PT Kirana Megatara Tbk. (KMTR) menyampaikan bahwa telah menerima surat pengunduran diri Ling Chan Yew selaku Direktur pada tanggal 26 April 2023.
Ling Chan Yew Mengundurkan Diri Sebagai Direktur PT Kirana Megatara Tbk. (KMTR)
PT Kirana Megatara Tbk. (KMTR) menyampaikan bahwa telah menerima surat pengunduran diri Ling Chan Yew selaku Direktur pada tanggal 26 April 2023.
Saham KMTR | PENJUALAN NETO KIRANA MEGATARA TURUN 16,06%
IQPlus, (21/03) - Penjualan neto PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) alami penurunan sebesar 16,06% hingga periode yang berakhir 31 Desember 2018 menjadi Rp10,16 triliun dibandingkan penjualan Rp12,11 triliun di periode sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, beban pokok penjualan turun menjadi Rp9,48 triliun dari Rp10,75 triliun namun laba bruto juga turun menjadi Rp678,08 miliar dari laba bruto Rp1,35 triliun tahun sebelumnya.
Laba usaha turun menjadi Rp169,61 miliar dari laba usaha Rp845,06 miliar tahun sebelumnya. Laba sebelum pajak turun menjadi Rp39,22 miliar dari laba sebelum pajak Rp706,77 miliar dan laba neto tahun berjalan yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk turun tajam menjadi Rp1,58 miliar dari Rp423,17 miliar tahun sebelumnya.
Total aset perseroan mencapai Rp3,55 triliun hingga 31 Desember 2018 turun tipis dari total aset Rp3,57 triliun yang tercatat hingga 31 Desember 2017. (end)
Berita Saham KMTR | KIRANA MEGATARA TARGETKAN DANA Rp583 MILIAR DARI RIGHTS ISSUE
IQPlus, (18/01) - PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) akan melakukan Penawaran Umum Terbatas I (Rights Issue) kepada pemegang sahamnya untuk Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD).
Menurut keterangan Jumat disebutkan bahwa sebanyak-banyaknya 1.100.000.000 saham baru dengan nominal Rp100 per saham atau sebanyak-banyaknya 12,52% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Setiap pemegang 13.969 saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada 28 Januari 2019 berhak atas 2.000 HMETD dimana 1 HMETD memberikan hak untuk membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp530 per lembar sehingga jumlah dana yang diterima perseroan sebanyak-banyaknya 583.000.000.000.
PT Triputra Persada Megatara (TPM) yang merupakan pemegang saham pengendali perseroan mengatakan tidak akan melaksanakan seluruh HMETDnya dan tidak akan mengalihkan kepada pihak lainnya.
Sedangkan HSF Pte Ltd pemegang saham utama perseroan hanya akan melaksanakn seluruh haknya sesuai porsi kepemilikan dimana dalam PMHMETD ini tidak terdapat pihak sebagai pembeli siaga.
Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD 30 Januari-6 Februari 2019 dan dana hasil Rights Issue ini sekitar 45% untuk meningkatkan penyertaan modal pada entitas anak PT Kirana Musi Persada dan sisanya untuk memperkuat modal perseroan.
Pemegang saham lama yang tidak melaksanakan haknya akan mengalami dilusi dalam jumlah maksimum 12,52%. (end)
Berita Saham KMTR | 27 November 2018
Dalam keterbukaan informasi Senin (26/11/2018), entitas Grup Triputra ini menyampaikan akan melakukan penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Jumlah saham yang dilepas berjumlah 1,1 miliar lembar, atau 14,32% dari total modal ditempatkan dan disetor sebanyak 7,68 miliar lembar.
“Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli saham batu akan mengalami dilusi maksimal sebesar 14,32%,” paparnya.
Per 22 November 2018, pemegang saham utama KMTR ialah PT Triputra Persada Megatara 47,5%, HSF (S) Pte. Ltd. 47,20%, dan publik 5,3%. Komposisi tersebut berubah dari akhir Oktober 2018.
Pada 31 Oktober 2018, komposisi pemegang saham KMTR ialah PT Triputra Persada Megatara (TPM) 47,5%, HSF (S) Pte. Ltd. 45%, dan publik 7,5%. Mengutip data Bloomberg, HSF merupakan perusahaan distribusi karet yang berbasis di Singapura.
Menurut manajemen KMTR, HSF Pte. Ltd. memiliki induk usaha di China, yakni Herbert Smith Freehills (HSF) Group. Perusahaan tersebut memiliki kebun karet terluas di Negeri Panda.
Dalam aksi rights issue, TPM tidak akan melaksanakan haknya sehingga akan mengalami dilusi. Sebaliknya, HSF akan melaksanakan haknya untuk membeli saham KMTR. Dengan demikian, kepemilihan Group Triputra di KMTR bakal berkurang.
Penerbitan saham baru akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 17 Januari 2019. Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD berlangsung sampai dengan 23 Januari 2019.
Perseroan belum memberikan harga pelaksanaan. Dengan perhitungan harga hari ini di level Rp282, KMTR berpotensi meraih dana senilai Rp310,2 miliar. Seluruh pendanaan akan digunakan sebagai ekspansi usaha dan modal kerja.
Penambahan Modal Dengan HMETD PT Kirana Megatara Tbk (KMTR)
PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) berniat melakukan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Rights Issue).
Menurut keterangan perseroan yang diperoleh Rabu, jumlah saham yang ditawarkan sebanyak-banyaknya 1.100.000.000 saham dengan nominal Rp100 per saham. Sehubungan dengan hal tersebut perseroan akan menggelar RUPS Luar Biasa pada 28 Juni 2018 mendatang.
Periode pelaksanaan PHMETD tidak lebih dari 12 bulan sejak tanggal pelaksanaan RUPSLB yang menyetujui penambahan modal tersebut. Rencana ini akan berpengaruh terhadap pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya.
Perseroan bermaksud untuk menggunakan seluruh dana yang diterimanya untuk memperkuat struktur modal dan pengembangan usaha. (end)
http://www.iqplus.info/news/stock_news/kmtr-kirana-megatara-berniat-tambah-modal-dengah-hmetd,42074151.html
Berita Saham KMTR | 6 Desember 2017
Berita Saham KMTR
PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) akan membagikan dividen interim tahun buku 2017 kepada pemegang sahamnya sebesar Rp25,45 per lembar saham.
Menurut keterangan Ferry Sidik, Sekretaris Perusahaan Perseroan Rabu, dividen interim tersebut akan dibagikan pada 20 Desember 2017 mendatang dengan cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 11 dan 12 Desember 2017 serta di pasar tunai 14 dan 15 Desember 2017 dengan DPS hingga 14 Desember 2017.
Pembagian dividen interim tunai tersebut berdasarkan keputusan rapat direksi perseroan pada 4 Desember 2017. Total dividen interim yang dibayarkan maksimal sebesar Rp195.550.000.000. (end)
IQPLUS
Analisa Saham WTON, BSDE dan KMTR | 6 Desember 2017
Analisa Saham WTON, BSDE dan KMTR
Pacific Trader Stock Review 5 Desember 2017:
Saham WTON
harga cenderung bearish dengan MACD masih membentuk pola death cross. bila menembus area support ada di 520 aka berpotensi jatuh lebih dalam. apabila harga mula menunjuka tanda - tanda rebound aka berpeluang buy on weakness dan berpotensi ke area 530 - 560.
Saham BSDE
harga menembus lower bollinger band disertai MACD mengalami death cross. berpotensi untuk ke area support selanjutnya di 1500 - 1400. apa bila harga kembali rebound disertai volume yang cukup tinggi akan berpotensi menuju area 1625.
Saham KMTR
harga menembus middle bollinger band, berpeluang menuju area 444 - 418. apabila harga cenderung memantul midle bollinger band maka berpotensi menuju 505 - 520. support berada di area 398 dan resistance di 545.
Analisa Saham RIMO, KMTR dan TLKM [flash] | 30 November 2017
Analisa Saham RIMO, KMTR dan TLKM | 30 November 2017
Hasil Review berdasarkan data 29 November 2017:
Saham RIMO
harga sideway di area support di 180 dengan tingkast volatilitas rendah sehingga cenderung sideway. jika harga menembus 208 maka bepeluang ke area 226. apabila harga turun disertai volume penjualan besar maka berpotensi ke area support baru di 162- 160.
Saham KMTR
keadaan memantul midle bollinger band disertai stokastik mulai golden cross. jika harga penutupan berhasil menembus 532 maka berpotensi ke 542 - 575. apabila harga turun menembus 498 maka berpeluang menuju area 490 - 460.
Saham TLKM
harga cenderung downtrend dengan enembus MA9. jika harga menembus middle bollinger band di area 4160 maka potensi menuju 4130 - 4070. bila harga memantul bollinger band maka berpotensi menuju 4220 - 4240.
Alpine PW
Analisa Saham INCO, ELSA dan KMTR | 21 November 2017
Pacific Trader Stocks Review
INCO: trend cenderung downtrend disertai MACD keadaan death cross. jika menembus 2870 maka potensi ke area 2810. bila harga menembus 2960 maka potensi ke 3030 - 3080. support terendah berada di 2770.
ELSA: harga memantul MA 9 dengan MACD dan stokastik masih terlihat baik, sehingga berpeluang ke area upper bollinger band di 412. jika harga menembus support di 372 maka berpeluang ke 362 - 344.
KMTR: cenderung memantul MA 9. dengan stokastik peluang golden cross. apabila harga menembus 560 maka potensi ke 585 - 610. apabila harga menembus area 520 maka potensi ke 500 - 488.
Berita Saham KMTR | 13 November 2017
Produsen remah karet PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) berencana menambah satu pabrik pengolahan. Penambahan pabrik ini dilakukan untuk mengerek kapasitas produksi perusahaan.
Produsen bahan baku ban ini akan menambahkan kapasitas produksinya sebesar 30.000 ton per tahun. Hal ini membuat kapasitas produksi perusahaan bertambah dari sebelumnya 720.000 ton per tahun menjadi 750.000 ton per tahun.
"Saat ini proses pembangunan pabrik untuk penambahan kapasitas sedang dalam proses. Pabrik ini akan bisa mulai beroperasi mulai tahun 2018," ujar Sekretaris Perusahaan KMTR Ferry Sidik, Senin (13/11).
Walau KMTR menambah kapasitas produksi, produksi remah karet perusahaan ini sebenarnya belum mencapai kapasitas maksimal. Hingga September ini saja, total produksi Kirana baru mencapai angka 400.000 ton. Sementara di akhir tahun nanti, KMTR menargetkan total produksi sebesar 500.000 ton.
Penambahan kapasitas ini merupakan langkah antisipasi KMTR. Perusahaan ini mengoperasikan pabrik di lokasi yang berbeda-beda, yaitu di Sumatra dan Kalimantan. Dengan penambahan kapasitas ini, Kirana berharap bisa mengantisipasi apabila terjadi gangguan hasil produksi di lokasi pabrik lainnya.
Menurut Ferry, pihaknya membutuhkan dana sebesar Rp 130 miliar untuk membangun pabrik tersebut. Namun, ia mengaku alokasi dana untuk pembangunan pabrik tersebut disebar ke beberapa tahun. "Pembangunan pabrik ini kan membutuhkan waktu sekitar 1,5 tahun sehingga dana yang dibutuhkan untuk pembangunan pabrik baru tidak seluruhnya menggunakan dana belanja modal di tahun ini saja," papar Ferry.
Adapun di tahun 2017 ini, KMTR telah menganggarkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 100 miliar hingga Rp 150 miliar. Emiten ini akan menggunakan sebagian capex untuk pembangunan pabrik baru yang terletak di Lampung Tengah dan sisanya untuk keperluan rutin.
Di tahun depan, Kirana mengalokasikan dana belanja modal sekitar Rp 170 miliar. Dana yang berasal dari kas internal perusahaan tersebut akan digunakan sebagian untuk penyelesaian pabrik tersebut dan juga kegiatan rutin.
kontan


