google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham IMAS | 16 April 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Saham IMAS | 16 April 2018

IMAS  Weekly  :  Test resistance di  1,525, jika tembus ke 1,750 namun akan memicu SoS. Support  terdekat di  di 1,400
Berdasarkan dari hasil perhitungan Peak and Trough Analysis dimana dari level tertinggi  terdekat saat ini  dari 154 minggu  terakhir terlihat rata-rata di 1,752 dan net avg sell di 1,528
Sementara itu jika dihitung sejak harga saham ini mulai naik dari level terendah terdekat sekitar  11  minggu terakhir dimana rata-ratanya mendekati level  terendah data terakhir rata-rata di 1,147 dengan rata-rata net buy sekitar  1,333
Akumulasi volume (pembelian terbesar atau akumulasi area – demand side)  antara level 1,320  –  1,480 selama  11 minggu terakhir.  Namun  jika kita lihat secara per level harga banyak banyak transaksi di 1,400 yang sekaligus menjadi support saat ini.
Disisi lain  distribusi distribusi volume (penjualan terbesar atau distribusi area – supply side) antara level  870-1,275 dan selama 154 minggu diatas banyak secara per level harga banyak transaksi di 1,330.
Hali ini berarti banyak aksi jual dilakukan di bawah harga beli secara umum dalam periode diatas (cut loss)
Saat ini harga mulai recovery dengan coba naik mendekati net avg sell di 1,528 setelah tembus  net avg buy di 1,333 dan batas atas akumulasi area di 1,480 namun untuk sementara akan tertahan di 1,525 karena secara umum target sudah tercapai kecuali nanti level ini ditembus  dengan banyak kejadian diatas rata-rata, maka target berikutnya ke 1,750 namun ini akan memicu Sell on Strength (SoS).

Tasrul Tanar

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...