google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Info Emiten : KLBF, 23 Februari 2017 Langsung ke konten utama

Info Emiten : KLBF, 23 Februari 2017

KLBF membidik pertumbuhan laba 10%

JAKARTA. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) melihat adanya tren kenaikan harga bahan baku susu di tahun ini. Namun, KLBF tetap berupaya menjaga pertumbuhan laba bersih di kisaran 8%-10% pada tahun ini.

Vidjongtius, Direktur dan Sekretaris Perusahaan KLBF, memperkirakan, pendapatan tahun lalu tumbuh sekitar 8,3% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp 19,36 triliun. Indikasi laba bersih pada tahun 2016 tumbuh tinggi, sekitar 13,5% jadi Rp 2,27 triliun. "Dengan pencapaian tersebut, ekspektasi pertumbuhan kinerja sebesar 8%-10% di tahun ini masih wajar," ujar Vidjongtius kepada KONTAN, Rabu (22/2).

Ia mengakui, ada tren kenaikan harga bahan baku susu pada tahun ini. Namun, KLBF belum berencana membebankan kenaikan harga baku itu ke konsumen dengan menaikkan harga jual. "Cara menjaga margin adalah dengan product mix strategy, atau kombinasi produk yang dijual ke konsumen," imbuh dia.

Faktor lain yang juga akan mempengaruhi kinerja KLBF adalah nilai tukar rupiah yang diharapkan bisa tetap stabil pada tahun ini. KLBF menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 1,5 triliun, stagnan dibanding capex tahun lalu.

Vidjongtius menjelaskan, capex ini akan digunakan untuk investasi penambahan kapasitas pabrik. KLBF berencana membangun pabrik Biofarmasi di Cikarang, Jawa Barat. Pabrik ini dijadwalkan beroperasi pada 2018 dengan kapasitas produksi sekitar 10%-20% dari total kapasitas yang dimiliki. Saat ini, rata-rata utilitas pabrik KLBF mencapai 70%-75%.

Stevanus Juanda, Analis UOB Kay Hian, melalui risetnya Selasa (21/2) lalu mengatakan, tahun ini masih akan banyak tantangan bagi KLBF. Selain potensi kenaikan harga skim milk powder, KLBF menghadapi daya beli konsumen yang melambat dan tren depresiasi rupiah.

Karena itulah, pertumbuhan earning per share (EPS) KLBF di tahun ini akan lebih landai ketimbang tahun lalu. Di sisi lain, nilai tukar rupiah akan berpengaruh pada KLBF. Setiap depresiasi rupiah sekitar 5%, laba bersih KLBF diekspektasi bisa turun 13%.

Stevanus yakin, pendapatan KLBF masih bisa naik 8%-10% tahun ini. Tapi, pertumbuhan EPS tahun ini akan berada di bawah 15%. Karena itulah, ia merekomendasikan hold saham KLBF dengan target harga sebesar Rp 1.620 per saham. Kemarin, harga saham KLBF naik 2,4% jadi Rp 1.495 per saham.

http://investasi.kontan.co.id/news/klbf-membidik-pertumbuhan-laba-10

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Kisah Orang Terkaya: George Soros, Investor Kakap yang 'Merusak' Bank Inggris

Salah satu orang terkaya, George Soros memiliki kekayaan bersih USD8,6 miliar (Rp124 triliun). Soros merupakan pendiri dan ketua Soros Fund Management LLC. Dia berada di peringkat 56 orang terkaya di Amerika oleh Forbes dan orang terkaya ke-162 secara global. Soros mengumpulkan kekayaannya sebagai salah satu spekulan terbesar dunia di pasar keuangan global. Taruhannya yang terkenal melawan pound Inggris pada tahun 1992 menghasilkan keuntungan lebih dari USD1 miliar dan memberinya gelar "orang yang merusak Bank of England". Quantum Fund miliknya menghasilkan pengembalian tahunan 35% selama 25 tahun. Selain itu, kegiatan filantropisnya telah menuai banyak pujian, sementara pernyataan politiknya memicu banyak kontroversi. George Soros lahir di Budapest, Hongaria, pada 12 Agustus 1930. Nama belakang kelahiran Yahudinya adalah Schwartz. Ayahnya mengubah nama belakangnya menjadi Soros pada tahun 1936 untuk menghindari potensi masalah dengan agama mereka. Ayah George Soros, Tivadar,...

PT Ciputra Development Tbk Optimis Target Marketing Sales Tahun Ini Tercapai

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) optimis target marketing sales tahun ini dapat tercapai. S epanjang 2021, emiten properti ini membidik marketing sales Rp 5,9 triliun Direktur CTRA, Tulus Santoso menjelaskan optimisme itu berangkat dari capaian marketing sales perusahaan di semester I-2021 yang telah melebih 50% dari target. "Pencapaian (marketing sales) semester 1 sekitar 61% dari target full year jadi mestinya akan tercapai," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (3/9). Selain itu, optimisme perusahaan kian kuat dengan adanya perpanjangan insentif yang diberikan pemerintah pada sektor properti. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang jangka waktu pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pembelian rumah tapak dan unit hunian rumah susun hingga Desember 2021. Tulus menyambut baik akan perpanjangan insentif tersebut, sebab pemberian insentif tersebut memberikan efek positif terhadap marketing sales perusahaan. Ia menuturkan dampak sale...

SAHAM BEEF ALAMI OVERSUBSCRIBED HINGGA 86,11 KALI

IQPlus, (10/01) - Perusahaan makanan olahan PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) hari ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya, BEEF menjadi emiten kedua yang berhasil listing melalui proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk Yustinus Sadmoko mengatakan, perseroan melepas sahamnya sebanyak 376.862.500 saham baru atau sekitar 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. "Saham BEEF mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 86,11 kali dari  porsi pooling,"ujarnya. Awal diperdagangkan, saham BEEF naik 140 poin atau 41,18% ke level Rp 480 dari harga IPO Rp 340. Saham BEEF ditransaksikan sebanyak 112 kali dengan volume sebanyak 66.680 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 3,37 miliar. "Kami bersyukur, saham KIBIF sangat diminati investor sehingga mengalami oversubscribed.  Hal ini menandai investor percaya pada perusahaan,"ujarnya di gedung BEI Jakarta, Kam...