google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham MASA | Pasca Diakuisisi Michelin, Multistrada Genjot Kapasitas Pabrik dan Pangsa Pasar Langsung ke konten utama

Saham MASA | Pasca Diakuisisi Michelin, Multistrada Genjot Kapasitas Pabrik dan Pangsa Pasar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. JAKARTA. PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) memproyeksikan bisnis ke depan bakal lebih kinclong pasca Compagnie Générale des Etablissements Michelin (Michelin) masuk sebagai pengendali saham yang baru. Produsen ban merek Achilles dan Corsa tersebut bakal bersinergi dengan Michelin.

Salah satu bentuk sinergi kedua perusahan dalam bentuk peningkatan kapasitas pabrik dan pangsa pasar ban. Manajemen Multistrada menyebutkan, ada tanah seluas 100 hektare (ha) yang akan digunakan untuk mengembangkan pabrik. Namun, belum jelas detail rencana pengembangannya.

Dengan tambahan kekuatan Michelin, Multistrada optimistis kinerja bakal tumbuh. "Akan bagus, dong, begitu dia (Michelin) masuk, order meningkat," ujar Pieter Tanuri, Presiden Direktur PT Multistrada Arah Sarana Tbk, ditemui usai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), Rabu (20/3).

Menurut keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 23 Januari 2019, manajemen Multistrada menyebutkan kapasitas produksi terpasang saat ini lebih dari 180.000 ton ban. Perinciannya, 11 juta ban mobil penumpang, 9 juta ban kendaraan roda dua dan 250.000 ban truk.

Pasca menguasai Multistrada, secara bertahap Michelin akan mengubah produksi dari ban mobil penumpang Tier 3 menjadi merek Grup Michelin Tier 2. Target perusahan asal Prancis tersebut ke depan adalah lebih banyak memproduksi ban Tier 1 di pabrik Asia lain serta mendukung pertumbuhan permintaan volume ban Tier 2 di Eropa, Amerika Utara dan Asia.

Untuk mendukung sinergi bisnis, dalam lima tahun mendatang Multistrada menyiapkan dana belanja modal sebesar US$ 10 juta. "Saya belum bisa komentar spesifik mengenai detail anggaran tapi intinya kami akan ada pengembangan bisnis," kata Eric Pierre Robert Vaillier, Wakil Presiden Direktur PT Multistrada Arah Sarana Tbk.

Kembali mengingatkan, Michelin mengakuisisi 80% saham Multistrada. Nilai transaksi tersebut mencapai US$ 439 juta. Selain mengakuisisi Multistrada, Michelin juga mengambil alih 20% daham PT Penta Artha Impressi dalam kemitraan dengan Indomobil dan investor-investor swasta.

Dalam catatan KONTAN, Multistrada atau yang tercatat dengan kode saham MASA di BEI, tahun ini mengincar pertumbuhan penjualan ban motor 20% dan ban mobil 10%. Makanya, mereka berniat menambah 50-100 gerai baru. Pembukaan satu gerai baru membutuhkan dana sekitar Rp 75 juta-Rp 250 juta.


Sumber : KONTAN

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Saham ? Pengertian, Contoh, Jenis, Keuntungan, Resiko

Apa itu Saham? Saham adalah jenis surat berharga yang menandakan kepemilikan secara proporsional dalam sebuah perusahaan penerbitnya. Saham kadang disebut ekuitas. Saham memberikan hak kepada pemegang saham atas proporsi aset dan pendapatan perusahaan.  Saham pada umumnya  dijual dan dibeli di bursa saham . Akan tetapi saham juga dijual secara pribadi. Transaksi saham harus sesuai dengan peraturan pemerintah yang dimaksudkan untuk melindungi investor dari praktik penipuan.  Secara historis, investasi saham telah mengungguli sebagian besar investasi lainnya dalam jangka panjang. Investasi saham dapat dilakukan melalui broker saham online atau sekuritas saham yang terdaftar di lembaga yang mengaturnya di sebuah negara.  Sebuah perusahaan terbuka menerbitkan / menjual saham dalam rangka mengumpulkan dana untuk menjalankan bisnisnya. Pemegang saham, ibaratnya telah membeli secuil perusahaan dan memiliki hak atas sebagian aset dan pendapatannya. Dengan...

PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) Dapatkan Rating Negatif

MOODYS UBAH PROSPEK SPINDO DARI STABIL MENJADI NEGATIF. IQPlus, (23/08) - Moodys Investor Service merubah prospek PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) menjadi negatif dari stabil dimana pada saat yang sama menegaskan peringkat B2 corporate family rating perseroan. "Perubahan prospek menjadi negatif mencerminkan espektasi Moodys dimana gross margin Spindo masih mendapatkan tekanan karena volatilitas harga baja dalam 12-18 bulan ke depan yang menghasilkan peningkatan leverage dan cakupan bunga yang lemah," ujar Brian Grieser, vice president Moodys. Karena baja menyumbang hingga 95% dari harga pokok penjualan, Spindo terkena fluktuasi harga baja global dan domestik. Meski perusahaan menggunakan model biaya plus harga, Spindo tidak sepenuhnya meneruskan peningkatan harga baja kepada pelanggannya secara tepat waktu. Akibatnya margin kotor Spinti turun menjadi 15% dalam 12 bulan di Juni 2018 dari 18% di 2017 dan 25% di 2016. "Selain itu tingkat utang Spindo meningkat ka...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...