Langsung ke konten utama

Dirut PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Raih The Best CEO BUMN Public Company Non-Financial Sector with Asset Above 15 T


Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Hendi Prio Santoso, pada 30 November 2020 lalu dianugerahi penghargaan sebagai The Best CEO BUMN Public Company Non-Financial Sector with Asset Above 15 T. Penghargaan tersebut didapat dari ajang Bisnis Indonesia Top BUMN Award 2020, selain Direktur Utama, SIG juga didapuk sebagai pemenang penghargaan The Most Resilient BUMN Public Company Non-Financial Sector with Asset Above 15 T.

Kedua penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi terhadap kinerja SIG berikut dengan kepemimpinan Hendi Prio Santoso yang terbukti dapat membawa perusahaan bertahan di tengah persaingan industri yang ada, termasuk juga tekanan ekonomi yang cukup signifikan akibat pandemi Covid-19.

Pada hari ini (14/12), SIG kembali memperoleh penghargaan emiten terbaik sektor industri semen dari Bisnis Indonesia yang diserahkan secara virtual dalam ajang Bisnis Indonesia Award (BIA) 2020. Penghargaan yang diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada korporasi yang sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. SIG dinilai sebagai emiten yang mampu bertahan serta mencapai pertumbuhan sangat baik di era pandemi Covid-19 yang berdampak negatif terhadap perekonomian.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, kami mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh Bisnis Indonesia kepada SIG. Semoga apresiasi ini dapat menambah semangat dan inspirasi untuk karyawan SIG, sehingga bisa meningkatkan kinerja perusahaan, dan juga meningkatkan ketahanan perusahaan dalam kompetisi global

Vita Mahreyni menambahkan, sudah terbukti, di bawah kepemimpinan Hendi Prio Santoso, SIG telah mampu bertransformasi dari semula hanya merupakan perusahaan produsen semen semata, kini berevolusi menjadi penyedia solusi bahan bangunan.

"Dengan demikian, pasar yang dapat dijangkau oleh perusahaan juga menjadi semakin besar dari mulai perusahaan konstruksi dengan skala besar hingga segmen ritel dengan pelanggan perorangan. Hal itu secara perlahan telah berhasil memantabkan posisi SIG sebagai pemain utama industri semen di level nasional bahkan regional". (end)

Sumber: IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da