google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Pasar Global | 28 November 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Pasar Global | 28 November 2018

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market
(November 28, 2018)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

Wall Street ditutup lebih tinggi karena kenaikan sektor defensif lebih besar daripada gejolak perdagangan AS-China

Saham memantul dari kerugian pada sesi awal dan ditutup lebih tinggi pada Selasa karena kenaikan sektor pertahanan membantu mengimbangi kecemasan bahwa resolusi jangka pendek perdagangan dan ketegangan antara AS dan Cina tetap sulit dipahami.

Dow Jones +0,4%, naik 108,49 poin menjadi 24.748,73. Nasdaq +0,01%, tambah 0,85 poin ke 7.082,70. S&P 500 +0,33%, naik 8,75 poin dan berakhir pada 2.628,20.

Presiden Donald Trump mengatakan kepada The Wall Street Journal, dalam wawancara yang diterbitkan Senin malam, bahwa "sangat tidak mungkin" bahwa ia akan menerima permintaan Beijing untuk menunda kenaikan tarif tarif pada barang-barang Tiongkok dari awal Januari 2019.

Investor juga mencerna komentar dari Federal Reserve No 2 Richard Clarida, yang terus menyajikan sikap yang relatif dovish menjelang pertemuan kebijakan Fed bulan depan ketika bank sentral secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga.

Eropa

Saham Eropa terbebani oleh kekhawatiran perdagangan, politik regional

Saham Eropa berada di zona merah pada hari Selasa, dengan ketegangan perdagangan antara AS dan Cina dan politik regional mendorong investor menjauh dari ekuitas, langkah yang sejalan dengan pasar global.

Stoxx Europe turun -0,26% menjadi 356,15.

Campuran peristiwa politik global membayangi saham Eropa. Presiden AS Donald Trump dilaporkan mengatakan pada hari Senin bahwa kesepakatan Brexit Perdana Menteri Inggris Theresa May dapat mengancam perjanjian perdagangan AS-Inggris yang menekan mata uang Inggris.

Di Italia, anggota parlemen mengatakan mereka tetap berpegang pada sasaran anggaran 2019 yang dinyatakan sebelumnya, tetapi membiarkan kemungkinan pemotongan target defisit anggaran negara.


Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...

BBNI | BNI PALEMBANG KEJAR TARGET PERTUMBUHAN NASABAH 12 PERSEN

IQPlus, (09/09) - Bank BNI Wilayah Palembang yang membawahi lima provinsi di Sumatera bagian selatan mengejar pertumbuhan nasabah hingga 12 persen pada 2019 untuk menggenjot kenaikan pendapatan dari dana pihak ketiga (DPK). Pemimpin BNI Wilayah Palembang Dodi Widjajanto di Palembang, Senin, mengatakan saat ini jumlah nasabah sudah mencapai 2 juta, namun masih memiliki potensi untuk bertambah selaras dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap industri perbankan. Dengan luasnya sebaran wilayah kerja yakni di Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung kami optimis target ini dapat tercapai,. kata Dodi. Dodi mengatakan dari jutaan nasabah itu, 10 persennya merupakan nasabah dari segmen usia milenial. Oleh karena itu, perusahaan berupaya meningkatkan jumlah nasabah dari kalangan tersebut. Salah satunya, kata dia, pihaknya gencar melakukan edukasi keuangan kepada generasi milenial atau mereka yang berusia produktif. Misalnya kami telah meluncurkan produk...