google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo UPAYAKAN ZERO EMISSION, SMKL AKAN PASANG SOLAR PANEL. Langsung ke konten utama

UPAYAKAN ZERO EMISSION, SMKL AKAN PASANG SOLAR PANEL.



PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk (SMKL), Perseroan yang bergerak di bidang kemasan berbahan dasar karton atau kertas cokelat, terus memperkuat bisnis keberlanjutan dengan berencana akan memasang solar panel untuk mencapai target zero emission.

Hal ini juga menunjukan bahwa SMKL siap dalam menyambut era pajak karbon pada bulan April 2022. Adapun rencana pemasangan solar panel ini diharapkan dapat menghemat biaya listrik sebesar 5-8%.

Herryanto Setiono Hidayat selaku Direktur Marketing SMKL, mengatakan, SMKL sebagai total integrated packaging solutions, kami juga fokus pada bisnis yang keberlanjutan. Salah satu upaya kami, yakni dengan akan memasang solar panel guna mengurangi emisi karbon. Hal ini juga merupakan upaya SMKL dalam mendukung program Pemerintah dengan adanya penerapan pajak karbon pada tahun ini. Diharapkan dengan adanya upaya ini dapat terus memperkuat bisnis keberlanjutan SMKL."

Solar panel merupakan sumber energi bersih dan ramah lingkungan dengan memanfaatkan energi matahari. Di mana selain mengurangi emisi karbon, solar panel ini juga dapat menghemat biaya listrik yang digunakan. Rencananya solar panel ini akan dipasang pada pabrik-pabriknya di Balaraja.

Di sisi lain, pada tahun ini SMKL juga berencana untuk mengganti mesin boiler yang menggunakan batu bara dengan gas. Selain untuk menyambut era pajak karbon, upaya bisnis keberlanjutan ini juga selaras dengan Perjanjian Paris terkait dengan kesepakatan global untuk ketahanan iklim dan pembangunan rendah emisi.

SMKL juga berupaya untuk mengelola limbah kertas dengan baik. SMKL mengumpulkan waste paper untuk dikirimkan kembali ke pabrik kertas agar dapat didaur ulang.

Selain itu, SMKL juga telah meraih sertifikasi keberlanjutan Forest Stewardship Council (FSC) karena telah memenuhi standar bahwa produkproduk SMKL menggunakan bahan baku yang berasal dari hutan yang sudah melalui pengelolaan dengan baik.

Strategi bisnis keberlanjutan SMKL ini juga bertujuan untuk memenuhi standar pelanggan SMKL sebagai Perusahaan kemasan global. Di mana SMKL terus mendapatkan pertumbuhan kinerja yang baik dengan sudah mendapatkan kepercayaan dari para pelanggan.

Hal ini karena SMKL mampu memenuhi berbagai standar yang ditetapkan termasuk pada bisnis keberlanjutan.

"Kami bersyukur dapat terus meningkatkan kinerja SMKL sehingga kami dapat terus bertumbuh dan SMKL akan terus memenuhi berbagai permintaan pelanggan dengan standar yang ditentukan sebagai penyedia kemasan dengan keahliannya dalam customized order."

Kedepannya SMKL akan terus memperkuat bisnis keberlanjutan untuk mendukung zero emission dan meningkatkan kinerja SMKL. Pada tahun 2022 ini, diharapkan SMKL dapat mencapai target pertumbuhan kinerja sebesar 15%.

"Upaya kami dalam mencapai target tersebut ialah dengan menyediakan total integrated packaging solutions with logistics. SMKL selain menyediakan kemasan, juga memiliki solusi logistik dan warehouse. Seiring dengan hal tersebut SMKL juga terus meningkatkan bisnis keberlanjutan dengan rencana akan memasang solar panel dan berbagai prinsip keberlanjutan lainnya," tutup Herryanto. (end)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...