Tampilkan postingan dengan label Saham SMKL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham SMKL. Tampilkan semua postingan

Satyamitra Kemas (SMKL) Akan Bagikan Dividen Tunai Rp12 Per Saham

PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk. (SMKL) akan membagikan dividen tunai untuk periode tahun buku 2022sesuai RUPST yang digelar pada tanggal 31 Mei 2023.

Manajemen SMKL dalam keterangan tertulisnya (5/6) menuturkan bahwa RUPST mata acara II, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2022 sebesar 53,21% atau Rp41,01 miliar dibagikan sebagai Dividen tunai, atau sebesar Rp12 per saham.

Selanjutnya sebesar 1,30% atau Rp1 miliar Rp1 miliar disihkan untuk Dana Cadangan Umum guna memenuhi ketentuan dalam Pasal 70 ayat 1 Undang-Undang Perseroan Terbatas dan Pasal 23 Anggaran Dasar serta sebesar 45,49% atau Rp35,06 miliar ditetapkan sebagai laba ditahan.

Adapun Cum dan Ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada tanggal 12 Juni dan 13 Juni 2023 sedangkan Cum dan Ex dividen di pasar tunai pada tanggal 14 Juni dan 15 Juni 2023.

Selanjutnya Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada tanggal 14 Juni 2023 dan pembayaran dividen tunai jatuh pada tanggal 6 Juli 2023. (end)
Sumber: iqplus-
Dapatkan informasi pasar dan rekomendasi saham dengan aplikasi Android: Saham Indonesia

Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk (SMKL) Raih Penjualan Bersih Rp2,22 Triliun Hingga Desember 2022


PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk (SMKL)
meraih penjualan bersih Rp2,22 triliun hingga periode 31 Desember 2022 naik dari Rp2,12 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan, beban pokok penjualan naik menjadi Rp1,87 triliun dari Rp1,76 triliun dan laba bruto turun menjadi Rp351,84 miliar dari laba bruto Rp356,78 miliar.

Laba sebelum pajak turun menjadi Rp102,14 miliar dari laba sebelum pajak Rp139,84 miliar tahun sebelumnya. Dan laba tahun berjalan turun menjadi Rp77,09 miliar dari laba tahun berjalan Rp106,53 miliar tahun sebelumnya.

Jumlah liabilitas mencapai Rp1,06 triliun hingga periode 31 Desember 2022 turun dari jumlah liabilitas Rp1,08 triliun hingga periode 31 Desember 2021. Sedangkan jumlah aset mencapai Rp2,02 triliun hingga periode 31 Desember 2022 naik dari jumlah aset Rp1,91 triliun hingga periode 31 Desember 2021. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Ini Pendorong Kenaikan Penjualan PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk (SMKL) Di Kuartal Iii 2022

PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk (SMKL)

Manajemen PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk (SMKL) menyampaikan bahwa peningkatan penjualan perseroan di kuartal III 2022, didukung oleh karakter ramah lingkungan dari produk-produk kemasan Perseroan.

Selain itu, menurut President Direktur SMKL, Ang Kinardo, peningkatan minat masyarakat dunia, dan khususnya Indonesia terhadap bisnis berkelanjutan telah turut membantu peningkatan penjualan kemasan kertas berbahan baku karton atau kertas cokelat hasil daur ulang yang diproduksi Perseroan.

SMKL, perusahaan yang bergerak dibidang kemasan berbahan dasar kertas dengan cetakan flexo yang disebut Kotak Karton Bergelombang (KKG) maupun offset yang disebut Folding Carton Box dan kotak Handphone disebut rigid box, membukukan laba bersih komprehensif tahun berjalan sebesar Rp77,01 miliar pada sembilan bulan pertama 2022, naik 10% dari Rp70,18 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan laba bersih tersebut terutama diperoleh berkat peningkatan penjualan sebesar 11% YoY dari Rp1,53 triliun menjadi Rp1,70 triliun. Sementara di sisi beban pokok penjualan, Perseroan mencatatkan peningkatan 13% YoY menjadi Rp1,42 triliun dari Rp1,26 triliun.

"Kenaikan laba bersih dan penjualan yang berhasil kita raih hingga kuartal ketiga ini patut kita syukuri, mengingat kondisi ekonomi yang semakin menantang. Kenaikan harga bahan bakar minyak, serta kenaikan laju inflasi yang mengikutinya telah mulai menggerus daya beli masyarakat," kata Ang Kinardo.

Terkait upaya Perseroan untuk mengembangkan bisnis berkelanjutan, SMKL telah memperoleh sertifikasi berkelanjutan Forest Stewardship Council (FSC).(end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

UPAYAKAN ZERO EMISSION, SMKL AKAN PASANG SOLAR PANEL.



PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk (SMKL), Perseroan yang bergerak di bidang kemasan berbahan dasar karton atau kertas cokelat, terus memperkuat bisnis keberlanjutan dengan berencana akan memasang solar panel untuk mencapai target zero emission.

Hal ini juga menunjukan bahwa SMKL siap dalam menyambut era pajak karbon pada bulan April 2022. Adapun rencana pemasangan solar panel ini diharapkan dapat menghemat biaya listrik sebesar 5-8%.

Herryanto Setiono Hidayat selaku Direktur Marketing SMKL, mengatakan, SMKL sebagai total integrated packaging solutions, kami juga fokus pada bisnis yang keberlanjutan. Salah satu upaya kami, yakni dengan akan memasang solar panel guna mengurangi emisi karbon. Hal ini juga merupakan upaya SMKL dalam mendukung program Pemerintah dengan adanya penerapan pajak karbon pada tahun ini. Diharapkan dengan adanya upaya ini dapat terus memperkuat bisnis keberlanjutan SMKL."

Solar panel merupakan sumber energi bersih dan ramah lingkungan dengan memanfaatkan energi matahari. Di mana selain mengurangi emisi karbon, solar panel ini juga dapat menghemat biaya listrik yang digunakan. Rencananya solar panel ini akan dipasang pada pabrik-pabriknya di Balaraja.

Di sisi lain, pada tahun ini SMKL juga berencana untuk mengganti mesin boiler yang menggunakan batu bara dengan gas. Selain untuk menyambut era pajak karbon, upaya bisnis keberlanjutan ini juga selaras dengan Perjanjian Paris terkait dengan kesepakatan global untuk ketahanan iklim dan pembangunan rendah emisi.

SMKL juga berupaya untuk mengelola limbah kertas dengan baik. SMKL mengumpulkan waste paper untuk dikirimkan kembali ke pabrik kertas agar dapat didaur ulang.

Selain itu, SMKL juga telah meraih sertifikasi keberlanjutan Forest Stewardship Council (FSC) karena telah memenuhi standar bahwa produkproduk SMKL menggunakan bahan baku yang berasal dari hutan yang sudah melalui pengelolaan dengan baik.

Strategi bisnis keberlanjutan SMKL ini juga bertujuan untuk memenuhi standar pelanggan SMKL sebagai Perusahaan kemasan global. Di mana SMKL terus mendapatkan pertumbuhan kinerja yang baik dengan sudah mendapatkan kepercayaan dari para pelanggan.

Hal ini karena SMKL mampu memenuhi berbagai standar yang ditetapkan termasuk pada bisnis keberlanjutan.

"Kami bersyukur dapat terus meningkatkan kinerja SMKL sehingga kami dapat terus bertumbuh dan SMKL akan terus memenuhi berbagai permintaan pelanggan dengan standar yang ditentukan sebagai penyedia kemasan dengan keahliannya dalam customized order."

Kedepannya SMKL akan terus memperkuat bisnis keberlanjutan untuk mendukung zero emission dan meningkatkan kinerja SMKL. Pada tahun 2022 ini, diharapkan SMKL dapat mencapai target pertumbuhan kinerja sebesar 15%.

"Upaya kami dalam mencapai target tersebut ialah dengan menyediakan total integrated packaging solutions with logistics. SMKL selain menyediakan kemasan, juga memiliki solusi logistik dan warehouse. Seiring dengan hal tersebut SMKL juga terus meningkatkan bisnis keberlanjutan dengan rencana akan memasang solar panel dan berbagai prinsip keberlanjutan lainnya," tutup Herryanto. (end)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Satyamitra Kemas Lestari (SMKL) Prediksi Penjualan Naik 26% di Tahun Ini



PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk (SMKL) optimistis penjualan tahun ini bisa naik 26%. Produsen kemasan kertas cokelat ini mengklaim telah mendapatkan kepercayaan dari para konsumen melalui kualitas produk yang dihasilkan.

"SMKL telah mendapatkan kepercayaan para mitra kami dengan terus berkomitmen melaksanakan bisnis berkelanjutan, yang dibuktikan dengan diraihnya sertifikasi Forest Stewardship Council (FSC). Sertifikasi FSC merupakan upaya SMKL untuk fokus pada sistem keberlanjutan yang diharapkan dapat berdampak positif bagi kinerja SMKL," kata Direktur Utama SMKL Ang Kinardo dalam siaran pers yang terima Kontan.co.id, Rabu (29/12).  

Sertifikasi FSC merupakan sertifikasi yang menyatakan bahwa produk yang digunakan berasal dari hutan dengan pengelolaan yang baik dan memberikan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Guna memenuhi sertifikasi ini, SMKL melakukan audit setiap tahun untuk memastikan sistem berjalan sesuai dengan ketentuan standar sertifikasi yang ada.

Di sisi lain, dalam mempersiapkan era pajak karbon pada April 2022 mendatang, SMKL juga berencana memasang solar panel untuk mengurangi penggunaan karbon di pabrik.

"Jika berjalan dengan lancar, tahun depan rencananya kami akan memasang solar panel, saat ini sedang proses kontrak dengan suppliernya. Menyambut era pajak karbon ini, kami juga ada mesin untuk collect waste paper untuk dikirimkan kembali ke pabrik kertas agar dapat mereka daur ulang," kata Ang. 

Melihat prospek bisnis ke depan, SMKL juga menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 15% pada tahun 2022. Anga melanjutkan, perusahaan terus berupaya meningkatkan kinerja ke depan, dengan membuat produk-produk berkualitas guna memenuhi keinginan dan syarat dari para mitra.

"SMKL optimistis dapat mencapai peningkatan penjualan pada akhir tahun 2021 dan menargetkan pertumbuhan penjualan pada tahun 2022, yaitu dengan terus berusaha membangun kepercayaan yang kuat dengan setiap mitra bisnis kami untuk jangka waktu kerja sama yang panjang," imbuhnya. 

Sebagai informasi, pada kuartal III-2021 SMKL mencatat pertumbuhan penjualan 22% yoy. Kontribusi penjualan SMKL di tahun ini berasal dari segmen carton box sebesar Rp 872,6 miliar, offset printing sebesar Rp 355 miliar, pre-print sebesar Rp 232,8 miliar, dan rigid box senilai Rp73,9 miliar.

Kontribusi penjualan terbesar SMKL berasal dari segmen carton box yang meningkat 23,1% yoy dan offset printing yang bertumbuh 22,3% yoy.

Laba bersih setelah pajak juga tercatat meningkat signifikan sebesar 268,3% yoy menjadi Rp 72,1 miliar di kuartal III 2021 dari periode sama tahun lalu Rp 19,6 miliar.


sumber : kontan


Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online