google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham KMTR | 27 November 2018 Langsung ke konten utama

Berita Saham KMTR | 27 November 2018

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten pengolahan karet PT Kirana Megatara Tbk. (KMTR) siap merealisasikan rights issue pada 17—23 Januari 2019. Aksi korporasi ini akan mengurangi kepemilikan Group Triputra terhadap KMTR.

Dalam keterbukaan informasi Senin (26/11/2018), entitas Grup Triputra ini menyampaikan akan melakukan penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Jumlah saham yang dilepas berjumlah 1,1 miliar lembar, atau 14,32% dari total modal ditempatkan dan disetor sebanyak 7,68 miliar lembar.

“Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli saham batu akan mengalami dilusi maksimal sebesar 14,32%,” paparnya.

Per 22 November 2018, pemegang saham utama KMTR ialah PT Triputra Persada Megatara 47,5%, HSF (S) Pte. Ltd. 47,20%, dan publik 5,3%. Komposisi tersebut berubah dari akhir Oktober 2018.

Pada 31 Oktober 2018, komposisi pemegang saham KMTR ialah  PT Triputra Persada Megatara (TPM) 47,5%, HSF (S) Pte. Ltd. 45%, dan publik 7,5%. Mengutip data Bloomberg, HSF merupakan perusahaan distribusi karet yang berbasis di Singapura.

Menurut manajemen KMTR, HSF Pte. Ltd. memiliki induk usaha di China, yakni Herbert Smith Freehills (HSF) Group. Perusahaan tersebut memiliki kebun karet terluas di Negeri Panda.
Dalam aksi rights issue, TPM tidak akan melaksanakan haknya sehingga akan mengalami dilusi. Sebaliknya, HSF akan melaksanakan haknya untuk membeli saham KMTR. Dengan demikian, kepemilihan Group Triputra di KMTR bakal berkurang.

Penerbitan saham baru akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 17 Januari 2019. Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD berlangsung sampai dengan 23 Januari 2019.

Perseroan belum memberikan harga pelaksanaan. Dengan perhitungan harga hari ini di level Rp282, KMTR berpotensi meraih dana senilai Rp310,2 miliar. Seluruh pendanaan akan digunakan sebagai ekspansi usaha dan modal kerja.


Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...

BBNI | BNI PALEMBANG KEJAR TARGET PERTUMBUHAN NASABAH 12 PERSEN

IQPlus, (09/09) - Bank BNI Wilayah Palembang yang membawahi lima provinsi di Sumatera bagian selatan mengejar pertumbuhan nasabah hingga 12 persen pada 2019 untuk menggenjot kenaikan pendapatan dari dana pihak ketiga (DPK). Pemimpin BNI Wilayah Palembang Dodi Widjajanto di Palembang, Senin, mengatakan saat ini jumlah nasabah sudah mencapai 2 juta, namun masih memiliki potensi untuk bertambah selaras dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap industri perbankan. Dengan luasnya sebaran wilayah kerja yakni di Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung kami optimis target ini dapat tercapai,. kata Dodi. Dodi mengatakan dari jutaan nasabah itu, 10 persennya merupakan nasabah dari segmen usia milenial. Oleh karena itu, perusahaan berupaya meningkatkan jumlah nasabah dari kalangan tersebut. Salah satunya, kata dia, pihaknya gencar melakukan edukasi keuangan kepada generasi milenial atau mereka yang berusia produktif. Misalnya kami telah meluncurkan produk...

INVESTASI SAHAM MENURUT PARA AHLI

Investasi saham adalah aktifitas menarik baik untuk mempersiapkan masa depan maupun juga untuk sebagai aktifitas harian. Para ahli telah menerangkan makna investasi secara umum dan investasi saham secara khusus.  Pengertian Investasi Menurut Para Ahli Haming dan Basalamah Menurut Haming dan Basalamah, Investasi adalah pengeluaran saat sekarang untuk membeli aktiva real seperti tanah, rumah, mobil, dan lain-lain atau juga aktiva keuangan memiliki tujuan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar lagi di masa yang mendatang, selanjutnya dikatakan investasi adalah aktivitas yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber atau dana yang digunakan untuk mengadakan barang modal pada saat sekarang dan dengan barang modal tersebut akan dihasilkan aliran produk baru di masa yang akan datang. Mulyadi Menurut Mulyadi, Investasi adalah pengaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk mendapatkan hasil laba di masa yang akan datang. Sadono Sukirno Menurut ...