Tampilkan postingan dengan label Saham SDPC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham SDPC. Tampilkan semua postingan

PT Millennium Pharmacon International Tbk. (SDPC) Raih Pinjaman Dari Bank BCA


PT Millennium Pharmacon International Tbk. (SDPC)
telah memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia, Tbk (BBCA) pada tanggal 8 Agustus 2023.

Dalam keterangan tertulisnya Ahmad bin Abu Bakar Direktur Utama SDPC Kamis (10/8) memuturkan bahwa SDPC memperoleh fasilitas pinjaman berjenis Kredit Multi Fasilitas (KMF) sebesar Rp225 miliar dari Bank BCA dengan jangka waktu 1 tahun.

"Fasilitas Pinjaman ini akan menunjang kegiatan usaha SDPC,"tuturnya.

Ahmad menambahkan perolehan pinjaman dari BCA ini tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha SDPC. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

RUPSLB PT. Millennium Pharmacon International Tbk. (SDPC) Tetapkan Aman Bhakti Pulungan Sebagai Komisaris


PT. Millennium Pharmacon International Tbk. (SDPC) telah menggelar Rapat Umum Para Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 21 November 2022.

Rapat Umum Pemegang Saham Telah memenuhi kuorum karena dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 1.096.694.354 saham atau 86,083% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan, sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan Peraturan Perundangan yang berlaku

Dalam keteranga tertulisnya Muhammad Fazli Direktur SDPC Rabu (23/11) menyampaikan bahwa RUPSLB agenda I menerima pengunduran diri Paulino Taylor dan Muhammad Rusjdi selaku Komisaris Independen Perseroan dengan ucapan terima kasih atas jasa dan kinerjanya pada Perseroan.

Selanjutnya RUPSLB mengangkat Profesor Aman Bhakti Pulungan, Doctor of Medicine, Pediatric Consultant, Doctor of Philosphy, FAAP, FRCPI (Hon) dan Imam Fathorrahman, Magister Manajemen, Apoteker, selaku Komisaris Independen Perseroan, terhitung sejak ditutupnya Rapat.

RUPSLB juga menetapkan Susunan Anggota Dewan Komisaris Perseroan terhitung sejak ditutupnya Rapat sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan pada tahun 2027 menjadi sebagai berikut :

Dewan Komisaris

Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen : Joefly Joesoef Bahroeny
Komisaris Independen : Najmil Faiz bin Mohamed Aris
Komisaris Independen : Sarah Azreen binti Abdul Samat
Komisaris Independen : Prof. Aman Bhakti Pulungan MD, Pediatric Consultant, Phd, FAAP, FRCPI (Hon)
Komisaris Independen : Drs. Imam Fathorrahman, MM., Apt.
Komisaris : Zulkarnain bin Md Eusope

(end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Millenium Pharmacon (SDPC) Berikhtiar Pertahankan Kinerja Positif Sampai Akhir Tahun


Emiten distributor produk farmasi, PT Millenium Pharmacon Tbk (SDPC) berupaya mempertahankan kinerja positifnya sampai akhir tahun nanti.

Ketika di semester I-2022 lalu, penjualan neto SDPC tumbuh 8,45% year on year (yoy) menjadi Rp 1,54 triliun. Mayoritas penjualan neto SDPC di paruh pertama 2022 berasal dari segmen obat resep sebesar Rp 1,11 triliun, kemudian diikuti oleh segmen alat kesehatan sebesar Rp 326,93 miliar, dan obat non resep sebesar Rp 103,08 miliar.

Adapun laba bersih SDPC melonjak 320,24% (yoy) menjadi Rp 13,91 miliar di semester pertama silam.

Direktur Utama Millenium Pharmacon Ahmad Bin Abu Bakar mengatakan, kenaikan signifikan laba bersih SDPC dipicu oleh permintaan yang tinggi terhadap produk perusahaan yang dibantu pula oleh kenaikan harga jual produk dari beberapa prinsipal emiten tersebut.

Manajemen SDPC pun memperkirakan penjualan neto sampai akhir tahun nanti dapat tetap tumbuh di kisaran satu digit. Perusahaan ini juga meyakini bahwa kenaikan signifikan laba bersih di semester pertama dapat berlanjut pada semester kedua.

Oleh karena itu, selain fokus mendorong penjualan, SDPC juga berupaya mengendalikan kas operasi agar menjadi lebih efisien sekaligus menjaga biaya keuangan dan biaya bunga bank tetap rendah.

Memang, adanya kenaikan harga BBM subsidi dan nonsubsidi diakui akan berdampak signifikan pada pos biaya distribusi dan logistik SDPC, sehingga dibutuhkan upaya antisipasi yang tepat.

“Kami sedang dan akan terus memastikan efisiensi operasi berlanjut, konsisten menekan pengeluaran operasional, serta menghindari pengeluaran yang mubazir,” ungkap dia, Kamis (8/9).

Ia menambahkan, harga jual produk obat dan alat kesehatan di level konsumen akhir dalam waktu tertentu bisa diberlakukan penyesuaian, apalagi harga BBM sudah resmi naik. Namun, keputusan akhir terkait kepastian penyesuaian harga jual produk tersebut diserahkan oleh para prinsipal yang bekerja sama dengan SDPC.

Lebih lanjut, sampai saat ini Manajemen SDPC masih melakukan proses pencarian prinsipal baru. Ada beberapa calon prinsipal baru dari dalam maupun luar negeri yang sedang didekati oleh SDPC. Proses diskusi pun tengah berlangsung, hanya saja pihak SDPC belum memfinalisasikan rencana kerja samanya.

“Untuk saat ini, kami masih mengandalkan prinsipal eksisting untuk mencapai target kinerja di tahun 2022,” pungkas Ahmad.

Dalam catatan Kontan, saat ini SDPC memiliki 33 prinsipal yang memasok produk-produk farmasi dan alat-alat kesehatan untuk didistribusikan oleh perusahaan tersebut. Beberapa di antaranya adalah Lapi Laboratories Indonesia, Global Dispomedika, Guardian Laboratories, Dipa Healthcare, Pharos Indonesia, Apex Pharma Indonesia, Meprofarm, dan lain sebagainya.
Sumber: kontan-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Berita Saham SDPC | 4 Januari 2018

Berita Saham SDPC

PT Millenium Pharmacon International Tbk (SDPC) telah menandatangani Perjanjian Jual Beli saham dengan PT Sinar Niaga Mujur untuk membeli saham PT Errita Pharma pada 19 Desember 2017 lalu.

Menurut keterangan perseroan yang ditandatangani M. Muhazni bin Mukhtar, Direktur Utama Perseroan Kamis, perjanjian itu mengatur pembelian sebanyak 574.992 lembar saham PT Errita Pharma atau 15% dari total sahamnya.

Adapun nilai transaksi akuisisi saham tersebut mencapai Rp54 miliar dimana dana tersebut diraih perseroan dari pelaksanaan PUT III beberapa waktu lalu. PT Errita Pharma adalah perusahaan yang bergerak di bidang produsen farmasi. (end)

IQPLUS