google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham BBNI | BNI SIAPKAN BNI GRIYA KHUSUS UNTUK GURU Langsung ke konten utama

Berita Saham BBNI | BNI SIAPKAN BNI GRIYA KHUSUS UNTUK GURU


IQPlus, (11/02) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) merupakan bank penyalur kredit pemilikan rumah yang khusus disiapkan bagi para guru, tenaga pendidik, dan pegawai Kementerian Pendidikan Kebudayaan di seluruh Indonesia. Kredit BNI Griya Khusus ini disiapkan agar para guru dan kelompok penerima lainnya tersebut memperoleh berbagai keringanan dalam pembiayaan rumah impian mereka, sehingga Program Rumah Bagi Guru yang dicanangkan pemerintah menjadi lebih cepat terealisasi.

Penyaluran BNI Griya Khusus Guru tersebut dimulai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BNI dengan Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang dilaksanakan di Jakarta, Jumat (8 Februari 2019). Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan oleh Direktur Retail Banking BNI Tambok P Setyawati dan Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Unifah Rosyidi. Hadir menyaksikan acara tersebut Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Supriano.

Menurut Tambok, dengan BNI Griya Khusus ini, BNI memberikan berbagai keringanan, yaitu Pembayaran Uang Muka mulai 0%, bunga khusus serta bebas biaya propisi dan biaya administrasi. Suku bunga yang diberikan adalah mulai dari 6,9% fixed selama 1 tahun hingga 7,75% fixed 5 tahun, dengan jangka waktu kredit bervariasi mulai dari 7 tahun hingga 30 tahun.

Diterbitkannya produk BNI Griya Khusus ini merupakan salah satu upaya BNI dalam mewujudkan amanat undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dimana di dalamnya, guru berhak memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial. Salah satu kehadiran pemerintah dalam mewujudkan jaminan kesejahteraan sosial dimaksud adalah mengupayakan RUMAH BAGI GURU.

Selain melalui KPR BNI Griya Khusus ini, Guru dan tenaga pendidik juga dapat memperoleh rumah melalui program KPR Subsidi FLPP , dengan bunga 5% selama jangka waktu kredit maksimal 20 tahun. Untuk plafond KPR Subsidi FLPP lebih kecil dibandingkan Plafond BNI Griya khusus Guru dikarenakan ada batasan harga jual rumah KPR Subsidi yang telah ditetapkan pemerintah.

BNI Griya sendiri merupakan fasilitas kredit dari BNI yang dapat digunakan untuk tujuan pembelian, pembangunan, renovasi, top up, refinancing, atau take over properti berupa rumah tinggal, villa, apartemen, kondominium, rumah toko, rumah kantor, besarnya disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan dan kemampuan membayar kembali masing-masing pemohon. Disamping itu, BNI juga menawarkan produk BNI Griya Multiguna yaitu fasilitas kredit yang diberikan kepada debitur untuk tujuan apapun dengan jaminan tanah dan bangunan rumah tinggal yang menjadi tempat tinggal debitur. (end)

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Kisah Orang Terkaya: George Soros, Investor Kakap yang 'Merusak' Bank Inggris

Salah satu orang terkaya, George Soros memiliki kekayaan bersih USD8,6 miliar (Rp124 triliun). Soros merupakan pendiri dan ketua Soros Fund Management LLC. Dia berada di peringkat 56 orang terkaya di Amerika oleh Forbes dan orang terkaya ke-162 secara global. Soros mengumpulkan kekayaannya sebagai salah satu spekulan terbesar dunia di pasar keuangan global. Taruhannya yang terkenal melawan pound Inggris pada tahun 1992 menghasilkan keuntungan lebih dari USD1 miliar dan memberinya gelar "orang yang merusak Bank of England". Quantum Fund miliknya menghasilkan pengembalian tahunan 35% selama 25 tahun. Selain itu, kegiatan filantropisnya telah menuai banyak pujian, sementara pernyataan politiknya memicu banyak kontroversi. George Soros lahir di Budapest, Hongaria, pada 12 Agustus 1930. Nama belakang kelahiran Yahudinya adalah Schwartz. Ayahnya mengubah nama belakangnya menjadi Soros pada tahun 1936 untuk menghindari potensi masalah dengan agama mereka. Ayah George Soros, Tivadar,...

PT Ciputra Development Tbk Optimis Target Marketing Sales Tahun Ini Tercapai

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) optimis target marketing sales tahun ini dapat tercapai. S epanjang 2021, emiten properti ini membidik marketing sales Rp 5,9 triliun Direktur CTRA, Tulus Santoso menjelaskan optimisme itu berangkat dari capaian marketing sales perusahaan di semester I-2021 yang telah melebih 50% dari target. "Pencapaian (marketing sales) semester 1 sekitar 61% dari target full year jadi mestinya akan tercapai," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (3/9). Selain itu, optimisme perusahaan kian kuat dengan adanya perpanjangan insentif yang diberikan pemerintah pada sektor properti. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang jangka waktu pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pembelian rumah tapak dan unit hunian rumah susun hingga Desember 2021. Tulus menyambut baik akan perpanjangan insentif tersebut, sebab pemberian insentif tersebut memberikan efek positif terhadap marketing sales perusahaan. Ia menuturkan dampak sale...

SAHAM BEEF ALAMI OVERSUBSCRIBED HINGGA 86,11 KALI

IQPlus, (10/01) - Perusahaan makanan olahan PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) hari ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya, BEEF menjadi emiten kedua yang berhasil listing melalui proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk Yustinus Sadmoko mengatakan, perseroan melepas sahamnya sebanyak 376.862.500 saham baru atau sekitar 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. "Saham BEEF mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 86,11 kali dari  porsi pooling,"ujarnya. Awal diperdagangkan, saham BEEF naik 140 poin atau 41,18% ke level Rp 480 dari harga IPO Rp 340. Saham BEEF ditransaksikan sebanyak 112 kali dengan volume sebanyak 66.680 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 3,37 miliar. "Kami bersyukur, saham KIBIF sangat diminati investor sehingga mengalami oversubscribed.  Hal ini menandai investor percaya pada perusahaan,"ujarnya di gedung BEI Jakarta, Kam...