Tampilkan postingan dengan label Saham UCID. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham UCID. Tampilkan semua postingan

Uni-charm (UCID) Bakal Bagikan Dividen Tunai Rp62,72 Miliar


PT Uni-Charm Indonesia Tbk. (UCID)
akan membagikan dividen tunai untuk periode tahun buku 2022 sesuai dengan hasil RUPS Tahunan tanggal 30 Mei 2023

Manajemen UCID dalam keterangan tertulisnya Jumat (2/6) menuturkan bahwa RUPST menyetujui pembagian dividen kepada Pemegang Saham sebesar Rp62,72 miliar atau Rp15,13994 per saham.

Adapun Cum dan Ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada tanggal 9 Juni dan 12 Juni 2023 sedangkan Cum dan Ex dividen di pasar tunai pada tanggal 13 Juni dan 14 Juni 2023.

Selanjutnya Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada tanggal 13 Juni 2023 dan pembayaran dividen tunai jatuh pada tanggal 27 Juni 2023. (end)
Sumber: iqplus-
Dapatkan informasi pasar dan rekomendasi saham dengan aplikasi Android: Saham Indonesia
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham UCID dan SINI oleh Phillip Capital | 15 Maret 2023


Phillip Capital

15 Maret 2023

UCID

Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trade Buy : 1175
Target Price 1 : 1200
Target Price 2 : 1210
Stop Loss : 1150

SINI

Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trade Buy : 1955-1960
Target Price 1 : 2130
Target Price 2 : 2200
Stop Loss : 1795
-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) Catat Pendapatan Bersih Rp5,06 Triliun Hingga Juni 2022


PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) mencatat pendapatan bersih Rp5,06 triliun hingga periode 30 Juni 2022 naik dari pendapatan bersih Rp4,45 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, beban pokok pendapatan naik menjadi Rp4,14 triliun dari Rp3,52 triliun dan laba bruto turun menjadi Rp926,09 miliar dari laba bruto Rp934,11 miliar.

Laba sebelum pajak tercatat Rp221,09 miliar turun dari laba sebelum pajak Rp325,98 miliar tahun sebelumnya.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk turun menjadi Rp115,64 miliar dari laba Rp245,23 miliar tahun sebelumnya.

Total liabilitas tercatat Rp3,11 triliun hingga periode 30 Juni 2022 naik dari total liabilitas Rp2,84 triliun hingga periode 31 Desember 2021.

Total aset perseroan mencapai Rp8,18 triliun hingga periode 30 Juni 2022 naik dari total aset Rp7,77 triliun hingga periode 31 Desember 2021. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Uni-Charm Indonesia (UCID) Siap Lanjutkan Kinerja Mentereng di 2022


PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) membukukan kinerja mentereng di tahun 2021 lalu. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan bersih Uni-Charm tumbuh 8,09% secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi Rp 9,11 triliun di tahun 2021.

Sebagai pembanding, pendapatan bersih UCID di tahun 2020 tercatat sebesar Rp 8,43 triliun di tahun 2020.

Sekretaris Perusahaan UCID Vikry Ahmadi menjelaskan, pertumbuhan pendapatan perusahaan di sepanjang tahun 2021 silam didorong oleh sejumlah faktor.

“Kenaikan pendapatan disumbang oleh kenaikan penjualan domestik seiring membaiknya pasar domestik dan efek penambahan kapasitas produksi pembelian mesin baru popok dewasa dari dana IPO (initial  public offering),” terang Vikry kepada Kontan.co.id (27/2).

Mengintip prospektus perusahaan, UCID memang mengalokasikan 64,6% dana hasil penawaran umum saham perdana atau IPO untuk kebutuhan belanja modal yaitu pembelian fasilitas produksi baru dan peremajaan fasilitas produksi.

Setelah lebih dari 2 tahun berselang sejak pelaksanaan IPO Desember 2019 lalu, UCID sudah merealisasikan penggunaan dana sebesar Rp 866,89 miliar per 31 Desember 2021 lalu atau setara 75,13% dari hasil bersih realisasi penawaran umum yang sebesar Rp 1,15 triliun.

Secara terperinci, realisasi penggunaan dana IPO sampai 31 Desember 2021 itu digunakan untuk belanja modal sebesar Rp 525,15 miliar, pembayaran utang Rp 271,17 miliar, dan modal kerja Rp 70,56 miliar. Kontan.co.id belum mendapat informasi perihal perincian penggunaan belanja modal maupun kenaikan kapasitas produksi terpasang UCID dari pembelanjaan modal tersebut.

Walau sudah mencatatkan kinerja mumpuni di tahun lalu, UCID tidak mengendorkan bisnisnya. Namun perusahaan melihat, prospek bisnis di tahun ini masih cukup menantang.

Meski begitu, UCID menargetkan bisa kembali mencatatkan pertumbuhan kinerja tahun ini. Hanya saja, Vikry tidak merinci berapa target pertumbuhan kinerja yang UCID incar.

“Bisnis 2022 cukup menantang. Di satu sisi kami melihat pembatasan aktivitas masyarakat tidak seketat awal Covid-19 sehingga pasar sudah membaik, namun kenaikan kasus Covid-19 mungkin akan merubah regulasi terkait mobilitas, jadi masih sulit memperkirakannya,” tutur Vikry.

Tahun ini, UCID masih berencana meluncurkan produk anyar baik di segmen diaper maupun non diaper ke pasar. Belum ketahuan informasi rinci seputar produk yang akan diluncurkan.

UCID mencanangkan anggaran belanja modal atau capital expenditure sekitar Rp 300 miliar dari kas internal pada tahun ini. Anggaran capex tersebut utamanya dialokasikan untuk pembaruan mesin dan penambahan fungsi mesin.

Seturut pendapatan tahunan yang mendaki, pengeluaran UCID pada sejumlah pos beban ikut mengalami kenaikan. Beban pokok pendapatan misalnya, tercatat naik 8,22% yoy menjadi Rp 7,2 triliun di tahun 2021. Sebelumnya, beban pokok pendapatan UCID hanya mencapai Rp 6,70 triliun pada tahun 2020.

Kenaikan pengeluaran juga dijumpai pada pos beban penjualan serta beban umum dan administrasi. Tercatat, beban penjualan naik 1,45% yoy dari semula Rp 956,72 miliar di tahun 2020 menjadi Rp 970,62 miliar di tahun 2021, sedang beban umum dan administrasi UCID naik 40,89% yoy dari semula Rp 201,91 miliar di tahun 2020 menjadi Rp 284,48 miliar di tahun 2021.

Sementara itu, biaya keuangan UCID menyusut 37,57% yoy dari semula Rp 47,65 miliar di tahun 2020 menjadi Rp 29,74 miliar di tahun 2021. Selain itu, UCID juga membukukan keuntungan selisih kurs bersih sebesar Rp 21,78 miliar di tahun 2021. Sebelumnya, UCID mencatatkan kerugian selisih kurs bersih Rp 105,42 miliar di tahun 2020.

Setelah pendapatan dikurangi berbagai pengeluaran, UCID mengantongi  laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih sebesar Rp 474,76 miliar di tahun 2021. Jumlah tersebut melesat naik 52,43% dibanding realisasi laba bersih UCID di tahun 2020 yang sebesar Rp  311,44 miliar.

Per 31 Desember 2021 lalu, kas dan setara kas pada akhir tahun perusahaan (tahun buku 2021) tercatat sebesar Rp 1,49 triliun, naik 4,97% dari kas dan setara kas awal tahun UCID untuk tahun buku 2021 yang sebesar Rp 1,42 triliun.  

Sementara itu, aset UCID tercatat sebesar Rp 7,78 triliun per 31 Desember 2021 lalu. Angka tersebut terdiri atas ekuitas sebesar Rp 4,90 triliun dan liabilitas sebesar Rp 2,88 triliun.


sumber : kontan

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Potensi Pasarnya Besar, Uni Charm Luncurkan Produk untuk Hewan Peliharaan


PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) meluncurkan sejumlah produk higienis untuk hewan peliharaan, kucing dan anjing. Produk itu ialah  Deo-Toilet untuk kucing dan Deo-Sheet untuk anjing, sebagai bentuk kontribusi di dalam penyediaan lingkungan yang sehat dan higienis. 

Presiden Direktur PT Uni-Charm Indonesia,  Yuji Ishii menjelaskan menurut data Euromonitor 2021, populasi peliharaan kucing di Indonesia meningkat dari tahun 2017 ke 2021 sebesar 129%. 

Market kategori pasir kucing pun meningkat 108% dibanding tahun 2017, di mana kesadaran terhadap kebersihan terus menguat karena pemilik hewan hidup bersama dengan hewan peliharaannya. 

"Namun menurut riset internal, sayangnya penyaringan bau, kepraktisan, dan kemudahan pembersihan masih menjadi kebutuhan yang belum terpenuhi. Karena itu kami ingin menghilangkan rasa ketidakpuasan konsumen dengan Deo-Toilet untuk kucing," jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (29/12). 

Meskipun diletakkan di dalam ruangan tertutup selama 1 minggu, Yuji mengklaim, produk akan tetap bersih dan tidak bau. 

Lebih jelasnya, Deo-Toilet untuk kucing hadir untuk mengatasi masalah konsumen akan bau toilet kucing di dalam rumah karena menggunakan sistem penyaringan 2x lipat dengan pasir menyerap bau yang tidak menggumpal dan sheet antibakteri 99.9%. 

Keunggulan lain dari Deo-Toilet ini juga sangat mudah diganti, mengurangi sampah sebanyak 58%, dan dapat membantu pemelihara untuk memonitor kondisi kesehatan kucing dengan cara melihat warna urin kucing yang tersaring pada sheet antibakteri, serta, design Deo-Toilet dibuat untuk memberikan kenyamanan bagi kucing.

Di sisi lain, meskipun mayoritas penduduk beragama Islam, Yuji menyebutkan rasio populasi anjing pun setiap tahunnya terus meningkat. Dari tahun 2017 sampai 2021 terjadi kenaikan 117%. 

Secara umum, jumlah populasi kucing dan anjing di masa depan diprediksi akan terus bertambah.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Unicharm Jepang mengenai produk perawatan ekskresi anjing, pihaknya mengetahui bahwa “tidak bocor” “kaki anjing tetap kering” dan “penyaringan bau” adalah 3 kebutuhan utama bagi para konsumen. 

"Kami menilai bahwa hal ini juga menjadi kebutuhan bagi para pemilik anjing di Indonesia.

Sehingga, melalui launching Deo-Sheet yang berkat dukungan dari para konsumen telah menjadi produk ekskresi anjing No.1 di Jepang, kami yakin dapat mendukung penciptaan lingkungan kehidupan yang bersih dan sehat," ujarnya. 

Beberapa keunggulan dari Deo-Sheet ini adalah dapat menyerap urin dengan cepat untuk mencegah kebocoran, anti bau dengan daya penyerapan 2x lebih efektif, serta memberikan keharuman lembut yang menyenangkan bagi anjing peliharaan. 

Deo-Toilet untuk kucing telah diluncurkan pada November 2021, sedangkan Deo-Sheet untuk anjing pada bulan Desember 2021 di channel EC dan Pet Shop area Jabodetabek.


sumber : kontan

Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

PT Uni-Charm Indonesia Tbk Luncurkan Produk Baru untuk Konsumen dalam Negeri


PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) terus berupaya menggenjot kinerja di sisa tahun ini. Salah satu strategi yang dilakukan adalah peluncuran produk anyar guna menjawab kebutuhan konsumen di dalam negeri.
Walau begitu, Sekretaris Perusahaan Uni-Charm Indonesia Vikry Ahmadi masih enggan membeberkan secara detail produk baru yang akan diluncurkan perusahaan. Yang terang, produk tersebut akan segera terjun ke pasar dalam waktu dekat ini.
"Untuk dalam waktu dekat akan launching produk baru untuk kategori pembalut dan masker," kata dia kepada Kontan.co.id, Selasa (21/9).
Adapun, sampai saat ini UCID sendiri telah merilis beberapa produk baru dari setiap kategori utama perseroan, yakni pada lini baby care, feminime care, dan juga health care.
Selain menambah portofolio produk untuk menggenjot kinerja, UCID juga kini tengah fokus memperkuat channel penjualan mereka yang mengalami pertumbuhan cukup tinggi. Di antaranya, penjualan secara offline lewat minimarket dan juga secara daring di berbagai e-commerce.
Meskipun begitu, Vikry tidak memerinci lebih jauh terkait porsi penjualan dan juga pertumbuhan kontribusi keduanya terhadap total pendapatan perseroan. "Tidak bisa saya rinci terkait rahasia strategi perusahaan," bebernya.
UCID belum dapat membeberkan secara spesifik ,terkait target pendapatan dan laba yang dibidik di tahun ini. Namun, Vikry bilang, KPI management sendiri tentunya adalah ada pertumbuhan positif, baik itu dari sisi pendapatan maupun laba dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya.
"Kondisi semester II-2021 cukup menantang karena situasi ekonomi yang masih tidak menentu. Namun dengan membaiknya aktivitas masyarakat seiring dengan penanganan Covid-19 yang semakin baik, maka kami berharap terjadi pertumbuhan terhadap tiga kategori utama perseroan," ujar Vikry.
Dia menambahkan, belanja modal atau capital expenditure (capex) yang sudah terserap mencapai lebih dari 50%. Asal tahu saja, perusahaan menganggarkan capex di 2021 sekitar Rp 300 miliar.
"Capex sudah terserap lebih dari 50%, yang digunakan untuk penunjang mesin baru kategori pembalut dan popok dewasa," jelas Vikry.
Hingga Juni lalu, UCID tercatat menorehkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 243,27 miliar. Jumlah itu naik 28,04% dari laba bersih di periode yang sama tahun lalu yang senilai Rp 189,99 miliar.
Kenaikan laba bersih, selaras dengan peningkatan pendapatan bersih UCID sebesar 8,03%, dari Rp 4,12 triliun di semester I-2020 menjadi Rp 4,45 triliun di enam bulan pertama tahun ini.
"Hal ini disebabkan pertumbuhan penjualan popok bayi sebagai penyumbang pendapatan terbesar perseroan. Kontribusi popok bayi terhadap total pendapatan lebih dari 70%," pungkas dia.
Sumber: KONTAN

Kinerja kuartal I-2021 apik, Uni-Charm (UCID) sukses cetak laba bersih Rp 103 miliar


Produsen popok dan pembalut, PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) membukukan kinerja ciamik di kuartal I-2021. Buktinya, perusahaan berhasil mengerek pendapatan dan kembali mencetak laba bersih di tiga bulan pertama tahun ini. 

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan bersih UCID di kuartal I-2021 mencapai Rp 2,1 triliun. Realisasi ini naik 2,94% secara tahunan (yoy), mengingat di periode yang sama tahun 2020, pendapatan bersih perusahaan sebesar Rp 2,04 triliun.

Bersamaan dengan itu, beban pokok pendapatan UCID naik 4,32% (yoy) menjadi Rp 1,69 triliun pada kuartal I-2021, dibandingkan capaian di kuartal I-2020 sebesar Rp 1,62 triliun.

Dengan hasil itu, laba bruto UCID menyusut 3,23% (yoy) dari Rp 424,42 miliar pada kuartal I-2020 menjadi Rp 410,68 miliar pada akhir Maret 2021.

UCID turut mengalami penurunan beban penjualan sebesar 2,71% (yoy) menjadi Rp 219,91 miliar pada kuartal I-2021. Sedangkan pada kuartal I-2020, perusahaan ini mencatatkan beban penjualan sebesar Rp 226,05 miliar.

Biaya keuangan UCID juga berkurang 45,42% (yoy) pada kuartal I-2021 menjadi Rp 8,05 miliar. Pada kuartal yang sama tahun sebelumnya UCID menanggung biaya keuangan sebesar Rp 14,75 miliar.

Pada kuartal I-2021 pula UCID meraih keuntungan selisih kurs sebesar Rp 10,55 miliar. Hal ini berbanding terbalik dengan kuartal I-2020 yang mana UCID mengalami rugi selisih kurs mencapai Rp 259,31 miliar.

Alhasil, UCID berhasil membukukan laba bersih periode berjalan sebesar Rp 103,28 miliar pada kuartal I-2021. Sedangkan pada kuartal I-2020, perusahaan ini mengalami rugi bersih periode berjalan sebesar Rp 131,46 miliar.

UCID memiliki jumlah aset sebanyak Rp 7,62 triliun pada akhir kuartal I-2021. Angka ini berkurang 0,26% dibandingkan jumlah aset perusahaan pada akhir tahun 2020 sebesar Rp 7,64 triliun.

Hingga akhir kuartal I-2021, UCID memiliki total liabilitas sebesar Rp 3,02 triliun dan total ekuitas sebesar Rp 4,59 triliun.

Sumber: KONTAN

[UCID] PT Uni-Charm Indonesia Tbk Alami Penurunan Pendapatan di Tahun 2020


PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) mencatat total pendapatan bersih sepanjang tahun 2020 sebesar Rp8,433 triliun. Angka ini turun tipis atau sekitar 1%, jika dibanding tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp8,519 triliun. Adapun beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp6,707 triliun atau naik 5,25 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp6,372 triliun.

Dengan demikian, laba bersih UCID sebesar Rp311,44 miliar pada akhir tahun 2020, atau turun 21,85 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp389,49 miliar. Sehingga, laba kotor turun 19,65 persen menjadi Rp1,725 triliun. Untuk laba per saham dasar turun menjadi Rp75 dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp96.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan Manajemen UCID pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), disebutkan bahwa ekuitas tercatat sebesar Rp4,494 triliun, atau tumbuh 3,52 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp4,341 triliun. Adapun total kewajiban tercatat sebesar Rp3,149 triliun, atau turun 20,75 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp3,974 triliun.

Dengan demikian sepanjang 2020, aset perseroan tercatat sebesar Rp7,644 triliun, atau turun 8,08 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tecatat sebesar Rp8,316 triliun. Adapun arus kas diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp1,34 triliun, atau melonjak 1.107 persen dibanding akhir tahun 2020, yang tercatat sebesar Rp111,26 miliar. (end)

Sumber: IQPLUS

Uni-Charm (UCID) Donasikan Popok ke 6 Panti Werdha


PT Uni-Charm Indonesia Tbk. mendonasikan popok dewasa ke enam panti werdha di wilayah Jakarta, Bekasi, Cikampek, dan Purwakarta.

Donasi ini diserahkan pada periode September dan akhir Oktober dengan total donasi sebanyak 100 karton popok dewasa, gabungan dari popok jenis celana dan perekat.

Pada 6 November 2020, pihak Uni-Charm memberikan donasi ke Jawa Barat dan diterima langsung dengan baik oleh Eni Lestiorini, Hubungan Masyarakat Majlis Taklim Iqro Purwakarta, sekaligus Ketua Komunitas Hidroponik Purwakarta.

Uni-Charm Indonesia juga melakukan donasi ke Panti Werdha Yayasan Iqro Purwakarta. Yayasan Iqro merupakan Panti Werdha, yang menampung kurang lebih 50 orang lansia dengan kombinasi keadaan fisik yang berbeda, dari sehat, hingga beragam jenis penyakit.

Lisa Efrina, Care Advisor dari Uni-Charm Indonesia, mengatakan sebagai produsen popok bayi sekali pakai, pembalut wanita, popok dewasa sekali pakai, perseroan memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi secara maksimal dan turut serta berperan aktif dalam segala bentuk kegiatan dalam menangani dan mengatasi permasalahan sosial yang berkaitan dengan bisnis.

Salah satunya adalah permasalahan masyarakat yang berkaitan dengan lansia (lanjut usia).

Seperti yang diketahui, popok dewasa menjadi kebutuhan yang penting terutama bagi lansia ataupun masyarakat dewasa lain di kelompok umur bukan lansia yang memiliki penyakit yang menyebabkan dirinya harus berbaring, sehingga sulit untuk pergi ke kamar mandi untuk buang air dalam sehari.

“Masih banyak masyarakat yang tidak memiliki pemahaman yang baik dalam menggunakan popok dewasa yang benar, bahkan tidak bisa memilih jenis mana popok yang tepat untuk digunakan untuk anggota keluarga menyesuaikan kondisi fisiknya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (19/11/2020).

Ternyata, sambungnya, dalam memilih dan membeli popok dewasa, perlu diperhatikan jenisnya agar sesuai dengan kondisi fisik lansia, karena jika salah, akan menyusahkan pengasuh dalam mengganti dan memasang popok.

Eni Lestiorini, Hubungan Masyarakat Majlis Taklim Iqro Purwakarta, sekaligus Ketua Komunitas Hidroponik Purwakarta menjelaskan bahwa donasi berupa produk popok dewasa ini sangat membantu anggota lansia panti terutama yang memiliki penyakit hingga terbaring. Selama ini, care-taker tidak memiliki pemahaman yang cukup mengenai pemilihan, cara penggunaan, dan kapan harus mengganti popok dewasa.

“Terutama bagi seseorang yang anggota keluarganya baru mendapatkan penyakit, tentu kita tidak langsung mengertiproduk apa yang harus dibeli untuk kebutuhan penyakitnya. Selain itu, banyak juga lansia yang memerlukan popok tanpa harus memiliki penyakit terbaring, karena sensitivitas terhadap perasaan ingin buang air semakin berkurang,” ujar Eni.

Pada saat pelaksanaan CSR, representatif Unicharm mengunjungi rumah-rumah lansia  dan memberikan edukasi kepada care-taker juga penyerahan produk.

“Penggunaan popok dewasa, sebaiknya dilakukan penggantian selama minimal 3X kali sehari. Selain itu, untuk pasien yang mayoritas waktunya hanya berbaring di tempat tidur, sebaiknya dilakukan peregangan otot oleh care-taker dengan cara membelokkan badan ke arah kiri dan kanan sebanyak tiap dua jam kali sehari,” ujar representatif Unicharm kepada care-taker lansia Panti Werdha.

Sumber: BISNIS

Saham UCID | PENDAPATAN UNI-CHARM Rp4,12 TRILIUN HINGGA JUNI 2020


IQPlus, (24/08) - PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) meraih pendapatan bersih Rp4,12 triliun hingga periode 30 Juni 2020 turun dari pendapatan bersih Rp4,21 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan seperti dikutip Senin menyebutkan, beban pokok pendapatan turun menjadi Rp3,09 triliun dari Rp3,17 triliun dan laba bruto turun menjadi Rp1,03 triliun dari dari laba bruto Rp1,04 triliun.

Laba sebelum pajak naik menjadi Rp270,46 miliar dari laba sebelum pajak Rp215,00 miliarsementara laba periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk diraih Rp189,99 miliar naik dari laba Rp153,91 miliar tahun sebelumnya.

Total aset perseroan mencapai Rp8,48 triliun hingga periode 30 Juni 2020 naik dari total aset Rp8,32 triliun hingga periode 31 Desember 2019. (end)

UNI-CHARM INDONESIA SEDIAKAN Rp20 MILIAR UNTUK BUYBACK SAHAMNYA | SAHAM UCID


IQPlus, (30/04) - PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) akan melakukan pembelian kembali (buyback) saham dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

Menurut keterangan Kamis disebutkan perseroan menyediakan dana sebanyak-banyaknya Rp20 miliar dimana jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak melebihi 20% dari jumlah modal disetor.

Pelaksanaan pembelian kembali saham dilaksanakan selama tiga bulan dari 30 April 2020 hingga 30 Juli 2020. Perseroan menunjuk PT CLSA Sekuritas Indonesia untuk melaksanakan pembelian kembali saham ini. (end)