google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham DMAS, LSIP, PGAS dan ISAT Langsung ke konten utama

Analisa Saham DMAS, LSIP, PGAS dan ISAT


MNC Daily Scope Wave
27 Juni 2019

IHSG kemarin ditutup terkoreksi tipis 0,2% ke level 6,303. Selama IHSG belum dapat bergerak menguat dan menembus 6,360 maka IHSG masih dapat terkoreksi kembali untuk menutup gap pada area 6,260-6,270. Namun bila IHSG mampu menembus 6,360 maka target penguatan IHSG berada pada area 6,400-6,450.
Support: 6,200, 6,100
Resistance: 6,360, 6,450

DMAS - Buy on Weakness (266)
Kami memperkirakan DMAS sudah menyelesaikan wave [iv] dari wave 5, dimana saat ini DMAS berpotensi menguat kembali untuk membentuk wave [v] dari wave 5 dengan target pada level 300.
Buy on Weakness: 262-266
Target Price: 290, 300
Stoploss: below 248

LSIP - Buy on Weakness (1,120)
Koreksi yang terjadi pada LSIP kemarin (26/6), merupakan bagian dari wave (b), hal ini mengindikasikan bahwa masih ada potensi koreksi LSIP. Setelah koreksi LSIP selesai, maka LSIP akan berpotensi menguat kembali.
Buy on Weakness: 1,050-1,100
Target Price: 1,190, 1,270, 1,330
Stoploss: below 1,040

PGAS - Buy on Weakness (2,140)
Pada perdagangan kemarin (26/6), PGAS ditutup menguat 5,9% ke level 2,140. Kami perkirakan penguatan tersebut bagian dari wave [iii], dimana PGAS masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya.
Buy on Weakness: 2,100-2,120
Target Price: 2,180, 2,290
Stoploss: below 1,990

ISAT - Sell on Strength (2,710)
ISAT sudah pernah kami rekomendasikan pada tanggal 24/6 kemarin dan saat ini sudah mengenai target yang kami berikan. Saat ini diperkirakan ISAT sudah berada pada akhir wave [iii], dimana ISAT rawan terkoreksi untuk membentuk wave [iv] dengan level koreksi berada pada level 2,420 dan 2,230.
Sell on Strength: 2,710-2,820

Disclaimer On

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...

INI PENJELASAN PAN BROTHERS TERKAIT AKSI UNJUK RASA KARYAWAN PABRIK DI BOYOLALI

Ribuan karyawan PT Pan Brothers Tbk (PBRX) melakukan unjuk rasa di depan pabriknya pada Rabu (5/5/2021). Pasalnya, unjuk rasa yang akhirnya mendorong karyawan melakukan mogok kerja tersebut, dipicu adanya informasi jika gaji mereka bulan ini akan dicicil dua kali. Selain itu pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini juga akan dicicil delapan kali. Terkait hal tersebut, Corporate Secretary Pan Brothers Iswar Deni menjelaskan bahwa, adanya kesalah pahaman dari penerimaan info yang disampaikan ke karyawan dan karyawati dan mengakibatkan simpang siurnya berita yang muncul di media "Pagi tanggal 5 Mei 2021 kami mengumumkan secara lisan kepada seluruh karyawan dan karyawati kami, bahwa saat ini kondisi Arus Kas / Cash Flow perusahaan agak ketat, sehubungan dengan pemotongan modal kerja (bilateral) dari pihak perbankan sehingga tersisa sepuluh persen dari kondisi sebelumnya dan ini mengganggu arus kas,"kata Deni, dalam keterangan tertulisnya, di Kamis, (6/5). Oleh karena itu, de...