google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham BBCA | Sewa Hotel, BCA Gelontorkan Rp116,16 Juta untuk Analyst Meeting Langsung ke konten utama

Berita Saham BBCA | Sewa Hotel, BCA Gelontorkan Rp116,16 Juta untuk Analyst Meeting

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten perbankan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menggelontorkan dana sebesar Rp116,16 juta untuk menyewa Bali Room, Hotel Indonesia Kempinski, untuk kegiatan Analyst Meeting Tahun 2018 pada Kamis (28/2/2019).

Corporate Secretary BBCA Jan Hendra menyampaikan, pada hari ini perseroan menyewa salah satu ruangan di Hotel Indonesia Kempinski untuk kegiatan pertemuan analis. Dalam acara tersebut perseroan membahas kinerja 2018.

Transaksi penyewaan senilai Rp116,16 juta dilakukan oleh BBCA dan PT Grand Indonesia, sebagai pemilik Hotel Kempinski. Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi.

“Transaksi afiliasi yang dilakukan oleh perseroan dilakukan dengan perusahaan yang dikendalikan pemegang saham utama perseroan,” paparnya, Kamis (28/2/2019).

Pemegang saham utama BBCA sebesar 54,94% adalah PT Dwimuria Investama Andalan, yang merupakan perusahaan entitas Grup Djarum. Grand Indonesia juga merupakan salah satu perusahaan milik Grup Djarum itu.

BBCA menutup 2018 dengan laba bersih setelah pajak sebesar Rp25,9 triliun, naik 10,9% dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya.

Kenaikan laba bersih tersebut tercapai di tengah tantangan tren margin bunga yang menipis. Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) BCA per akhir 2018 tercatat sebesar 6,1%, turun tipis dari posisi pada tahun sebelumnya sebesar 6,2%.

Pendapatan bunga bersih BCA per akhir 2018 naik 8,3% yoy menjadi Rp45,3 triliun. Hal itu diikuti oleh pendapatan nonbunga bank yang tumbuh 17,0% menjadi Rp17,7 triliun.


Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...

BBNI | BNI PALEMBANG KEJAR TARGET PERTUMBUHAN NASABAH 12 PERSEN

IQPlus, (09/09) - Bank BNI Wilayah Palembang yang membawahi lima provinsi di Sumatera bagian selatan mengejar pertumbuhan nasabah hingga 12 persen pada 2019 untuk menggenjot kenaikan pendapatan dari dana pihak ketiga (DPK). Pemimpin BNI Wilayah Palembang Dodi Widjajanto di Palembang, Senin, mengatakan saat ini jumlah nasabah sudah mencapai 2 juta, namun masih memiliki potensi untuk bertambah selaras dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap industri perbankan. Dengan luasnya sebaran wilayah kerja yakni di Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung kami optimis target ini dapat tercapai,. kata Dodi. Dodi mengatakan dari jutaan nasabah itu, 10 persennya merupakan nasabah dari segmen usia milenial. Oleh karena itu, perusahaan berupaya meningkatkan jumlah nasabah dari kalangan tersebut. Salah satunya, kata dia, pihaknya gencar melakukan edukasi keuangan kepada generasi milenial atau mereka yang berusia produktif. Misalnya kami telah meluncurkan produk...

INVESTASI SAHAM MENURUT PARA AHLI

Investasi saham adalah aktifitas menarik baik untuk mempersiapkan masa depan maupun juga untuk sebagai aktifitas harian. Para ahli telah menerangkan makna investasi secara umum dan investasi saham secara khusus.  Pengertian Investasi Menurut Para Ahli Haming dan Basalamah Menurut Haming dan Basalamah, Investasi adalah pengeluaran saat sekarang untuk membeli aktiva real seperti tanah, rumah, mobil, dan lain-lain atau juga aktiva keuangan memiliki tujuan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar lagi di masa yang mendatang, selanjutnya dikatakan investasi adalah aktivitas yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber atau dana yang digunakan untuk mengadakan barang modal pada saat sekarang dan dengan barang modal tersebut akan dihasilkan aliran produk baru di masa yang akan datang. Mulyadi Menurut Mulyadi, Investasi adalah pengaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk mendapatkan hasil laba di masa yang akan datang. Sadono Sukirno Menurut ...