google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Rekomendasi Saham William Hartanto | 28 November 2018 Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham William Hartanto | 28 November 2018

WH Project Outlook 28 November 2018

IHSG ditutup menurun sebesar 9.19 poin (-0.15%) menuju level 6013.59 pada perdagangan hari Selasa 27 November 2018.

MEMBENTUK MONTHLY CHART

Pada akhirnya yang bisa menjadi jawaban terbaik mengapa pasar dibuat bergerak mixed terus adalah adanya upaya pelaku pasar dalam rangka membentuk monthly chart IHSG. Tujuannya sederhana sekali, membuat IHSG breakout resistance namun tidak hype. Dengan demikian kenaikan untuk bulan-bulan ke depannya akan lebih solid. Selain itu alasan lainnya adalah momen ini dimanfaatkan oleh bandar untuk memborong saham-saham di harga rendah selagi ritel sedang wait and see menghadapi pasar yang mixed.

Sama seperti kemarin, pada pekan ini IHSG akan menguji level resistance 6100. Perlu diketahui bahwa monthly chart IHSG sedang dibentuk sehingga sepanjang pekan ini ada 2 pilihan dalam pembentukan indeks:

Diangkat naik sepanjang hari;
Dinaikkan hanya pada penutupan saja karena daya beli sedikit menurun akibat akumulasi yang cukup besar sejak September.
Either way IHSG bisa dikatakan hampir pasti naik terus.


Lalu, bagaimana dengan IHSG hari ini?

Secara teknikal, IHSG kembali breakout dari resistance trend line dan siap menguji level 6100.

IHSG VIEW

IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dalam range 5950 s/d 6100.

REKOMENDASI SAHAM

Saham-saham yang dapat diperhatikan untuk trading hari ini: ADHI, CPIN, MAIN, PPRO, WEGE.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

Info Pasar : Prospek Alumunium, 16 Maret 2017

Prospek cerah, harga aluminium tahun ini bisa naik JAKARTA. Pasca koreksi yang cukup dalam, harga aluminium perlahan bangkit. Rabu (15/3) pukul 09.49 WIB, harga aluminium kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange naik 0,40% ke level US$ 1.867 per metrik ton dibanding hari sebelumnya. Tapi dalam sepekan, harga aluminium terkikis 0,53%. Harga aluminium menguat berkat naiknya produksi industri China. Produksi industri China di Februari 2017 tumbuh 6,3%, lebih tinggi ketimbang pertumbuhan bulan sebelumnya yang cuma 6%. Ibrahim, Direktur Garuda Berjangka, bilang, data ekonomi dari China tersebut menjadi pendorong utama kenaikan harga aluminium. Maklum, hal ini menimbulkan harapan permintaan aluminium dari Negeri Tirai Bambu akan semakin tinggi. Selain itu, kurs dollar Amerika Serikat (AS) yang turun juga mendongkrak harga. "Dollar AS melemah menjelang pengumuman hasil FOMC pada Kamis dini hari nanti," ujar Ibrahim, Rabu (15/3). Penyebabnya, pelaku pasar mela...

Kisah Pedagang Kopi di Perbatasan RI Beromzet Rp 2 Juta/Hari

Senyum mengembang selalu nampak di raut wajah Siti Badriyah. Perempuan berhijab asal Jawa Tengah itu sudah tinggal di kawasan perbatasan Papua sejak umur 7 tahun. Ia membuka usaha makanan dan kopi keliling di tapal batas Indonesia dengan Papua Nugini. Kalau di Jakarta, mungkin banyak yang menyebut profesi seperti Siti dengan sebutan 'starling', plesetan dari kata Starbucks keliling. Walau hanya berprofesi sebagai starling, bisa dibilang Siti cukup sukses di sana. Bayangkan, omzetnya saja mencapai Rp 2 juta per hari. Kalau dikalikan sebulan berarti puluhan juta omzetnya. Siti bercerita bagaimana awalnya dia bisa tinggal di wilayah perbatasan hingga mencari nafkah di sana. Sejak tahun 1982, Siti mengaku orang tuanya mengikuti program transmigrasi. Karenanya, mau tak mau Siti juga ikut kedua orang tuanya hijrah dari kampung halamannya Banyuwangi ke Papua. Bukan hal yang buruk menurutnya tinggal di kawasan tapal batas. Sebab, selain kondisinya yang juga tentram saat ini, roda ekono...