google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham KINO | Kino Indonesia (KINO) Pede Cetak Pertumbuhan 20 Persen pada 2020 Langsung ke konten utama

Saham KINO | Kino Indonesia (KINO) Pede Cetak Pertumbuhan 20 Persen pada 2020


Bisnis.com - PT Kino Indonesia Tbk. membidik pertumbuhan kinerja minimal sebesar 20% pada 2020. Apa saja strategi yang disiapkan produsen barang-barang konsumsi itu?

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Kino Indonesia Budi Muljono menyampaikan perseroan optimistis dapat mencapai pertumbuhan kinerja dua digit atau minimal 20% pada tahun depan. Target ini bakal didukung oleh peningkatan kapasitas produksi dan penetrasi pasar melalui promosi.

Produsen minuman Larutan Cap Kaki Tiga ini, mengalokasikan belanja modal senilai lebih dari Rp300 miliar pada tahun depan, untuk peningkatan kapasitas produksi melalui penambahan mesin. Peningkatan kapasitas dilakukan pada seluruh segmen.

Dia menyampaikan peningkatan produksi perlu dilakukan untuk mengantisipasi proyeksi permintaan di masa depan. Sementara itu, penambahan mesin membutuhkan waktu yang cukup lama.

Budi mengatakan perseroan melakukan penambahan mesin secara bertahap. Sebagian mesin telah beroperasi, sebagian yang lain akan beroperasi pada pertengahan 2020.

Sebagai informasi, perseroan memproyeksikan pertumbuhan penjualan sekitar 30% dan laba bersih di atas 50% secara year on year hingga akhir tahun ini.

Hingga kuartal III/2019, penjualan tercatat sebesar Rp3,48 triliun atau tumbuh 34,13% secara tahunan. Adapun, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp446,71 miliar atau tumbuh 4 kali lipat secara tahunan.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...