Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Saham PGAS. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Saham PGAS. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Analisa Saham PGAS | 6 Februari 2018

Analisa Saham PGAS

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) masih diguyur sentimen positif. Indikasinya, sejak awal tahun hingga kemarin (ytd), harga saham emiten distributor gas pelat merah ini sudah melonjak sampai 37,14%.

Memang, dalam tiga hari terakhir, saham PGAS menyusut 8% menjadi Rp 2.400 per saham. Namun, kondisi ini tak mengubah outlook analis terhadap prospek positif bisnis BUMN itu.

Ada sejumlah isu yang turut mengerek harga saham PGAS. Faktor paling dominan: rencana holding BUMN di sektor energi. Salah satu skemanya, PGAS akan merger dengan PT Pertagas, anak usaha PT Pertamina.

Selain itu, Pengadilan Negeri Jakarta Barat pekan lalu membatalkan putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang menyatakan PGAS bersalah karena praktik monopoli penjualan gas bumi di Medan, Sumatra Utara. Putusan ini tentu jadi sentimen positif bagi PGAS.

Analis Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan Aji, menyatakan, pembentukan holding BUMN migas bisa membuat PGAS lebih efisien. Secara teknikal, saham PGAS pada weekly chart terlihat pola white opening bozu candle yang mengindikasikan potensi stimulus beli. Dia merekomendasikan buy, dengan target jangka panjang Rp 2.940 per saham. "Jangka panjang ini, dengan batas waktu maksimal satu tahun," terangnya.

Tahun ini, Senior Analyst Research Division Anugerah Sekuritas Indonesia Bertoni Rio, menyebutkan, saham PGAS telah menyentuh level tertinggi Rp 2.810 per saham. Kenaikan itu merespons kabar merger dengan Pertagas. "Fundamental menjadi menarik setelah berjalan setahun, dimana pembentukan holding saat ini masih dalam proses restu DPR," kata dia.

Bertoni menilai, PGAS masih memiliki potensi menguat. Pelaku pasar menanti publikasi laporan keuangan 2017 dan kuartal I 2018. Saat ini, dia merekomendasikan wait and see saham PGAS hingga level harga Rp 2.120. Sementara target harga PGAS di kisaran Rp 2.810. "Jika ingin upside lebih besar 13,63%, lebih baik beli pada harga Rp 2.200," tambah dia.

Sudah premium

Harga PGAS kemarin Rp 2.400 per saham. Nafan menyarankan, investor akumulasi beli di area Rp 2.340 hingga Rp 2.400, dengan target harga secara bertahap di level Rp 2.560, Rp 2.670, Rp 2.860 dan Rp 2.940. Lalu, level support di Rp 2.340 dan Rp 2.270.

Harga PGAS saat ini cukup premium. Nafan menilai pelemahan harganya belakangan juga koreksi sehat. Dia menyarankan, momentum ini bisa untuk akumulasi beli. "Masih ada potensi pertumbuhan," ujarnya.

Meski demikian, Analis Semesta Indovest Aditya Perdana Putra mengatakan, secara teknikal, PGAS dalam minor tren saat ini, mengarah ke level MA20 sebagai next support. MACD death cross juga menandakan terjadi sinyal sell ke depan. Ia justru menyarankan cut loss PGAS pada level Rp 2.200. "Saat ini, next support PGAS di level Rp 2.260. Tren bearish untuk PGAS di jangka pendek menengah," sebutnya.

Rekomendasi itu untuk jangka pendek menengah, dengan waktu sekitar dua pekan hingga satu bulan. Aditya juga mencermati fundamental PGAS. Emiten ini sejak 2013 selalu mencatatkan penurunan laba bersih. "Untuk saat ini kinerjanya masih dipantau. Jika ada lonjakan pada kategori distribusi gas bumi ke depan, maka angka laba bersih akan membaik," tambah dia.

Kini, valuasi PGAS terbilang premium. Price to earning ratio (PER) PGAS yakni 25,69 kali. "Kalau EPS membaik, PER akan terdiskon lagi," kata Aditya.

KONTAN

Analisa Saham PGAS | 20 Juni 2018


Langkah PT Perusahaan Gas Nasional Tbk (PGAS) mengakuisisi anak usaha Pertamina, Pertagas semakin bulat. Para analis memproyeksikan akuisisi tersebut bisa menyokong kinerja yang lebih baik untuk PGAS di tengah harga sahamnya yang melambung.

Sebelum perdagangan bursa tutup, Jumat (8/6) harga saham PGAS tercatat berada di Rp 2.080 per saham. Namun, selama satu bulan terakhir harga saham PGAS naik 15,56%.

Nyoman W. Prabawa Analis BCA Sekuritas mengatakan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menetapkan nilai akuisisi Pertagas oleh PGAS tidak akan lebih dari US$ 2,5 miliar. Akuisisi ini pun diproyeksikan bisa meningkatkan profitabilitas PGAS.

Nyoman memperkirakan nilai akuisisi Pertagas sekitar US$ 1,5 miliar-US$ 2,5 miliar. "Akusisi ini berpotensi mendongkrak nilai aset PGAS menjadi US$ 7,9 miliar-US$ 8,9 miliar dan secara bersamaan memompa net gearing ke 89%-121%," kata Nyoman dalam riset dalam riset 6 Juni 2018.

Akuisisi PGAS dengan Petagas juga akan memperkuat dominasi PGAS dalam mendistribusikan gas domestik dan mengamankan pasokan gas secara sinergi dengan Pertamina sebagai entitas induk dan pemilik minyak dan gas.

Senada, Kepala Riset Narada Aset Manajemen Kiswoyo Adi Joe mengatakan setelah akusisi, PGAS berpotensi jadi perusahaan yang memonopoli bisnis gas di Indonesia. "Selama ini saingan berat PGAS adalah Pertagas, setelah akusisi kinerja PGAS cerah karena memiliki mayoritas pipa gas dan pasokan dari induknya juga akan lancar," kata Kiswoyo, Selasa (19/6).

William Surya Wijaya, Vice President Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas juga optimistis kinerja PGAS berpotensi tumbuh baik setelah mengakuisisi Pertagas. Secara umum, William melihat jangka panjang kebutuhan gas di sektor industrial maupun perorangan akan terus bertumbuh.

"Overall langkah akusisi yang diambil akan lebih banyak mendatangkan keuntungan bagi PGAS karena jaringan distribusi dan pasokan akan bertambah," kata William. Hanya saja, investor perlu terus mencermati bagaimana PGAS mengelola bisnisnya ke depan.

Harga gas yang terus diawasi dan dibatasi pemerintah demi menjaga harga gas yang tidak terlalu melonjak menjadi tantangan bagi PGAS dalam mengelola kinerja. "Bagaimana mereka bisa mengatur pengeluaran serta eksekusi harus lebih cermat," kata William.

Kiswoyo menambahkan meski harga gas juga ditentukan pemerintah, selama PGAS terus bangun jaringan pipa gas baru yang terintegrasi dan pasokan gas lanacar maka kinerja PGAS bisa lebih baik. "Pembeli akan selalu ada, yang susah itu di pasokan gas dan jaringan pipa gasnya," kata Kiswoyo.

Menurut Kiswoyo, keuntungan dari akusisi Pertagas baru akan terasa pada laporan keuangan di dua tahun kemudian. Pemerintah dan PGAS menargetkan akan akusisi selesai dilakukan di tahun ini.

"Diharapkan kinerja PGAS akan mulai membaik karena dengan akusisi nanti nilai aset akan meningkat, pendapatan dan net profit juga akan ikut bertumbuh," kata Kiswoyo.

Kiswoyo memproyeksikan pendapatan dan laba bersih PGAS akan tumbuh 10% dari perolehannya di tahun lalu. Sepanjang kuartal-I 2018, PGAS mencatat pendapatan sebesar US$ 797,7 juta, atau naik 7% dari US$ 746 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, laba bersih turun 17% menjadi US$ 80,9 juta dibanding sebelumnya US$ 97,7 juta. Kiswoyo merekomendasikan buy saham PGAS di target harga Rp 3.500 per saham.

William merekomendasikan buy saham PGAS di target harga Rp 3.600 per saham. Kompak, Nyoman juga merekomendasikan buy di target harga Rp 2.500 per saham.

http://investasi.kontan.co.id/news/kinerja-pgas-semakin-menguat-bila-akusisi-pertagas-terlaksana

Prospek Saham PGAS | 23 Maret 2018

Finalisasi Holding Migas, Saham PGAS Makin Seksi


Babak final pembentukan perusahaan induk badan usaha milik negara minyak dan gas bumi (holding BUMN migas) bakal terjadi dalam hitungan jari.

Tepatnya, setelah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengumumkan harga valuasi saham PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN yang dialihkan kepada PT Pertamina (Persero) sebagai penyertaan modal negara (PMN).

Harga penetapan saham berkode PGAS dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati otomatis dinantikan para investor publik. Pasalnya, harga 13,8 miliar lembar saham seri B PGAS yang sebelumnya milik negara itu merupakan 56,96% saham mayoritas Pertamina di PGN nantinya.

"Kalau investor menilai harga valuasinya itu ada diskon atau lebih murah, maka harga itu akan jadi acuan dan meningkatkan minat pelaku pasar untuk membeli saham PGAS," ujar Analis Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan Aji dalam analisanya, Kamis (22/3/2018).

Ia mengaku tidak akan heran, jika ekspektasi investor atas harga saham tersebut terealisasi maka saham PGAS akan banyak diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

"Sekarang investor menunggu penetapan harga saham dari Menteri Keuangan, mereka ingin kepastian itu dulu. Jika sudah ada kepastian maka para investor saya yakin akan melakukan akumulasi beli," katanya.

Pengumuman lainnya yang juga dinantikan investor pasar modal adalah keputusan dari pemerintah untuk menjadikan PGN sebagai subholding bisnis gas Pertamina. Artinya dalam kerangka holding BUMN migas tersebut, negara dan Pertamina memberikan wewenang kepada PGN untuk menjalankan bisnis hilir gas bumi.

"Sebaiknya Pertamina fokus ke produksi dan distribusi BBM. Sementara PGN lebih banyak diberikan wewenang untuk menjalankan bisnis pemanfaatan gas bumi di sektor hilirnya. Jadi masing-masing fokus," ujar Nafan.

Nafan menganalisis, jika pemerintah benar-benar memutuskan PGN yang mengelola PT Pertamina Gas (Pertagas) maka kebijakan tersebut akan menjadi sentimen positif bagi PGN. Apalagi Kementerian ESDM menyatakan akan memberikan prioritas bagi perusahaan distributor gas bumi yang memiliki infrastruktur pipa sendiri, seperti PGN.

Nafan memperkirakan saham PGAS akan semakin menarik, bahkan secara teknikal ia berani meramal target price di level Rp3.780 per saham dalam jangka panjang.

Dalam sepekan terakhir, harga saham PGAS berada di area koreksi wajar pasca manajemen PGN mengumumkan pengalihan 13,8 miliar lembar saham seri B milik negara kepada Pertamina. Jumlah tersebut setara dengan 56,96% saham seri B, sementara 43,04% saham PGN masih dimiliki publik.

Pada 19 Maret 2018 lalu, harga saham PGAS sempat menyentuh level Rp2.210 per saham. Sementara harga penutupan tertinggi dalam seminggu terakhir terjadi pada 14 Maret 2018 di angka Rp2.410 per saham. [jin]

Source:
Inilah

Prospek Saham PGAS | 29 Agustus 2018

Prospek Saham PGAS | 29 Agustus 2018


Performa PT Perusahaan Gas Nasional Tbk (PGAS) sepanjang tahun ini tampak solid. Menjelang rampungnya akuisisi atas anak usaha Pertamina, Pertagas, emiten energi pelat merah ini berhasil menoreh kinerja apik yang diproyeksikan berlanjut hingga pengujung tahun nanti.

Di semester-I 2018, PGAS membukukan pendapatan sebesar US$ 1,62 miliar atau naik 14,98% dibandingkan periode sama tahun 2017. Secara keseluruhan, pendapatan dari distribusi gas yang dilakukan kepada industri, komersial, stasiun pengisian maupun rumah tangga naik 8,75% menjadi US$ 1,27 miliar.

Laba operasi PGAS naik lebih tinggi yakni 45,79% menjadi US$ 257,84 juta. Dengan begitu, hingga akhir Juni lalu, PGAS mencetak laba bersih senilai US$ 145,94 juta, melesat 190,22% dibandingkan periode sama di tahun lalu.

Secara operasional, analis Samuel Sekuritas Indonesia Arandi Ariantara menjelaskan, volume distribusi gas PGAS meningkat menjadi 836 mmscfd. "Kenaikan volume distribusi gas sejalan dengan meningkatnya permintaan dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Porsi PLN terhadap total permintaan juga naik menjadi 41% dari 39% di kuartal sebelumnya," terang Arandi kepada Kontan.co.id, Selasa (28/8).

Analis BCA Sekuritas, Nyoman Prabawa menambahkan dalam risetnya 23 Agustus 2018, kenaikan volume distribusi gas dan permintaan transmisi juga didukung oleh bertambahnya penjualan gas alam cair (LNG) di Muara Bakau. "Margin juga melebar karena lifting cost yang lebih rendah," ungkap Nyoman.

Arandi berpendapat, kinerja PGAS masih akan dibalut oleh sentimen positif di kuartal ketiga ini. Menurutnya, permintaan distribusi gas yang berasal dari segmen non-pembangkit listrik akan kembali meningkat seiring dengan kembali normalnya aktivitas manufaktur dan industri ketimbang di kuartal sebelumnya karena libur Lebaran. Selain itu, tentu saja sentimen dari akuisisi Pertagas akan mendorong kinerja PGAS lebih tinggi lagi hingga akhir tahun.

Dalam riset per 23 Agustus, analis Indo Premier Sekuritas Hasan merinci, integrasi PGAS dengan Pertagas akan memberi sejumlah dampak positif. Pertama, jaringan pipa gas PGAS akan mencapai 9.677 kilometer dibanding sebelumnya 7.454 kilometer. Kedua, volume distribusi gas diperkirakan akan mencapai 900 mmscfd dibanding 792 mmscfd tanpa akuisisi. Terakhir, kapasitas transmisi PGAS bakal mencapai 2.627 mmscfd dibanding 1.252 mmscfd tanpa akusisi.

Analis Senior Narada Asset Management Kiswoyo Adi Joe, menambahkan, pasca akusisi Pertagas, PGAS juga akan menguasai sekitar 96% jaringan pipa gas di Indonesia. "Otomatis, PGAS akan menjadi market leader," tandasnya. Bergabungnya Pertagas, menurut Kiswoyo, juga akan turut memperkuat distribusi gas ke sektor industri sebab selama ini distribusi didominasi ke segmen ritel.

Sementara, soal neraca keuangan perusahaan, Nyoman menilai, kondisi arus kas PGAS juga cukup sehat di tengah persiapannya melunasi akuisisi Pertagas. Posisi kas PGAS per akhir semester lalu sebesar US$ 1,4 miliar dengan utang yang berkurang US$ 14,9 juta. "Sehingga rasio net gearing PGAS membaik jadi 31,4% per akhir Juni lalu, dibanding 37% pada Maret," papar Nyoman.

Meski kepastian akuisisi Pertagas baru akan terjadi September nanti, Nyoman mempertahankan rekomendasi beli untuk PGAS dengan target harga Rp 3.000 per saham. Ia bahkan mengerek prediksi pendapatan PGAS di akhir tahun dari sebelumnya US$ 2,99 miliar menjadi US$ 3,27 miliar. Proyeksi laba bersih juga direvisi naik dari US$ 211 miliar menjadi US$ 265 miliar.

Hanya saja, Nyoman menyatakan, risiko terhadap kinerja PGAS masih terbuka terutama jika permintaan gas dalam negeri menurun, harga minyak mentah dunia jatuh signifikan, dan adanya intervensi pemerintah untuk menekan margin gas.

Sementara, Hasan mengubah rekomendasinya dari hold menjadi buy untuk PGAS dengan target harga Rp 2.500 per saham. Begitu juga dengan Arandi yang memberi rekomendasi buy PGAS dengan target harga Rp 3.000 per saham.

Kiswoyo lebih optimistis lagi, ia memberi rekomendasi buy PGAS dan mematok target harga Rp 4.500 per saham.
https://investasi.kontan.co.id/news/prospek-kinerja-pgas-diprediksi-makin-ngegas-berikut-rekomendasi-analis

Prospek Saham PGAS di Tengah Pandemi

Pandemi Covid-19 turut menekan kinerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). Emiten pelat merah ini membukukan penurunan pendapatan dan laba bersih sepanjang semester pertama 2020.

PGAS membukukan pendapatan senilai US$ 1,46 miliar sepanjang enam bulan pertama 2020, turun 17,97% (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya. PGN meraup laba bersih US$ 6,72 juta di semester I-2020. Realisasi ini anjlok 87,56% (yoy) dibandingkan realisasi di semester I-2019 sebesar US$ 54,04 juta.


Analis NH Korindo Sekuritas Meilki Darmawan masih merekomendasikan beli (buy) saham PGAS. Pertimbangannya adalah, potensi bisnis jaringan gas (jargas) yang akan tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah serta efisiensi internal dengan memotong biaya operasional atau operational expenditure (opex) sekitar 15%-35% sehubungan dengan penundaan eksplorasi oleh Saka Energi.

Selain itu, inovasi portofolio bisnis PGAS pada industri petrokimia juga menjadi pertimbangan rekomendasi terhadap saham PGAS. Meilki merekomendasikan buy saham PGAS dengan target harga Rp 1.400. “Rekomendasi buy masih akan saya pertahankan di tahun ini,” ujar Meilki kepada Kontan.co.id, Minggu (9/6).

Sesuai Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 83 Tahun 2020, pemerintah telah menetapkan harga gas bumi untuk industri pada kisaran US$ 6 per million british thermal units (MMBTU). Meilki melihat, dampak dari regulasi tersebut akan menggerus margin PGAS.

Meilki akan mengkaji ulang terkait estimasi kinerja PGAS hingga akhir tahun ini sehubungan dengan kinerja PGAS yang tertekan di sepanjang semester pertama 2020. Pada perdagangan Jumat (4/9), saham PGAS ditutup melemah 1,53% ke level Rp 1.290.  

Sumber: KONTAN


Analisa Saham PGAS | 2 Januari 2018

Bisnis.com, JAKARTA – Langkah PT Perusahaan Gas Negara Tbk. mengakuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas) diprediksi membawa dampak positif bagi kinerja keuangan dan saham perseroan.

Kepala Riset Narada Kapital Kiswoyo Adi Joe menjelaskan bahwa emiten berkode saham PGAS itu akan menguasai jaringan pipa gas paling besar di Indonesia. Pasalnya, 92% jaringan pipa gas berada di tangan perseroan.

“Kinerja PGAS untuk 2019 akan lebih baik dengan masuknya Pertamina Gas [Pertagas],” ujarnya saat dihubungi pada Selasa (1/1/2019).

Di sisi lain, analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai akuisisi yang dilakukan akan menambah aset perseroan. Dengan demikian, aksi korporasi tersebut akan berdampak positif ke depan.

“Sentimen sendiri kelihatannya positif, terlihat dari pegerakan saham PGAS yang kian menguat dalam 3 bulan terakhir tetapi agak tertahan di resistance Rp2.140,” jelasnya.

William memberikan rekomendasi beli untuk saham PGAS. Target harga berada di level Rp2.400 per saham.

Berdasarkan data Bloomberg, harga saham PGAS ditutup mendarat di level Rp2.120 pada sesi perdagangan pada Jumat (28/12/2018). Untuk periode berjalan 2018, harga saham tercatat menguat 21,14%.

Adapun, saham PGAS diperdagangkan dengan level price earning ratio (PER) 11,84 kali. Total kapitalisasi pasar senilai Rp51,39 triliun.


Rekomendasi Saham INTP, ISAT, JPFA, LSIP, PGAS dan UNTR oleh Binaartha Sekuritas | 8 Februari 2021


Binaartha Sekuritas Daily

8 Februari 2021

Nafan Aji

Indocement Tunggal Prakasa (INTP)

Pergerakan harga INTP masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish harami doji star candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Rekomendasi saham INTP adalah akumulasi beli pada area level Rp 13.600 – Rp 13.850, dengan target harga secara bertahap di level Rp 14.875, Rp 17.250 dan Rp 19.625. Support ada di Rp 13.075. Saham INTP ditutup di Rp 13.850. (RoE: 6.58%; PER: 34.42x; EPS: 402.43; PBV: 2.25x; Beta: 1.41). 

Indosat (ISAT)

Pergerakan harga saham ISAT telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Rekomendasi saham ISAT adalah akumulasi beli pada area level Rp 5.350 – Rp 5.450, dengan target harga secara bertahap di level Rp 5.650, Rp 6.125 dan Rp 6.700. Support ada di Rp 5.350 dan Rp 5.000. Saham ISAT ditutup di Rp 1.140. (RoE: -4.63%; PER: -48.25x; EPS: -112.96; PBV: 2.25x; Beta: 2.54). 

Japfa Comfeed Indonesia (JPFA)

Saham JPFA ada di Rp 5.775. (RoE: 3.00%; PER: 47.60x; EPS: 29.31; PBV: 1.43x; Beta: 1.69). Pergerakan harga saham JPFA masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish homing pigeon candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Rekomendasi saham JPFA adalah akumulasi beli pada area level Rp 1.370 – Rp 1.400, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.420, Rp 1.460, Rp 1.630, Rp 1.800 dan Rp 1.970. Support ada di Rp 1.370 dan Rp 1.290.

PP London Sumatra Indonesia (LSIP)

Pergerakan harga saham LSIP masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Rekomendasi saham LSIP adalah akumulasi beli pada level Rp 1.280 – Rp 1.320, dengan target harga secara bertahap di Rp 1.350, Rp 1.480, Rp 1.610 dan Rp 1.740. Support ada di Rp 1.280 dan Rp 1.220. Saham LSIP ditutup di Rp 1.320. (RoE: 4.23%; PER: 24.30x; EPS: 54.32; PBV: 1.03x; Beta: 1.14). 

Perusahaan Gas Negara (PGAS)

Pergerakan harga saham PGAS masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish homing pigeon candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Rekomendasi saham PGAS adalah akumulasi beli pada area level Rp 1.450 – Rp 1.475, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.510, Rp 1.585, Rp 1.895, Rp 2.210 dan Rp 2.520. Support ada di Rp 1.420 dan Rp 1.270. Saham PGAS ditutup di Rp 1.475. (RoE: 2.18%; PER: 33.70x; EPS: 43.77; PBV: 0.74x; Beta: 2.51). 

United Tractors (UNTR)

Pergerakan harga saham UNTR masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Rekomendasi saham UNTR adalah akumulasi beli pada area level Rp 22.000 – Rp 23.100, dengan target harga secara bertahap di Rp 24.100, Rp 25.175, Rp 27.725, Rp 30.250 dan Rp 34.500. Support ada di Rp 22.000, Rp 21.300 dan Rp 20.100. Saham UNTR di Rp 23.100 (RoE: 10.89%; PER: 12.01x; EPS: 1923.71; PBV: 1.32x; Beta: 0.84).

Rekomendasi Saham INCO, MAIN, LINK, PGAS, WIKA, SMRA dan SMGR

Binaartha Sekuritas Daily

Nafan Aji 

20 Januari 2021


Vale Indonesia (INCO)

Pergerakan harga saham INCO menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Rekomendasi saham INCO adalah akumulasi beli pada area level Rp 5.775 – Rp 5.975, dengan target harga secara bertahap di level Rp 6.125, Rp 6.600 dan Rp 7.225. Support ada di Rp 5.775 dan Rp 5.425. Saham INCO ditutup di Rp 5.975. (RoE: 5.02%; PER: 38.80x; EPS: 153.99; PBV: 1.95x; Beta: 1.7). 

Malindo Feedmill (MAIN)

Pergerakan harga MAIN masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. 

Rekomendasi saham MAIN adalah akumulasi beli pada area level level Rp 740 – Rp 755, dengan target harga secara bertahap di level Rp 785, Rp 810 dan Rp 915. Support ada di Rp 705.  Saham MAIN ditutup di Rp 755. (RoE: -4.98%; PER: -17.41; EPS: -43.95; PBV: 0.88x; Beta: 2.17). 

Link Net (LINK)

Saham LINK ditutup di Rp 2.590. (RoE: 19.69%; PER: 8.12x; EPS: 321.33; PBV: 1.58x; Beta: 0.88). Pergerakan harga saham LINK telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Rekomendasi saham LINK adalah akumulasi beli pada area level Rp 2.540 – Rp 2.590, dengan target harga secara bertahap di level Rp 2.690, Rp 2.750, Rp 2.990, Rp 3.100 dan Rp 3.950. Support ada di Rp 2.500 dan Rp 2.400.

Perusahaan Gas Negara (PGAS)

Saham PGAS ditutup di Rp 1.705. (RoE: 2.18%; PER: 38.95x; EPS: 43.77; PBV: 0.85x; Beta: 2.42). Pergerakan harga saham PGAS telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Rekomendasi saham adalah akumulasi beli pada area level Rp 1.670 – Rp 1.705, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.750, Rp 1.815, Rp 1.895, Rp 2.090 dan Rp 2.280. Support ada di Rp 1.660, Rp 1.605 dan Rp 1.515.

Semen Indonesia (SMGR)

Saham SMGR ditutup di Rp 12.400. (RoE: 5.76%; PER: 35.37x; EPS: 348.43; PBV: 2.05x; Beta: 1.64). Pergerakan harga saham SMGR telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Rekomendasi saham SMGR adalah akumulasi beli pada area level Rp 11.900 – Rp 12.400, dengan target harga secara bertahap di level Rp 12.625 dan Rp 13.950. Support ada di Rp 11.900 dan Rp 11.275.

Summarecon Agung (SMRA)

Pergerakan harga saham SMRA telah menguji garis MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Rekomendasi saham SMRA adalah akumulasi beli pada area level Rp 765 – Rp 785, dengan target harga secara bertahap di level Rp 815, Rp 840 dan Rp 950. Support ada di Rp 730. Saham SMRA ditutup di Rp 785. (RoE: -0.18%; PER: -643.66x; EPS: -1.13; PBV: 1.22x; Beta: 2.23).

Wijaya Karya (WIKA)

Pergerakan harga saham WIKA telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. 

Rekomendasi saham WIKA adalah akumulasi beli pada area level Rp 2.000 – Rp 2.100, dengan target harga secara bertahap di level Rp 2.200, Rp 2.400 dan Rp 2.600. Support ada di Rp 2.000 dan Rp 1.955. Saham WIKA ditutup di Rp 1.215. (RoE: 0.41%; PER: 282.26x; EPS: 7.44; PBV: 1.16x; Beta: 2.49). 

Analisa Saham PGAS | 9 Maret 2023

Analisa Saham PGAS


Saham PGAS masih berkonsolidasi dengan bergerak sideways dalam jangka pendek di rentang terbatas membentuk pola rectangle pattern. Saat ini PGAS terlihat kembali bergerak melemah menuju area support 1505-1525 (kotak merah). Bertahan di atas support tersebut dan kembali bergerak menguat, maka ada peluang bagi saham PGAS untuk mengalami technical rebound dengan target kenaikan menuju area resistance 1615-1640 (kotak biru) lagi. Apabila nantinya penguatan PGAS mampu berlanjut dengan melewati 1640, maka PGAS berpeluang menuju target teoritis pola rectangle dikisaran 1750-1780, dengan minor target di 1685-1700.

Trading Plan : Spekulasi buy on weakness jika mencapai atau mendekati kotak merah dikisaran 1505-1525. Batasi resiko jika turun dan close di bawah 1500, karena akan mengakhiri konsolidasinya dan melanjutkan tren pelemahannya.

Disclaimer ON
Sumber: step-trader-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Analisa Saham PGAS | 3 Januari 2018

Selesainya proses akuisisi Pertagas dan seluruh anak usahanya oleh PGAS, yang merupakan satu rangkaian dari proses pembentukan Holding BUMN Migas menjadi katalis positif bagi pergerakan harga saham PGAS pada hari ini. Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham Pertagas antara Pertamina dan PGN telah dilaksanakan di Kementerian BUMN pada akhir tahun tanggal 28/12/2018. Paska akuisisi tersebut, diperkirakan pendapatan dan net income PGAS akan bertumbuh kedepan, sehingga saham ini menjadi perburuan investor asing. Tercatat pemodal asing melakukan net buy sebesar Rp. 97,27 miliar di saham PGAS pada hari ini.

Secara teknikal, PGAS mulai bergerak menguat dengan mencoba menguji area down trend resistance line dikisaran 2300 sebagai target terdekat. Apabila PGAS mampu melewati resistance tersebut, maka saham ini akan mengakhiri tren turunnya dan mulai bergerak naik menuju target di 2740, dengan minor target di level 2530. Indikator teknikal MACD yang cenderung bergerak naik diatas centreline mengindikasikan bahwa saham ini cenderung bergerak positif.



Rekomendasi: Hold. Batasi resiko apabila saham ini kembali bergerak turun dan gagal bertahan di 2040.
http://step-trader.com/2019/01/02/pgas-time-to-rise-up/

Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia | 6 September 2017

Market Review 6 September 2017
(Investment Information Team,  Mirae Asset Sekuritas Indonesia)

IHSG ditutup melemah 5 poin (-0.10%) ke level 5,824.138 pada perdagangan hari ini. Tercatat 155 saham menguat dan 169 saham melemah. Sektor infrastructure memimpin penguatan sektor lain dengan ditutup menguat 0.83%, sementara sektor finance memimpin pelemahan dengan ditutup turun 0.59%. Investor asing mencatatkan transaksi net sell sejumlah Rp1,76 triliun di seluruh Pasar hari ini. US Dollar melemah 5 poin (-0.04%) terhadap Rupiah, sehingga Rupiah menguat ke level Rp13,333 terhadap US Dollar di akhir perdagangan.

Advance Stocks:

- PTSN: Harga saham PTSN ditutup menguat untuk hari kedua sebesar Rp22 (+17.46%) ke level Rp148 hari ini. PTSN menyebutkan bahwa dengan adanya pemenuhan persyaratan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) maka smartphone Nokia akan mulai diproduksi oleh perseroan. Aksi ini dinilai berdampak positif terhadap perusahaan, karena nantinya mendapatkan order. Selanjutnya, perusahaan akan mendapatkan tambahan pendapatan dari hasil produksi smartphone tersebut

- SILO: Harga saham ditutup menguat Rp175 (+1.63%) ke level Rp10.900 pada perdagangan hari ini. SILO menawarkan harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp9.500 per lembar dimana jumlah saham yang ditawarkan mencapai Rp325.153.125 saham baru dengan nominal Rp100. Setiap pemegang 4 saham biasa atas nama hingga 11 Oktober 2017 mendapatkan 1 HMETD untuk berhak membeli 1 saham baru.

- IMJS: Harga saham IMJS ditutup menguat Rp44 (+17.74%) ke level Rp292 hari ini setelah perseroan mengumumkan rencana right issuenya. IMJS akan melakukan right issue  dengan jumlah saham yang ditawarkan sebanyak-banyaknya 692 juta saham biasa dengan nominal Rp200 per saham dengan harga pelaksanaan Rp500 per saham sehingga dana yang bisa diraih Rp346 miliar. Dana hasil right issue ini akan digunakan perseroan untuk pembayaran utang kepada PT Indomobil Sukses Internasional dan memperbesar permodakan entitas anak PT CSM Corporatama.

- JAWA: Harga saham JAWA ditutup menguat Rp16 (+7.61%) ke level Rp226 hari ini. Terjadi crossing saham JAWA senilai Rp 665,4 miliar atau setara 70,51% saham JAWA. Jumlah ini setara dengan besar kepemilikan PT Sinar Kasih Abadi atas JAWA. Transaksi terjadi sebanyak dua kali melibatkan broker AR dan broker AI. Transaksi dilakukan sebanyak dua kali di harga Rp250 per saham. Harga ini lebih tinggi dibandingkan harga saham JAWA pada penutupan hari sebelumnya, Selasa (5/9) yakni Rp 210 per saham.  

Decline Stocks:

- MTDL: Harga saham MTDL ditutup melemah Rp20 (-3.27%) ke level Rp590 hari ini. MTDL pada 4 September 2017 telah menandatangani Akta Penjualan saham PT Packet System Indonesia (PSI) yakni DMX Limited. Dalam akta itu disetujui pembelian saham PSI sebanyak 35.290 lembar saham atau mewakili 14,116% dengan nilai sebesar US$1.76 juta.

- MABA: Melemah untuk hari kedua, harga saham MABA kembali ditutup melemah Rp55 (-3.57%) ke level Rp1.485 pada perdagangan hari ini. MABA melakukan penandatanganan pengakhiran perjanjian sewa menyewa gedung SGB Learning Center pada 4 September 2017 dengan PT Anugera Berkah Madani. Pengakhiran perjanjian sewa ini tidak menghapus kewajiban perseroan yang masih terhutang kepada PT Anugerah Berkah Madani berdasarkan perjanjian sewa.

- PGAS: Melanjutkan pelemahan sebelumnya, harga saham PGAS kembali ditutup melemah Rp45 (-2.38%) ke level Rp1.840 hari ini, merupakan pelemahan hari keempat. PGAS memperkirakan tidak dapat mencapai target laba bersih tahun ini yang sebesar Rp3,7 triliun atau sekitar US$280 juta. Perseroan memperkirakan laba bersih tahun ini sekitar US$150 juta. Perseroan merevisi target tahun ini setelah pada semester I-2017 tidak mencapai target kinerja keuangan. Terdapat banyak kendala yang dialami perseroan tahun ini, salah satunya adalah penurunan tajam penyerapan volume gas oleh pelanggan.

Analisis Saham PGAS | 10 Oktober 2023

Analisis Saham PGAS


Saham PGAS masih bertahan di area support 1330-1340 (kotak kuning) dan kembali bergerak menguat. Kenaikan PGAS sementara tertahan di garis MA 50 day (garis warna ungu) di level 1398. Break dan maintain di atas 1405, maka PGAS akan melanjutkan rebound dan berpeluang rally bergerak naik menuju target di 1475, dengan target selanjutnya di 1535. Indikator teknikal MACD yang telah golden cross dan volume transaksi yang meningkat, mengindikasikan bahwa saham PGAS sedang bergerak dalam momentum positif.

Trading Plan

Buy. Batasi resiko jka turun dan closed di bawah 1340, karena PGAS akan mengakhiri konsolidasinya dan mulai bergerak turun.
Disclaimer ON
Sumber: step-trader-
Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Analisa Saham PGAS | 12 April 2018

Menteri BUMN Rini M Soemarno resmi menandatangani akta pengalihan saham seri B milik Negara sebesar 56,96% di PGAS kepada PT Pertamina (Persero). Dengan ditandatanganinya akta tersebut, maka Holding BUMN Migas resmi berdiri dengan Pertamina sebagai induk perusahaan (holding) dan PGAS sebagai anggota holding. Langkah selanjutnya adalah proses integrasi PT Pertagas yang merupakan anak usaha Pertamina ke bawah PGAS. Sehingga PGAS akan menjadi Sub-Holding Gas di bawah Pertamina dan PT Pertagas di bawah PGAS. Dengan masuknya PT Pertagas ke bawah PGAS maka PGAS akan menjadi pengelola midstream sampai  distribusi dan niaga gas. Selain itu dengan masuknya PT Pertagas di bawah PGAS, kedepan akan menguntungkan bagi PGAS, karena sebagai induk maka PGAS akan mendapatkan kontribusi pendapatan dan laba bersih dari PT Pertagas.




Secara teknikal, PGAS saat ini sedang berkonsolidasi. Kondisi ini terlihat dari indikator teknikal MACD yang bergerak cenderung mendatar. Apabila PGAS dapat break out dengan menembus keatas short term down trend resistance di level 2400, maka saham ini berpeluang menuju target terdekat di kisaran level 2490-2530. Dan jika nantinya penguatan saham ini dapat berlanjut, maka PGAS akan menuju target selanjutnya di level 2760.


Rekomendasi: Buy jika break out 2400. Batasi resiko apabila kembali turun dan gagal bertahan di 2280, karena akan mematahkan trend naik saham ini.


StepTrader

Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia | 3 April 2018

Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia
Market Review 3 April 2018
(Investment Information Team,  Mirae Asset Sekuritas Indonesia)

IHSG ditutup melemah -11.55 poin (-0.18%) ke level 6,229.013 pada perdagangan hari ini. Tercatat 152 saham menguat dan 203 saham melemah. Sektor mayoritas ditutup di zona negatif, hanya saham-saham yang menerbitkan laporan keuangan yang bagus ditutup di zona positif. Pelemahan dipimpin oleh sektor Consumer (-0.83%), sektor Agri (-0.53%), sektor Infrastructure (-0.27%), dan penguatan oleh sektor Misc-Ind (+1.23%) dan sektor Property (+0.28%). Investor asing mencatatkan transaksi net sell sejumlah Rp 384 Milliar di seluruh Pasar pada perdagangan hari ini. US Dollar menguat (+0.07%) terhadap Rupiah, sehingga Rupiah melemah terhadap dollar yaitu di level Rp 13,760 terhadap US Dollar di akhir perdagangan.

Unusual Market Activity (UMA)
-PT. Pikko Land Development Tbk (RODA) Bursa Efek Indonesia (BEI) menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham RODA yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini.

Advance Stocks:

-LPPF : Harga saham LPPF ditutup menguat Rp 375 (+3.54%) ke level Rp 10.950 pada perdagangan hari ini. Momentum puasa dan Lebaran tahun ini akan dimanfaatkan PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) untuk menggenjot penjualan. Buktinya, perusahaan tengah menyiapkan dua gerai baru yang akan dibuka sebelum lebaran pada tahun ini, dari seluruh target 6-8 gerai baru di tahun ini. Richard Gibson, CEO dan Vice President Director Matahari menyampaikan bahwa pihaknya melihat adanya peluang yang baik untuk Matahari meningkatkan pangsa pasar. Salah satunya adalah dengan secara aktif melakukan ekspansi jaringan gerai di area-area strategis.

-PGAS : Harga saham PGAS ditutup menguat Rp 80 (+3.46%) ke level Rp 2.390 pada perdagangan hari ini. Proses pembentukan induk (holding) BUMN migas sudah memasuki tahap akhir. Menteri Keuangan Sri Mulyani telah meneken Keputusan Menteri Keuangan (KMK) terkait valuasi 56,9% saham pemerintah di PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang akan dialihkan ke Pertamina."Besarannya sekitar Rp 38 triliun," ujar Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno kepada KONTAN, Senin (2/4). Dus, bila dihitung, valuasi 100% saham PGAS sekitar Rp 66,78 triliun.

-SOCI : Harga saham SOCI ditutup menguat Rp 4 (+1.57%) ke level Rp 258 pada perdagangan hari ini. PT Soechi Lines Tbk. mengantongi pendapatan US$132,15 juta (diaudit) atau tumbuh 11% sepanjang 2017 dari segmen pelayaran, bisnis utama perseroan. Direktur Keuangan Soechi Lines Paula Marlina mengatakan pertumbuhan pendapatan pada 2017 ditunjang oleh kontrak baru yang diperoleh dalam periode 2016-2017. Salah satu kontrak baru yang diraih yakni kontrak floating storage & offloading (FSO) dari PetroChina International Jabung Ltd. Kendati pendapatan bertumbuh, laba perseroan hanya tumbuh 2% menjadi US$21,57 juta sepanjang tahun lalu.

-AGRO : Harga saham AGRO ditutup menguat Rp 14 (+3.25%) ke level Rp 444 pada perdagangan hari ini. Rencana PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) sebagai anak usaha dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dalam mengakuisisi saham 2 bank kecil tampaknya sedikit terganjal, setelah bank asing merebut salah satu bank incaran mereka. Direktur Utama BRI Suprajarto mengonfirmasi, sudah ada pengumuman mengenai kegagalan pencaplokan satu target mereka tersebut beberapa hari lalu. Namun begitu, ia tetap akan memerhatikan satu bank lainnya setelah menerbitkan saham baru, atau right issue.

Decline Stocks:

-BBKP : harga saham BBKP ditutup melemah Rp 20 (-3.36%) ke level Rp 575 hari ini. PT Bank Bukopin Tbk mencatat penurunan laba sebesar 55% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 112 miliar. Penurunan laba ini karena tingginya rasio kredit bermasalah atau NPL yang mencapai 8,54% atau naik 477bps dibandingkan tahun lalu. Eko Rachmansyah Gindo, Direktur Utama Bank Bukopin mengatakan, rasio kredit macet tinggi karena adanya kredit ke multifinance. "Kami sudah lakukan restrukturisasi diharapkan kredit macet multifinance akan turun menjadi kolektibitas 2 di awal tahun ini," kata Eko dalam paparan publik strategi kinerja 2018.

Marak Fenomena Saham Pompom ala Influencer, Bikin Tambah Kaya atau Miskin?


 

Investasi saham akhir-akhir ini lagi jadi perbincangan di jagat maya. Khususnya selepas beberapa publik figur ‘koar-koar’ saham jagoannya.

Impeknya, saham-saham yang disebutkan publik figur melejit dalam sekejap. Itu berarti, banyak yang beli saham rekomendasi dari orang terkenal ini, sehingga mengerek harga sahamnya.

Tindakan ini namanya pom-pom saham. Sebuah istilah di pasar modal. Pom-pom saham adalah suatu cara mengajak atau menghasut orang untuk membeli atau menjual saham di waktu tertentu.

Biasanya pom-pom saham dilakukan oleh oknum. Bisa juga bandar saham. Dan kini malah marak dari influencer.


Fenomena Influencer Saham

Influencer saham sedang jadi fenomena. Mulai dari artis, ustadz, sampai anak Presiden ramai-ramai merekomendasikan saham.

Yusuf Mansyur

Dai kondang, Ustadz Yusuf Manyur pernah merekomendasikan saham PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS) pada 2018. Tahun itu, pertama kalinya BRIS melantai di bursa efek.

Selanjutnya pendiri layanan fintech, PayTren ini juga aktif bersuara saat aksi merger tiga bank BUMN Syariah, termasuk salah satunya BRIS.

Yusuf Manyur kemudian mengomentari kinerja saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). Lalu membahas pula saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF).

Berikutnya di akun Instagramnya, Pendiri Pondok Pesantren Daarul Qur’an tersebut juga memposting saham-saham BUMN karya, seperti WIKA, PTPP, ADHI, dan WSKT yang sedang mencatatkan kenaikan harga saham.

Kaesang Pangarep

Putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep mencuri perhatian netizen. Beberapa kali, ia mengunggah postingan saham di akun Twitter miliknya. Di antaranya KAEF, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Terakhir, Kaesang menjagokan saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) dengan membuat analisis sahamnya.

Raffi Ahmad dan Ari Lasso

Dua artis ini disemprit regulator pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI) karena aksi pamer sahamnya. Raffi Ahmad dan Ari Lasso sama-sama mempromosikan atau merekomendasikan saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS).


Artis Bukan Analis

Ngeliat artis atau publik figur pamer kinerja saham yang dikoleksinya emang bikin mupeng. Lalu akhirnya ikut-ikutan atau istilah kerennya FOMO (Fear Of Missing Out).

Jadi latah pengen beli saham yang sama, biar cuan juga. Beli saham bukan kayak beli kacang goreng. Asal pilih, tanpa pertimbangan. Apalagi cuma ngekor artis.

Perlu diingat, artis bukan analis saham. Rekomendasinya bisa saja salah dan bikin kamu jatuh miskin, termasuk buat pemula. Sudah keluar duit banyak untuk investasi saham, gegara FOMO beli saham yang dipromosikan influencer, harganya malah ambles.

Siapa yang buntung? Kamu juga kan. Mau nuntut ganti rugi ke artis atau publik figur? Ya gak bisa dong. Maka dari itu, cerdas dalam menyikapi fenomena pompom saham dari influencer dengan cara berikut ini:

1. Jangan gampang tergiur

Artis atau publik figur mungkin saja termasuk pemula di investasi saham. Belum punya banyak pemahaman tentang analisis teknikal dan fundamental tentang saham.

Kalau rekomendasi sahamnya hanya berdasarkan dia sedang cuan berlipat, bisa jadi karena faktor hoki. Bukan karena strategi dan hitung-hitungan yang pas.

Jadi, saring dulu setiap informasi yang masuk. Ini dilakukan agar kamu gak kena jebakan betmen karena tergiur saham yang disebutkan influencer.


2. Keuntungan sebanding dengan risikonya

Dalam berinvestasi, selalu ingat prinsip dasar bahwa keuntungan atau imbal hasil berbanding lurus dengan risikonya. Saham merupakan instrumen investasi yang dikenal high risk, high return. Keuntungan besar, risikonya pun tinggi.

Kalau kamu sudah mantap investasi saham, maka harus siap dengan risikonya. Pergerakan saham sangat fluktuatif, bak roller coaster. Rawan digoreng atau dimainkan pula, sehingga kalau lagi anjlok, bisa parah banget.

Jadi buat kamu yang gak kuat risikonya, lebih baik mundur atau beralih ke instrumen investasi lain yang aman.


3. Kenali perusahaan dan kinerjanya

Beli saham jangan karena hasutan, bujukan, rayuan, atau karena ikut-ikutan orang lain. Ini sama saja seperti beli kucing dalam karung.

Tetapi belilah saham lantaran kamu telah mengenali perusahaan dan reputasi pemiliknya. Semua itu dilakukan dengan cara analisis.

Di cek, yang punya siapa, laporan keuangannya masuk akal gak. Dalam laporan keuangan, dibedah lagi, misal utangnya wajar gak, valuasinya murah atau mahal, return on equity (ROE) atau tingkat pengembalian investasi minimal 15% atau kurang, dan lainnya.

Dengan begitu, beli saham pakai otak, bukan nafsu. Sehingga hasilnya pun jelas dan maksimal. Gak cuma 5% atau 10% saja, tetapi ratusan sampai ribuan persen.

Investasi Saham? Mulai dari Modal Kecil Saja

Gak usah iri kalau orang lain pamer keuntungan sahamnya. Kamu gak pernah tahu berapa banyak mereka rugi sebelumnya. Seperti Lo Kheng Hong, pernah rugi besar sebelum jadi konglomerat seperti sekarang dari investasi saham.

Buat pemula, gak perlu langsung hajar beli saham dalam jumlah banyak. Mulai saja dulu dengan modal kecil. Punya satu atau dua lot.

Begitu sudah tahu ilmunya, baru deh tambah modal investasi saham. Yang pasti gak usah takut ketinggalan. Utamakan analisis teknikal dan fundamental dalam jual beli saham.


sumber : cermati


Lebih lengkapnya silahkan klik :Saham Online

Analisa Saham PGAS | 15 Oktober 2017

Distribusi gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) memperlihatkan tanda-tanda perbaikan. Sepanjang kuartal III 2017, penyaluran gas emiten pelat merah ini mencapai 800 million standard cubic feet per day (mmscfd).

Besaran distribusi tersebut melampaui patokan distribusi gas perusahaan pelat merah ini. PGAS mematok target distribusi gas antara 700 mmscfd hingga 750 mmscfd sepanjang tahun ini. Bukan hanya melampaui patokan, realisasi distribusi gas tadi juga 17% lebih besar dibandingkan distribusi gas sepanjang kuartal kedua tahun ini.

Jika disandingkan dengan distribusi gas sepanjang semester I 2017, angkanya juga masih 7% lebih besar. Sepanjang paruh waktu tahun ini, distribusi gas PGAS sebesar 749 mmscfd.

Kendati demikian, distribusi gas kuartal III masih berada di bawah distribusi kuartal I 2017. Pada periode tersebut, distribusi gas perusahaan mencapai 816 mmscfd.

Danny Praditya, Direktur Komersial PGAS, mengatakan, pencapaian itu merupakan hasil dari upaya manajemen untuk memperluas jaringan gas bumi ke sejumlah titik. "Salah satunya penyaluran ke Kawasan Industri Cikande," ujar dia, kepada KONTAN, Jumat (13/10).

Kawasan industri Cikande cukup potensial bagi PGAS. Pasalnya, kawasan industri yang berlokasi di Jawa Barat itu memiliki total lahan seluas 3.175 hektare (ha). Namun, baru 30% dikembangkan.

Di dalam area itu berdiri lebih dari 200 perusahaan, lokal maupun multinasional. Jenis industrinya pun beragam, antara lain perusahaan makanan dan minuman, industri kimia, industri alat berat, dan material bangunan.

Selain Cikande, PGAS baru saja menjalin kerjasama dengan Kawasan Industri Panbil di Batam, Kepulauan Riau. Kerjasama penyaluran gas ini akan berlangsung selama 10 tahun ke depan. Kendati sudah terlihat ada perbaikan, PGAS tak mau buru-buru merevisi target. "Untuk saat ini, masih tetap pada guidance kami," imbuh Danny.

Analis Deutsche Bank William Kho menilai, kenaikan distribusi gas itu menunjukkan adanya sinyal perbaikan dari PGAS. Namun, masih ada tantangan yang perlu dihadapi, yakni soal ketidakpastian harga gas.

William berasumsi, perubahan harga gas antara US$ 0,5 per mmbtu hingga US$ 1 per mmbtu akan berpengaruh signifikan. "Perubahan itu akan mempengaruhi perubahan pendapatan PGAS antara 30% hingga 60%," ujar dia dalam riset 12 Oktober. William merekomendasikan hold saham PGAS dengan target Rp 1.660 per saham. Harga PGAS kemarin Rp 1.640 per saham.

KONTAN

Tips Trading Hari Ini, by AnggunTrader, 10 Januari 2017

Tips trading buat hari ini, Selasa, tanggal 10 Januari 2017 :

1.AALI : Saham ini memperlihatkan bottom reversal, minor resits 17.200, mayor resist : 18.000.ADHI : Saham ini menguji level 2270, tembus 2270-2300 targetnya  cukup jauh yaitu 2400-2600..
2.ASII : Saham paling keren di IHSG, harga mendekati 7000 yang jelas adalah kesempatan beli, dan jual harga diatas 8250.ASRI : Saham property masih tidak begitu bagus, ASRI jika harga mencapai harga 500 berarti property sudah bagus kembali, saat ini ASRI bergerak dalam range 330-400.

3.BBCA : Saham ini semakin turun dari level 15.000 sangat menarik untuk dibeli, support kuat ada di level 14.300-14.500 


4.BBRI : Saham blue chips BUMN ini sangt menarik di level dibawah 11.000, apalagi mendekati level 10.000, tentunya keberuntungan buat anda. 

5.BMRI : Saham BUMN ini saat ini mirip dengan BBRI, Support kuat dilevel 10.000an, dan resisten di level 12.000BBNI : Saha ini beli kalau dibawah 5000, dan jual pada area 5600-6000.

6.BJBR : Terkoreksi dari level tertinggi 3500 menuju 2800, dan akhirnya kemarin mulai ada tanda-tanda reversal. Saham ini jika tidak turun dari level 2800, maka berpeluang rebound kembali diatas level 3000an kembali.

7.BJTM :Jika BJBR kembali ditarik, maka boleh diperhatikan juga saudaranya BJTM,  posisi saham ini secara tehnical sangat bagus karena Close>MA5>MA20>MA50>MA200, berpeluang menguji level 650 kembali, syarat jangan turun dari 590.

8.BBTN : Mencoba break out dari level 1830-1850, jika berhasil, maka target selanjutnya adalah menuju level 2000-2100.

9.BRMS : Saham BUMI naik, maka saham BRMS ini juga ikut naik, Tembus level 74-75, maka berpeluang menuju level 80an, namun batasi resiko jika turun dari 66.

10.BRPT : Saham ini strong up trend, ot menuju 1745, namun waspadai aksi profit taking sewaktu. sehingga batasi sesiko jika turun dari level 1500.

11.BSDE : Ada gap down belum tertutup 1910-1850, Jika tidak mampu menuju level 1890-1910, sebaiknya profit taking dulu, karena berpotensi doble top.

12.BUMI : Saham ini break out dari level tertingginya 322, target berikutnya adalah 400, saham ini belum jenuh beli karena naik, baru hari ke-2, batasi resiko jika turun dari 310.

13.COWL :Saham ini naik tanpa henti dari level 600 hingga 1100, level tertinggi sepanjang masa 1115, nampakanya perlu didalami dulu secara fundamentalnya.

14.DOID : Saham ini secara tehnical strong up trend, Close>MA5>MA20>MA50>MA200, berpotensi menguji level tertingginya 600, gerakan saham ini saat ini jauh lebih halus daripada BUMI.

15.DSFI : Tunggu saham ini break out dulu dari level 170

16.ERAA : Saham ini turun dari level 930 hingga 530, saat ini mulai ada tanda-tanda rebound kembali, tembus level 650 menuju 680 dahulu.

17.EXCL : Saham ini berhasil break out level 2580, maka target terdekat berikutnya adalah 2790-2800.

18.GJTL : Saham ini juga senasib dengan ERAA, dari harga 1755 hibawa turun hingga 955, harga saham ini dibawah 1000 murah sekali, apalagi saham ini sudah membukukan laba yang positif, jika tidak mampu tembus level 1250, sebaiknya take profit ahulu.I

19.CBP : Saham blue chips ini boleh perhatikan jika harganya pada area 7500-8000.

20.INCO : good job berhasil Break out 2850, berpeluang menuju diatas 3000an kembali, saham ini tidak jenuh beli.

21.INDF mencoba bermain diatas level 8000an kembali, harga mendekati level 7000 adalah rejeki anda.

22.INPC : Kemarin AR kanan, saham ini habis right isue di harga 111, cepat atau lambat pasti kembali bermain diatas level 111.Namun bermain saham ini berspekulasi tinggi, buat invest tunggu saja kalau harganya mendekati 70. (Saham ini luar biasa sekali, akhirnya saham ini AR kanan untuk ke2 kali, sehingga kenaikan mencapai hampir 100%).

23.INTP :Saham semen secara fundamental saat ini masih belum bagus, area support saham ini di sekitar 14.000-15.000.

24.ITMG : Saham ini sedang up trend juga, saat ini berkonsolidasi di area 15.800-17.600.

25.KIJA : Saham property mulai ada tanda-tanda kehidupan, saham ini akan menguju level 300, jika tidak mampu tembus sebaiknya profit taking dulu.
26.KRAS : Saham ini kalau ramai gerakannya besar, tetapi kalau sepi gerakannya sempit, so sangat cocok buat trading saja.

27.KREN : Saham ini mendekati 400 beli, mendekati 500 jual.

28.LPCK : Saham ini belum ada tanda-tanda kehidupan, namun support mulai terbaca yaitu dilevel 5000.

29.LPPF : Saham blue chips ini beli di area 14.000-15.000, jual jika tidak tembus level 16.000. Namun jika tembus 16.000, bepotensi naik hingga level 20.000.

30.LSIP : Saham ini sedang mid term down trend, penurunan dari level 1900 hingga  1660, tunggu hingga ada tanda-tanda rebound.

31.MAPI : saham supermarket ini saat ini malah sedang up trend, support kuat dilevel 5000, dan resist di level 5600-5750.

32.MEDC : Saham ini kalau sedang naik bisa tinggi sekali, namun setelah itu pelan-pelan dibawa turun hingga harga kembali lagi hingga semula, so berhati-hatilah dengan saham ini.

33.MLPL : Boleh diperhatikan saat ini, apa peluang break out dari level 370, maka berpeluang menuju level 400 kembali.

34.PGAS : Beli saham ini dekat harga 2400, dan jual harga ini diaerah 2800-3000.

35.TBIG : Saham ini terjadi bottom reversal, peluang naik hingga 5600-5700.

36.TELE : Saham ini boleh perhatikan ketika koreksi, support kuat di level 600, dan resist kuat di harga 1000.

37.TLKM : Saham blue chips ini sangat menarik kalau harga dibawah 4000, harga paling bagus adalah sekitar 3500-3600, akan cepat kembali mantul diats 4000.

38.WIKA : Saham ini sedang konsolidasi 2300-2600, kalau mampu tembus level 2600, maka target berikutnya adalah 3000.

39.UNVR : Saham blue chips ini dibawah 40.000 lumayan menarik, tunggu harga di area 37500-38000.

40.UNTR : Saham ini sudah lumayan up trend, cukup menarik kalau harga dibawa dibawah /didekat level 20.000 kembali.

Credit thx to angguntrader

Analisa Saham | PGAS | 22 Juni 2017

JAKARTA. Meski pendapatan naik pada kuartal satu 2017, laba kotor PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun. Penurunan pendapatan distribusi gas memicu turunnya laba kotor.

PGAS memperoleh pendapatan US$ 746 juta, naik 3,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan distribusi gas pada kuartal ini turun 1,98% menjadi US$ 629 juta.

Kinerja PGAS bakal tertekan lantaran peraturan pemerintah yang menginstruksikan pelaku gas menurunkan harga gas industri. Oleh karena itu, PGAS tak muluk-muluk mematok target. "Kami harap kinerja tahun ini bisa menyamai kinerja tahun lalu," ujar Danny Praditya, Direktur Komersial PGAS, Selasa (20/6).

PGAS menargetkan volume sekitar 1.600 mmscfd atau sama dengan tahun lalu. Namun, PGAS berharap angka ini bisa naik untuk mengompensasi turunnya harga gas industri.

Analis Indo Premier Securities Chandra Pasaribu bilang, penurunan harga gas tak serta-merta membuat pendapatan PGAS turun. "PGAS punya kontrak business-to-business (B2B) dengan para pelanggannya sehingga belum tentu harga gas PGAS ikut turun sesuai ketentuan pemerintah," papar Chandra kepada KONTAN, Rabu (21/6).

Dia merekomendasikan hold PGAS dengan target Rp 2.700 per saham.

http://investasi.kontan.co.id/news/analis-rekomendasikan-hold-saham-pgas

Analisa Saham ERAA, GGRM dan PGAS

Analisa Saham ERAA, GGRM dan PGAS


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tim riset Kresna Sekuritas hari ini, Selasa (23/7) memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak direntang 6.350-6.450, setelah hari sebelumnya ditutup melemah 0,36% ke posisi 6.433. Dari rekomendasi teknikal, Kresna Sekuritas merekomendasikan speculative buy (spekulasi beli) untuk saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) & PT  Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Dalam riset hariannya, Kresna Sekuritas menyebut saham PWON, harganya saat ini sudah berada di area support. Indikator stochastic yang oversold, berpotensi mendorong rebound (pembalikan arah) PWON menguji resistance di posisi Rp 740 hingga Rp 755. Ingat, stop loss PWON apabila harga saham ini turun ke bawah support Rp 675 per saham.

Sementara saham ERAA memiliki resistance di rentang Rp 1.995-Rp 2.010 per saham, breakout level sampai dengan Rp 2.160-Rp 2.260. Kresna Sekuritas merekomendasikan stop loss jika saham ERAA turun ke bawah support di kisaran Rp 1.905-Rp 1.900.

Adapun saham GGRM memiliki indikator stochastic yang mulai beranjak dari area oversold, dan berpotensi mendorong saham ini rebound untuk menguji resistance Rp 76.000-Rp 77.050 per saham. Stop loss apabila GGRM turun ke bawah support Rp 74.000.

Sedangkan PGAS memiliki indikator stochastic yang oversold dan berpotensi membuat saham ini rebound. Titik resisten berada direntang Rp 2.130-Rp 2.240. Stop loss apabila turun ke bawah support Rp 2.020.

Kabar terkait PGAS adalah blok Corridor yang merupakan sebagai salah satu supplier gas perusahaan ini, kembali dikelola oleh ConocoPhillips untuk periode 2023-2026 yang kemudian akan dialihkan ke Pertamina. Tim riset Kresna Sekuritas berpendapat, perpanjangan kontrak pengelolaan Blok Corridor dan bantuan proses transmisi operator kepada Pertamina merupakan sentimen positif bagi kepastian bisnis pasokan gas untuk segmen distribusi dan transmisi gas PGAS.

Analisa Saham PGAS | Break lagi, Potensi Lanjutkan Bullish Trend

Analisis Saham PGAS


Analisis Teknikal

Saham PGAS pada tanggal 23 Oktober 2019 ditutup menguat pada harga 2330, naik 4.01%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 145% dari hari sebelumnya. Proses akumulasi saham ini terlihat sustainable.
Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area overbought ke atas. 
Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan naik.

Informasi Terbaru Perusahaan

Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus berupaya untuk mencapai target bauran energi pada 2024. Sesuai rencana hingga 2024, emiten dengan kode saham PGAS ini akan membangun sejumlah infrastruktur baru di antaranya jaringan pipa transmisi dan distribusi masing-masing sepanjang 528 km dan 500 km. 
Selain itu, PGAS juga akan membangun tujuh LNG filling station untuk truk/kapal, lima FSRU, 3,59 juta sambungan rumah tangga dan 17 fasilitas LNG untuk menyuplai kebutuhan kelistrikan dan menjangku wilayah geografis Indonesia. (nlt)

Sumber Informasi:

Rekomendasi

BUY/HOLD, Waspadai Koreksi Sehat
Support : 2220 - 2160
Resisten : 2570

by Abduh - www.sahamonline.id
Disclaimer ON