google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham Pilihan Hari Ini, 11 Oktober 2016 (CIMB - Samuel Sekuritas) Langsung ke konten utama

Saham Pilihan Hari Ini, 11 Oktober 2016 (CIMB - Samuel Sekuritas)


Saham Pilihan Hari Ini, 11 Oktober 2016 (CIMB - Samuel Sekuritas)


CIMB on Adhi Karya (ADHI) 10/7/2016

Outlook clouded by LRT

- Laba 1H16 tertekan oleh rugi EPC dan perlambatan realisasi revenue. Laba didorong oleh interest income sejumlah Rp88,6 miliar (+760% yoy), berkat dana hasil right issue sejumlah Rp1,9 triliun-Rp2,7 triliun yang belum digunakan. Perseroan mencatatkan total gross EPC loss sejumlah Rp120 miliar pada 1H16, dan perseroan mengestimasi rugi lebih jauh sejumlah Rp200 miliar-Rp400 miliar

- ADHI membukukan kontrak baru senilai Rp9,2 triliun pada 8M16. Perseroan berencana menurunkan target kontrak baru FY16F setidaknya menjadi Rp20 triliun dari target awal sejumlah Rp25 triliun (diluar LRT Jabodetabek tahap I)

- Valuasi: ADD dengan TP Rp3,000

Samuel Sekuritas on Waskita Beton Precast (WSBP) 10/10/2016

Giant in duopoly market

- Program RJPMN (Rp5.519tn) akan memberikan peluang pada pertumbuhan proyek WSBP. Meskipun terbilang baru dalam persaingan industri precast, lonjakan kapasitas produksi terjadi dari 1.8juta ton/tahun menjadi 2.3juta ton/tahun (Apr16) masih akan terus ditingkatkan hingga 3.8juta ton/tahun untuk memperoleh pertumbuhan pasar precast yang potensial

- Rencana meningkatkan kapasitas produksi bisnis ready mix (1.8mn cm/tahun FY15 menjadi 6mn cm/tahun pada 2018) akan meningkatkan potensi pertumbuhan pasar ready mixed sekaligus kontribusi penjualan segmen

- Valuasi: BUY dengan TP Rp690

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...