google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Tambah pinjaman Rp 1 triliun, arus kas Multi Bintang meningkat 1.900% | SAHAM MLBI Langsung ke konten utama

Tambah pinjaman Rp 1 triliun, arus kas Multi Bintang meningkat 1.900% | SAHAM MLBI

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Multi Bintang Indonesia Tbk membukukan kenaikan aset hingga akhir Maret 2020. Peningkatan aset emiten berkode saham MLBI ini mencapai 40,79% menjadi Rp 4,08 triliun.

Accounting and Reporting Manager MLBI Bernard Iskandar dalam keterbukaan informasi di BEI menjelaskan, terjadi penambahan arus kas secara signifikan pada kuartal I-2020. "Penambahan kas karena pinjaman jangka pendek dari bank di tahun 2020," kata dia dalam keterbukaan informasi yang dirilis Senin (27/4).

Hingga akhir Maret 2020, kas MLBI tercatat Rp 1,53 triliun, atau naik 1.866,87% dari 31 Desember 2019 sebesar Rp 77,79 miliar.

Pada waktu yang sama liabilitas jangka pendek dan jangka panjang MLBI juga meningkat 59,57% menjadi Rp 2,79 triliun. "Kenaikan terbesar karena MLBI mengambil pinjaman bank jangka pendek Rp 1 triliun pada tahun 2020," jelas Bernard.

Berdasarkan laporan keuangan MLBI yang dirilis pada Senin (27/4), pendapatan produsen minuman ini menurun 17,64% pada kuartal I tahun 2020 menjadi Rp 627,35 miliar. Sedangkan, laba bersih MLBI juga anjlok 41,58% secara year on year menjadi Rp 139,92 miliar.

Penurunan ini lantaran penjualan minuman alkohol yang menurun. Ini terjadi karena bisnis pariwisata di Bali yang menurun selama kuartal I tahun ini. Efeknya penjualan minuman beralkohol milik MLBI turun 21,41% menjadi Rp 528,68 miliar di kuartal I-2020. Padahal segmen ini menjadi kontributor terbesar MLBI.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...