Darwis Hamzah, Direktur Operasi PT PP Presisi Tbk saat mendampingi Rully.
"Di sisi pendapatan, hingga triwulan pertama 2021 PP Presisi telah mencapai 20% atau sebesar Rp 665,6 miliar dari target pendapatan di 2021 sebesar Rp 3,4 triliun. Pencapaian tersebut dikontribusikan antara lain dari proyek Sirkuit Mandalika, Kawasan Industri Terpadu Batang,Bendungan Manikin, Jalan Hauling dan stockyard area Weda Bay Nickel serta Jasa Tambang Nikel," ungkap Darwis.
"Untuk mendukung pertumbuhan perolehan kontrak baru serta percepatan produksi, kami sedang melakukan kajian penyesuaian capex mencapai lebih dari Rp 600 miliar pada tahun ini. Penyerapan capex tersebut mayoritas akan digunakan untuk mendukung proyek . proyek pekerjaan sipil dan jasa tambang. Hingga Mei 2021, capex yang telah terealisasi sebesar Rp93 miliar," tutup Darwis. (end)
Sumber: IQPLUS
PP PRESISI MENANGKAN TENDER PROYEK JALAN TOL SENILAI Rp1 TRILIUN
PP Presisi memenangkan tender Proyek Jalan Tol Cinere-Jagorawi Seksi III sebesar lebih kurang Rp1 triliun. Seksi III ini merupakan bagian dari Tol Cinere-Jagorawi ( Cijago) yang dikembangkan oleh PT. Translingkar Kita Jaya.
"Sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami, dapat memenangkan tender Proyek Jalan Tol CinereJagorawi Seksi III ini, karena nilai strategis dari Seksi III ini yang merupakan Seksi terakhir dari Tol Cinere-Jagorawi ( Cijago) dan merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) II. Seksi III ini menghubungkan Kukusan-Cinere Depok sepanjang 5,5 kilometer, yang sebelumnya sempat tertunda pembangunannya karena terganjal pengadaan lahan. Sehingga kelak dengan selesainya Seksi III ini, maka Jalan Tol (JORR) I akan terhubung dengan JORR II melalui Jalan Tol Depok-Antasari (Desari) & Jalan Tol Cijago", ujar Rully Noviandar, Direktur Utama PT PP Presisi Tbk saat menghadiri acara groundbreaking Jumat, 28 Mei 2021.
"Menyadari arti strategisnya Proyek Jalan Tol Cinere-Jagorawi Seksi III ini, maka untuk mengerjakannya kami bersinergi dengan Entitas Anak kami yaitu PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA) dalam bentuk KSO, sebagai bagian dari usaha kami untuk selalu memberikan value added kepada konsumen kami, melalui time delivery dan quality delivery yang unggul", ujar Darwis Hamzah, Direktur Operasi PT PP Presisi Tbk saat mendampingi Rully. (end/as)
Sumber: IQPLUS
Analisa Saham PPRE | 31 Mei 2021
Analisa Saham PPRE
Saham PPRE pada tanggal 28 Mei 2021 ditutup melemah pada harga 182, turun -0,54%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 93% dari hari sebelumnya.
Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area jenuh jual dengan kecenderungan bullish.
Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bearish.
Status Saham Saat Ini:
Trendnya adalah sideway downtrend
Rekomendasi dari kami adalah Beli jika di atas 183
Jika naik di atas 189 maka berpeluang ke 202
Jika turun di bawah 180 maka berpeluang ke 171
Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.
Disclaimer ON
Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :
Channel Telegram:
Youtube Channel :
https://www.youtube.com/c/sahamonlineid
Instagram :
@sahamonlineid ( https://www.instagram.com/sahamonlineid/ )
Facebook Page :
@sahamindonesiahariini ( https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/ )
Aplikasi Android :
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini
Website :
PP PRESISI KEMBALI DIPERCAYA MEMBANGUN INFRASTRUKTUR TAMBANG NIKEL
PP Presisi kembali dipercaya membangun infrastruktur tambang pada area pertambangan nikel Weda Bay, salah satu tambang nikel terbesar di Indonesia yang berlokasi di Halmahera, yang merupakan perluasan dari pembangunan jalan hauling yang sedang dilakukan.
"Keikutsertaan kami di dalam proyek tersebut, merupakan salah satu andil kami dalam turut mendukung pengembangan salah satu industri hilirisasi nikel terbesar di Indonesia," ujar Rully Noviandar, Direktur Utama PT PP Presisi Tbk.
"Perluasan kontrak tersebut merupakan bentuk kepercayaan kepada kami, kepercayaan akan time delivery dan quality delivery serta value added yang kami berikan kepada setiap konsumen kami".
"Dengan adanya perluasan scope of work, maka total kontrak yang kami dapatkan dari proyek pembangunan infrastruktur tambang nikel tersebut meningkat menjadi lebih dari Rp200 miliar, yang berkontribusi pada total perolehan kontrak baru hingga akhir April menjadi sebesar Rp933 miliar, atau mencapai 25% dari total target kontrak baru sebesar Rp3,7 triliun," urai Rully.
"Kelak dengan selesainya proyek pembangunan infrastruktur tambang nikel tersebut,kami juga mengharapkan dapat mengerjakan mining services, seperti yang telah kami lakukan di pertambangan nikel yang berlokasi di Morowali, Sulawesi Tengah".
"Kapasitas dan kapabilitas yang kami miliki dalam pembangunan infrastruktur pertambangan merupakan ekuitas kami yang sulit dijumpai pada perusahaan mining services lainnya. Hal ini menjadikan kami sebagai truly integrated mining services company, yang tidak hanya mampu memberikan jasa pertambangan pit to port, tetapi juga mampu memberikan jasa pembangunan infrastruktur tambang," ujar Darwis Hamzah, Direktur Operasi PT PP Presisi Tbk.
"Sebagai truly integrated mining services company, kami optimis menjadikan mining services sebagai sumber recurring income yang berkontribusi sebesar 20%-30%," tutup Darwis. (end)
Sumber: IQPLUS
Rekomendasi Saham AUTO, BBTN, LPKR dan LSIP oleh Binaartha Sekuritas | 14 April 2021
Binaartha Sekuritas Daily
14 April 2021
oleh Nafan Aji
Astra Otoparts (AUTO)
Pergerakan harga AUTO masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.
Akumulasi pada area level Rp 1.105 – Rp 1.155 dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.180, Rp 1.240, Rp 1.375 dan Rp 1.510. Support ada di Rp 1.105 dan Rp 1.075. Saham AUTO ditutup di Rp 1.155. (RoE: 0.02%; PER: 2425.53x; EPS: 0.47; PBV: 0.49x; Beta: 1.19).
Bank Tabungan Negara (BBTN)
Pergerakan harga saham BBTN telah menguji garis MA 200 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar.
Akumulasi pada area Rp 1.580 – Rp 1.605, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.695, Rp 1.750, Rp 2.000, Rp 2.250 dan Rp 2.500. Support ada di Rp 1.505. Saham BBTN ditutup di Rp 1.605. (RoE: 8.02%; PER: 10.48x; EPS: 152.61; PBV: 0.84x; Beta: 2.41).
Dharma Satya Nusantara (DSNG)
Pergerakan harga saham DSNG telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar.
Akumulasi pada area level Rp 580 - Rp 590, dengan target harga secara bertahap di level Rp 620 dan Rp720. Support ada di Rp 565 dan Rp 515. Saham DSNG ditutup di Rp 590. (RoE: 7.65%; PER: 13.01x; EPS: 44.97; PBV: 1.00x; Beta: 0.5).
Lippo Karawaci (LPKR)
Saham LPKR ditutup di Rp 197. (RoE: -10.18%; PER: -4.45x; EPS: -44.01; PBV: 0.45x; Beta: 1.98). Pergerakan harga saham LPKR masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.
Akumulasi pada harga Rp 192 – Rp 197, dengan target harga secara bertahap di Rp 212, Rp 224, Rp 234 dan Rp 274. Support ada di Rp 177.
PP London Sumatra Plantation (LSIP)
Pergerakan harga saham LSIP masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.
Akumulasi pada level Rp 1.255 – Rp 1.330, dengan target harga secara bertahap di Rp 1.280, Rp 1.320, Rp 1.350, Rp 1.480, Rp 1.610 dan Rp 1.740. Support ada di Rp 1.220. Saham LSIP ditutup di Rp 1.330. (RoE: 7.50%; PER: 12.36x; EPS: 102.35; PBV: 0.93x; Beta: 1.07).
PP Presisi (PPRE)
Saham PPRE ditutup di Rp 202. (RoE: 2.06%; PER: 34.49x; EPS: 5.74; PBV: 0.71x; Beta: 2.29): Pergerakan harga saham PPRE masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat beberapa pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.
Akumulasi pada area level Rp 195 – Rp 202, dengan target harga secara bertahap di level Rp 224, Rp 270 dan Rp 316. Support ada di Rp 189 dan Rp 178.
Wijaya Karya (WIKA)
Saham WIKA ditutup di Rp 1.370. (RoE: 1.12%; PER: 67.10x; EPS: 20.64; PBV: 0.75x; Beta: 2.43). Pergerakan harga saham WIKA masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish matching low candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.
Akumulasi pada area level Rp 1.335 – Rp 1.370, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.490, Rp 1.710, Rp 2.230 dan Rp 2.750. Support ada di Rp 1.315 dan Rp 1.190.
Rekomendasi Saham ASRI, BJTM, CTRA dan PPRE oleh Binaartha Sekuritas | 22 Maret 2021
Binaartha Sekuritas Daily
22 Maret 2021
by M. Nafan Aji Gusta Utama
PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)
Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar.
Akumulasi pada area Rp 230 –Rp 240, dengan target harga secara bertahap di level Rp 260, Rp 300, Rp 340 dan Rp 356. Support: Rp 230 & Rp 220. (RoE: -14.17%; PER: -3.67x; EPS: -66.51; PBV: 0.52x; Beta: 2.33).
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM)
Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar.
Akumulasi pada area level Rp 830 – Rp 840, dengan target harga secara bertahap di level Rp 855, Rp 920 dan Rp 985. Support: Rp 825 & Rp 805. (RoE: 14.78%; PER: 8.33x; EPS: 98.39; PBV: 1.23x; Beta: 1.51).
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar.
Akumulasi pada area level Rp 1.215 – Rp 1.225, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.255, Rp 1.285 dan Rp 1.425. Support: Rp 1.215, Rp 1.200 & Rp 1.180. (RoE: 1.82%; PER: 41.65x; EPS: 29.53; PBV: 0.76x; Beta: 1.66).
PT Ciputra Development Tbk (CTRA)
Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar.
Akumulasi pada area Rp 1.170 – Rp 1.180, dengan target harga secara bertahap di level prices Rp 1.225, Rp 1.255 dan Rp 1.375. Support: Rp 1.130. (RoE: 1.83%; PER: 71.21x; EPS: 16.64; PBV: 1.30x; Beta: 2.08).
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)
Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar.
Akumulasi pada level Rp 200 –Rp 204, dengan target harga secara bertahap di Rp 212, Rp 224, Rp 234 dan Rp 274. Support: Rp 194 & Rp 177. (RoE: -10.18%; PER: -4.59x; EPS: -44.01; PBV: 0.47x; Beta: 2.01).
PT Mayora Indah Tbk (MYOR)
Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar.
Akumulasi pada level Rp 2.680 – Rp 2.720, dengan target harga secara bertahap di Rp 2.780 dan Rp 2.950. Support: Rp 2.680 & Rp 2.600. (RoE: 18.53%; PER: 29.36x; EPS: 92.65; PBV: 5.43x; Beta: 0.12).
PT PP Presisi Tbk (PPRE)
Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar.
Akumulasi pada area level Rp 210 – Rp 214, dengan target harga secara bertahap di level Rp 224, Rp 270 dan Rp 316. Support: Rp 204 & Rp 189. (RoE: 0.78%; PER: 100.31x; EPS: 2.13; PBV: 0.79x; Beta: 2.29).
Analisa Saham PPRE | 3 Maret 2021
Analisa Saham PPRE
Saham PPRE pada tanggal 3 Maret 2021 ditutup melemah pada harga 220, turun -2,65%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 132% dari hari sebelumnya.
Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah dengan kecenderungan bearish.
Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bullish dengan pelemahan.
Investor asing terlihat melakukan aksi beli sebesar 85 milyar pada saham ini.
Status Saham Saat Ini:
Trendnya adalah sideway
Rekomendasi dari kami adalah Beli hanya jika di atas 230
Jika naik di atas 240 maka berpeluang ke 270
Jika turun di bawah 214 maka berpeluang ke 208
Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.
Disclaimer ON
Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :
Channel Telegram:
Youtube Channel :
https://www.youtube.com/c/sahamonlineid
Instagram :
@sahamonlineid ( https://www.instagram.com/sahamonlineid/ )
Facebook Page :
@sahamindonesiahariini ( https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/ )
Aplikasi Android :
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini
Website :
Rekomendasi Saham KLBF, BBTN dan PPRE oleh Artha Sekuritas Indonesia | 23 Februari 2021
Artha Sekuritas Indonesia Daily
23 Februari 2021
by Dennies Christopher
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
Mengalami koreksi namun masih ditutup di atas level support.
Target harga: Rp 1.700–Rp 1.740
Entry level: Rp 1.570–Rp 1.610
Stop loss: Rp 1.540
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)
Kembali menguat candlestick membentuk higher high dan higher low. Uji resistance terdekat.
Target harga: Rp 1.950–Rp 2.000
Entry level: Rp 1.850–Rp 1.880
Stop loss: Rp 1.830
PT PP Presisi Tbk (PPRE)
Rebound dari area support didukung indikator stochastic yang melebar setelah membentuk goldencross. Namun pergerakan saat ini masih cukup terbatas.
Target harga: Rp 242–Rp 250
Entry level: Rp 224–Rp 232
Stop loss: Rp 220
[PPRE] PT PP Presisi Tbk. Ekspansi Ke Sektor Pertambangan Nikel
PT PP Presisi Tbk. menargetkan perolehan kontrak baru dari sektor nonkonstruksi bisa mendominasi pada tahun ini. Hal itu seiring dengan ekspansi perseroan ke sektor jasa pertambangan khususnya nikel.
Direktur Keuangan PP Presisi Benny Pidakso mengatakan kontrak baru dari sektor nonkonstruksi pada tahun lalu mencapai 10,50 persen dari total kontrak baru yang didapatkan enitas anak PT PP (Persero) Tbk. ini.
“Ke depan ini kita coba perbesar nonkonstruksi bisa di atas 50 persen. Saat ini target memang masih berimbang 50:50 untuk konstruksi dan nonkonstruksi,” kata Benny, Kamis (18/2/2021).
Adapun, emiten dengan kode saham PPRE ini membukukan total kontrak baru senilai Rp2,82 triliun di sepanjang 2020. Perinciannya, sebanyak 89,50 persen berasal dari sektor konstruksi dan 10,50 persen dari sektor non konstruksi.
Sedangkan dari sumbernya, proyek dari PP Group berkontribusi sebesar 81,60 persen, pemerintah 2,60 persen, dan swasta 15,80 persen.
Benny menambahkan tahun ini PPRE akan menggenjot pendapatan dari jasa pertambangan khususnya nikel. Adapun, tambang nikel yang dibidik berlokasi di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara dengan potensi volume pekerjaan 2 juta-4,5 juta ton per tahun.
Jasa pertambangan sebenarnya bukan hal baru bagi PPRE. Sebelumnya, emiten kontraktor pelat merah ini sudah menjajaki bisnis pengangkutan (hauling) batubara seperti di Kalimantan dan Sulawesi.
Selain itu, PPRE juga tengah membidik jasa pertambangan emas yang disebut Benny memiliki kesamaan jenis pekerjaan dengan proyek terowongan yang pernah dikerjakan perseroan.
“Kami melihat bagaimana satu jenis alat berat bisa mendatangkan pendapatan dari lini bisnis mana saja. Seperti eskavator untuk gali tanah di proyek bentungan bisa dipakai di proyek pertambangan nikel dan batu bara,” ujar Benny.
Selain mendatangkan pendapatan dari kontrak baru, PPRE saat ini juga mulai melirik bisnis bioremediasi untuk menggenjot pendapatan berulang (recurring income).
Bisnis bioremediasi yang akan dikembangkan PPRE ini disebut untuk jangka panjang dengan model bisnis reboisasi di lingkungan sumur minyak bumi.
“Ini sudah kami pelajari dan coba kembangkan menggunakan alat berat yang kami punya. Harapan kami bioremediasi nanti bisa jadi sumber recurring income bagi PPRE,” tutur Benny.
Sumber: BISNIS
.jpeg)
.jpeg)















