Tampilkan postingan dengan label Saham PRAY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham PRAY. Tampilkan semua postingan

Ada Transaksi Jumbo Saham PRAY di Pasar Nego Rp3,3 T, Cek Detailnya


Bursa Efek Indonesia mencatat terjadi transaksi atas saham PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) senilai Rp3,3 triliun. Nilai tersebut 28,6 persen dari total nilai transaksi pada penutupan perdagangan hari ini Senin (27/2), yang mencapai Rp11,5 triliun.

Berdasarkan data perdagangan BEI saham PRAY ditransaksikan di pasar negosiasi sebanyak 34,8 juta lot. Sehingga nilai transaksi tersebut mencapai Rp3,323,4 triliun.

Transaksi dilakukan lewat Mandiri Sekuratas (CC) dan Stockbit Sekuritas Digital (AK) sebagai pembeli, sedangkan UBS Sekuritas (XL), Indopremier Sekuritas (PD) dan Verdhana Sekuritas (BB) sebagai pihak penjual pada  harga rata-rata jual dan beli pada level Rp954 hingga Rp955 per saham.

Sebelumnya, Pemegang Saham Pengendali PRAY yakni PT Famon Obor Maju melaporkan telah menjual sebanyak 658.884.733 lembar atau 4,72 persen porsi saham PRAY pada tanggal 20 Februari 2023.
Author: K M
Sumber: emitennews-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Pengendali Primaya Hospital Lego 658,88 Juta Saham PRAY Rp905 per Lembar


Famon Obor Maju (FOM) mengurangi kepemilikan saham Famon Awal Bros Sedaya alias Primaya Hospital (PRAY). Sebagai pengendali, FOM melego 658.884.733 helai alias 658,88 juta eksemplar. Aksi divestasi itu, dibantu Indo Premier Sekuritas. 

Dengan aksi tersebut, tabulasi saham perusahaan berbasis di Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok N nomor 21 itu, terpotong 4,72 persen. Tepatnya, menjadi 6,48 miliar lembar atau 46,47 persen. Berkurang dari 7,14 miliar eksemplar setara dengan 51,19 persen. 

Transaksi yang dibukukan pada 20 Februari 2023 itu, dilakukan pada harga pelaksanaan Rp905 per lembar. Merujuk harga itu, berarti FOM menggulung dana sekitar Rp596,29 miliar. Nilai penjualan itu, lebih tinggi dari penutupan perdagangan saham Primaya Hospital pada 20 Februari 2023 di level Rp750 per lembar.

Tepatnya, lebih mahal 155 poin atau 20 persen. ”Tujuan transaksi untuk divestasi dengan status kepemilikan saham secara langsung,” tulis Leona Agustine Karnali, Direktur & Chief Executive Officer Famon Awal Bros Sedaya alias Primaya Hospital. 

Per 31 Januari 2023, pemegang saham Famon Awal Bros antara lain Famon Obor Maju 7,14 miliar lembar setara 51,19 persen, Awal Bros Citra Batam 3,07 miliar helai atau 22 persen, PT Sehat Abadi 1,98 miliar eksemplar alias 14,23 persen, dan publik 1,75 miliar lembar selevel 12,58 persen. (*)
Author: J S
Sumber: emitennews-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Yos Effendi Susanto Tambah Kepemikan Saham PRAY


Yos Effendi Susanto selaku Komisaris utama dan pemegang saham pengendali PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk. (PRAY) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya secara bertahap pada tanggal 26 Desember 2022 hingga 3 Januari 2023.

Leona Agustine Direktur PRAY dalam keterangan tertulisnya Kamis (5/1) menyampaikan bahwa Yos Effendi Susanto telah membeli sebanyak 5.508.300 lembar saham PRAY di harga rata-rata Rp795 per saham.

Sebagai informasi, Yos Effendi juga pernah membeli saham PRAY sebanyak 1.472.400 lembar saham di harga rata-rata Rp752 per saham pada tanggal 19 hingga 23 Desember 2022.

"Tujuan pembelian saham ini adalah transaksi Pribadi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.

Pasca pembelian, maka kepemilikan saham Yos Effendi Susanto di PRAY bertambah menjadi 366,9 juta lembar saham setara dengan 2,63% dibandingkan sebelumnya sebanyak 361,4 juta lembar saham setara dengan 2,59%. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online.