Langsung ke konten utama

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk bERSAMA Kemendag Berikan Penghargaan ke UKM


Kementerian Perdagangan bersama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk memberikan penghargaan kepada 23 pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) pemenang lomba video pernak-pernik unik secara virtual di kantor Kementerian Perdagangan, Kemarin , Selasa (15/12). Para pemenang terbagi atas 3 pemenang terbaik dan 20 pemenang harapan. Penganugerahan penghargaan ini merupakan puncak rangkaian kegiatan Bangga Buatan Indonesia (BBI) Kementerian Perdagangan.

Dalam acara ini Menteri Perdagangan Agus Suparmanto hadir memberikan sambutan. Acara juga dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto dan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Syailendra. Selain itu, hadir secara virtual Direktur Bisnis UMKM PT BNI Muhammad Iqbal.

Ketiga pemenang utama yaitu @madebynoel, @elisakur, dan @sinakal_project. Sedangkan 20 pemenang harapan yaitu @uparengga_gallery, @bayanganraksasa, Batik Guitar, @tunggul_harwanto, @Chalkboardjogja, @atiqamlg, @ardagardening, @ayya_craft, @rarafida.nur@medividi_, @cano_original, @kesepuhan.ciptamulya, @moraa_clay, @adam_sulaiman_, @mr.bonesskullring, @blankenheimstyle, @dimas.abzaq, @ibkutoys, @noesae_collection, @goodwerkpin, dan @chayo_craft@evikurni@reramban.

"Selamat kepada para UKM pemenang lomba video pernak-pernik unik. Kami berharap lomba ini dapat mendorong UKM untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mempromosikan dan memasarkan produknya. Saat ini, terutama di masa pandemi Covid-19, telah terjadi pergeseran transaksi yang dilakukan konsumen dari luring menjadi daring melalui platform digital," ujar Mendag Agus.

Para pemenang yang terpilih telah memenuhi kriteria penilaian yang ditentukan yaitu merupakan UKM Indonesia, khususnya yang bergerak di bidang pernak-pernik, seperti aksesori pria dan wanita, produk dekorasi rumah, suvenir, dan mainan anak. Selanjutnya, video yang dibuat dengan durasi tiga menit tersebut menampilkan profil dan produk unggulan UKM, memuat ajakan untuk bangga buatan Indonesia, dan menyampaikan pesan pentingnya menggunakan sistem digital dalam menjajakan usahanya.

Menurut Mendag Agus, pemerintah terus berupaya membuat UKM tetap bergeliat di tengah pandemi Covid-19. Kementerian Perdagangan melibatkan UKM dalam beberapa program, salah satunya gerakan BBI.

"Perkembangan teknologi yang sangat cepat mendorong semua kalangan untuk beradaptasi. Hal ini juga mengubah perilaku konsumen yang semakin kritis dalam berbelanja produk. UKM perlu melakukan digitalisasi sehingga dapat memasarkan produknya dengan murah, tetapi menarik dan efektif," kata Mendag Agus.

Mendag Agus mengatakan, melalui lomba video ini, ke depannya diharapkan akan terjalin hubungan baik antara Kementerian Perdagangan, pelaku UKM, lembaga pembiayaan, dan penyedia platform digital. Selain itu, program-program Kementerian Perdagangan diharapkan juga dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh para pelaku usaha.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada PT BNI (Persero) Tbk yang telah mendukung penuh penyelenggaraan lomba ini, sehingga dapat terselenggara dengan baik. Semoga dengan lomba video ini para UKM terpacu untuk terus berkreasi dan menghasilkan produk-produk unggulan," imbuh Mendag Agus.(end)

Sumber: IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da