Tampilkan postingan dengan label Saham SUPR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham SUPR. Tampilkan semua postingan

BEI CABUT SUSPENSI, SAHAM SUPR DAN CMPP KEMBALI DI PERDAGANGKA




Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali membuka perdagangan (un-suspensi) dua saham emiten yakni PT Solusi Tunas Pratama Tbk.(SUPR) dan PT AirAsia Indonesia Tbk. (CMPP).

"Suspensi atas perdagangan saham SUPR dan CMPP di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 22 Februari 2022,"kata P.H Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Donni Kusuma Permana, dalam keterangan resmi BEI, Selasa (22/2).

Seperti diketahui, kedua saham emiten tersebut sebelumnya sempat disuspensi lantaran peningkatan harga kumulatif yang signifikan.

"Bursa menghimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan."terangnya. (end/as)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

GELONTORKAN Rp1,05 TRILIUN, PROTELINDO RESMI JADI PEMEGANG SAHAM PENGENDALI SUPR.


PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) resmi menguasai 99,96% atau memiliki 1.137.093.554 lembar saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR). Dengan demikian, Protelindo sah menjadi pemegang saham pengendali di SUPR.

Hal itu terlijat dalam laporan kepemilikan saham SUPR, yang dipublikasikan, Rabu (19/1). Dalam laporan tersebut, kepemilikan Protelindo mengalami perubahan (5,93%) pasca pembelian sebanyak 67.478.878 lembar saham SUPR. Sebelumnya Protelindo hanya memiliki 1.069.614.676 lembar saham atau 94,03%.

Saham SUPR di beli pada tanggal 11 Januari 2022, dengan harga Rp15,640,51 per lembar sahamnya. Dengan demikian dapat diasumsikan bahwa Protelindo telah mengeluarkan dana sebesar Rp1,05 triliun untuk menambah kepemilikan sahamnya di SUPR.

"Adapun tujuan dari pembelian saham tersebut adalah pelaksanaan transaksi penawaran tender wajib,"tulis Manajemen SUPR. (end/as)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Berita Saham SUPR | 16 April 2018

Emiten layanan jasa telekomunikasi, PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR). berencana melepas sebanyak-banyaknya 113,75 juta saham baru dengan melakukan penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
Seluruh saham baru yang akan diterbitkan perseroan tersebut merupakan 8,79% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Adapun, perseroan belum menentukan investor strategis yang akan mengesekusi rencana private placement tersebut.
"Pada tanggal keterbukaan informasi ini, pihak yang akan mengambil bagian atas saham yang akan dikeluarkan dalam erangka pelaksanaan rencana transaksi belum ditentukan, sehingga belum diketahui apakah rencan atransaksi ini merupakan suatu transaksi afiliasi atau suatu transaksi benturan kepentingan," ungkap manajemen Solusi Tunas Pratama melalui keterbukaan informasi, Senin (16/4).
Manajemen menyampaikan private placement tersebut dilaksanakan untuk memperkuat struktur permodalan emiten dengan kode saham SUPR tersebut. Selain itu, perseroan juga akan menggunakan dana untuk pengembangan usaha, dan pelunasan sebagian utang.
Eksekusi private placement akan dilakukan setelah perseroan mengantogi persetujuan dari RUPSLB yang rencananya akan dilaksanakan Rabu, 23 Mei 2018.
Adapun, berdasarkan harga rata-rata dari harga penutupan saham perseroan dalam periode 25 hari bursa, harga pelaksanaan PMTHMETD Solusi Tunas Pratama adalah sekurang-kurangnya Rp6.800 per saham. Dengan nilai tersebut, maka perusahaan berpeluang mendapat dana segar sebesar Rp773,55 miliar.
Tahun ini, SUPR menargetkan dapat membangun 500--600 menara jaringan sepanjang tahun ini, atau naik 10% dari total menara yang dimiliki perseroan saat ini sekitar 6.600 tower.
Sebagian besar dari lebih dari 6.000 menara milik perseroan dikerjasamakan dengan PT XL Axiata Tbk, disusul oleh Tri Indonesia dan Telkom Group. Adapun, PT XL Axiata berkontribusi hingga 40% dari total bisnis sewa menara Solusi Tunas Pratama.
Sumber : BISNIS.COM