google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham SGRO | 14 Februari 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Saham SGRO | 14 Februari 2018

Analisa Saham SGRO

Mirae Asset Sekuritas Indonesia on SGRO: Flat last quarter; Optimistic for 2018 by Andy Wibowo Gunawan (andy.wibowo@miraeasset.co.id)

- Pada 3Q17, total produksi TBS SGRO mengalami peningkatan ke 428.100 ton (+68,0% QoQ) didukung dengan cuaca yang kondusif, sehingga produksi CPO 3Q17 meningkat menjadi 87.400 ton (+65,5% QoQ). Namun, curah hujan yang tinggi selama 4Q17 berpotensi menghambat laju produksi total TBS SGRO, sehingga kami memprediksi total TBS SGRO akan flat di 430.000 ton (+0,5% QoQ).

- Kami mempertahankan pendapatan 2018 – 19F kami pada level IDR4,3 triliun dan IDR5,1 triliun karena naiknya volume penjualan. Selanjutnya kami percaya laba kotor SGRO akan mencapai IDR1,2 triliun dan IDR1,5 triliun di 2018 – 19F. Secara keseluruhan, kami percaya laba bersih SGRO masing-masing mencapai IDR272 miliar dan IDR357 miliar di 2018F dan 2019F.

- Dengan curah hujan yang lebih tinggi di 4Q17, kami memperkirakan bahwa penanaman lahan baru SGRO hanya mencapai 985 hektar, menjadi 3,500 hektar sepanjang 2017. Selain itu, kami memperkirakan bahwa penanaman lahan baru di 2018 akan sama dengan 2017.

- Dengan perkiraan pendapatan 2018-19F kami, maka kami mempertahankan TP kami untuk SGRO seharga IDR3.275 dan mengulangi rekomendasi Buy kami.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...