google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham ELSA | 30 April 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Saham ELSA | 30 April 2018


ELSA Daily  :  Trading Buy , resistance terdekat di 456, strong resistance di 490-492. Support terdekat di 410,strong support di 390.

Berdasarkan  hasil perhitungan Peak and Trough . Dari level tertinggi  terdekat saat ini  dari 8 hari   terakhir terlihat rata-rata di 2,203 dan net avg sell di 456

Sementara itu jika dihitung sejak harga saham ini mulai naik dari level terendah terdekat sekitar  163  minggu terakhir dimana rata-ratanya mendekati level  terendah data terakhir rata-rata di 294 dengan rata-rata net buy sekitar  411

Akumulasi volume (pembelian terbesar atau akumulasi area – demand side)  antara level 358  –  398. Disisi lain  distribusi distribusi volume (penjualan terbesar atau distribusi area – supply side) antara level 478 – 490

Saat ini harga akan naik dari  net avg  buy dan coba naik ke net avg sell dan distribusi area. Dengan demikian potensi kenaikkan masih terlihat.  Kenaikkan lebih lanjut akan confirm jika risk ratio level di 424 dapat ditembus dengan volume transaksi banyak diatas rata-rata.

Tasrul Tanar

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Saham ? Pengertian, Contoh, Jenis, Keuntungan, Resiko

Apa itu Saham? Saham adalah jenis surat berharga yang menandakan kepemilikan secara proporsional dalam sebuah perusahaan penerbitnya. Saham kadang disebut ekuitas. Saham memberikan hak kepada pemegang saham atas proporsi aset dan pendapatan perusahaan.  Saham pada umumnya  dijual dan dibeli di bursa saham . Akan tetapi saham juga dijual secara pribadi. Transaksi saham harus sesuai dengan peraturan pemerintah yang dimaksudkan untuk melindungi investor dari praktik penipuan.  Secara historis, investasi saham telah mengungguli sebagian besar investasi lainnya dalam jangka panjang. Investasi saham dapat dilakukan melalui broker saham online atau sekuritas saham yang terdaftar di lembaga yang mengaturnya di sebuah negara.  Sebuah perusahaan terbuka menerbitkan / menjual saham dalam rangka mengumpulkan dana untuk menjalankan bisnisnya. Pemegang saham, ibaratnya telah membeli secuil perusahaan dan memiliki hak atas sebagian aset dan pendapatannya. Dengan...

Indofarma (INAF) Incar Pendapatan Rp1,86 Triliun Pada Tahun 2023

PT Indofarma Tbk (INAF) menargetkan adanya pertumbuhan kinerja di tahun 2023. Kenaikan kinerja tahun ini, akan didukung oleh beberapa strategi yang sudah dan akan diterapkan Perseroan pada tahun ini. Direktur Utama Indofarma, Agus Heru Darjono menyampaikan, di tahun 2023 ini Perseroan memproyeksikan pendapatan sebesar Rp 1,86 Triliun, dengan pertumbuhan sebesar 63,36% dari realisasi Pendapatan di tahun 2022. Dengan Laba Kotor sebesar Rp 406 Miliar atau margin sebesar 22%. Sehingga, diharapkan Laba Tahun berjalan yang diperoleh di tahun 2023 sebesar Rp 5,1 Miliar. "Saat ini kami akan lebih fokus pada pendekatan kolaborasi dan kemitraan. Strategi ini bukan sekadar rencana, tetapi sudah ada yang dieksekusi," kata Agus, dalam Paparan Publiknya, Rabu (31/5). Di awal tahun 2023, menurut Agus, Perseroan menginisiasi perubahan strategi (shifting strategy) dengan mengubah cara pendekatan dari hanya Business to Consumer (B to C) menjadi Business to Business (B to B) dengan pola partn...

PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) Catat Penjualan Rp9,62 Triliun Hingga Desember 2022

PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) mencatat penjualan sebesar Rp9,62 triliun hingga periode 31 Desember 2022 naik dari penjualan Rp8,66 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, beban pokok penjualan naik menjadi Rp8,13 triliun dari Rp6,62 triliun dan laba bruto turun menjadi Rp1,49 triliun dari laba bruto Rp2,04 triliun tahun sebelumnya. Namun penurunan beban usaha menjadi Rp1,08 triliun dari Rp1,65 triliun membuat laba usaha meningkat menjadi Rp413,55 miliar dari laba usaha Rp386,50 miliar. Kenaikan beban lain-lain bersih menjadi Rp128,09 miliar dari Rp82,59 miliar membuat laba sebelum pajak turun menjadi Rp285,46 miliar dari laba sebelum pajak Rp303,91 miliar tahun sebelumnya. Sedangkan laba tahun berjalan turun menjadi Rp223,15 miliar dari laba tahun berjalan Rp286,10 miliar. Jumlah aset perseroan tercatat Rp3,02 triliun hingga periode 31 Desember 2022 naik dari jumlah aset Rp2,02 triliun hingga periode 31 Desember 2021. (end) Sumber...