google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Jadwal Pembagian Dividen Saham TOWR 2020 Langsung ke konten utama

Jadwal Pembagian Dividen Saham TOWR 2020


PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) akan membagikan dividen interim tahun buku 2020. Emiten menara ini akan menebar dividen interim Rp 6 per saham kepada para pemegang saham.

"Berdasarkan keputusan direksi Sarana Menara Nusantara serta persetujuan dewan komisaris, Sarana Menara Nusantara akan membagikan dividen interim sebesar Rp 6 per saham," ungkap Sarana Menara Nusantara dalam pengumuman pembagian dividen, Senin (7/12).

Berikut jadwal pembagian dividen TOWR:


Cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 14 Desember 2020

Ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 15Desember 2020

Cum dividen di pasar tunai: 16 Desember 2020

Ex dividen di pasar tunai: 17 Desember 2020

Recording date: 16 Desember 2020

Pembayaran dividen: 21 Desember 2020

Baca Juga: IHSG hari ini rawan profit taking, saham-saham apa saja yang bisa dicermati?


Hingga September 2020, TOWR meraup laba per saham Rp 38. Sehingga pembayaran dividen ini sebesar 15,79% dari laba per saham tersebut. Dengan harga saham TOWR yang berada di Rp 1.055 per saham pada Jumat (4/12), yield dividen interim emiten ini sebesar 0,57%.

Emiten menara ini mencatat laba bersih Rp 1,91 triliun pada periode Januari-September tahun ini. Laba tersebut naik 19,37% dari periode yang sama tahun lalu. Penopang utama kenaikan laba TOWR adalah peningkatan pendapatan yang juga mencapai 19,35% menjadi Rp 5,55 triliun. 


Sumber: KONTAN

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...