Rekomendasi Saham KRAS dan PGEO oleh HP Sekuritas | 2 Oktober 2023
Rekomendasi Saham CPIN, JPFA, SIDO, GIAA dan KRAS oleh Jasa Utama Capital | 25 September 2023
Jasa Utama Capital Sekuritas
CPIN
JPFA
SIDO
GIAA
KRAS
Rekomendasi Saham KRAS dan PTPP oleh HP Sekuritas | 4 Agustus 2023
HP Sekuritas
Saham KRAS
Saham PTPP
Krakatau Steel (KRAS) Jual Aset Tanah Di Cilegon dan Serang
PT. Krakatau Steel Tbk. (KRAS) melakukan transaksi afiliasi berupa penjualan 93 bidang tanah kepada PT. Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) yang terletak di Kota Cilegon, dan Kabupaten Serang, Banten.
Krakatau Steel (KRAS) Teken Perjanjian Jual Beli Saham Dengan Chandra Asri (TPIA) Senilai Rp3,24 Triliun
PT Krakatau Sarana Infrastruktur (PT KSI) yang merupakan Anak Usaha dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (.PTKS.) telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Shares Sale and Purchase Agreement atau CSPA) dengan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (.Chandra Asri.) pada hari Jumat tanggal 30 Desember 2022.
Grup Krakatau Steel Jual Tanah Ke APP Sinarmas Senilai Rp500 Miliar
PT. Krakatau Sarana Properti (KSP), bagian dari Krakatau Steel Group, menjual lahan di Kawasan Industri Krakatau seluas 19 hektare senilai Rp500 miliar ke Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas.
PT Krakatau Steel (KRAS) Melunasi Utang Commerzbank
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk melunasi utang Commerzbank setelah melakukan pembayaran pada tanggal 12 Oktober 2022 senilai total USD216.021.881 atau setara dengan Rp3,3 triliun.
Krakatau Steel Jual Saham Anak Usaha Senilai Rp4,62 Miliar
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menjual saham anak usahanya yaitu PT Krakatau Konsultan (KK) yang dimiliki oleh PT Krakatau Engineering (KE) kepada PT Krakatau Baja Konstruksi (KBK) pada tanggal 14 September 2022.
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) Jual Saham Anak Usaha Senilai Rp9,01 Miliar
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menjual saham perusahaan afiliasi yaitu PT Krakatau Perbengkelan dan perawatan (PT. KPDP) yang dimiliki oleh PT Krakatau Engineering (KE) kepada PT Krakatau Daya Listrik (KDL) pada tanggal 26 Agustus 2022.
Rekomendasi Saham MEDC, KRAS dan TOWR oleh Artha Sekuritas | 30 Agustus 2022
Artha Sekuritas
PT Medco Energy Tbk (MEDC)
PT Krakatau Steel Tbk (KRAS)
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)
Rekomendasi Saham TOWR, MEDC dan KRAS oleh Artha Sekuritas | 25 Agustus 2022
Artha Sekuritas
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)
PT Medco Energy Tbk (MEDC)
PT Krakatau Steel Tbk (KRAS)
Rekomendasi Saham TOWR, KRAS dan MEDC oleh Artha Sekuritas | 24 Agustus 2022
Artha Sekuritas Indonesia Daily
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS)
PT Medco Energi International Tbk (MEDC)
KRAKATAU STEEL TINGKATKAN PENYERTAAN MODAL PT KRAKATAU POSCO.
[Saham KRAS] PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 19 Mei 2022 di Gedung Krakatau Steel, Jakarta. Rapat ini membahas persetujuan peningkatan kepemilikan saham Krakatau Steel di PT Krakatau Posco (PTKP).
PTKP adalah perusahaan joint venture antara Krakatau Steel dan Posco yang didirikan pada tahun 2010 dengan kapasitas produksi baja 3 juta ton per tahun dan beroperasi pada tahun 2014. Sedangkan Posco adalah produsen baja terbesar keempat di dunia dari Korea berkapasitas produksi sebesar 42 juta ton per tahun.
Selain dalam kerangka mewujudkan visi pengembangan kapasitas baja 10 juta ton yang telah dicanangkan sejak tahun 2016, transaksi ini juga merupakan bagian dari program restrukturisasi Krakatau Steel yang telah memperoleh dukungan dan persetujuan dari Menteri Badan Usaha Milik Negara.
Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan bahwa hasil dari RUPSLB adalah persetujuan peningkatan kepemilikan saham Krakatau Steel di PT Krakatau Posco menjadi sebesar 50% sebagai bagian dari rencana Krakatau Steel ke depan untuk memperbesar kapasitas produksi baja di Indonesia.
"Peningkatan saham Krakatau Steel di PTKP merupakan suatu langkah strategis yang sangat baik karena hal ini dapat memperkuat posisi industri baja nasional dalam menghadapi persaingan global sekaligus mendukung ekosistem industri baja dan otomotif di Indonesia," jelas Menteri BUMN RI Erick Thohir.
Erick juga menyampaikan bahwa Krakatau Steel dan Posco akan saling menguatkan satu sama lain sehingga dapat meningkatkan pemenuhan kebutuhan industri baja domestik di Indonesia dan juga dapat mengurangi importasi baja ke Indonesia. Ini adalah perpaduan kontribusi terbaik dari BUMN untuk Indonesia.
Berdasarkan transaksi ini, Krakatau Steel melakukan in-kind fasilitas Hot Strip Mill #2 ke PTKP. Selain meningkatkan saham di PTKP, Krakatau Steel memperoleh kompensasi tunai atas transaksi ini sebesar Rp1,3 triliun yang dapat dimanfaatkan Perseroan dalam mendukung program restrukturisasi.
Selain itu, beban utang Krakatau Steel berdasarkan pinjaman sebesar Rp3,6 triliun juga akan dialihkan kepada PTKP sehingga beban utang Krakatau Steel secara keseluruhan juga menjadi berkurang.
Terkait Aksi korporasi Krakatau Steel ini, respon positif juga datang dari Wakil Ketua DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan Rachmat Gobel.
"Saya memberikan apresiasi atas kinerja Krakatau Steel di bawah pimpinan Silmy Karim yang berhasil memperbaiki kinerja dan manajemen Krakatau Steel. Krakatau Steel adalah salah satu industri strategis yang harus dijaga," tambah Rachmat.
Menutup pernyataannya Rachmat juga menyampakan bahwa sebagai BUMN strategis, memang sudah seharusnya Krakatau Steel mampu menjadi pemimpin di industri baja nasional untuk pemenuhan kebutuhan baja. Kemandirian industri baja nasional dapat terwujud dengan adanya peningkatan kapasitas produksi dan jenis baja yang dihasilkan. (end)
Rekor Lagi, Ekspor Baja Krakatau Steel (KRAS) Capai 116,406 Ton di Bulan Maret 2022
[Saham KRAS] PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) kembali cetak rekor ekspor bulanan tertinggi semenjak perusahaan pelat merah itu berdiri. Di bulan Maret 2022, ekspor KRAS tercatat mencapai 116.406 ton.
Produk baja yang dikirim Krakatau Steel untuk ekspor adalah baja Hot Rolled Coil (HRC) dan Hot Rolled Pickled Oil (HRPO).
“Performa penjualan kami menunjukkan kondisi yang sangat baik. Kami mencatatkan rekor penjualan eskpor yang mencapai 116.406 ton di Maret 2022. Ini merupakan rekor bulanan ekspor terbaru, memecahkan rekor sebelumnya di Januari 2022 yang sebesar 63.731 ton,” kata Direktur Komersial Krakatau Steel Melati Sarnita, dalam siaran pers yang diterima Kontan.co.id, hari ini (7/4).
Di bulan lalu, Krakatau Steel melakukan pengiriman produk baja ekspor ke Pakistan, Vietnam, Turki, Yunani, dan Italia.
Sekedar mengingatkan, pada tahun lalu, Krakatau Steel berhasil mencatatkan penjualan ekspor sebesar 262.715 ton. Jumlah itu, melonjak 104% dibandingkan tahun 2020 yang hanya 128.342 ton.
Penjualan ekspor ini berkontribusi 14,6% dari total penjualan Krakatau Steel di 2021 yang sebesar 1,79 juta ton. Tercatat penjualan Krakatau Steel di tahun 2021 mencapai Rp 30,9 triliun.
"Dengan kinerja yang semakin baik ini, kami yakin di tahun 2022 ini pun Krakatau Steel akan kembali mencatatkan peningkatan kinerja melalui peningkatan penjualan,” pungkas Melati.
sumber : kontan
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
KRAKATAU STEEL SAMBUT BAIK PENERAPAN BMAD HOT COLLED COIL ALLOY ASAL RRT.
"[Saham KRAS] PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sebagai petitioner pengenaan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) Hot Rolled Coil of Other Alloy (HRC Alloy) asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT), dan mewakili Produsen HRC Nasional menyambut baik terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 15 Tahun 2022 terkait kebijakan pengenaan BMAD atas impor produk baja jenis HRC Alloy asal RRT yang telah diundangkan pada 22 Februari 2022 dan efektif berlaku pada 15 Maret 2022.
Direktur Komersial Krakatau Steel Melati Sarnita, menyatakan apresiasinya kepada Pemerintah khususnya kementerian dan lembaga seperti Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Menteri Keuangan dan Komite Anti Dumping Indonesia serta Menteri Perdagangan beserta jajarannya atas dikeluarkannya kebijakan pengenaan BMAD tersebut dalam rangka menanggulangi permasalahan impor baja yang dilakukan secara tidak adil (unfair trade).
"Masuknya baja impor khususnya yang berasal dari RRT terindikasi kuat dilakukan secara unfair seperti halnya dumping dan pengalihan pos tarif (circumvention). Impor baja tak terkendali ini telah menyebabkan kerugian bagi industri baja dalam negeri, di tengah upaya efisiensi dan investasi fasilitas produksi yang dilakukan produsen baja di Indonesia," jelas Melati.
Impor tersebut lebih banyak menggunakan unsur .Boron. sebagai unsur paduan yang digunakan untuk merubah pos tarif dari HRC karbon (HS Code 7208) menjadi HRC Alloy (HS Code 7225). Namun secara mekanik dan unsur kimianya produk tersebut tidak lain adalah HRC karbon yang juga secara reguler sudah diproduksi oleh produsen dalam negeri. Hal tersebut dilakukan eksportir dari RRT untuk memperoleh keuntungan agar terhindar dari tarif bea masuk umum (Most Favoured Nation/MFN) dan/atau Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) yang berlaku.
Berdasarkan pasal 1 PMK No. 15 Tahun 2022 menyebutkan bea masuk anti dumping dikenakan terhadap impor produk baja HRC Alloy dari RRT yang termasuk dalam pos tarif ex. 7225.30.90. Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) berlaku pada produk dengan kandungan Boron (B) 0,0008%-0,003%; atau memiliki kandungan Boron (B) 0,0008%-0,003% dan Titanium (Ti) s 0,025%.
Kemudian, Pasal 2 beleid itu merinci daftar perusahaan eksportir dan atau eksportir produsen produk yang dikenakan BMAD dengan besaran tarif yang bervariasi. Besaran BMAD tersebut diatur sebesar 4,2% hingga 50,2% untuk periode pengenaan selama 5 (Lima) tahun.
"Kami berharap pasar baja dalam lima tahun ke depan semakin kondusif melalui penerapan BMAD agar impor baja terkendali dan dapat meningkatkan utilisasi produsen dalam negeri serta melindungi investasi di industri baja," tutup Melati. (end)"
RUPS KRAS BAHAS PENINGKATAN KEPEMILIKAN SAHAM DI KRAKATAU POSCO DITUNDA.
Manajemen PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menyampaikan adanya penundaan pada gelaran Rapat Umum Pemegang Saham Independen.
Corporate Secretary KRAS, Pria Utama menuturkan, Perseroan bermaksud untuk menunda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang semula akan diselenggarakan pada Jumat, 25 Februari 2022, jam 14.00 WIB s.d selesai, di Financial Hall, Graha CIMB Niaga Lantai 2, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 58, Jakarta.
"RUPS tersebut akan ditunda sampai pengumuman lebih lanjut,"kata Pria Utama, dalam keterbukaan informasinya, Rabu (23/2).
Seperti diketahui, RUPS tersebut mengusung salah satu agenda penting. Agenda tersebut adalah meminta persetujuan atas rencana Perseroan untuk melakukan kerjasama optimalisasi fasilitas produksi Hot Strip Mill#2 dengan cara penambahan penyertaan modal berupa aktiva tetap Perseroan kepada PT Krakatau Posco.
Disampaikan sebelumnya, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) dan POSCO berencana akan meningkatkan kerjasama dalam rangka menciptakan "Cilegon 10 Million MT Steel Cluster Road Map" melalui Rencana Kerjasama Optimalisasi Fasilitas Produksi Hot Strip Mill #2 Dengan Cara Penambahan Penyertaan Modal Berupa Aktiva Tetap Perseroan Kepada PT Krakatau Posco. (PTKP).
Diketahui, Perseroan dengan POSCO memiliki perusahaan patungan yaitu PTKP yang didirikan pada tahun 2010 dan berdomisili di Cilegon, Banten yang bergerak di bidang industri besi/baja di dalam wilayah Republik Indonesia dengan kapasitas 3.000.000 (tiga juta) Metric Ton (MT). Saat ini struktur kepemilikan saham Perseroan pada PTKP adalah sebesar 30% dan POSCO sebesar 70%.
"Selanjutnya setelah Rencana Transaksi, maka kepemilikan saham non-pengendali Perseroan pada PTKP akan meningkat menjadi 50%,"tulis Manajemen KRAS dalam prospektus ringkas yang dipublikasikan belum lama ini.
Nilai atas Rencana Transaksi tersebut adalah sebesar USD265.000.000. Dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, Perseroan akan memperoleh 422.800 saham baru Seri B dengan nilai nominal USD166. Nilai untuk 422.800 saham baru Seri B adalah sebesar USD70.184.800. Selisih antara nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Penyetoran akan dikompensasi dengan cara kompensasi tunai dari PTKP USD90.000.000; dan Kompensasi non tunai dari POSCO atas penghapusan kewajiban derivatif Perseroan sesuai ketentuan pasal 3.4 Perjanjian Kerjasama (JVA). (end)
Rekomendasi Saham KRAS, MDKA dan ESSA | 2 Februari 2022
INVESTASI KONTAN2 FEBRUARI 2022
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,22% ke level 6.631,151 pada perdagangan terakhir Januari 2022.
1. PT Krakatau Steel Tbk (KRAS)
KRAS secara teknikal tampak bergerak sideways, dengan volume transaksi yang relatif sepi. Indikator stochastic tampak terjadi goldencross yang mengindikasikan adanya potensi penguatan apabila volume transaksi meningkat. Pada Senin (31/1), saham KRAS ditutup menguat 1,14% ke level Rp 356
Rekomendasi: Wait and see
Support: Rp 348
Resistance: Rp 366
Analis : Ivan Kasulthan, Erdikha Elit Sekuritas
2. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
MDKA ditutup menguat 0,28% ke level Rp 3.640 pada Senin (31/1). Penguatan MDKA masih tertahan oleh MA60-nya.
Melihat dari sisi indikator MACD, pergerakan MDKA masih agak rawan koreksi, meskipun stochastic sudah berada di area oversold dan berpotensi membentuk golden cross.
Selama pergerakan MDKA masih berada di atas level support-nya, diperkirakan MDKA masih berpeluang menguat.
Rekomendasi: Speculative buy
Support: Rp 3.560
Resistance: Rp 3.810
Analis : Herditya Wicaksana, MNC Sekuritas
3. PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA)
Saham ESSA bergerak dalam pola upchannel sejak November 2021. Pekan lalu ESSA rebound dari support channel-nya serta menembus harga tertingginya, dengan volume yang cukup besar.
Ini menunjukkan bahwa sentimen bullish sangat kuat di pasar. Mungkin terjadi koreksi, namun selama bertahan di atas Rp 540 maka target kenaikan pola Desember 2021-Januari 2022 di Rp 650-Rp 750 masih bisa dicapai. Indicator MACD sudah mulai golden cross.
Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 650- Rp 750
Stop loss : Rp 54
Analis : Muhamad Alfatih, Samuel Sekuritas Indonesia
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
Hingga November 2021, Krakatau Steel (KRAS) cetak laba jumbo
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) membukukan laba sebesar Rp 1,06 triliun sampai November 2021, dengan raihan pendapatan sebesar Rp 30 triliun atau meningkat 66,8% year on year (yoy) dibandingkan pendapatan di periode yang sama tahun 2020.
Direktur Keuangan Krakatau Steel Tardi mengatakan, dari sisi EBITDA di periode hingga November 2021 ini Krakatau Steel berhasil mencapai realisasi EBITDA sebesar Rp 2,2 triliun, meningkat 105% dibandingkan EBITDA di periode yang sama tahun 2020.
“Performance Krakatau Steel sampai dengan November 2021 ini kami sampaikan untuk mengembalikan kepercayaan pasar, kreditur, vendor bahwa kinerja perusahaan semakin baik. Kami juga yakin di tahun 2021 ini pun kami akan kembali mencatatkan laba, bahkan meningkat dari laba tahun buku 2020,” ungkap Tardi dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (15/12).
Sejalan dengan itu, Tardi juga menjelaskan bahwa Krakatau Steel akan memenuhi pembayaran kewajiban utangnya sebesar US$ 200 juta kepada tiga bank milik pemerintah yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, yang jatuh tempo di bulan Desember 2021.
“Kami berkomitmen akan melakukan pembayaran kewajiban tersebut. Dengan dukungan dari Kementerian BUMN, Krakatau Steel saat ini tengah menyiapkan langkah-langkah agar kami dapat membayar kewajiban tersebut tepat waktu,” tambah Tardi.
Lebih lanjut, Manajemen Krakatau Steel menyatakan bahwa beragam inisiatif strategis yang dijalankan seperti efisiensi, digitalisasi, dan optimalisasi organisasi menjadikan Krakatau Steel semakin menguatkan daya saing di pasar baja nasional.
Hasilnya, Krakatau Steel membukukan perbaikan kinerja di tiap periodenya.
sumber : kontan
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
Analisa Saham KRAS | 7 Desember 2021
Saham KRAS
KRAS membuat pola bearish double tops. Pola ini menandakan bahwa KRAS dalam tekanan turun menuju area 340. Jika level 340 tidak mampu menahan KRAS, target penurunan selanjutnya ada di 250.
Rekomendasi: Hindari. Sell on strength kalau punya. Target penurunan pertama di 340 dan kedua di 250.
sumber : doktermarket
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online
Rekomendasi Saham INDY dan KRAS oleh HP FINANCIALS | 3 Desember 2021
HP FINANCIALS
3 DESEMBER 2021
Saham INDY
Buy INDY yang telah bergerak menembus ke atas MA10 & 20, serta menembus Neckline pola reversal Double Bottom di Neckline 1740. Dengan demikian terbuka TARGET menuju 1880 di mana di situ juga merupakan lokasi Resistance MA50. Average Up best done above 1765.
Rekomendasi
Buy, Entry Level: 1755; Target: 1880 / 2000; Stoploss : 1670
Saham KRAS
Speculative Buy KRAS pada area Support lower channel (blue) dan Trendline mid-term (green) , di kala RSI juga telah memasuki area Oversold. Target terdekat pastinya adalah MA10 di sekitar 500-505 (angka bulat jadi Resistance psikologis), extended ke upper channel + MA20 pada 510-515.
Rekomendasi
Speculative Buy, Entry level : 482-476; Target : 500- 515; Stoploss : 470
Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online



.jpg)
%20Tbk.png)

%20Tbk.jpg)
%20Tbk%20(KRAS).jpg)
%20Tbk%20(KRAS).jpg)



.png)
