google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham WSBP | 30 April 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Saham WSBP | 30 April 2018

Waskita Beton Precast (WSBP IJ)

Higher earnings on the back of strong revenues
  
WSBP booked 1Q18 earnings of IDR511bn, up 163%yoy on the back of 88.5%yoy growth in revenues and margins expansion. The 1Q earnings are 39% of our full year forecast and 46% of consensus estimates, higher than the past two-year’s average of 17.7%. Operating cash flow in Mar 18 was a positive IDR860bn as the company received payment for the Becakayu toll road project of IDR1.55tn in Jan 18. Maintain BUY.

Revenues in 1Q18 reached IDR2.3tn… up 88.5%yoy from IDR1.2tn in 1Q17. The strong revenues growth came on the back of a solid order book. The 1Q revenues are 25% of our full year target of IDR9.0tn and 28% of consensus estimates of IDR8.2tn. The 1Q revenues are historically 16% of the full year figure.

Order book. The strong revenues growth was supported by a solid order book which reached IDR16.2tn as of Mar18. The order book included IDR14.1tn of carry over contracts. New contracts secured in 3M18 reached IDR2.1tn, or 18.4% of the management’s full year target of IDR11.5tn (+4.2%yoy, FY17: IDR11.0tn). The new contracts booked in 3M18 are 52.0%yoy lower than the previous year’s IDR4.4tn. Last year, the 1Q17 new contracts were 40.0% of the full year figure.

Margins, debt, and cash flow. The GPM in 3M18 expanded to 32.6% from 28.0% in the previous year. Hence, the NPM reached 22.2% in 1Q18 vs. 15.9% in 1Q17. Total interest bearing debts as of Mar18 reached IDR4.7tn, lower than IDR5.0tn as of Dec17. Consequently, the DER as of Mar18 stood at 0.60x (Dec17: 0.68x). Operating cash flow (OCF) was positive at IDR860bn - the first time since Dec 15. The positive OCF reflects payment for the Becakayu toll road (sections 1B and 1C) amounting to IDR1.55tn which was received in Jan 18.

Adding more capacity. WSBP plans to increase its production capacity to 3.75mn tons by the end of 2018, up by 500,000 tons from 3.25mn tons at the end of 2017. The capex allocation in 2018 is IDR1.1tn, lower than the capex spent in 2017 of IDR1.3tn. WSBP added 600,000 tons of production capacity in 2017.

Maintain BUY. We maintain our forecast and recommendation on WSBP. Our 2018 earnings target of IDR1.3tn is 11% lower than the management’s target. The management expects the 2018 earnings to reach IDR1.5tn (+47.0%yoy).

Maria Renata
(62-21) 2955 5888 ext.3513
maria.renata@danareksa.com

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Saham ? Pengertian, Contoh, Jenis, Keuntungan, Resiko

Apa itu Saham? Saham adalah jenis surat berharga yang menandakan kepemilikan secara proporsional dalam sebuah perusahaan penerbitnya. Saham kadang disebut ekuitas. Saham memberikan hak kepada pemegang saham atas proporsi aset dan pendapatan perusahaan.  Saham pada umumnya  dijual dan dibeli di bursa saham . Akan tetapi saham juga dijual secara pribadi. Transaksi saham harus sesuai dengan peraturan pemerintah yang dimaksudkan untuk melindungi investor dari praktik penipuan.  Secara historis, investasi saham telah mengungguli sebagian besar investasi lainnya dalam jangka panjang. Investasi saham dapat dilakukan melalui broker saham online atau sekuritas saham yang terdaftar di lembaga yang mengaturnya di sebuah negara.  Sebuah perusahaan terbuka menerbitkan / menjual saham dalam rangka mengumpulkan dana untuk menjalankan bisnisnya. Pemegang saham, ibaratnya telah membeli secuil perusahaan dan memiliki hak atas sebagian aset dan pendapatannya. Dengan...

Indofarma (INAF) Incar Pendapatan Rp1,86 Triliun Pada Tahun 2023

PT Indofarma Tbk (INAF) menargetkan adanya pertumbuhan kinerja di tahun 2023. Kenaikan kinerja tahun ini, akan didukung oleh beberapa strategi yang sudah dan akan diterapkan Perseroan pada tahun ini. Direktur Utama Indofarma, Agus Heru Darjono menyampaikan, di tahun 2023 ini Perseroan memproyeksikan pendapatan sebesar Rp 1,86 Triliun, dengan pertumbuhan sebesar 63,36% dari realisasi Pendapatan di tahun 2022. Dengan Laba Kotor sebesar Rp 406 Miliar atau margin sebesar 22%. Sehingga, diharapkan Laba Tahun berjalan yang diperoleh di tahun 2023 sebesar Rp 5,1 Miliar. "Saat ini kami akan lebih fokus pada pendekatan kolaborasi dan kemitraan. Strategi ini bukan sekadar rencana, tetapi sudah ada yang dieksekusi," kata Agus, dalam Paparan Publiknya, Rabu (31/5). Di awal tahun 2023, menurut Agus, Perseroan menginisiasi perubahan strategi (shifting strategy) dengan mengubah cara pendekatan dari hanya Business to Consumer (B to C) menjadi Business to Business (B to B) dengan pola partn...

PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) Catat Penjualan Rp9,62 Triliun Hingga Desember 2022

PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) mencatat penjualan sebesar Rp9,62 triliun hingga periode 31 Desember 2022 naik dari penjualan Rp8,66 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, beban pokok penjualan naik menjadi Rp8,13 triliun dari Rp6,62 triliun dan laba bruto turun menjadi Rp1,49 triliun dari laba bruto Rp2,04 triliun tahun sebelumnya. Namun penurunan beban usaha menjadi Rp1,08 triliun dari Rp1,65 triliun membuat laba usaha meningkat menjadi Rp413,55 miliar dari laba usaha Rp386,50 miliar. Kenaikan beban lain-lain bersih menjadi Rp128,09 miliar dari Rp82,59 miliar membuat laba sebelum pajak turun menjadi Rp285,46 miliar dari laba sebelum pajak Rp303,91 miliar tahun sebelumnya. Sedangkan laba tahun berjalan turun menjadi Rp223,15 miliar dari laba tahun berjalan Rp286,10 miliar. Jumlah aset perseroan tercatat Rp3,02 triliun hingga periode 31 Desember 2022 naik dari jumlah aset Rp2,02 triliun hingga periode 31 Desember 2021. (end) Sumber...