google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham INCO | 3 Agustus 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Saham INCO | 3 Agustus 2018


Indo Premier Sekuritas on Vale Indonesia (INCO) 07/26/2018
Strong recovery as expected

- INCO melaporkan pendapatan US $ 22.6juta di 2Q18, melonjak 230% qoq dan pulih dari kerugian bersih sebesar $ 15.3juta yang tercatat pada 2Q17. Kinerja yang kuat di 2Q18 dibantu oleh volume penjualan nikel matte yang lebih tinggi yaitu 18,8 ribu ton (+ 8,8% qoq, -4,4% yoy) dan harga jual rata-rata (ASP) yang lebih tinggi sebesar US $ 10.880 per ton (+ 10% qoq dan 33% yoy) . Penghasilan INCO mencapai US $ 29,4 juta dalam 1H18 (dibandingkan rugi bersih US $ 21,5 juta dalam 1H17) mewakili 39% dan 37% konsensus 'dan perkiraan penghasilan kami untuk FY18F.

- Permintaan nikel dari baterai kendaraan listrik, tetap kuat yang juga tercermin dalam penurunan persediaan nikel di London Metal Exchange (LME) dan Shanghai Futures Exchange (SHFE - Gambar 1). Namun, kami juga mencatat kesenjangan harga yang melebar antara nikel bermutu tinggi (yang dapat diterapkan dalam baterai) dan nikel kadar rendah (kebanyakan digunakan dalam baja tahan karat), yang menunjukkan perlambatan permintaan nikel untuk baja tahan karat. Meskipun pandangan positif kami pada industri kendaraan listrik, tanpa permintaan yang kuat dari industri baja, kami percaya kenaikan harga nikel tidak akan bertahan.

- Valuasi: HOLD dengan TP Rp4,500

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...

INI PENJELASAN PAN BROTHERS TERKAIT AKSI UNJUK RASA KARYAWAN PABRIK DI BOYOLALI

Ribuan karyawan PT Pan Brothers Tbk (PBRX) melakukan unjuk rasa di depan pabriknya pada Rabu (5/5/2021). Pasalnya, unjuk rasa yang akhirnya mendorong karyawan melakukan mogok kerja tersebut, dipicu adanya informasi jika gaji mereka bulan ini akan dicicil dua kali. Selain itu pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini juga akan dicicil delapan kali. Terkait hal tersebut, Corporate Secretary Pan Brothers Iswar Deni menjelaskan bahwa, adanya kesalah pahaman dari penerimaan info yang disampaikan ke karyawan dan karyawati dan mengakibatkan simpang siurnya berita yang muncul di media "Pagi tanggal 5 Mei 2021 kami mengumumkan secara lisan kepada seluruh karyawan dan karyawati kami, bahwa saat ini kondisi Arus Kas / Cash Flow perusahaan agak ketat, sehubungan dengan pemotongan modal kerja (bilateral) dari pihak perbankan sehingga tersisa sepuluh persen dari kondisi sebelumnya dan ini mengganggu arus kas,"kata Deni, dalam keterangan tertulisnya, di Kamis, (6/5). Oleh karena itu, de...