google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Rekomendasi Saham Reliance Sekuritas | 27 Mei 2019 Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham Reliance Sekuritas | 27 Mei 2019

Rekomendasi Saham Reliance Sekuritas | 27 Mei 2019


Ipotnews - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan hari ini diperkirakan melanjutkan proses kenaikan, setelah akhir pekan kemarin ditutup menguat 0,41 persen ke level 6.057.
Menurut analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah, secara teknikal, laju IHSG berhasil kembali menguat dan mendekati pergerakan rata-rata 200 hari (MA200) di level 6.150. Indikator stochastic maupun RSI bergerak optimistis menuju area jenuh beli ( overbought ).
"Pergerakan ini memberikan sinyal bahwa penutupan pola  gap down  di awal pekan berada pada rentang 6.101-6.137, sehingga kami memprediksikan IHSG akan melanjutkan penguatan dengan support-resisten 6.050-6.150," kata Lanjar, di Jakarta, Senin (27/5).
Lanjar menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan kemarin, mayoritas bursa saham Asia ditutup terkonsolidasi, tercemin dari pelemahan tipis indeks Nikkei (-0,16 persen) dan penguatan indeks Topix (+0,04 persen). Sedangkan, Hang Seng menguat 0,32 persen dan Shanghai naik 0,28 persen.
Sementara itu,laju IHSG akhir pekan kemarin menguat 0,41 persen ke level 6.057, ditopang kenaikan indeks sektor infrastuktur sebesar 1,73 persen. "Investor asing kembali mencatatkan aksi jual bersih atau  net sell  sebesar Rp369,92 miliar," ucapnya.
Dengan demikian, jelas dia, adanya peluang kenaikan lanjutan pada laju IHSG hari ini bisa disikapi pelaku pasar dengan mengakumulasi sembilan saham berikut:
1. PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA)
2. PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN)
3. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
4. PT Gudang Garam Tbk (GGRM)
5. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
6. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)
7. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)
8. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)
9. PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA).

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...