google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham INDF | 21 Februari 2018 Langsung ke konten utama

Berita Saham INDF | 21 Februari 2018

Berita Saham INDF

Indofood Sukses Makmur (INDF) Alokasikan Belanja Modal Rp530 Miliar untuk Pengembangan Pabrik Tepung

PT Indofood Sukses Makmur Tbk. siap mengalokasikan belanja modal senilai Rp530 miliar untuk menambah dua lini pabrik tepung.

Direktur Indofood Sukses Makmur Franciscus Welirang mengatakan pada tahun ini perseroan akan menambah dua lini pabrik tepung dengan kapasitas sekitar 750 ton per hari. Dia optimistis penambahan lini dua pabrik tepung akan rampung pada tahun ini.

"Realisasi tahun ini juga, nambah dua lini, investasi kurang lebih Rp530 miliar," ungkapnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (20/2/2018).

Dia mengatakan, tren pertumbuhan bisnis tepung dalam 2 tahun terakhir cenderung ada pada level 5% - 6% setiap tahun. Franciscus memproyeksikan pertumbuhan bisnis tepung pada tahun ini masih ada pada level tersebut.

Dia sebelumnya mengungapkan, produksi tepung Indofood sudah berlari sangat kencang. Pada September 2017, penjualan bersih emiten bersandi saham INDF ini mencapai Rp53,12 triliun, tumbuh 6,53% dibandingkan dengan Rp49,86 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun, penjualan bersih divisi Bogasari per September 2017 mencapai Rp14,09 triliun, atau 26,52% dari total penjualan bersih. Sementara itu, belanja modal yang telah dihabiskan oleh Grup Salim ini untuk INDF per September 2017 senilai Rp5,81 triliun, naik 79,8% dari posisi Rp3,23 triliun year on year.

Hingga September 2017, belanja modal paling banyak dialokasikan ke segmen Bogasari senilai Rp3,3 triliun, lalu disusul divisi produk konsumer bermerek senilai Rp1,41 triliun, agribisnis dan distribusi masing-masing senilai Rp938,05 miliar dan Rp155,21 miliar.

Divisi tepung Indofood Sukses Makmur, Bogasari mengoperasikan dua pabrik penggilingan tepung terigu yang berlokasi di Jakarta dan Surabaya dengan total kapasitas produksi per tahun sekitar 3,3 juta ton. Berbagai produk tepung terigu dipasarkan dengan merek-merek yang sudah mapan, seperti Cakra Kembar, Segitiga Biru, Kunci Biru, Lencana Merah, sedangkan produk tepung premix menggunakan merek Chesa.

source:
BISNIS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Kisah Orang Terkaya: George Soros, Investor Kakap yang 'Merusak' Bank Inggris

Salah satu orang terkaya, George Soros memiliki kekayaan bersih USD8,6 miliar (Rp124 triliun). Soros merupakan pendiri dan ketua Soros Fund Management LLC. Dia berada di peringkat 56 orang terkaya di Amerika oleh Forbes dan orang terkaya ke-162 secara global. Soros mengumpulkan kekayaannya sebagai salah satu spekulan terbesar dunia di pasar keuangan global. Taruhannya yang terkenal melawan pound Inggris pada tahun 1992 menghasilkan keuntungan lebih dari USD1 miliar dan memberinya gelar "orang yang merusak Bank of England". Quantum Fund miliknya menghasilkan pengembalian tahunan 35% selama 25 tahun. Selain itu, kegiatan filantropisnya telah menuai banyak pujian, sementara pernyataan politiknya memicu banyak kontroversi. George Soros lahir di Budapest, Hongaria, pada 12 Agustus 1930. Nama belakang kelahiran Yahudinya adalah Schwartz. Ayahnya mengubah nama belakangnya menjadi Soros pada tahun 1936 untuk menghindari potensi masalah dengan agama mereka. Ayah George Soros, Tivadar,...

PT Ciputra Development Tbk Optimis Target Marketing Sales Tahun Ini Tercapai

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) optimis target marketing sales tahun ini dapat tercapai. S epanjang 2021, emiten properti ini membidik marketing sales Rp 5,9 triliun Direktur CTRA, Tulus Santoso menjelaskan optimisme itu berangkat dari capaian marketing sales perusahaan di semester I-2021 yang telah melebih 50% dari target. "Pencapaian (marketing sales) semester 1 sekitar 61% dari target full year jadi mestinya akan tercapai," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (3/9). Selain itu, optimisme perusahaan kian kuat dengan adanya perpanjangan insentif yang diberikan pemerintah pada sektor properti. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang jangka waktu pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pembelian rumah tapak dan unit hunian rumah susun hingga Desember 2021. Tulus menyambut baik akan perpanjangan insentif tersebut, sebab pemberian insentif tersebut memberikan efek positif terhadap marketing sales perusahaan. Ia menuturkan dampak sale...

SAHAM BEEF ALAMI OVERSUBSCRIBED HINGGA 86,11 KALI

IQPlus, (10/01) - Perusahaan makanan olahan PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) hari ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya, BEEF menjadi emiten kedua yang berhasil listing melalui proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk Yustinus Sadmoko mengatakan, perseroan melepas sahamnya sebanyak 376.862.500 saham baru atau sekitar 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. "Saham BEEF mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 86,11 kali dari  porsi pooling,"ujarnya. Awal diperdagangkan, saham BEEF naik 140 poin atau 41,18% ke level Rp 480 dari harga IPO Rp 340. Saham BEEF ditransaksikan sebanyak 112 kali dengan volume sebanyak 66.680 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 3,37 miliar. "Kami bersyukur, saham KIBIF sangat diminati investor sehingga mengalami oversubscribed.  Hal ini menandai investor percaya pada perusahaan,"ujarnya di gedung BEI Jakarta, Kam...