BJBR | QR CODE BANK BJB DILUNCURKAN AKHIR AGUSTUS 2019


IQPlus, (26/08) - Sistem pembayaran berbasis QR code PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk akan diluncurkan pada akhir Agustus 2019 di Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar).

"Akan ada lompatan Bank BJB di bidang IT. Insya Allah pada tanggal 30 Agustus ada soft launching QR code kami di Kawasan Braga Bandung," kata. Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi di Bali, Sabtu.

Dia mengatakan saat ini QR code Bank BJB telah mendapatkan izin dari Bank Indonesia (BI) sehingga akan diluncurkan pada 31 Agustus 2019.

Dia mengatakan seiring dengan pergeseran kehidupan ke arah digital, industri perbankan pun dituntut untuk terus melakukan inovasi dalam rangka merespon kebutuhan konsumen.

"Semangat untuk terus berubah ke arah yang lebih baik selalu menjadi fokus utama Bank BJB untuk terus melaju," kata dia.

Menurut dia adaptasi teknologi menjadi kebutuhan yang bersifat niscaya agar bank bisa terus bertahan dan efisien dan langkah perbaikan perlu terus dilakukan agar perbankan bisa mempertahankan dan mengembangkan usahanya dengan visi pertumbuhan berkualitas dan berkelanjutan di tengah keberadaan fintech yang kini menampak nyata di depan mata.

"Terpilihnya jajaran manajemen baru di Bank BJB diharapkan dapat mendorong kemajuan di tengah persaingan yang kian kompetitif dengan tuntutan perkembangan digital tersebut," kata dia.(end)

BBCA | BCA EXPO MANJAKAN MASYARAKAT DENGAN "ONE STOP SOLUTION"


IQPlus, (26/08) - Ajang BCA Expo yang digelar di Marina Convention Center, Kota Semarang, pada 24-25 Agustus 2019 memanjakan nasabah dan masyarakat yang hadir dengan layanan one stop solution.

"BCA senantiasa memberikan apresiasi bagi masyarakat dan nasabah setia BCA. Melalui one stop sone solution, kami menawarkan sejumlah kemudahan, keringanan, dan kenyamanan dalam memenuhi beragam kebutuhan serta impian nasabah dan masyarakat yang sudah direncanakan sebelumnya," kata Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja saat membuka BCA Expo 2019 di Semarang, Sabtu.

Ia menjelaskan bahwa BCA Expo merupakan agenda tahunan yang mempertemukan nasabah dan masyarakat dengan beragam layanan dan solusi, diantaranya gerai diler mobil, properti, motor, serta makanan minuman dalam kesempatan yang sama.

Mencermati kebutuhan masyarakat akan properti dan otomotif dari sisi pembiayaan, lanjut dia, BCA dan anak perusahaannya menyelenggarakan BCA Expo Semarang yang menawarkan beragam promo dan penawaran menarik lainnya.

"Kami datang dengan solusi dan nilai tambah, dengan harapan segenap masyarakat dan nasabah BCA di Kota Semarang dapat memanfaatkan BCA Expo ini untuk mendapatkan impian mereka dengan harga spesial. Ragam solusi dan penawaran spesial tersebut mudah-mudahan sesuai dengan ekspektasi nasabah dan masyarakat," ujarnya.

Selain menawarkan fasilitas cicilan berbunga rendah, BCA Expo Semarang 2019 juga menawarkan produk andalan dari beberapa anak perusahaan seperti kredit kendaraan bermotor (KKB), kredit sepeda motor (KSM), kredit kepemilikan rumah (KPR), kartu kredit, termasuk produk dari BCA Insurance, BCA Life, dan BCA Sekuritas.(end)

KAEF dan WIKA | BUMN Ini Agresif Ekspansi ke Timur Tengah dan Afrika


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten BUMN ramai-ramai berekspansi ke Benua Afrika dan Timur Tengah.

PT Kimia Farma Tbk (KAEF), misalnya, akan mengekspor produk kosmetik ke Arab Saudi. Rencana ini bakal direalisasikan mulai tahun ini.

Ekspor tersebut menjadi yang pertama kalinya bagi Kimia Farma setelah perusahaan ini mengakuisisi jaringan ritel farmasi asal Arab, Dawaa Medical Limited, tahun lalu.

Nilai akuisisi perusahaan yang sekarang bernama Kimia Farma Dawaa ini mencapai Rp 130 miliar untuk 60% saham.

Kimia Farma Dawaa ke depan bakal menjadi kepanjangan tangan Kimia Farma untuk menjual produknya di Arab Saudi.

Direktur Pengembangan Bisnis Kimia Farma Andi Prazos mengatakan, saat ini Kimia Farma Dawaa memiliki 29 toko.

Selain itu, ada tiga toko yang tengah dibangun. "Diharapkan jumlah toko bertambah menjadi 35 toko hingga akhir tahun," ujar Andi kepada KONTAN belum lama ini.

Mayoritas produk kosmetik yang diekspor adalah produk kecantikan dan perawatan tubuh.

Salah satunya adalah produk dengan merek Marcks Venus. Jika ditotal, ada sekitar 29 jenis produk yang dijual Kimia Farma di Arab.

Andi menambahkan, alasan pihaknya melirik Arab lantaran ada peluang besar di balik banyaknya peserta umroh dan haji asal Indonesia.

"Setiap bulan, atau bahkan mungkin setiap hari, ada jamaah umroh dari Indonesia," imbuh dia.

Andi belum merinci berapa nilai penjualan ke Arab.

Sedikit gambaran, penjualan ekspor KAEF sepanjang kuartal pertama tahun ini mencapai Rp 42,36 miliar. Ini setara dengan 2% dari total pendapatan konsolidasi, Rp 1,81 triliun.

Dari nilai penjualan ekspor tersebut, ekspor garam kina masih mendominasi, dengan nilai penjualan Rp 38,74 miliar.

Sementara, penjualan yodium dan derivat hanya sekitar Rp 1,14 miliar. Adapun penjualan obat dan alat kesehatan tercatat sebesar Rp 2,47 miliar.

Tak mau ketinggalan, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) juga menambah portofolio proyeknya.

Pekan lalu, Wijaya Karya meneken kerjasama pembangunan tiga proyek baru di Afrika, dengan nilai mencapai US$ 356 juta, atau sekitar Rp 4,98 triliun.

Ketiga proyek tersebut adalah pembangunan pelabuhan bulk liquid terminal di Tanzania senilai US$ 40 juta, proyek pembangunan kawasan bisnis Goree Tower di Senegal senilai US$ 250 juta dan pembangunan rumah susun di Pantai Gading senilai US$ 66 juta.

Nilai proyek di Zanzibar dan Pantai Gading bahkan kemungkinan masih dapat meningkat.

Alasannya, total nilai proyek pelabuhan di Zanzibar, Tanzania, mencapai US$ 190 juta dan pembangunan rumah susun di Pantai Gading bernilai total US$ 200 juta.

Untuk menyelesaikan pembangunan tiga proyek tersebut, Wijaya Karya mendapat dukungan pendanaan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Eximbank.

Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Mahendra Vijaya mengatakan, proyek tersebut untuk saat ini masih dalam tahap awal.

"Untuk prosesnya sendiri kami baru akan mulai untuk desainnya dan ini biasanya akan perlu waktu tiga sampai empat bulan," kata dia saat dihubungi Kontan, akhir pekan lalu (23/8).

Menurut dia, saat ini Wijaya Karya berperan sebagai kontraktor utama pembangunan tiga proyek tersebut.

Namun, ke depannya, ia belum bisa memastikan akan menggandeng kontraktor lain atau tidak.

"Kami lihat aturan negara setempat, kadang kami harus kerjasama dengan mitra lokal," ucap Mahendra.

Tidak berhenti dengan tiga proyek tersebut, menurut Mahendra, ke depannya Wijaya Karya masih mengincar banyak proyek konstruksi prospektif di Afrika.

Salah satunya adalah tawaran proyek pembangunan jalur kereta api sepanjang 800 kilometer (km) di Uganda dan Angola.

Berdasarkan laporan WIKA, tercatat jumlah proyek di Afrika menyumbang 20% terhadap total proyek luar negeri Wijaya Karya sepanjang 2010-2019.

Diapit oleh proyek di kawasan Asia sebanyak 75% dam Timur Tengah sebanyak 5%.

Sebagai gambaran, per 2018, kontrak baru Wijaya Karya secara total mencapai US$ 3,78 miliar.

Angka ini meningkat dari kontrak baru 2017 yang sebanyak US$ 3,17 miliar.

Lalu, kontrak baru WIKA yang berasal dari proyek luar negeri pada 2018 mencapai US$ 477 juta atau sebanyak 12,62% dari total kontrak baru.

Angka ini meningkat 250,74% dari kontrak baru luar negeri WIKA pada 2017 yang sebesar US$ 136 juta.

Tahun ini, Wijaya Karya menargetkan kontrak barunya, baik dari dalam maupun luar negeri, bisa mencapai US$ 4,61 miliar.

BBTN | BTN SALURKAN KREDIT RUMAH KE ASN DAN TNI/POLRI PALEMBANG


IQPlus, (26/08) - PT Bank Tabungan Negara (Persero) menyalurkan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) ke Aparatur Sipil Negara, anggota Polri serta TNI di Palembang melalui kerja sama dengan pengembang Perumahan Bhayangkara Praja Sriwijaya Land atau BPS Land.

Direktur Bank BTN R Mahelan Prabantarikso di Palembang, Sabtu, pada acara peletakan batu pertama pembangunan BPS Land mengatakan perusahaannya memberikan kemudahan untuk mengakses KPR ini sesuai dengan nota kesepahaman yang telah dibuat bersama pemerintah.

Salah satu wujud nyata dari kesepakatan tersebut, pada acara peresmian di Palembang, Bank BTN hadir dengan sejumlah penawaran menarik.

"Kami juga membantu pencapaian target program sejuta rumah yang sudah dicanangkan pemerintah dan untuk mendukung amanat presiden untuk mempercepat penyediaan rumah bagi kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah,รข€ katanya usai mendampingi Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PU dan Perumahan Rakyat Khalawi Abdul Hamid dan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.

Mahelan menjelaskan Bank BTN memberikan sejumlah penawaran khusus bagi calon nasabah yang berminat memiliki hunian di BPS Land yang berlokasi di Kota Palembang tersebut.

BPS land merupakan proyek perumahan yang dibangun oleh PT Cipta Arsigriya di atas lahan seluas 50 hektare dengan target pembangunan rumah sebanyak 3.000 unit.(end)


SCMA dan MNCN | MNCN dan SCMA Masih Layak Dibeli di Tengah Tren Video on Demand


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten sektor media masih memiliki prospek bisnis cerah dalam beberapa waktu mendatang.

Hal ini didukung oleh gencarnya strategi diversifikasi segmen bisnis hingga kondisi makroekonomi yang menguntungkan pemain media.

Analis Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat mengatakan, pelan tapi pasti, emiten-emiten media mulai memetik hasil dari pengembangan bisnis berbasis digital.

Ambil contoh, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan sebesar 15,50% (yoy) menjadi Rp 4,25 triliun di semester I-2019.

Pertumbuhan tersebut antara lain ditopang pendapatan di sektor digital.

Meski kontribusinya masih tergolong rendah, pendapatan MNCN dari segmen iklan digital melesat 318,98% (yoy) jadi Rp 326,21 miliar di semester satu.

MNCN kini makin getol mengembangkan bisnis digital.

Terbaru, MNCN menjalin kerja sama dengan iQiyi, platform streaming video asal China, yang merupakan anak usaha Baidu.

PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) juga masih mampu mempertahankan pertumbuhan positif kinerjanya.

Pendapatan Surya Citra Media di paruh pertama lalu naik 6,97% (yoy) menjadi Rp 2,76 triliun.

Sayangnya, laba bersih SCMA tergerus 7,34% menjadi Rp 782,48 miliar.

Kendati demikian, pendapatan SCMA dinilai masih bisa melonjak usai perusahaan menggenjot bisnis digital.

Terlebih perusahaan ini sudah mengakuisisi saham platform digital, seperti Vidio.com hingga Kapanlagi.com.

Kresna melihat, upaya diversifikasi bisnis digital perlu dilakukan oleh emiten media.

Salah satunya karena konten multiplatform tengah menjadi tren media secara global.

"Dalam jangka pendek, pengembangan segmen digital juga dapat membantu menjaga profitabilitas emiten sektor media di periode 2019 sampai 2021," tulis dia dalam riset.

Kresna menilai strategi MNCN dan SCMA melakukan kerjasama atau akuisisi media digital dapat mempercepat ekspansi bisnis digital emiten yang bersangkutan.KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten sektor media masih memiliki prospek bisnis cerah dalam beberapa waktu mendatang.

Hal ini didukung oleh gencarnya strategi diversifikasi segmen bisnis hingga kondisi makroekonomi yang menguntungkan pemain media.

Analis Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat mengatakan, pelan tapi pasti, emiten-emiten media mulai memetik hasil dari pengembangan bisnis berbasis digital.

Ambil contoh, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan sebesar 15,50% (yoy) menjadi Rp 4,25 triliun di semester I-2019.

Pertumbuhan tersebut antara lain ditopang pendapatan di sektor digital.

Meski kontribusinya masih tergolong rendah, pendapatan MNCN dari segmen iklan digital melesat 318,98% (yoy) jadi Rp 326,21 miliar di semester satu.

MNCN kini makin getol mengembangkan bisnis digital.

Terbaru, MNCN menjalin kerja sama dengan iQiyi, platform streaming video asal China, yang merupakan anak usaha Baidu.

PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) juga masih mampu mempertahankan pertumbuhan positif kinerjanya.

Pendapatan Surya Citra Media di paruh pertama lalu naik 6,97% (yoy) menjadi Rp 2,76 triliun.

Sayangnya, laba bersih SCMA tergerus 7,34% menjadi Rp 782,48 miliar.

Kendati demikian, pendapatan SCMA dinilai masih bisa melonjak usai perusahaan menggenjot bisnis digital.

Terlebih perusahaan ini sudah mengakuisisi saham platform digital, seperti Vidio.com hingga Kapanlagi.com.

Kresna melihat, upaya diversifikasi bisnis digital perlu dilakukan oleh emiten media.

Salah satunya karena konten multiplatform tengah menjadi tren media secara global.

"Dalam jangka pendek, pengembangan segmen digital juga dapat membantu menjaga profitabilitas emiten sektor media di periode 2019 sampai 2021," tulis dia dalam riset.

Kresna menilai strategi MNCN dan SCMA melakukan kerjasama atau akuisisi media digital dapat mempercepat ekspansi bisnis digital emiten yang bersangkutan.

Selain itu, aksi korporasi tersebut juga dapat mengurangi beban belanja modal atau capital expenditure (capex) di masa mendatang.

Prospek SCMA dan MNCN

Kepala Riset Narada Aset Manajemen Kiswoyo Adi Joe menambahkan, ekspansi digital mau tidak mau mesti dipercepat oleh emiten sektor media.

Ini mengingat pola hidup sebagian masyarakat dalam menikmati dunia hiburan juga mulai berubah.

Sebagai contoh, saat ini permintaan terhadap konten berbasis video on demand sedang naik.

Sistem video on demand memungkinkan masyarakat memilih dan mengontrol program yang ingin ditonton.

"Potensi pasar untuk bisnis digital yang bisa digarap emiten media seharusnya masih sangat besar di Indonesia," ujar Kiswoyo.

Terlepas dari itu, Analis Jasa Capital Utama Sekuritas Chris Apriliony menilai, bisnis iklan free to air (FTA) yang tayang secara gratis tetap punya peranan penting.

Mengingat, kontribusinya cukup besar terhadap pendapatan emiten sektor media.

Apalagi, pendapatan iklan terbukti dapat membiayai beban operasional perusahaan.

Tak hanya itu, siaran televisi FTA juga memiliki jangkauan yang luas hingga ke berbagai pelosok Indonesia.

Tak heran, masih banyak perusahaan yang tertarik bekerja sama dengan emiten media dan menayangkan iklannya lewat televisi.

"Iklan seharusnya masih mendapat porsi yang besar di dalam pendapatan emiten media di tahun ini," papar Chris, akhir pekan lalu.

Kresna berpendapat, bisnis iklan emiten media masih berprospek positif tahun ini.

Hal ini didukung kondisi makroekonomi yang stabil, terindikasi dari pergerakan nilai tukar rupiah yang stabil di kisaran Rp 14.000 per dollar Amerika Serikat.

Pelonggaran kebijakan moneter domestik di semester II-2019 juga membuat kondisi makroekonomi Indonesia membaik.

"Dampak kebijakan moneter Indonesia membuat kecenderungan perusahaan berinvestasi dalam iklan dan promosi di berbagai media meningkat," terang Kresna.

Makanya, Kresna masih memberi label overweight untuk saham sektor media.

Dia juga masih mempertahankan rekomendasi beli untuk MNCN dan SCMA.

Khusus untuk MNCN, ia menaikkan target harga sebanyak 44% menjadi Rp 1.250 per saham.

Sedangkan target harga untuk SCMA tetap di level Rp 1.600 per saham.

Kiswoyo juga masih menjagokan MNCN dan SCMA sebagai emiten media yang berpotensi mencatatkan kinerja paling cemerlang di tahun ini.

Pangsa pasar kedua emiten ini dipandang yang terbesar di Indonesia.

Konten-konten yang dimiliki oleh MNCN dan SCMA juga dapat menjangkau berbagai segmen masyarakat di seluruh Indonesia.

Tak ketinggalan, walau kinerja harga saham beberapa emiten media cenderung kurang memuaskan, Chris juga masih menyarankan beli untuk saham emiten media.

Ia menilai MNCN, SCMA, hingga PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) masih menarik.

Analisa Saham UNVR dan BBRI


UNVR
UNVR mulai menunjukkan indikasi minat beli yang semakin tinggi, yang ditandai dengan posisi harga yang terus meningkan dan telah menembus resists line minor di kisaran 45050. Jika kedepan saham ini mampu melampaui level resisten kuat 46125, terbuka ruang bagi UNVR untuk bergerak uptrend jangka pendek menuju level konsolidasi sebelim harga anjlok di kisaran 49000 dengan minor target 47200. MACD yang meningkat menunjukkan saham ini bergerak positif.
Rekomendasi: Buy jika kembali break 45050. Stoploss level 43975.
https://galerisaham.com/unvr-kembali-menjadi-saham-defensif/

BBRI
BBRI telah menurun mencapai gap pertamanya. Tersisa gap lebih rendah, di area 3950 – 3980 dan dengan kondisi yang ada sekarang, tampaknya besar peluang area gap ini ditutup. Apakah setelah gap tertutupi BBRI akan rebound? Tunggu dulu.
Saham ini pada dasarnya tengah menguji kekuatan support 4020. Artinya, jika ia berhasil mencapai gap, maka support tertembus. Oleh karena itu penting bagi BBRI untuk tetap bertahan di atas 4020, ataupun gap tercapai, harus segera rebound kembali ke atas 4020. Jika tidak, maka terindikasi tekanan jual masih tinggi dan atas hal ini membuka ruang penurunan lebih lanjut bagi BBRI menuju 3690.
Rekomendasi: Sell on rebound.
https://galerisaham.com/bbri-menuju-gap-kedua-technical-correction-atau-bearish/

Analisa Saham INTP, UNTR dan WSKT


PT Indocement Tunggak Prakasa Tbk (INTP)
Daily (Rp21.175) (RoE: 5,78%; PER: 61,21x; EPS: 345,96; PBV: 3,52x; Beta: 1,6). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp20.800-21.200, dengan target harga secara bertahap di level Rp21.500, 22.400 dan 23.300. Support: Rp20.800, 20.600, 20.375 dan 20.125.
PT United Tractors Tbk (UNTR)
Daily (Rp20.500) (RoE: 18,32%; PER: 6.86x; EPS: 3013,58; PBV: 1,27x; Beta: 0,91). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat morning star candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp20.400-20.600, dengan target harga secara bertahap di level Rp21.225, 23.875 dan 25.500. Support: Rp19.500.
PT Waskita Karya Tbk (WSKT)
Daily (Rp1.790) (RoE: 6,80%; PER: 12,33x; EPS: 146,74; PBV: 0,84x; Beta: 1,64). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stumulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.780-1.800, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.825, 2.030 dan 2.240. Support: Rp1.740.

PT Binaartha Patama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Analisa Saham BMRI, GMFI dan HMSP


PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
Daily (Rp7.175) (RoE: 13,77%; PER: 12,21x; EPS: 585,74; PBV: 1,68x; Beta: 1,41). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp7.100-7.200, dengan target harga secara bertahap di level Rp7.425, 8.050 dan 8.650. Support: Rp6.950 dan 6.800.
PT GMF AeroAsia Tbk (GMFI)
Daily (Rp206) (RoE: 4,28%; PER: 29,05x; EPS: 7,16; PBV: 1,24x; Beta: N/A). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp204-210, dengan target harga secara bertahap di level Rp220, 234 dan 344. Support: Rp200 dan 190.
PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)
Daily (Rp2.860) (RoE: 42,49%; PER: 24,57; EPS: 116,42; PBV: 10,44x; Beta: 0,84). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp2.840-2.870, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.970, 3.050 dan 3.140. Support: Rp2.800.

PT Binaartha Patama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Analisa Saham GIAA | Fairly priced amid good performance


GIAA: Fairly priced amid good performance

Pendapatan GIAA di 2Q19 tercatat di USD1,1 miliar (-0,5% QoQ, +7,7% YoY) didorong oleh pertumbuhan scheduled airline. Pencapaian ini membawa pendapatan 1H19 ke USD2,2 juta (+9,7% YoY), in-line (PANS, 47,3%, Kons: 45,3%, Rerata 5 tahun: 47,1%), yang didorong peningkatan passenger yield. Jumlah penumpang turun namun diestimasi adanya demand normalization di 2H19. Penyesuaian kapasitas masih berlangsung terlihat dari penurunan ASK yang berdampak penurunan konsumsi avtur sehingga biaya bahan bakar turun walau harga tercatat naik. Laba 2Q19 tercatat di USD3,6 juta (2Q18: rugi -USD52 juta) sehingga laba bersih di 1H19 tercatat USD24 juta (1H18: rugi -USD117 juta), dibawah estimasi (PANS: 39,5%, Kons: 34,2%) disebabkan forex loss dan kenaikan effective tax rate. Namun secara tahunan performa baik didorong: 1) kenaikan marjin laba operasi, dan 2) penurunan beban usaha seiring penurunan beban operasional penerbangan. Kami menurunkan rekomendasi ke HOLD, namun menaikkan target harga ke Rp480, setara 10% premium ke regional peers (implied PB 1,06x) didorong: 1) estimasi normalisasi demand, 2) stabilnya passenger yield, 3) cost efficiency, 4) momentum pendapatan tambahan dari penerbangan haji, dan 5) tingkat utang yang membaik. Namun dari sisi valuasi saat ini sudah fully priced-in.

Pendapatan naik diatas estimasi. GIAA mencatatkan pendapatan di 2Q19 di USD1,1 miliar (-0,5% QoQ, +7,7% YoY) dimana kenaikan ini didukung kenaikan dari segmen scheduled airline di USD930 juta (+0,6% QoQ, +6,3% YoY) serta pendapatan lainnya di USD162 juta (-5,5% QoQ, +26,9% YoY) seiring pertumbuhan segmen pemeliharaan & perbaikan di USD63 juta (+5,4% QoQ, +31,8% YoY) serta pelayanan penerbangan di USD25 juta (+4,9% QoQ, +15,7% YoY). Sejalan dengan pertumbuhan di 2Q19, GIAA mencatatkan pendapatan di 1H19 sebesar USD2,2 juta (+9,7% YoY), in-line dengan estimasi (PANS, 47,3%, Kons: 45,3%, Rata-rata 5 tahun: 47,1%).

Kenaikan pendapatan didukung oleh peningkatan kinerja operasional dimana rerata passenger yield untuk Grup Garuda per 2Q19 naik di USC8,41 (+10,4% QoQ, +31,4% YoY), sejalan dengan kenaikan passenger yield dari Garuda Domestik di USC11,2 (+3,2% QoQ, +43,6% YoY) dan Citilink di USC8,8 (+19,1% QoQ, +72,6% YoY). Garuda Internasional juga mencatatkan kenaikan passenger yield di 2Q19 sebesar USC6,34 (+7,8% QoQ, +4,8% YoY). Pencapaian ini membawa rerata passenger yield Grup Garuda per 1H19 di USC8,0 (+25,4% YoY). Namun, dari sisi passenger carried Garuda Grup di 2Q19 turun ke 7,4 juta penumpang (-4,1% QoQ, -25,0% YoY) sejalan dengan penurunan di Citilink di 2,7 juta penumpang (-12,0% QoQ, -29,4% YoY) dan Garuda Domestik di 3,6 juta penumpang (+4,7% QoQ, -24,8% YoY). Jumlah penumpang Garuda Grup di 1H19 turun ke 15,1 juta penumpang (-19,0% YoY). Kedepan, kami estimasi penurunan penumpang lebih minim seiring efek price shock yang melemah. Patut diketahui, di 2H19 GIAA akan mendapatkan pendapatan penerbangan Haji yang diestimasi sebesar USD216 juta.

CASK tercatat naik, namun konsumsi avtur turun. CASK Grup Garuda mengalami kenaikan di 2Q19 di USC6,5 (+5,4% QoQ, +9,8% YoY) didorong rerata harga avtur yang lebih tinggi. Namun, penggunaan avtur tercatat turun ke 473 juta liter (-3,5% QoQ, -15,8% YoY) di 2Q19 didorong penyesuaian kapasitas dimana GIAA melakukan perampingan frekuensi penerbangan yang terlihat dari penurunan ASK di 14,5 miliar (-4,1% QoQ, -10,1% YoY). Penurunan konsumsi avtur berdampak pada penurunan biaya bahan bakar di USD296 juta (+3,4% QoQ, -8,6% YoY) di 2Q19. Cost efficiency dan peningkatan yield mendorong laba operasi di 1H19 yang tercatat di USD82 juta (1H18: rugi –USD108 juta), diatas estimasi (PANS: 60,3%, Kons: 54,4%).

Bottom-line tercatat positif, sedikit dibawah estimasi. Laba GIAA di 2Q19 tercatat di USD3,6 juta (2Q18: rugi -USD52 juta) yang membawa laba bersih di 1H19 ke USD24 juta (1H18: rugi -USD117 juta), dibawah estimasi (PANS: 39,5%, Kons: 34,2%). Laba yang dibawah estimasi ini disebabkan oleh forex loss di 1H19 sebesar USD16 juta (1H18: untung USD31 juta) dan kenaikan effective tax rate per 1H19 di 43,0% (1H18: 21,7%). Namun, secara tahunan performa GIAA di 2Q19 masih membaik didorong: 1) kenaikan marjin laba operasi di 3,0% (2Q18: -4,1%) sejalan peningkatan passenger dan cargo yield, 2) penurunan beban usaha ke USD1,1 milyar (+0,7% QoQ, -2,8% YoY) seiring dengan penurunan beban operasional penerbangan ke USD616 juta (-0,3% QoQ, -4,9% YoY) utamanya atas penurunan beban bahan bakar. Untuk diketahui, tingkat utang GIAA mencatatkan perbaikan dengan net gearing berada dilevel 1,54x (1H18: 1,85x).

Menurunkan rekomendasi ke HOLD, namun menaikkan target harga ke Rp480 atau setara dengan 10% premium ke regional peers (implied PB 1,06x) didorong oleh: 1) estimasi normalisasi demand terhadap transportasi udara, 2) stabilnya passenger yield, 3) cost efficiency yang sejalan dengan penyesuaian kapasitas dari frekuensi penerbangan, 4) momentum pendapatan tambahan dari penerbangan haji, dan 5) tingkat utang yang membaik. Namun dari sisi valuasi saat ini sudah fully priced-in.

Best Regards,
Panin Sekuritas

Analisa Saham LSIP, AALI dan UNVR


LSIP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.215 kemudian 1.240 dengan support di level 1.170, cut loss jika break 1.145.
AALI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 10.800 kemudian 11.000 dengan support di level 10.325, cut loss jika break 10.075.
UNVR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 45.600 kemudian 45.900 dengan support di level 45.000, cut loss jika break 44.700.
Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c7ldy