Tampilkan postingan dengan label Saham SINI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham SINI. Tampilkan semua postingan

Singaraja Putra (SINI) Divestasi Saham the Room Indonesia


PT Singaraja Putra Tbk.(SINI)
melakukan divestasi pada saham PT The Room Indonesia (TRI) pada tamggal 5 Oktober 2023.

Erick Tonny Tjandra Direktur Utama SINI dalam keterangan tertulisnya Jumat (6/10) menuturkan bahwa SINI telah menjual sebanyak 99,09% saham TRI kepada Sri Puji Astuti sebagai pembeli.senilai Rp300 juta.

Lebih lanjut Erick memaparkan transaksi ini tertuang dalam Akta jual beli No.9 tanggal 5 Oktober dan bukan merupakan transaksi material sesuai regulasi OJK No. 17/POJK.04/202 karena nilai transaksi Rp300 juta sedangkan posisi ekuitas SINI sebesar Rp52,96 miliar per tanggal 30 Juni 2023.

Dalam penuturannya Erick menambahkan transaksi ini juga bukan merupakan transaksi afiliasi sesuai regulasi OJK dalam POJK NO.42/POJK.04/2020. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham UCID dan SINI oleh Phillip Capital | 15 Maret 2023


Phillip Capital

15 Maret 2023

UCID

Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trade Buy : 1175
Target Price 1 : 1200
Target Price 2 : 1210
Stop Loss : 1150

SINI

Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trade Buy : 1955-1960
Target Price 1 : 2130
Target Price 2 : 2200
Stop Loss : 1795
-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Basis Energi Dan Batubara Development Beli Saham SINI Senilai Rp48,1 Miliar


PT Singaraja Putra Tbk (SINI) menyampaikan telah terjadi pembelian saham perseroan yang dilakukan oleh PT Basis Energi Prima dan Batubara Development Pte. Ltd. pada tanggal 24 November 2022.

Dalam keterangan tertulisnya Erick Tonny Tjandra Direktur Utama SINI Kamis (24/11) menyampaikan bahwa PT Basis Energi Prima dan Batubara Development Pte. Ltd telah melakukan pembelian saham SINI masing-masing sebanyak 57.720.000 lembar dan 134.680.000 lembar saham dari Hendra Hasan Kustarjo di harga pembelian Rp250,- per lembar saham senilai Rp48,1 miliar.

Erick memaparkan bahwa sebelum penyelesaian pembelian saham, PT. Autum Prima Indonesia merupakan pemegang saham utama Perseroan sesuai Undang-undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.

"Tujuan transaksi ini adalah untuk melakukan rencana pengembangan berupa Diversifikasi bisnis ke dalam bisnis baru dan tetap mengoptimalkan efisiensi dan peningkatan keuntungan atas kegiatan/Usaha Perseroan saat ini,"tuturnya.

Erick menambahkan pengambilalihan Perseroan oleh Pengendali Baru ini tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha PT Singaraja Putra Tbk. (SINI). (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Autum Prima Indonesia Beli 144 Juta Saham SINI


PT. Autum Prima Indonesia telah melakukan pembelian saham PT Singaraja Putra Tbk.(SINI) pada tanggal 17 November 2022.

Dalam keterangan tertulisnya Erick Tonny Tjandra Direktur Utama SINI (17/11) menuturkan bahwa PT. Autum Prima Indonesia telah membeli saham SINI sebanyak 144,3 juta lembar saham di harga Rp250 per saham senilai Rp36,07 miliar.

"Tujuan dari pembelian saham tersebut adalah Investasi dengan kepemilikan langsung saham,"tuturnya.

Pasca pembelian, maka kepemilikan saham PT. Autum Prima Indonesia atas saham SINI menjadi 144,3 juta lembar saham setara dengan 30% dibandingkan sebelumnya 0. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Saham SINI | SINGARAJA PUTRA RAIH PENDAPATAN Rp128,37 MILIAR HINGGA JUNI 2020


IQPlus, (27/07) - PT Singaraja Putra Tbk (SINI) mencatat pendapatan Rp128,37 miliar hingga periode 30 Juni 2020 turun dari pendapatan Rp223,32 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan laba kotor turun menjadi Rp20,62 miliar dari laba kotor Rp35,16 miliar tahun sebelumnya dan laba usaha turun menjadi Rp7,94 miliar dari laba usaha Rp8,17 miliar.

Beban lain-lain bersih naik menjadi Rp5,43 miliar dari Rp5,19 miliar dan laba sebelum pajak tercatat Rp2,52 miliar turun dari laba sebelum pajak Rp2,99 miliar tahun sebelumnya. Turunnya beban pajak penghasilan menjadi Rp1,58 miliar dari Rp2,42 miliar membuat laba tahun berjalan menjadi Rp931,55 juta naik dari laba tahun sebelumnya Rp565,07 juta.

Jumlah aset perseroan mencapai Rp153,55 miliar hingga periode 30 Juni 2020 turun dari jumlah aset Rp178,54 miliar hingga periode 31 Desember 2019. (end)

PT Singaraja Putra Tbk Alami Penurunan Pendapatan | Saham SINI

IQPlus, (14/04) - PT Singaraja Putra Tbk (SINI) raih pendapatan dan penjualan hingga periode 31 Desember 2019 menjadi Rp223,3 miliar turun dari pendapatan Rp228,7 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan menyebutkan, beban departemen naik menjadi Rp740 juta dari beban Rp578 juta dan beban pokok penjualan alami penurunan menjadi Rp187,4 miliar dari beban pokok Rp193,3 miliar sedangkan laba bruto meningkat menjadi Rp35,1 miliar dari dari laba bruto Rp34,9 miliar.

Laba usaha turun menjadi Rp8,17 miliar dari laba usaha Rp8,92 miliar dan jumlah beban lain-lain alami penurunan menjadi Rp5,18 miliar dari laba usaha tahun sebelumnya yang Rp6,30 miliar. Sedangkan laba sebelum pajak penghasilan meningkat menjadi Rp2,98 miliar dari laba sebelum pajak penghasilan tahun sebelumnya yang Rp2,62 miliar. 

Jumlah aset perseroan mencapai Rp178,5 miliar hingga periode 31 Desember 2019 naik dibandingkan jumlah aset Rp176,7 miliar yang tercatat hingga periode 31 Desember 2018. (end)

Saham SINI | SINGARAJA PUTRA DAN GINTING JAYA ENERGI CATATKAN SAHAM DI BEI


IQPlus, (08/11) - PT Singaraja Putra dan PT Ginting Jaya Energi pada Jumat pagi ini akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode perdagangan SINI  dan WOWS.

Menurut keterangan BEI disebutkan, Singaraja Putra menawarkan sebanyak 175.000.000 saham IPO dengan harga nominal Rp100 dan harga penawaran Rp108 dengan total dana yang diraih Rp18.900.000.000 dimana dana tersebut akan digunakan 80,6% untuk modal kerja dan modal disetor.

Hingga 31 Mei 2019, Singaraja Putra meraih pendapatn Rp109,61 miliar dengan laba kotor Rp20,89 miliar serta laba bersih Rp3,31 miliar.

Sementara itu Ginting Jaya Energi mengeluarkan sebanyak 750.000.000 saham perdana dengan harga Rp450 dan harga nominal Rp100 dimana total dana yang diraih Rp337.500.000.000. Dana itu akan digunakan 63,56% untuk pengembangan bisns, 16,74% untuk pembelian aset tetap, 13,06% untuk pembayaran kembali utang serta 6,64% modal kerja.

Hingga 30 April 2019, perusahaan Ginting Jaya Energi meraih pendapatan Rp58,12 miliar dengan laba kotor Rp26,14 miliar dan laba bersih Rp9,63 miliar. (end)