Tampilkan postingan dengan label Saham TRIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham TRIS. Tampilkan semua postingan

Sinergi Trisula Grup Di Bawah PT Trisula International Tbk (TRIS) Konsisten Torehkan Kinerja Pada Semester I 2023


Trisula Grup yang dikendalikan oleh PT Trisula International Tbk (TRIS), emiten di bidang tekstil dan garmen, berhasil mencetak kinerja konsisten selama semester pertama tahun 2023 melalui sinergi yang terbangun antara TRIS dan anak-anak usahanya. TRIS mengekspor garmen berkualitas yang kainnya diproduksi oleh anak usahanya yang bergerak di segmen tekstil yaitu PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL:IDX).

Di samping itu, BELL juga menjual seragam dan pakaian melalui merek JOBB yang mereka pegang, penjualan BELL selama paruh pertama 2023 turut berkontribusi terhadap kenaikan laba TRIS. Kontribusi tersebut dan berbagai perkembangan terbaru kinerja TRIS selama 1H23 dipaparkan dalam Laporan Keuangan yang diterbitkan tanggal 31 Juli 2023.

Perusahaan membukukan penjualan Rp 680,8 miliar di 1H23 atau meningkat 2,9% YoY. Laba bersih TRIS tercatat sebesar Rp 43,5 miliar di 1H23 atau meningkat sebesar 43,8% YoY. Kontribusi terbesar terhadap penjualan datang dari Segmen Manufaktur, yaitu sebesar 64%.

"Hubungan sinergis yang sudah terbangun di dalam grup kami memang dimaksudkan untuk saling melengkapi dan memperkuat satu sama lain, seperti yang terlihat di semester ini,. jelas Direktur Utama TRIS, Widjaya Djohan dalam siaran pers (4/8). "Kami mengharapkan sinergi tersebut akan semaking meningkat secara konsisten di masa-masa mendatang". Dari sisi ekspor TRIS mengalami penurunan di semester ini menjadi Rp 417,2 miliar atau turun sebesar 7,3% YoY di 1H23, namun segmen ini tetap menjadi kontributor terbesar dengan 61%.

Sedangkan di lain sisi, penjualan ke lokal meningkat sebesar 24,6% YoY di 1H23. Perusahaan tetap menekankan pentingnya mempertahankan posisi di pasar ekspor dan menjaga hubungan dengan pelanggan setia. TRIS memang dikenal sudah menghasilkan produk berkualitas internasional yang terpercaya selama bertahun-tahun. Salah satu upaya Perusahaan untuk mempertahankan kualitas adalah melalui implementasi teknologi Industri 4.0 seperti otomatisasi dan digitalisasi dalam proses produksi mereka.

TRIS juga berkembang di Segmen Retail, dengan penjualan tercatat sebesar Rp 84,4 miliar atau meningkat sebesar 35,6% YoY untuk 1H23. Dengan peningkatan ini, Segmen Retail berhasil meningkatkan kontribusi terhadap penjualan menjadi 10% lebih dari pada kontribusi 1H22 yang hanya sebesar 8%. Pencapaian ini antara lain berkat pemanfaatan saluran offline dan online yang cerdas, terutama untuk memenuhi permintaan yang meningkat selama periode Idul Fitri lalu di Indonesia.

Untuk mengantisipasi tuntutan masa depan dan pertumbuhan populasi konsumen yang sadar lingkungan, Trisula Group melakukan diversifikasi model garmen dan mengadopsi bahan baku yang lebih ramah lingkungan. Anak perusahaan TRIS PT Trimas Sarana Garment Industry memproduksi garmen dengan desain dan potongan yang unik sesuai dengan tren saat ini dan yang akan datang. Lini pakaian mereka ke depannya akan menampilkan lebih banyak variasi produk garmen yang dibuat menggunakan bahan mentah yang ramah lingkungan dan aman bagi konsumen. (end)
Sumber: iqplus-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Trisula International (TRIS) Akan Gelar Rights Issue 622,5 Juta Saham


PT Trisula International Tbk. (TRIS)
akan melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD II) atau rights issue.

Dalam prospektus ringkasnya Manajemen TRIS Selasa (6/6) menuturkan bahwa Perseroan akan menerbitkan sebanyak 622.569.504 saham dengan nominal sebesar Rp100 per saham dan harga pelaksanaan diestimasikan sebesar Rp240 sehingga TRIS akan menghimpun dana sebesar Rp149,42 miliar.

Dalam aksi korporasi ini, TRIS juga akan menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 155.642.375 waran dengan harga pelaksanaan diestimasikan sebesar Rp300 per saham dan jumlah saham yang akan diterbitkan tersebut telah diperhitungkan berdasarkan keperluan dana Perseroan dan harga dari pelaksanaan HMETD.

PT Tritirta Inti Mandiri (TIM) yang saat ini merupakan pemegang saham Perseroan sebesar 1,38% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan oleh Perseroan, akan mengambil bagian atas saham baru yang diterbitkan dengan melaksanakan HMETD yang akan diperolehnya sebesar 8.669.074 HMETD yang akan diterimanya sesuai porsi kepemilikan sahamnya dalam Perseroan

Selanjutnya sebanyak 529.680.609 yang akan dialihkan oleh pemegang saham Perseroan lainnya yaitu PT Inti Nusa Damai (IND), PT Trisula Insan Tiara (TNT) dan PT Karya Dwimanunggal Sejahtera (KDS) kepada TIM.

"Dana yang diperoleh dari rights issue ini setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, akan digunakan untuk akuisisi 35% saham CINT yang dimiliki oleh TIM (Rencana Akuisisi) dan untuk memperkuat modal kerja Perseroan dan/atau Anak Perusahaan Perseroan,"tuturnya.

Rencana rights issue ini ditujukan untuk meningkatkan kinerja keuangan Perseroan seiring dengan sinergi unit usaha baru (mebel dan furnitur) dari PT Chitose Internasional Tbk (CINT) yang akan berkontribusi pada peningkatan pendapatan usaha dan nilai aset Perseroan sehingga memberikan nilai tambah bagi Pemegang Saham.

Untuk melancarkan aksi korporasi ini maka TRIS akan meminta persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan (RUPSLB) pada hari Kamis, tanggal 13 Juli 2023. (end)
Sumber: iqplus-
Dapatkan informasi pasar dan rekomendasi saham dengan aplikasi Android: Saham Indonesia
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Trisula International Tbk (TRIS) Bukukan Kenaikan Laba Bersih 81% Di Kuartal I 2023


PT Trisula International Tbk (TRIS)
, emiten di bidang tekstil dan garmen mencatatkan kinerja cemerlang pada periode kuartal pertama 2023. Perusahaan produsen pakaian secara terintegrasi ini membukukan kenaikan laba bersih hingga 81% YoY menjadi Rp 30,71 miliar pada periode tersebut, dibandingkan Rp 16,97 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perolehan laba bersih tersebut didukung oleh penjualan bersih yang meningkat 16% YoY menjadi Rp 376,55 miliar, dibandingkan Rp 324,96 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp 279,30 miliar, meningkat dibandingkan Rp 255,15 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

"Dengan bangga kami mengumumkan kinerja solid TRIS untuk kuartal pertama tahun 2023, yang menunjukkan ketangguhan dan komitmen kami terhadap inovasi dan loyalitas pelanggan. Kami percaya bahwa fundamental yang kuat dan posisi pasar ekspor yang dimiliki Perseroan akan memungkinkan untuk terus memberikan nilai kepada para pemegang saham dan pelanggan kami," kata Direktur Utama TRIS, Widjaya Djohan.

Kinerja menunjukkan bahwa TRIS tidak hanya mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh pandemi, tetapi juga melampaui rekor tingkat sebelum pandemi. Hal itu bisa diraih berkat struktur biaya yang efisien dan peningkatan yang luar biasa dalam margin laba kotor dari 21% di kuartal pertama 2022 menjadi 26% di kuartal pertama 2023.

Total penjualan ekspor TRIS mencapai Rp 253,25 miliar atau mencapai 67% dari total penjualan perseroan pada periode tersebut. Adapun total penjualan domestik tercatat sebesar Rp 123,29 miliar. Pada kuartal pertama 2023, segmen manufaktur yang memproduksi tekstil dan garmen sebagai bisnis inti Perseroan dengan fokus pada pakaian yang disesuaikan dengan permintaan seperti blazer, jas, celana kasual, dan lain-lain memiliki kontribusi tertinggi terhadap kinerja TRIS yaitu mencapai 65% terhadap total pendapatan. Penjualan dari segmen ini meningkat 10% YoY.

Sementara segmen distribusi berkontribusi 20% terhadap total pendapatan pada kuartal 1 2023. Pada periode ini, penjualan dari segmen distribusi meningkat 19% YoY. Selain itu, segmen Ritel dan segmen Seragam terlihat membukukan pertumbuhan yang signifikan di Kuartal I-2023 masing-masing sebesar 38% dan 22% YoY. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Alokasikan 31% Laba 2022, PT Trisula International Tbk (TRIS) Siap Bagikan Dividen Rp20,23 Miliar


PT Trisula International Tbk (TRIS)
, emiten integrated apparel provider di bidang tekstil dan garmen memutuskan membagikan Rp 20,23 miliar, atau 31% dari laba bersih tahun 2022 sebagai dividen, sebagaimana diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar hari Senin, 10 April 2023. Berkat kinerja cemerlang di tahun 2022, Jumlah dividen yang dibagikan tahun ini naik 268% dibandingkan dividen yang dibagikan Perseroan tahun 2021 yang sebesar Rp 5,5 miliar.

"Kami bersyukur TRIS bisa membukukan kinerja yang sangat baik di tahun 2022, sehingga dapat membagikan dividen dengan jumlah yang meningkat siginifikan dibandingkan dividen tahun sebelumnya. Kami tentu saja sangat senang dengan kinerja yang sangat baik ini. Namun demikian, kita harus tetap waspada karena tantangan gejolak ekonomi di level global yang masih ada, terutama karena PerangRusia-Ukraina yang belum juga berakhir," kata Direktur Utama TRIS, Widjaya Djohan.

Tahun lalu, penjualan TRIS di pasar ekspor mencapai Rp 1,00 trilliun, melonjak 53% YoY. Total penjualan TRIS tercatat sebesar Rp 1,50 trilliun, naik 36% YoY dibandingkan Rp 1,10 triliun pada tahun 2021. Laba bersih Perseroan di tahun 2022 melejit hingga 258% YoY, dari Rp 18,02 miliar menjadi Rp 54,52 miliar. Adapun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 34,16 miliar, melonjak dari Rp 4,67 miliar pada tahun 2021.

Sebagai perusahaan yang khusus bergerak di industri garmen dan perdagangan ritel, TRIS memiliki pelanggan internasional sejumlah korporasi besar di berbagai bidang, seperti penerbangan, kesehatan, dan perhotelan yang mempercayakan pengadaan seragamnya kepada Perseroan. Selain itu, TRIS juga memasok berbagai produk garmen untuk sejumlah merek internasional.

Oleh Karena itu, meredanya pandemi Covid-19 sehingga beberapa negara, terutama Jepang dan China yang telah mencabut pembatasan mobilitas sosial, diyakini akan membuat ekonomi global kembali bergulir dengan lebih dinamis. Oleh karena itu, Perseroan berharap akan dapat meraih pendapatan yang lebih tinggi di tahun ini, karena 67% dari produk TRIS dijual ke luar negeri. Negara-negara tujuan ekspor TRIS adalah Amerika Serikat, Australia, SelandiaBaru, Singapura, dan Jepang. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Di Tengah Pesimisme Resesi Global, PT Trisula International Tbk (TRIS) Optimis Tetap Tumbuh Di 2023

Di tengah pesimisme yang masih berkembang terkait kekhawatiran akan resesi global, PT Trisula International Tbk (TRIS), emiten integrated apparel provider di bidang tekstil dan garmen tetap optimis penjualan akan tetap tumbuh positif tahun ini.

"Kami optimis penjualan masih dapat bertumbuh karena kebutuhan garmen masih tinggi, baik kebutuhan di negara-negara tujuan ekspor maupun domestik. Sekalipun demikian, kami tetap meningkatkan kehati- hatian dalam melangkah mengingat masih banyak terjadi gejolak-gejolak di dunia yang di luar kendali kita," kata Direktur Utama TRIS, Widjaja Djohan.

Optimisme Perseroan tersebut sejalan dengan tren peningkatan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang diterbitkan oleh Kementrian Perindustrian. Nilai IKI pada Januari 2023 menunjukkan angka 51,54, meningkat tajam dibandingkan IKI Desember tahun 2022 yang sebesar 50,9. Sebanyak 71,4% perusahaan menyatakan kondisi umum kegiatan usaha stabil dan membaik di bulan Januari 2023.

Terkait hal itu, TRIS telah menikmati keuntungan dari peningkatan penjualan di pasar ekspor yang mencapai Rp 1,00 trilliun, atau melonjak 53% YoY pada tahun 2022. Laba bersih Perseroan bahkan melejit hingga 258% YoY, dari Rp18,02 miliar menjadi Rp64,52 miliar pada tahun lalu, didukung oleh penjualan bersih yang meningkat 36% YoY. Penjualan TRIS tercatat sebesar Rp1,50 trilliun, dibandingkan Rp1,10 triliun pada tahun 2021.

"Kami bersyukur bahwa resesi global tidak seburuk yang dikhawatirkan, terbukti dari peningkatan permintaan ekspor secara signifikan yang kita peroleh tahun lalu. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa ekonomi dunia sudah menggeliat bangkit kembali," kata Widjaya Djohan.

Adapun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp34,16 miliar, melonjak dari Rp4,67 miliar pada tahun 2021. Lonjakan perolehan laba bersih juga didukung oleh perolehan keuntungan selisih kurs sebesar Rp2,39 miliar dibandingkan Rp 813,17 juta pada tahun sebelumnya, serta penurunan beban keuangan dari Rp20,11 miliar di tahun 2021 menjadi Rp18,90 miliar di tahun 2022.


Perseroan memiliki pasar ekspor yang kuat dalam pengadaan garmen untuk merek ritel internasional dan pengadaan seragam di institusi penerbangan (airlines), perhotelan, rumah sakit dan pelayanan publik (seperti pemadam kebakaran). Dari penjualan Perseroan, ekspor TRIS mencapai Rp1,00 trillion atau 67% dari total penjualan tahun 2022. Ekspor Perseroan ke negara-negara tujuan yaitu Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Singapura, dan Jepang meningkat 53% YoY. Adapun total penjualan domestik tercatat sebesar Rp496,19 miliar, meningkat 12% YoY.

Dengan tetap menjaga kinerja ekspor, Perseroan akan terus berusaha meningkatkan kontribusi penjualan domestik dengan menggiatkan upaya pemasaran digital melalui berbagai marketplace seperti Yukshopping.com, platform e-commerce milik TRIS dan juga online marketplace ternama di Indonesia yang memasarkan produk-produk Trisula Group. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Trisula (TRIS) Bakal Jual Saham Hasil Buy Back Minimal Di Harga Rp163 Per Saham


Manajemen PT Trisula International Tbk (TRIS) menyampaikan bahwa perseroan berencan melakukan penjualan saham hasil buy back atau pembelian kembali.

Dalam keterangan tertulis disebutkan, tanggal penjualan saham tersebut dimulai pada 28 Februari 2023. Sedangka batas waktu berakhirnya aksi korporasi ini pada 26 November 2027.

Dalam penjualan saham ini, Perseroan akan dibantu oleh Anggota Bursa yakni Phillip Sekuritas Indonesia (KK). "Jumlah saham hasil buy back yang akan dilepas sebanyak 27.936.500 lembar saham, dengan harga saham minimal penjualan saham diharga Rp163 per saham,"katanya.

Diketahui sebelumnya, Manajemen TRIS telah merampungkan aksi pembelian saham (buy back) pada 26 November 202 lalu. Jumlah saham yang berhasil di buy back yakni sebanyak 27.936.500 lembar saham dengan harga rata-rata buy back Rp162,03 per saham. Dengan demikian jumlah realisasi dana yang digunakan untuk buy back tersebut sekitar Rp4,52 miliar. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham BBNI dan TRIS oleh Phillip Capital | 6 Februari 2023


Phillip Capital

6 Februari 2023

BBNI

Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trade Buy : 9250
Target Price 1 : 9675
Target Price 2 : 9900
Stop Loss : 8825

TRIS

Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trade Buy : 228
Target Price 1 : 256
Target Price 2 : 280
Stop Loss : 196
-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PT Trisula International Tbk (TRIS) Optimis Laba Bersih Tumbuh Diatas 25% Di Sepanjang Tahun 2022


PT Trisula International Tbk (TRIS), emiten integrated apparel provider yang bergerak di bidang tekstil dan garmen, optimis penjualan tahun 2022 tumbuh di atas 30%. Adapun untuk perolehan laba bersih 2022, Perseroan memperkirakan akan dapat tumbuh di atas 25%. Optimisme tersebut didukung oleh kinerja Perseroan yang terus bertumbuh positif hingga menjelang penghujung tahun ini.

"Melihat perkembangan penjualan hingga akhir tahun 2022 ini, kami optimis raihan penjualan dan laba bersih tahun ini akan tumbuh positif, dengan tingkat pertumbuhan yang tidak akan berbeda jauh dari apa yang sudah kita raih hingga akhir September," kata Direktur Utama TRIS, Widjaya Djohan.

Pada kuartal III 2022, Perseroan mencatatkan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 27,91 miliar, meningkat secara signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 4,04 miliar. Sementara itu, penjualan Perseroan tercatat naik 35% YoY menjadi Rp 1,04 triliun dari Rp 770,85 miliar.

Kinerja positif Perseroan tersebut didukung permintaan pasar ekspor yang terus meningkat sejak awal tahun seiring kembali normalnya logistik dan rantai pasok pasca pandemi. Hingga kuartal III-2022, TRIS meraih pendapatan ekspor sebesar Rp 711,92 miliar atau naik sebesar 45% YoY. Kontribusi penjualan ekspor tersebut mencapai 68% terhadap total pendapatan Perseroan. Adapun penjualan di pasar domestik mencapai Rp 332,49 miliar atau naik 19% YoY.

Adanya pelanggan-pelanggan loyal di pasar ekspor telah membuat TRIS memiliki posisi yang kokoh di kalangan eksportir tekstil dan garmen. Para pelanggan TRIS di pasar internasional yang berasal dari Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Singapura, dan Jepang adalah sejumlah korporasi besar di berbagai bidang, seperti penerbangan, kesehatan, dan perhotelan yang mempercayakan pengadaan seragamnya kepada Perseroan. Selain itu, TRIS juga memasok berbagai produk garmen untuk sejumlah merek internasional.

Selain pasar ekspor, perseroan juga terus meningkatkan penjualan domestik melalui pemasaran offline dan online. Untuk penjualan online, dilakukan melalui berbagai market place termasuk Yukshopping.com, e-commerce yang memasarkan produk-produk Trisula Group seperti pakaian, kain, dan furnitur. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Penjualan Ekspor Bangkit, Laba Bersih PT Trisula International Tbk (TRIS) Naik 320% Di Kuartal III 2022


PT Trisula International Tbk (TRIS), emiten Integrated apparel provider yang bergerak di Bidang tekstil dan garmen terus menikmati keuntungan dari peningkatan penjualan di pasar ekspor. Sampai pada kuartal ketiga 2022, laba bersih TRIS melonjak hingga 320% YoY, didukung oleh penjualan bersih yang meningkat 35% YoY.

Sesuai laporan keuangan yang diterbitkan Perseroan, sampai pada kuartal ketiga 2022 TRIS membukukan laba neto tahun berjalan Rp51,65 miliar melonjak dari Rp12,30 miliar pada periode yang sama tahun 2021. Adapun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp27,91 miliar, melonjak dari Rp4,04 miliar pada periode yang sama tahun 2021.

Penjualan TRIS tercatat sebesar Rp1,04 trilliun, dibandingkan Rp770,85 miliar pada periode yang sama tahun 2021. Lonjakan laba bersih juga didukung oleh laba selisih kurs sebesar Rp336 juta rupiah serta penurunan beban keuangan dari Rp15,27 miliar di tahun 2021 menjadi Rp13,72 miliar di tahun 2022.

Dari penjualan Perseroan, ekspor TRIS mencapai Rp711,92 miliar atau 68% dari total penjualan. Ekspor Perseroan ke negara-negara tujuan yaitu Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Singapura, dan Jepang meningkat 45% YoY. Adapun total penjualan domestik tercatat sebesar Rp332,49 miliar, meningkat 19% YoY.

"Kinerja pada periode kali ini cukup istimewa, karena dalam situasi ekonomi dunia yang sedang suram, Perseroan berhasil meningkatkan penjualan baik untuk pasar ekspor maupun domestik. Hal ini menunjukkan bahwa eksistensi Perseroan di pasar internasional dan domestik masih sangat kuat melalui jaringan pemasaran yang ada. Permintaan pasar ekspor meningkat sejak awal tahun, salah satunya juga berkat kembali normalnya logistik dan rantai pasokan. Di pasar domestik, kenaikan laju inflasi sejauh ini belum mempengaruhi belanja masyarakat setidaknya di sektor tekstil dan garmen," kata Direktur Utama TRIS, Widjaya Djohan.

Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di pasar internasional, TRIS memiliki pasar ekspor yang kuat termasuk dalam pengadaan garmen untuk merek ritel internasional dan pengadaan seragam di institusi penerbangan (airlines), perhotelan, rumah sakit dan pelayanan publik (seperti pemadam kebakaran).

Dalam rangka lebih meningkatkan kontribusi penjualan domestik terhadap pendapatan, TRIS sedang menggiatkan upaya pemasaran digital melalui berbagai marketplace seperti Yukshopping.com, platform e-commerce milik TRIS dan juga online marketplace ternam
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Trisula (TRIS) Targetkan Kenaikan Laba Bersih 120% Tahun Ini


PT Trisula International Tbk (TRIS), emiten integrated apparel provider yang bergerak di bidang tekstil dan garmen berhasil menorehkan capaian peningkatan kinerja pada semester I-2022. TRIS memperoleh kenaikan laba bersih yang tinggi pada enam bulan pertama tahun ini, dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan Perseroan, laba bersih TRIS pada semester I-2022 sebesar Rp30,2 miliar. Capaian ini naik signifikan sebesar 446% dari semester I-2021. Perolehan laba bersih yang melonjak ini didukung oleh penjualan TRIS yang terus naik. Pada periode Januari-Juni 2022, penjualan bersih TRIS meningkat 29% YoY menjadi Rp661,3 miliar.

Pertumbuhan kinerja di enam bulan pertama tahun ini juga diikuti dengan peningkatan aset perseroan. Total aset TRIS pada 30 Juni 2022 tercatat Rp1,14 triliun, naik sebesar 7,5% dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2021. Sedangkan total liabilitas TRIS pada 30 Juni 2022 tercatat sebesar Rp461,8 miliar.

"Kami bersyukur Perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja pada tahun ini. Pencapaian ini didukung oleh pemulihan market global pasca pandemi covid-19. Penjualan ekspor mengalami peningkatan signifikan tahun ini terutama akibat dari permintaan pasar ekspor yang meningkat sejak awal tahun serta didukung oleh logistik dan supply chain yang sudah normal kembali. Pada pasar domestik, kontribusi peningkatan kinerja didukung oleh daya beli masyarakat yang membaik serta aktivitas pusat perbelanjaan yang sudah kembali normal."kata Direktur Utama TRIS, Widjaya Djohan.

Peningkatan penjualan TRIS sebagian besar didukung oleh ekspor yang berkontribusi 68% dari total penjualan. Pada semester I-2022, TRIS membukukan penjualan ekspor sebesar Rp449,8 miliar sedangkan penjualan domestik sebesar Rp211,6 miliar. TRIS mencatatkan peningkatan penjualan ekspor sebesar 48,7% yoy, sedangkan penjualan domesitik naik sebesar 1,2% yoy. Pasar utama ekspor TRIS adalah Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Singapura, dan Jepang.

TRIS memiliki pasar ekspor yang kuat dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di pasar internasional, termasuk dalam pengadaan garmen untuk merek ritel internasional dan pengadaan seragam di institusi penerbangan (airlines), perhotelan, rumah sakit dan pelayanan publik (seperti pemadam kebakaran).

Untuk meningkatkan penjualan domestik, Perseroan terus menggenjot pemasaran digital. Penjualan dilakukan melalui berbagai marketplace termasuk Yukshopping.com, ecommerce yang memasarkan produk-produk Trisula Group seperti pakaian, kain, dan domestik.

"Melihat peluang yang semakin terbuka setelah aktivitas pasar kembali normal, kami optimistis dapat terus meningkatkan kinerja, dengan target pertumbuhan penjualan sebesar 30% dan peningkatan laba bersih 120% sampai akhir tahun 2022. Ke depan kami akan terus mencari peluang dengan menambah jaringan baik di pasar ekspor maupun pasar domestik dengan diiringi peningkatan produktivitas, desain dan kualitas produk agar dapat terus meningkatkan kepercayaan pelanggan," tutup Widjaya. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

PENJUALAN DAN LABA TRISULA INTERNASIONAL TURUN HINGGA MARET 2021


PT Trisula Internasional Tbk {TRIS) mengalami penurunan penjualan menjadi Rp256,46 miliar hingga periode 31 Maret 2021 dibandingkan dengan penjualan Rp344,04 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, laba bruto diraih sebesar Rp48,82 miliar turun dari laba bruto Rp74,85 miliiar.

Beban usaha tercatat Rp41,79 miliar turun dari Rp52,82 miliar membuat laba usaha menjadi Rp7,03 miliar turun dari laba usaha Rp22,03 miliar.

Beban lain-lain neto turun menjadi Rp2,56 miliar dari Rp12,55 miliar Dan Laba sebelum pajak diraih sebesar Rp4,47 miliar turun dari laba Sebelum pajak Rp9,47 miliar.PT Trisula Internasional Tbk {TRIS) mengalami penurunan penjualan menjadi Rp256,46 miliar hingga periode 31 Maret 2021 dibandingkan dengan penjualan Rp344,04 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk diraih sebesar Rp1,28 miliar turun dari laba Rp4,27 miliar.

Total aset perseroan hingga periode 31 Maret 2021 sebesar Rp1,05 triliun turun dari total aset Rp1,07 triliun hingga periode 31 Desember 2020.(end)

Sumber: IQPLUS

TRISULA INTERNATIONAL SIAPKAN DANA Rp40 MILIAR UNTUK BUYBACK SAHAM


PT Trisula International Tbk (TRIS) berencana melakukan pembelian kembali saham yang telah dikeluarkan (buyback) oleh perseroan yang tercatat pada PT Bursa Efek Indonesia.

"Pembelian Kembali Saham akan dilaksanakan selama 18 bulan setelah Perseroan memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan pada tanggal 27 Mei 2021 dengan biaya Pembelian Kembali Saham Biaya yang akan dikeluarkan sebanyak-banyaknya sekitar Rp40 miliar termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya,"tutur Direksi TRIS pada keterbukaan Informasi, Selasa (20/4).

Selanjutnya perkiraan jumlah nilai nominal buyback Atas Pembelian Kembali Saham yang akan dibeli kembali adalah sebanyak-banyaknya 10% dari modal disetor Perseroan atau maksimum sebanyak 314.144.380 saham.

Pelaksanaan pembelian kembali saham Perseroan dilatar belakangi oleh harga saham Perseroan saat ini yang belum mencerminkan nilai atau kinerja yang sesungguhnya, serta mempertimbangkan kondisi perekonomian nasional dan dunia yang mengalami perlambatan akibat dari pandemi Covid-19 yang turut memberikan dampak negatif terhadap kinerja saham secara umum termasuk saham Perseroan.

Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham diharapkan dapat meningkatkan kinerja saham Perseroan, serta memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam pengelolaan modal untuk mencapai struktur permodalan yang efisien.

TRIS memperkirakan tidak ada dampak terhadap penurunan pendapatan atas pelaksanaan Pembelian Kembali Saham dan berkeyakinan bahwa pelaksanaan buyback saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kinerja usaha Perseroan termasuk penurunan pendapatan, sehingga tidak ada perubahan atas proforma laba Perseroan. Buyback direncanakan akan dilaksanakan paling lama 18 bulan terhitung setelah Perseroan memperoleh persetujuan dari RUPSLB, yaitu dimulai pada tanggal 27 Mei 2021 sampai dengan tanggal 26 November 2022.

"TRIS akan menunjuk PT Sinartama Gunita sebagai anggota bursa untuk melakukan Pembelian Kembali Saham Perseroan melalui Bursa dan Pelaksanaan buyback diharapkan tidak akan memengaruhi kegiatan usaha dan operasional dikarenakan Perseroan telah memiliki modal kerja yang cukup untuk menjalankan kegiatan usaha,"pungkas Direksi TRIS.(end)

Sumber: IQPLUS

TRISULA INTERNATIONAL RAIH PENDAPATAN Rp1,48 TRILIUN HINGGA DESEMBER 2019 | Saham TRIS


IQPlus, (06/05) - PT Trisula International Tbk (TRIS) meraih pendapatan sebesar Rp1,48 triliun hingga periode 31 Desember 2019 naik dibandingkan pendapatan Rp1,39 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, beban pokok penjualan naik menjadi Rp1,13 triliun dari Rp1,06 triliun dan laba bruto naik tipis menjadi Rp348,66 miliar dari laba bruto Rp340,53 miliar tahun sebelumnya.

Sementara beban usaha naik menjadi Rp256,69 miliar dari beban usaha Rp253,44 miliar dan laba usaha naik menjadi Rp91,97 miliar dibandingkan laba usaha Rp87,0 miliar tahun sebelumnya.

Penurunan beban lain-lain neto menjadi Rp28,02 miliar dari Rp31,04 miliar telah membuat laba sebelum pajak meningkat menjadi Rp63,95 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp56,04 miliar.

Laba neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat Rp795,75 juta turun dari laba tahun sebelumnya yang Rp5,92 miliar.  Total aset perseroan mencapai Rp1,15 triliun hingga periode 31 Desember 2019 turun tipis dari total aset Rp1,16 triliun yang tercatat hingga 31 Desember 2018. (end)