google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham ADHI, INDF, KRAS, PWON, RALS dan WSKT | 3 Juli 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Saham ADHI, INDF, KRAS, PWON, RALS dan WSKT | 3 Juli 2018


Binaartha Sekuritas memperkirakan indeks saham masih berpotensi menguat dalam perdagangan hari ini, Selasa (03/07).

Analis Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada level 5.718,286 hingga 5.689,802.

Sementara itu, resisten pertama maupun kedua memiliki range pada level 5.803,738 hingga 5.860,706. Berdasarkan indikator, adapun MACD sudah berada di area negatif.

Sementara itu, indikator Stochastic dan RSI sudah berada di area netral. Terlihat pola upward bar sehingga diharapkan agar pergerakan indeks saham masih berpotensi menguat.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.

*ADHI, Daily (1775) (RoE: 4.89%; PER: 21.80x; EPS: 81.44; PBV: 1.05x; Beta: 2.18):* Saat ini, terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 1760 – 1790, dengan target harga secara bertahap di level 1845, 1930, 2000, 2300, 2600 dan 2900. Support: 1705.

*INDF, Daily (6525) (RoE: 9.58%; PER: 12.22x; EPS: 540.24; PBV: 1.17x; Beta: 0.88):* Saat ini bahwa pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan sebelumnya terlihat pola bullish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level level 6500 – 6600, dengan target harga secara bertahap di level 6750 dan 6850. Support: 6400.

*KRAS, Daily (440) (RoE: -1.07%; PER: -31.70x; EPS: -13.88; PBV: 0.34x; Beta: 0.91):* Fase akumulasi masih terbentuk dalam rangka pembentukkan pola uptrend ke depannya. “Akumulasi Beli” pada area level 434 – 444, dengan target harga secara bertahap di level 464, 500, 545, 650 dan 755. Support: 414 & 384.

*PWON, Daily (530) (RoE: 16.25%; PER: 11.34x; EPS: 46.72; PBV: 1.84x; Beta: 2.14):* Sebelumnya terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Sementara itu, pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger. “Akumulasi Beli” pada area level 520 – 530, dengan target harga secara bertahap di level 550 dan 560. Support: 500.

*RALS, Daily (1410) (RoE: 1.67%; PER: 170.29x; EPS: 8.28; PBV: 2.84x; Beta: 1.53):* Adapun pergerakan harga masih bertahan di atas garis MA 60 sehingga potensi uptrend masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 1380 - 1410, dengan target harga secara bertahap di level 1470, 1600 dan 1730. Support: 1370.

*WSKT, Daily (1925) (RoE: 23.73%; PER: 4.30x; EPS: 447.16; PBV: 1.15x; Beta: 2.08):* Saat ini, pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 1910 - 1930, dengan target harga secara bertahap di level 2050, 2150, 2500 dan 2800. Support: 1860.

http://market.bisnis.com/read/20180703/189/811951/binaartha-sekuritas-indeks-saham-masih-berpotensi-menguat

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

INI PENJELASAN PAN BROTHERS TERKAIT AKSI UNJUK RASA KARYAWAN PABRIK DI BOYOLALI

Ribuan karyawan PT Pan Brothers Tbk (PBRX) melakukan unjuk rasa di depan pabriknya pada Rabu (5/5/2021). Pasalnya, unjuk rasa yang akhirnya mendorong karyawan melakukan mogok kerja tersebut, dipicu adanya informasi jika gaji mereka bulan ini akan dicicil dua kali. Selain itu pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini juga akan dicicil delapan kali. Terkait hal tersebut, Corporate Secretary Pan Brothers Iswar Deni menjelaskan bahwa, adanya kesalah pahaman dari penerimaan info yang disampaikan ke karyawan dan karyawati dan mengakibatkan simpang siurnya berita yang muncul di media "Pagi tanggal 5 Mei 2021 kami mengumumkan secara lisan kepada seluruh karyawan dan karyawati kami, bahwa saat ini kondisi Arus Kas / Cash Flow perusahaan agak ketat, sehubungan dengan pemotongan modal kerja (bilateral) dari pihak perbankan sehingga tersisa sepuluh persen dari kondisi sebelumnya dan ini mengganggu arus kas,"kata Deni, dalam keterangan tertulisnya, di Kamis, (6/5). Oleh karena itu, de...