google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Pasar Global | 11 Februari 2019 Langsung ke konten utama

Analisa Pasar Global | 11 Februari 2019

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market
(Feb 11, 2019)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

Wall street naik dari posisi terendah dan ditutup lebih tinggi; Dow naik pada minggu ke-7

Bursa AS memantul dari posisi terendah dan ditutup lebih tinggi pada Jumat karena diimbangi tekanan beli akibat kekhawatiran berlarut-larut atas ketegangan perdagangan AS-China.

Dow Jones -0,25%, turun 63,20 poin menjadi 25.106,33. S&P 500 +0,07%, naik 1,83 poin menjadi 2.707,88. Nasdaq +0,14%, naik 9,85 poin menjadi 7.298,20.

Perang dagang AS-Tiongkok tetap menjadi masalah utama bagi investor, dengan pasar Asia mengambil tongkat penjualan setelah Presiden AS Donald Trump mengkonfirmasi laporan bahwa ia tidak punya rencana untuk bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping sebelum tenggat waktu kesepakatan perdagangan 1 Maret. Namun, CNBC melaporkan bahwa AS kemungkinan akan mempertahankan tarif 10% daripada menaikkannya menjadi 25% sesuai jadwal.

Eropa

Bursa Eropa ditutup di zona merah karena kekhawatiran perdagangan menekan saham otomotif dan minyak

Indeks Eropa jatuh ke zona merah pada hari Jumat ketika data ekspor Jerman mendukung optimisme investor. Kekhawatiran baru tentang perdagangan telah memberikan tekanan pada sektor otomotif dan minyak.

Stoxx Europe turun 0,56% menjadi 358,55.

Bursa eropa mendapat dorongan awal setelah beberapa berita langka tentang ekonomi Jerman karena ekspor naik pada Desember, menurut data resmi. Kekhawatiran memuncak tentang pelambatan di zona euro dan ekonomi terbesarnya membantu menurunkan saham di seluruh dunia pada Kamis, setelah data yang lemah dan perkiraan untuk zona euro.


Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

PT Ciputra Development Tbk Optimis Target Marketing Sales Tahun Ini Tercapai

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) optimis target marketing sales tahun ini dapat tercapai. S epanjang 2021, emiten properti ini membidik marketing sales Rp 5,9 triliun Direktur CTRA, Tulus Santoso menjelaskan optimisme itu berangkat dari capaian marketing sales perusahaan di semester I-2021 yang telah melebih 50% dari target. "Pencapaian (marketing sales) semester 1 sekitar 61% dari target full year jadi mestinya akan tercapai," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (3/9). Selain itu, optimisme perusahaan kian kuat dengan adanya perpanjangan insentif yang diberikan pemerintah pada sektor properti. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang jangka waktu pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pembelian rumah tapak dan unit hunian rumah susun hingga Desember 2021. Tulus menyambut baik akan perpanjangan insentif tersebut, sebab pemberian insentif tersebut memberikan efek positif terhadap marketing sales perusahaan. Ia menuturkan dampak sale...

SAHAM BEEF ALAMI OVERSUBSCRIBED HINGGA 86,11 KALI

IQPlus, (10/01) - Perusahaan makanan olahan PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) hari ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya, BEEF menjadi emiten kedua yang berhasil listing melalui proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk Yustinus Sadmoko mengatakan, perseroan melepas sahamnya sebanyak 376.862.500 saham baru atau sekitar 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. "Saham BEEF mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 86,11 kali dari  porsi pooling,"ujarnya. Awal diperdagangkan, saham BEEF naik 140 poin atau 41,18% ke level Rp 480 dari harga IPO Rp 340. Saham BEEF ditransaksikan sebanyak 112 kali dengan volume sebanyak 66.680 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 3,37 miliar. "Kami bersyukur, saham KIBIF sangat diminati investor sehingga mengalami oversubscribed.  Hal ini menandai investor percaya pada perusahaan,"ujarnya di gedung BEI Jakarta, Kam...

Investasi untuk Lansia yang Ingin Punya Tabungan Warisan untuk Anak dan Cucu

Semakin mendekati usia senja pasti banyak dari Anda yang sudah mulai memikirkan bagaimana cara menabung untuk bekal masa depan anak dan cucu di masa depan alias warisan atau bisa juga untuk kepentingan lainnya di beberapa tahun kedepan. Seperti yang sudah diketahui, pada usia senja tidak banyak kegiatan yang bisa dilakukan termasuk kegiatan untuk menghasilkan uang atau mencicil aset. Faktornya bisa karena tubuh yang sudah tidak sanggup beraktivitas seperti dulu dan terbatasnya pilihan yang bisa dikerjakan secara aman dan nyaman untuk para lansia. Tapi tenang saja, yang lain bisa terbatas tapi tidak untuk investasi. Dengan berinvestasi Anda tidak perlu lagi bingung bagaimana meng alokasikan sebagian dana pensiun atau penghasilan saat ini ke hal yang bisa disimpan, dikelola bahkan dikembangkan lagi untuk dijadikan bekal masa depan anak dan cucu atau untuk cita-cita lainnya. Berikut jenis-jenis investasi yang cocok untuk para orang tua yang sudah memasuki usia lansia (lanjut usia): 1. Dep...