Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham MAPI, TLKM, HMSP dan PGAS oleh MNC Sekuritas | 16 Desember 2020


MNC Daily Scope Wave

16 Desember 2020

Kemarin (15/12), IHSG ditutup cenderung flat di level 6,010 dan masih bergerak di atas MA5. Kami perkirakan saat ini IHSG sedang berada pada bagian wave [v] dari wave 3 dengan target 6,020-6,060. Waspadai akan support terdekat IHSG di area 5,775-5,910, bila IHSG terkoreksi agresif menembus support tersebut, terlebih menembus 5,563, maka IHSG terkonfirmasi membentuk wave 4 ke area 5,500-5,650.

Support: 5,910, 5,775

Resistance: 6,020, 6,150

MAPI - Buy on Weakness (890)

MAPI ditutup terkoreksi tipis pada perdagangan kemarin (15/12) sebesar 0,6% di level 890. Saat ini, kami perkirakan posisi MAPI sudah berada diakhir wave (iv) dari wave [v] dari wave C. Hal tersebut berarti, koreksi MAPI akan relatif terbatas dan berpotensi berbalik menguat membentuk wave (v) dari wave [v] dari wave C.

Buy on Weakness: 860-885

Target Price: 965, 1,020

Stoploss: below 760

TLKM - Buy on Weakness (3,450)

Kemarin (15/12), TLKM diperdagangkan menguat 3,9% dan ditutup di level 3,450. Kami perkirakan saat ini pergerakan TLKM sedang berada pada bagian dari wave 5 dari wave (3), hal tersebut berarti TLKM masih berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 3,350-3,420

Target Price: 3,600, 3,750

Stoploss: below 3,210

HMSP - Spec Buy (1,595)

HMSP ditutup terkoreksi 1,8% ke level 1,595 pada perdagangan kemarin (15/12). Selama tidak terkoreksi di bawah 1,555, maka saat ini posisi HMSP sedang berada pada bagian wave [b] dari wave 2. Hal tersebut berarti, HMSP masih berpeluang untuk berbalik menguat.

Spec Buy: 1,570-1,595

Target Price: 1,700, 1,750

Stoploss: below 1,555

PGAS - Sell on Strength (1,790)

Pada perdagangan kemarin (15/12), PGAS ditutup menguat 4,4% di level 1,790. Saat ini kami perkirakan PGAS sudah berada di akhir wave [v] dari wave 3 dari wave (C), hal tersebut berarti penguatan PGAS sudah relatif terbatas dan rentan terkoreksi membentuk wave 4 dari wave (C). Adapun level koreksi PGAS berada pada rentang 1,570-1,700 dan level koreksi tersebut dapat dipergunakan sebagai level buyback.

Sell on Strength: 1,820-1,900

Disclaimer On

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da