IQPlus, (16/03) - Indeks saham acuan Australia mengalami penurunan terbesar sejak 1987 pada hari Senin karena investor khawatir bahwa serangkaian langkah-langkah stimulus, termasuk tindakan kebijakan Federal Reserve AS, akan gagal dalam membendung dampak ekonomi dari virus Corona.
Indeks patokan S&P/ASX 200 ditutup turun 9,7 persen atau 537 poin ke level 5.002 ketika aksi jual memburuk di akhir perdagangan.
"Gabungan dari langkah darurat The Fed sekali lagi memicu kekhawatiran baru dan kekhawatiran bahwa dukungan bank sentral mungkin tidak cukup untuk meredam dampaknya sehingga pelepasan di pasar terjadi pada awal minggu, "kata Pan Jingyi.
Indeks keuangan di bursa Australia turun 11,1 persen dimana empat saham bank besar Australia turun lebih dari 10 persen ketika prospek pemangkasan suku bunga lebih jauh menaikkan kekhawatiran akan marjin.(end)
Bank Indonesia Kemungkinan Akan Pangkas Suku Bunga Lagi
IQPlus, (16/03) - Bank Indonesia diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga pada keputusan pekan ini, demikian perkiraan sebagian besar analis ketika para pembuat kebijakan global melakukannya guna mendorong ekonomi dan menahan gejolak pasar akibat virus Corona.
12 dari 21 analis memperkirakan Bank Indonesia akan memangkas suku bunga 25 basis poin menjadi 4,50% atau level terendah sejak April 2018. Jika terjadi ini merupakan pemangkasan kedua tahun ini.
Salah satu analis bahkan memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 50 basis poin. Sementara delapan lainnya memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga karena kekhawatiran aliran modal keluar. (end)
12 dari 21 analis memperkirakan Bank Indonesia akan memangkas suku bunga 25 basis poin menjadi 4,50% atau level terendah sejak April 2018. Jika terjadi ini merupakan pemangkasan kedua tahun ini.
Salah satu analis bahkan memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 50 basis poin. Sementara delapan lainnya memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga karena kekhawatiran aliran modal keluar. (end)
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Siapkan 1,8T Buy Back Saham
IQPlus, (16/03) - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) akan melakukan pembelian kembali sahamnya dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.
Menurut keterangan perseroan, jumlah dana yang disiapkan sebanyak-banyaknya Rp1,8 triliun dimana jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak melebihi 20% dari modal disetor dan ditempatkan.
Perseroan akan melakukan pembelian kembali secara bertahap untuk periode tiga bulan terhitung sejak 16 Maret 2020 sampai 15 Juni 2020. Biaya pembelian kembali saham berasal dari kas internal perseroan. (end)
PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menerima pembayaran proyek Jalan Tol layang Jakarta-Cikampek II
IQplus, (16/03) - PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah menerima pembayaran atas proyek Jalan Tol layang Jakarta-Cikampek II (Elevated) sebesar Rp6,2 triliun dari PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek.
"Pembayaran sebesar Rp6,2 triliun telah kami terima. Pembayaran tersebut merupakan 51 persen dari total pembayaran Rp12,3 triliun disesuaikan dengan porsi atas kerja sama operasi dengan PT Acset Indonusa Tbk," kata Director of Finance PT Waskita Karya (Persero) Tbk Haris Gunawan dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.
Ia mengemukakan proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) sepanjang 38 KM ini merupakan hasil kolaborasi antara BUMN dan Swasta, yaitu PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Acset Indonusa Tbk.
Pengerjaan proyek tol yang termasuk dalam kategori Proyek Jalan Tol Layang Terpanjang di Indonesia itu, lanjut dia, telah dimulai sejak tahun 2017 dan telah diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada tanggal 12 Desember 2019 dan sudah dioperasionalkan ke pengguna jalan sejak 15 Desember 2019.
Dalam pelaksanaannya, ia menyampaikan, Waskita Karya menggunakan metode konstruksi terkini seperti metode Pierhead Sosrobahu, metode Pierhead Segmental Precast, dan metode Erection Girder dengan Launcher Gantry dan Crane.
"Metode tersebut dipilih selain untuk menyelesaikan proyek tersebut sesuai target waktu juga dengan mutu dan keselamatan yang baik. Terlebih proyek ini dikerjakan di tengah kondisi lalu lintas Tol Jakarta-Cikampek yang aktif dan padat," paparnya.
Ia mengatakan penerimaan pembayaran dari proyek Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) tersebut merupakan salah satu target penerimaan kas masuk dari proyek turnkey Waskita Karya.(end)
PT Tridomain Performance Materials Tbk (TDPM) Gelar Penawaran Umum Obligasi III Tahun 2020
IQPlus, (16/03) - PT Tridomain Performance Materials Tbk (TDPM) akan melakukan Penawaran Umum Obligasi III Tahun 2020 dengan tingkat bunga tetap dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya Rp400 miliar.
Menurut prospektus perseroan Senin disebutkan, obligasi ini berjangka waktu 3 tahun dengan tingkat suku bunga yang ditentukan kemudian.
Pefindo memberikan peringkat idA- untuk obligasi ini dimana penjamin pelaksana emisi PT DBS Vickers Sekruritas Indonesia dan wali amanat Bank Permata. Masa penawaran awal 16-20 Maret 2020 dan perkiraan penawaran umum 31 Maret-2 April 2020 dan perkiraan pencatatan di BEI 8 April 2020. (end)
Menurut prospektus perseroan Senin disebutkan, obligasi ini berjangka waktu 3 tahun dengan tingkat suku bunga yang ditentukan kemudian.
Pefindo memberikan peringkat idA- untuk obligasi ini dimana penjamin pelaksana emisi PT DBS Vickers Sekruritas Indonesia dan wali amanat Bank Permata. Masa penawaran awal 16-20 Maret 2020 dan perkiraan penawaran umum 31 Maret-2 April 2020 dan perkiraan pencatatan di BEI 8 April 2020. (end)
PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) Alami Penurunan Pendapatan
IQPlus, (16/03) - PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) alami penurunan pendapatan neto menjadi Rp529,32 miliar hingga periode 31 Desember 2019 dari pendapatan neto Rp952,08 miliar di periode sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, laba bruto turun menjadi Rp212,48 miliar dari laba bruto Rp425,05 miliar di periode sama tahun sebelumnya.
Beban usaha turun menjadi Rp207,07 miliar dari beban usaha Rp249,41 miliar dan laba usaha anjlok menjadi Rp5,41 miliar dibandingkan laba usaha Rp175,64 miliar. Beban lain-lain naik menjadi Rp145,68 miliar dari beban lain -lain Rp93,94 miliar dan rugi neto yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk diderita Rp114,38 miliar dari laba Rp58,88 miliar tahun sebelumnya.
Total aset perseroan menjadi Rp2,23 triliun hingga 31 Desember 2019 turun dari total aset Rp2,53 triliun hingga periode 31 Desember 2018. (end)
Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, laba bruto turun menjadi Rp212,48 miliar dari laba bruto Rp425,05 miliar di periode sama tahun sebelumnya.
Beban usaha turun menjadi Rp207,07 miliar dari beban usaha Rp249,41 miliar dan laba usaha anjlok menjadi Rp5,41 miliar dibandingkan laba usaha Rp175,64 miliar. Beban lain-lain naik menjadi Rp145,68 miliar dari beban lain -lain Rp93,94 miliar dan rugi neto yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk diderita Rp114,38 miliar dari laba Rp58,88 miliar tahun sebelumnya.
Total aset perseroan menjadi Rp2,23 triliun hingga 31 Desember 2019 turun dari total aset Rp2,53 triliun hingga periode 31 Desember 2018. (end)
PT Medco International Tbk (MEDC) Buy Back Saham Hari ini
IQPlus, (16/03) - PT Medco International Tbk (MEDC) berniat melakukan pembelian kembali saham (buyback) perseroan dalam kodisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.
Menurut keterangan perseroan disebutkan, perseroan akan melaksanakan pembelian kembali paling banyak 1,00% dari jumlah saham perseroan dan mencadangkan dana sebesar paling banyak US$3 juta.
Pembelian kembali saham akan dilakukan mulai 16 Maret 2020 hingga 16 Juni 2020.Biaya pembelian kembali saham perseroan akan berasal dari saldo laba. Saham yang telah dibeli kembali akan dibukukan sebagai saham tresuri. (end)
Menurut keterangan perseroan disebutkan, perseroan akan melaksanakan pembelian kembali paling banyak 1,00% dari jumlah saham perseroan dan mencadangkan dana sebesar paling banyak US$3 juta.
Pembelian kembali saham akan dilakukan mulai 16 Maret 2020 hingga 16 Juni 2020.Biaya pembelian kembali saham perseroan akan berasal dari saldo laba. Saham yang telah dibeli kembali akan dibukukan sebagai saham tresuri. (end)
MAPI, BLTZ, MPPA, ACES, RALS Melawan Corona
Bisnis.com, JAKARTA - Instruksi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menghindari tempat-tempat keramaian pasca penyebaran Covid-19 atau virus corona langsung direspons oleh warga. Sejumlah emiten juga bersiaga mengantisipasi kesepian pengunjung.
Lidya contohnya, ia bercerita bagaimana suasana mal Kota Kasablanka yang selalu ramai di akhir pekan pada Sabtu (14/3/2020) terlihat tak seperti biasanya.
"Nggak biasanya mal sejuta umat, kayak Kokas sepi pas weekend. Cepet banget dapat parkiran mobil. Kejadian yang langka, nih," ujar wanita berusia 26 tahun yang berdomisili di Bekasi, Jawa Barat tersebut.
Dia menjelaskan, betapa kikuk dirinya saat memasuki sebuah gerai pakaian di pusat perbelanjaan itu karena hanya dia yang berseliweran di toko tersebut. Padahal, pada pekan sebelumnya toko tersebut selalu ramai dikunjungi.
Sepinya tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan sejatinya sudah diantisipasi oleh gerai ritel pakaian, aksesoris serta makanan yang tergabung dalam PT Mitra Adi Perkasa Tbk. (MAPI) atau MAP Group.
Sekretaris Perusahaan MAP Group, Ratih Darmawan Gianda mengatakan perseroan melengkapi produk-produk di platform daring sebagai langkah strategis menyiasati kekhawatiran pengunjung untuk pergi ke pusat perbelanjaan pasca penyebaran Covid-19 di Indonesia.
"Kami melengkapi produk-produk di e-commerce kami yaitu di platform kami sendiri seperti MapeMall, Planetsports.asia, mono sites; Crocs, Converse, Reebok, Skechers dan juga Zara.com.id, serta juga platform third party seperti Lazada, Blibli, iLotte di mana kami mempunyai marketplaces," ujar Ratih kepada Bisnis, Jumat (13/3/2020).
Hal yang sama juga ditekankan oleh Direktur Marketing dan Komunikasi ritel gawai dan aksesoris PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA), Djatmiko Wardoyo.
Meski sempat mengakui mengalami hambatan karena tersendatnya impor dari beberapa prinsipal luar negeri, perseroan memastikan akan mengupayakan untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri karena prinsipal pun masih berkomitmen menjaga stok produk.
Dia menyebut, Erajaya tetap beroperasi seperti biasa, dan tetap memberikan insentif buat konsumen berupa promo dan alternatif pembayaran. “Kami juga menggalakkan penawaran dan promo produk melalui toko online eraspace.com untuk mengantisipasi bila tingkat kunjungan konsumen ke mall turun," ujar Djatmiko kepada Bisnis.
Sementara itu, ritel bioskop PT Graha Layar Prima Tbk. (BLTZ) atau CGV Cinemas hingga saat ini belum bisa mengambil kesimpulan pembatasan kegiatan di tempat publik akan berdampak pada penurunan jumlah penonton.
Manael Sudarman, Head of Sales and Marketing CGV Cinemas mengatakan dampak dari imbauan pemerintah untuk menghindari pusat keramaian baru bisa dilihat pada akhir bulan.
“Dengan himbauan pemerintah untuk membatasi kegiatan-kegiatan di tempat-tempat umum, bukan tidak mungkin akan ada penurunan jumlah penonton," ujarnya kepada Bisnis.
Sejak virus mulai menyebar di luar Indonesia, CGV Cinemas disebutkannya telah melakukan langkah-langkah antisipasi dan preventif penyebaran virus seperti fogging atau penyemprotan cairan khusus atau disinfectant, menyediakan sanitizer dan juga masker di setiap bioskop hingga staf yang merasa kurang sehat dipersilahkan untuk tidak bekerja.
Di sisi lain, PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA) yang mengoperasikan gerai ritel supermarket Hypermart, FMX, dan Boston Foodmart menekankan persedian akan tetap aman di tengah isu panic buying pasca penyebaran COVID-19.
Head of Corporate Communication Matahari Putra Prima Fernando Repi mengatakan perseroan mendorong masyarakat untuk melakukan konsumsi dengan promosi penawaran baik dari gerai fisik maupun platform daring. "Promosi masing-masing dari peritel mengkombinasikan penjualan omnichannel, jadi ada belanja online. Hypermart sendiri punya platform belanja online," terangnya.
TERSERAP PASAR
Samuel Sekuritas menyajikan data walaupun pasar tengah berada dalam kondisi bearish, stok barang dari beberapa ritel kemungkinan besar akan terserap oleh pasar. Hal ini ditambah dengan ekspektasi meningkatkan konsumsi pada momen ramadan yang akan berlangsung akhir bulan depan.
Analis Samuel Sekuritas Teuku Al Hafidh mengatakan, berkaca dari tahun-tahun sebelumnya dimana data indeks penjualan riil yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia dari tahun ke tahun mencatatkan indeks paling besar berada di bulan puasa.
Hal tersebut didukung oleh pertumbuhan pengeluaran konsumsi rumah tangga secara yoy dimana dari tahun 2016, 2018 dan 2019, tingkat pertumbuhan paling besar berada pada kuartal dimana bulan puasa tersebut berada yakni kuartal II/2016, kuartal II/2018, dan kuartal III/2019.
"Walaupun pasar sedang berada dalam kondisi bearish, namun saya yakin stok barang akan tetap terserap oleh pasar," ujarnya kepada Bisnis, Minggu (15/3/2020).
Dari data Bursa Efek Indonesia hingga Minggu (15/3/2020), hanya ada satu emiten retail yang mengumumkan akan melakukan pembelian saham kembali atau buyback yakni PT Ace Hardware Indonesia Tbk. (ACES) yang akan menggelontorkan dana maksimal Rp34,3 miliar dalam periode tiga bulan ke depan.
Hafidh sendiri menilai pemain ritel butuh keberanian untuk membeli sahamnya kembali yang beredar di pasar. Berdasarkan pemantauannya, dia merekomendasikan emiten ritel PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. (RALS) untuk mengikuti jejak ACES untuk menindaklanjuti hak buyback saham.
"Ada beberapa alasan saya merekomendasi RALS. Pertama, free float dari RALS sebesar 39,14 persen memenuhi persyaratan dari Bursa Efek Indonesia yang mewajibkan emiten yang melakukan buyback minimal 7,5 persen. Yang kedua, saldo kas dan setara kas perusahaan cukup tinggi yaitu sebesar Rp900,7 miliar," ujar Hafidh.
Dia juga menekankan rasio likuiditas perusahaan cukup baik dengan cash ratio sebesar 337,1 persen dan quick ratio 337,7 persen ditambah perseroan tidak memiliki utang bank.
"Harga saham dari RALS sendiri sudah cukup rendah yaitu turun sebesar 60,42 persen yoy atau minus 37,5 persen year to date," pungkasnya.
The Federal Reserve (The Fed) pangkas suku bunga ke kisaran 0% hingga 0,25%
KONTAN.CO.ID - TOKYO. Langkah The Federal Reserve (The Fed) yang secara mengejutkan memangkas suku bunga ke kisaran target di 0% hingga 0,25% dan memperlebar neraca setidaknya US$ 700 miliar dalam beberapa minggu ke depan membuat dolar Amerika Serikat (AS) terpuruk di awal pekan ini.
Senin (16/3) pukul 05.45 WIB, the greenback tersungkur di hadapan mata uang lainnya. Lihat saja, posisi dolar AS turun 1% menjadi 107,00 yen. Ini merupakan reaksi terhadap langkah The Fed yang diumumkan pada Minggu (15/3) malam waktu AS.
Di hadapan poundsterling pun, dolar AS harus melemah hingga 1% menjadi US$ 1,2418 per poundsterling. Dolar AS juga tak bertenaga saat berhadapan dengan euro, setelah turun 0,7% menjadi US$ 1,1200 per euro.
Seperti di ketahui, sebelum The Fed memangkas suku bunga, sudah ada lima bank sentral yang melakukan pelonggaran moneter.
Lima bank sentral lain juga memangkas harga pada jalur swap mereka untuk memudahkan menyediakan dolar AS kepada lembaga keuangan yang menghadapi tekanan di pasar kredit.
Pergerakan ini terjadi ketika para pembuat kebijakan mencoba menanggapi aksi jual brutal selama berbulan-bulan di pasar keuangan karena kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari penyebaran global virus corona.
Kelima bank sentral itu adalah Bank of Canada, European Central Bank, Bank of England, Bank of Japan dan Swiss National Bank yang sepakat untuk menawarkan kredit tiga bulan dalam dolar AS secara teratur dan pada tingkat yang lebih murah dari biasanya.
Langkah ini dirancang untuk menurunkan bunga yang dibayar bank dan perusahaan untuk mengakses dolar AS, yang telah melonjak dalam beberapa pekan terakhir karena pandemi virus corona membuat para investor ketakutan.
Asal tahu saja, ini adalah kali kedua The Fed memotong suku bunga acuan di bulan ini. Setelah pada pertemuan darurat di 3 Maret, The Fed turunkan suku bunga acuan hingga 50 bps.
Pemangkasan darurat pertama sejak krisis keuangan 2008 itu ternyata masih gagal membendung volatilitas pasar.
PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) Ekspansi Lagi Buka Gerai
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ace Hardware Indonesia Tbk gencar ekspansi dengan membuka gerai baru. Perusahaan dengan kode emiten ACES itu telah membuka gerai ke empatnya sepanjang tahun ini pada Jumat (13/3).
"Gerai berlokasi di Mojokerto, Jawa Timur dengan luasan sekitar 2.300 meter," kata Sekretaris Perusahaan PT Ace Hardware Indonesia Tbk Helen Tanzil dalam keterbukaan informasi , Jumat (13/3).
Dengan dibukanya gerai baru ini, maka saat ini ACES telah memiliki 201 gerai. Sebelumnya, ACES telah membuka gerai di Makassar, Gorontalo, dan Bogor sepanjang tahun ini.
Berdasar data yang dihimpun Kontan, tahun ini perusahaan ritel itu berencana membuka 15 gerai baru. Jumlah tersebut lebih sedikit jika dibandingkan dengan sepanjang tahun 2019 yang mencapai 23 gerai baru.
Untuk melancarkan rencananya, ACES telah mengalokasikan belanja modal hingga Rp 250 miliar. Gencarnya ekspansi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pendapatan dan laba bersih ACES hingga 8%.
Berdasar laporan keuangannya per kuartal III 2019, ACES mengantongi pendapatan hingga Rp 5,97 triliun, naik 15,69% secara year on year (YoY). Sementara laba bersihnya meningkat 4,27% YoY menjadi Rp 727,16 miliar.
Untuk asetnya, total aset yang dimiliki ACES mencapai Rp 5,48 triliun naik 3,19% dari sebelumnya Rp 5,32 trilun. Sementara itu, total liabilitasnya sebesar Rp 1 triliun dan total ekuitasnya mencapai Rp 4,48 triliun.
PT Bank Panin Tbk (PNBN) BuyBack Saham
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menindaklanjuti volatilitas pasar saham sekaligus ketentuan anyar Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bank Panin Tbk (PNBN) bakal mulai menggelar aksi pembelian kembali saham (buyback) mulai Senin (16/3) hingga 15 Juni 2020 mendatang.
Dana maksimum Rp 480 miliar telah disiapkan perseroan untuk menggelar aksi ini. Sementara minimum 400 juta saham dan maksimum 685 juta saham akan dibeli kembali oleh perseroan.
Dalam pengumumannya di Bursa Efek Indonesia, Jumat (13/3) lalu, perseroan menyatakan aksi ini tidak akan material terhadap neraca keuangan perseroan.
“Kami meyakini dana Rp 480 miliar atau setara 0,08% dari nilai aset perseroan tak memberikan dampak material terhadap kegiatan usaha, mengingat perseroan memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup untuk melaksanakan transaksi dan kegiatan usahanya,” tulis Bank Panin.
Adapun harga buyback saham ditentukan perseroan akan berkisar dari Rp 700 per lembar hingga Rp 1.200 per lembar. Ini setara 0,5%-0,8% kali nilai buku per saham Bank Panin.
Sementara jika seluruh alokasi ludes digelontorkan untuk melakukan pembelian kembali, perseroan memprediksi CAR (capital adequacy ratio) perseroan akan tergerus sekitar 0,22%, dengan asumsi CAR perseroan akhir tahun lalu sebesar 23,94%.
Rekomendasi Saham Mirae Asset | INDF, KLBF, TLKM
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
March 16, 2019
(tasrul@miraeasset.co.id)
IHSG Daily, 4,907.57 (+0.24%), test resistance at 5,030, trading range 4,848-5,030. Indikator MFI optimize sudah berada di oversold area dengn kecenderungan menguat, indikator indikator W%R optimized dan indikator Stochastic%D optimized cenderung naik. Pada periode weekly indikator MFI optimized, indikator W%R optimized dan indikator Stochastic% konsolidasi di oversold area . Daily support di 4,848 dan daily resistance di 5,030. Cut loss level di 4,779.
INDF Monthly , 6,900 (+6.15%), sell on strength, trading range 6,300 – 7,375. Indikator MFI optimized dan indikator Stochastic%D optimized cenderung konsolidasi, sementara itu indikator W%R optimized konsolidasi mulai bergerak naik. Monthly support di 6 ,300 sementara itu monthly resistance di 7,375. Cut loss level 6,175.
KLBF Monthly , 1,040(-14.75%), buy on weakness, trading range 970 – 1,220. Indikator MFI optimized,, indikator indikator W%R optimized indikator Stochastic%D optimized konsolididasi di oversold area . Monthly support di 970 sementara itu monthly resistance di 1,220. Cut loss level di 970.
TLKM Monthly , 3,390 (-2.87%), sell on strength, trading range 3,250- 3,650. Indikator MFI optimized cendrung flat ,indikator W%R optimized dan indikator Stochastic%D optimized sudah berada di oversold area dan berpotensi untuk naik. Perkiraan monthly support di 3,250 dan monthly resistance di 3,650 .Cut loss level di 3,070.
Ulasan Pasar Global | 16 Maret 2020
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market
(Mar 16, 2020)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)
U.S
Saham-saham AS rally akhir setelah darurat nasional diumumkan
Wall Street melancarkan reli besar pada saat-saat memudarnya sesi pada hari Jumat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan darurat nasional untuk memerangi virus corona yang menyebar dengan cepat, meskipun rata-rata utama masih menderita kerugian tajam selama seminggu.
Dow Jones naik 1.985 poin atau 9,36% menjadi 23.185,62. S&P 500 naik 230,38 poin atau 9,29% menjadi 2.711,02. Nasdaq Composite menambahkan 673,07 poin atau 9,35% menjadi 7.874,88.
Dalam sesi yang tidak stabil, ketiga indeks utama melonjak lebih dari 6% di awal perdagangan sebelum memotong ke keuntungan hanya 0,55% pada S&P 500 .SPX sebelum reli menjelang penutupan saat Trump membuat pengumuman dengan para pemimpin industri sekitar $50 miliar bantuan federal untuk memerangi penyakit ini.
"Pengambilan awal, dia mulai berbicara sekitar $50 miliar, pasar bertanya‘ ke mana arahnya? '"Kata analis. "Tapi ketika dia membawa berbagai pemimpin ini ke depan dan mereka telah berbicara tentang apa yang mereka lakukan, itulah yang benar-benar ditanggapi oleh pasar."
Eropa
Bursa Eropa ditutup sedikit naik tetapi menandai minggu terburuk sejak 2008
BUrsa Eropa menghentikan penurunan beruntun enam hari pada hari Jumat, tetapi hanya membuat keuntungan kecil selama hari itu karena rebound awal kehabisan tenaga ketika coronavirus menabur gejolak ekonomi lebih lanjut.
Indeks STOXX 600 Eropa ditutup naik 1%.
Minggu ini, yang dimulai dengan kejatuhan harga minyak yang mengejutkan, diikuti oleh meningkatnya tanda-tanda gangguan yang disebabkan oleh virus, melihat tekanan jual menembus bahkan langkah-langkah stimulus oleh beberapa bank besar.
Saham Spanyol .IBEX berakhir lebih tinggi untuk hari ini karena IBEX bank-berat didukung oleh hasil obligasi zona euro yang lebih tinggi. Indeks bangkit kembali dari level terendah delapan tahun terakhir. Saham Italia .FTMIB, yang merupakan salah satu yang paling terpukul karena negara tersebut telah terkena dampak terburuk di Eropa oleh wabah koronavirus, ditutup naik 7%, pulih dari level terendah lebih dari tujuh tahun.
(Mar 16, 2020)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)
U.S
Saham-saham AS rally akhir setelah darurat nasional diumumkan
Wall Street melancarkan reli besar pada saat-saat memudarnya sesi pada hari Jumat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan darurat nasional untuk memerangi virus corona yang menyebar dengan cepat, meskipun rata-rata utama masih menderita kerugian tajam selama seminggu.
Dow Jones naik 1.985 poin atau 9,36% menjadi 23.185,62. S&P 500 naik 230,38 poin atau 9,29% menjadi 2.711,02. Nasdaq Composite menambahkan 673,07 poin atau 9,35% menjadi 7.874,88.
Dalam sesi yang tidak stabil, ketiga indeks utama melonjak lebih dari 6% di awal perdagangan sebelum memotong ke keuntungan hanya 0,55% pada S&P 500 .SPX sebelum reli menjelang penutupan saat Trump membuat pengumuman dengan para pemimpin industri sekitar $50 miliar bantuan federal untuk memerangi penyakit ini.
"Pengambilan awal, dia mulai berbicara sekitar $50 miliar, pasar bertanya‘ ke mana arahnya? '"Kata analis. "Tapi ketika dia membawa berbagai pemimpin ini ke depan dan mereka telah berbicara tentang apa yang mereka lakukan, itulah yang benar-benar ditanggapi oleh pasar."
Eropa
Bursa Eropa ditutup sedikit naik tetapi menandai minggu terburuk sejak 2008
BUrsa Eropa menghentikan penurunan beruntun enam hari pada hari Jumat, tetapi hanya membuat keuntungan kecil selama hari itu karena rebound awal kehabisan tenaga ketika coronavirus menabur gejolak ekonomi lebih lanjut.
Indeks STOXX 600 Eropa ditutup naik 1%.
Minggu ini, yang dimulai dengan kejatuhan harga minyak yang mengejutkan, diikuti oleh meningkatnya tanda-tanda gangguan yang disebabkan oleh virus, melihat tekanan jual menembus bahkan langkah-langkah stimulus oleh beberapa bank besar.
Saham Spanyol .IBEX berakhir lebih tinggi untuk hari ini karena IBEX bank-berat didukung oleh hasil obligasi zona euro yang lebih tinggi. Indeks bangkit kembali dari level terendah delapan tahun terakhir. Saham Italia .FTMIB, yang merupakan salah satu yang paling terpukul karena negara tersebut telah terkena dampak terburuk di Eropa oleh wabah koronavirus, ditutup naik 7%, pulih dari level terendah lebih dari tujuh tahun.
Agenda Ekonomi dan Emiten 16 Maret 2020
AGENDA 16 MARET 2020
Agenda Emiten
• Rups/Pubex : TOPS
• Cum Dividen Tunai : MEGA Rp 143,79413, PT Reksa Dana Premier ETF Indonesia Sovereign Bonds (XISB) Rp 1,16
• Estimasi Rilis Laporan Keuangan FY2019 :
~ Bisnis Indonesia : PPRE, KDSI, PANS
• Harga Diluar Kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA) : ASPI
• Penghentian Sementara Perdagangan Saham (Suspend) : IIKP, LCGP, MYRX, TRAM, SMRU, AISA, GOLL, SUGI, ENVY, CKRA, NIPS, GREN, HOME, NASA, RIMO, MABA, MTRA, KBRI, BTEL, ARMY, HDTX, SKYB, ARTI, DPUM, SIMA, TRIL, NIPS, MABA, AIMS‼
• Pembukaan Kembali Perdagangan Saham (UnSuspend) : -
• Periode Pembelian Kembali Saham (Buyback) :
~ JRPT (3 Bulan Setelah Pengumuman 3 Maret 2020 / Rp 100M)
~ PPRE (6 Februari 2020 - 30 Juli 2021)
~ ROTI (12 Maret 2020 - 11 Juni 2020)
~ WSKT (12 Maret 2020 - 12 Juni 2020 / Rp 300M)
~ ACES (Mulai 13 Maret 2020)
~ BBRI (13 Maret 2020 - 12 Juni 2020 / Rp3T)‼
~ PTPP (13 Maret 2020 - 12 Juni 2020 / Rp 250M)
~ JSMR (13 Maret 2020 - 12 Juni 2020 / Rp 500M)
~ ADHI (13 Maret 2020 - 13 Juni 2020 / Rp 100M)
~ BRPT (13 Maret 2020 - 13 Juni 2020 / Rp 1T)
~ WIKA (13 Maret 2020 - 13 Juni 2020 / Rp 300M)
~ AKRA (16 Maret 2020 - 12 Juni 2020 / Rp 500M)
~ BBNI (16 Maret 2020 - 15 Juni 2020 / Rp 1,8T)‼
~ PNBN (16 Maret 2020 - 15 Juni 2020 / Rp 480M, Harga Buyback Rp 700 - Rp 1200)
~ KLBF (16 Maret 2020 - 15 Juni 2020 / Max Harga Rp 1.500)
~ SSIA (16 Maret 2020 - 15 Juni 2020 / Max Harga Rp 800)
~ POWR (16 Maret 2020 - 15 Juni 2020)
~ NISP (Mulai 2 April 2020)
~ RAJA (21 April 2020 - 21 Oktober 2021)
Agenda Ekonomi
• Indonesia : Local Auto Sales (15 - 21 Maret 2020)‼
• Indonesia : Statistik Utang Luar Negeri Indonesia Januari 2020 (Balance of Trade Feb)‼
• Indonesia : Perkembangan Ekspor Impor Maret 2020‼
• China : -
• Euro Area : Eurogroup Meeting
• Jepang : -
• United Kingdom : -
• United States : NY Empire State Manufacturing Index Mar, 6-Month Bill Auction, 3-Month Bill Auction
Event & Regulasi
• 16 Maret 2020 : BI Menurunkan rasio Giro Wajib Minimum (GWM) Valuta Asing Bank Umum Konvensional, dari semula 8% menjadi 4%, berlaku mulai 16 Maret 2020
• 16 Maret 2020 : Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai memberlakukan kenaikan tarif batas bawah (TBB) dan tarif batas atas (TBA) jasa ojek online (Ojol) di wilayah Jabodetabek
• 16 - 19 Maret 2020 : Morgan Stanley European Financials Conference
***********************
(LS/OCBC - Source : Idx, Bank Indonesia, Trading Economic, Bloomberg, RTI, IPOT, Depositary Receipts Calendar, Bisnis Indonesia, Kontan, FTSE, MSCI, DPR-RI - Disclaimer On)
Agenda Emiten
• Rups/Pubex : TOPS
• Cum Dividen Tunai : MEGA Rp 143,79413, PT Reksa Dana Premier ETF Indonesia Sovereign Bonds (XISB) Rp 1,16
• Estimasi Rilis Laporan Keuangan FY2019 :
~ Bisnis Indonesia : PPRE, KDSI, PANS
• Harga Diluar Kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA) : ASPI
• Penghentian Sementara Perdagangan Saham (Suspend) : IIKP, LCGP, MYRX, TRAM, SMRU, AISA, GOLL, SUGI, ENVY, CKRA, NIPS, GREN, HOME, NASA, RIMO, MABA, MTRA, KBRI, BTEL, ARMY, HDTX, SKYB, ARTI, DPUM, SIMA, TRIL, NIPS, MABA, AIMS‼
• Pembukaan Kembali Perdagangan Saham (UnSuspend) : -
• Periode Pembelian Kembali Saham (Buyback) :
~ JRPT (3 Bulan Setelah Pengumuman 3 Maret 2020 / Rp 100M)
~ PPRE (6 Februari 2020 - 30 Juli 2021)
~ ROTI (12 Maret 2020 - 11 Juni 2020)
~ WSKT (12 Maret 2020 - 12 Juni 2020 / Rp 300M)
~ ACES (Mulai 13 Maret 2020)
~ BBRI (13 Maret 2020 - 12 Juni 2020 / Rp3T)‼
~ PTPP (13 Maret 2020 - 12 Juni 2020 / Rp 250M)
~ JSMR (13 Maret 2020 - 12 Juni 2020 / Rp 500M)
~ ADHI (13 Maret 2020 - 13 Juni 2020 / Rp 100M)
~ BRPT (13 Maret 2020 - 13 Juni 2020 / Rp 1T)
~ WIKA (13 Maret 2020 - 13 Juni 2020 / Rp 300M)
~ AKRA (16 Maret 2020 - 12 Juni 2020 / Rp 500M)
~ BBNI (16 Maret 2020 - 15 Juni 2020 / Rp 1,8T)‼
~ PNBN (16 Maret 2020 - 15 Juni 2020 / Rp 480M, Harga Buyback Rp 700 - Rp 1200)
~ KLBF (16 Maret 2020 - 15 Juni 2020 / Max Harga Rp 1.500)
~ SSIA (16 Maret 2020 - 15 Juni 2020 / Max Harga Rp 800)
~ POWR (16 Maret 2020 - 15 Juni 2020)
~ NISP (Mulai 2 April 2020)
~ RAJA (21 April 2020 - 21 Oktober 2021)
Agenda Ekonomi
• Indonesia : Local Auto Sales (15 - 21 Maret 2020)‼
• Indonesia : Statistik Utang Luar Negeri Indonesia Januari 2020 (Balance of Trade Feb)‼
• Indonesia : Perkembangan Ekspor Impor Maret 2020‼
• China : -
• Euro Area : Eurogroup Meeting
• Jepang : -
• United Kingdom : -
• United States : NY Empire State Manufacturing Index Mar, 6-Month Bill Auction, 3-Month Bill Auction
Event & Regulasi
• 16 Maret 2020 : BI Menurunkan rasio Giro Wajib Minimum (GWM) Valuta Asing Bank Umum Konvensional, dari semula 8% menjadi 4%, berlaku mulai 16 Maret 2020
• 16 Maret 2020 : Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai memberlakukan kenaikan tarif batas bawah (TBB) dan tarif batas atas (TBA) jasa ojek online (Ojol) di wilayah Jabodetabek
• 16 - 19 Maret 2020 : Morgan Stanley European Financials Conference
***********************
(LS/OCBC - Source : Idx, Bank Indonesia, Trading Economic, Bloomberg, RTI, IPOT, Depositary Receipts Calendar, Bisnis Indonesia, Kontan, FTSE, MSCI, DPR-RI - Disclaimer On)
Rekomendasi Saham IPOT | TOWR, BBRI, ICBP
IHSG (4.800 - 5.000) : Indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak melemah. Target pelemahan indeks pada level 4.800 kemudian 4.700 dengan resist di level 5.000 dan 5.100.
ICBP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 11.425 kemudian 11.875 dengan support di level 10.525, cut loss jika break 10.075.
TOWR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 830 kemudian 895 dengan support di level 700, cut loss jika break 635.
BBRI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 3.830 kemudian 3.940 dengan support di level 3.610, cut loss jika break 3.500.
XIIF (Buy) : Target kenaikan harga pada level 500 kemudian 524 dengan support di level 438, cut loss jika break 410.
R-LQ45X (Buy) : Target kenaikan harga pada level 826 kemudian 843 dengan support di level 808, cut loss jika break 795.
XIIT (Buy) : Target kenaikan harga pada level 450 kemudian 458 dengan support di level 440, cut loss jika break 435.
Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9mmw
Analisa Saham SMRA | 16 Maret 2020
Saham SMRA pada tanggal 13 Maret 2020 ditutup menguat dengan pola formasi candlesticks bullish engulfing pada harga 650, naik 11,11%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 159% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area oversold ke arah atas dan baru saja mengalami golden cross. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan turun.
Rekomendasi :
Spec Buy
Jika naik di atas 745 maka berpeluang ke 875
Jika turun di bawah 545 maka berpeluang ke semakin bearish
Disclaimer ON
Simak juga:
Ichimoku Kinko Hyo Lengkap dengan Penjelasan Strategi Trading
Jangan lupa like, subscribe dan share channel youtube : Saham Online https://www.youtube.com/channel/UCXM_s4ZsWIL835TdMZwPxXQ
Jadwal Buyback Saham 2020
Periode Pembelian Kembali Saham (Buyback) :
~ JRPT (3 Bulan Setelah Pengumuman 3 Maret 2020 / Rp 100M)
~ PPRE (6 Februari 2020 - 30 Juli 2021)
~ ROTI (12 Maret 2020 - 11 Juni 2020)
~ WSKT (12 Maret 2020 - 12 Juni 2020 / Rp 300M)
~ ACES (Mulai 13 Maret 2020)
~ BBRI (13 Maret 2020 - 12 Juni 2020 / Rp3T):bangbang:
~ PTPP (13 Maret 2020 - 12 Juni 2020 / Rp 250M)
~ JSMR (13 Maret 2020 - 12 Juni 2020 / Rp 500M)
~ ADHI (13 Maret 2020 - 13 Juni 2020 / Rp 100M)
~ BRPT (13 Maret 2020 - 13 Juni 2020 / Rp 1T)
~ WIKA (13 Maret 2020 - 13 Juni 2020 / Rp 300M)
~ AKRA (16 Maret 2020 - 12 Juni 2020 / Rp 500M)
~ BBNI (16 Maret 2020 - 15 Juni 2020 / Rp 1,8T):bangbang:
~ PNBN (16 Maret 2020 - 15 Juni 2020 / Rp 480M, Harga Buyback Rp 700 - Rp 1200)
~ KLBF (16 Maret 2020 - 15 Juni 2020 / Max Harga Rp 1.500)
~ SSIA (16 Maret 2020 - 15 Juni 2020 / Max Harga Rp 800)
~ POWR (16 Maret 2020 - 15 Juni 2020)
~ NISP (Mulai 2 April 2020)
~ RAJA (21 April 2020 - 21 Oktober 2021)
~ JRPT (3 Bulan Setelah Pengumuman 3 Maret 2020 / Rp 100M)
~ PPRE (6 Februari 2020 - 30 Juli 2021)
~ ROTI (12 Maret 2020 - 11 Juni 2020)
~ WSKT (12 Maret 2020 - 12 Juni 2020 / Rp 300M)
~ ACES (Mulai 13 Maret 2020)
~ BBRI (13 Maret 2020 - 12 Juni 2020 / Rp3T):bangbang:
~ PTPP (13 Maret 2020 - 12 Juni 2020 / Rp 250M)
~ JSMR (13 Maret 2020 - 12 Juni 2020 / Rp 500M)
~ ADHI (13 Maret 2020 - 13 Juni 2020 / Rp 100M)
~ BRPT (13 Maret 2020 - 13 Juni 2020 / Rp 1T)
~ WIKA (13 Maret 2020 - 13 Juni 2020 / Rp 300M)
~ AKRA (16 Maret 2020 - 12 Juni 2020 / Rp 500M)
~ BBNI (16 Maret 2020 - 15 Juni 2020 / Rp 1,8T):bangbang:
~ PNBN (16 Maret 2020 - 15 Juni 2020 / Rp 480M, Harga Buyback Rp 700 - Rp 1200)
~ KLBF (16 Maret 2020 - 15 Juni 2020 / Max Harga Rp 1.500)
~ SSIA (16 Maret 2020 - 15 Juni 2020 / Max Harga Rp 800)
~ POWR (16 Maret 2020 - 15 Juni 2020)
~ NISP (Mulai 2 April 2020)
~ RAJA (21 April 2020 - 21 Oktober 2021)
Prospek Saham PTPP, WIKA, WSKT dan ADHI Pasca Corona
Bisnis.com, JAKARTA – Kehadiran virus corona sebagai pandemi global dan merosotnya harga minyak dunia akan menjadi beban bagi pertumbuhan ekonomi, termasuk bagi sektor konstruksi dalam negeri.
Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan mengatakan dua hal ini akan menjadi tantangan bagi emiten badan usaha milik negara (BUMN) karya untuk mencatatkan kontrak baru. Pemberi proyek akan cenderung menahan diri dan menghitung kembali kemampuan belanja modal mereka.
“Kontrak dari swasta ataupun BUMN, kebanyakan kan mereka susun RKAP akhir 2019, dengan kondisi seperti ini ada kemungkinan untuk penundaan, cukup besar juga kemungkinannya. Bisa jadi bahwa beberapa proyek mengalami penundaan,” ujarnya kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.
Dia mengatakan potensi kontrak yang berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) masih berpotensi untuk dilanjutkan. Namun, khusus untuk proyek dengan skema turnkey, emiten harus bisa mengamankan arus kas dengan mencari pendanaan baru guna mendanai proyek tersebut.
Alfred menilai, proyek turnkey masih dipandang sebagai salah satu proyek yang layak dibiayai oleh perbankan, apalagi di tengah seretnya penyaluran kredit seperti saat ini.
“Bagi perbankan untuk disuplai dari anggaran pemerintah akan lebih safe, untuk saat ini tidak begitu bermasalah bagi perbankan kita, apalagi sekarang mereka sulit untuk salurkan kredit, kalau melihat kondisi ekonomi seperti ini,” jelasnya.
Di sisi lain, dia menilai pandemi global ini juga akan memberatkan emiten BUMN karya dari sisi pasokan bahan baku dan material. Hal ini juga dapat berujung pada penundaan pengerjaan sejumlah proyek yang masih dikerjakan. Risiko dari aspek material berpotensi membuat beban BUMN karya tambah berat.
Dari empat BUMN karya yang ada, menurutnya PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) menjadi dua emiten yang masih layak dikoleksi.
Kedua emiten ini dinilai memiliki kinerja fundamental yang masih lebih baik dibandingkan tiga emiten konstruksi lain, yaitu PT Adhi Karya (Persero) Tbk. dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Sementara itu, Janson Nasrial, Senior Vice President Research PT Kanaka Hita Solvera mengatakan bahwa pandemi global virus corona akan membuat pengerjaan proyek mundur dua hingga tiga kuartal. Hal ini akan membuat realisasi pendapatan emiten BUMN karya berpotensi mengalami penurunan.
Di luar kinerja operasional, Janson menilai perbaikan harga saham emiten konstruksi pelat merah lebih penting. Hal ini bisa didongkrak salah satunya lewat aksi pembelian kembali atau buyback.
Jika harga saham dibiarkan terus terperosok, emiten dinilai akan kesulitan menggalang dana dari pihak ketiga.
“Kalau harga saham Bumn Karya dibiarkan terpuruk, nanti mereka mau cari cari external financing jadi susah, bank juga memandang kok manajemen tidak percaya diri terhadap kinerja perusahaan,” jelasnya kepada Bisnis, Jumat (13/3/2020).
Sementara itu, Analis Kresna Sekuritas Andreas Kristo Saragih mengatakan virus corona dipastikan akan memberi dampak negatif bagi kinerja emiten BUMN karya. Namun demikian, menurutnya masih sulit untuk memprediksi secara pasti dampak yang mungkin terjadi pada emiten-emiten itu.
“Untuk dampak virus corona, saya kira pasti ada gangguan. Tetapi masih belum bisa kita ukur berapa besar dampaknya. Sejauh ini belum ada gambaran, kita harus tunggu result kuartal I/2020,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (13/3/2020).
Meski begitu, dia mengatakan pihaknya belum menetapkan perubahan rekomendasi kepada tiap-tiap emiten BUMN karya. Menurutnya, semua emiten tersebut masih layak untuk dikoleksi. Namun, perhitungan ini belum memasukkan potensi dampak dari virus corona.
Berdasarkan kondisi saat ini, menurutnya WIKA dan ADHI masih menjadi top picks di antara BUMN karya. Dia menilai, dua emiten ini memiliki rencana aksi korporasi cemerlang dalam memperkuat ekuitas masing-masing.
Adapun, target harga untuk masing-masing emiten ini adalah Rp2.670 per saham dan Rp2.120 per saham.
Berdasarkan konsensus yang dihimpun Bloomberg, WIKA dan PTPP memiliki target harga paling tinggi. Masing-masing emiten ini memiliki target harga 12 bulan sebesar Rp2.600 per saham dan Rp1.951 per saham. Dua emiten ini juga mendapatkan persentase rekomendasi beli terbesar dari analis.
Rekomendasi Saham MNC Sekuritas | INKP, CTRA, ANTM, ADRO
MNC Daily Scope Wave
16 Maret 2020
Menutup pekan lalu (13/3), IHSG ditutup menguat tipis 0,2% ke level 4,907, meskipun sempat terkoreksi cukup dalam dan dilakukan penghentian sementara. Untuk hari ini, kami memperkirakan IHSG akan cenderung menguat ke arah 4,960 hingga 5,150 untuk membentuk wave [iv]. Tetap waspadai potensi koreksi apabila pergerakan IHSG menembus level 4,635.
Support: 4,820, 4,720
Resistance: 5,020, 5,120
INKP - Buy on Weakness (4,870)
Saat ini posisi INKP kami perkirakan sudah berada di akhir wave (c) dari wave [iii], dimana koreksi INKP akan cenderung terbatas. Selanjutnya, INKP berpotensi menguat untuk membentuk wave [iv] dari wave C.
Buy on Weakness: 4,700-4,850
Target Price: 5,400, 5,975
Stoploss: below 4,500
CTRA - Buy on Weakness (710)
Kami memperkirakan CTRA saat ini sedang berada di akhir wave [v] dari wave C, dimana CTRA akan berpotensi untuk menguat dalam jangka pendek terlebih dahulu.
Buy on Weakness: 660-700
Target Price: 750, 800
Stoploss: below 600
ANTM - Buy on Weakness (478)
Posisi ANTM saat ini kami perkirakan sudah berada diakhir wave (v) dari wave [iii] dan diperkirakan ANTM berpotensi menguat dalam jangka pendek untuk membentuk wave [iv] dari wave C.
Buy on Weakness: 450-470
Target Price: 520, 600
Stoploss: below 400
ADRO - Sell on Strength (830)
Posisi ADRO saat ini sedang berada pada awal wave [iv] dari wave C, dimana ADRO berpotensi menguat dalam jangka pendek sebelum akhirnya terkoreksi kembali untuk membentuk wave [v] dari wave C. Adapun level koreksi ADRO berada pada area 730 dan 660.
Sell on Strength: 850-950
Disclaimer On
Update Indeks dan Komoditas | 16 Maret 2020
Stocks post biggest rally since 2008, clawing back some of their coronavirus collapse
Stocks soared Friday as Wall Street rebounded from the sharp losses suffered in the previous session — the worst since the “Black Monday” market crash in 1987.
Dow......23186 +1985 +9.36%
Nasdaq...7875 +673.1 +9.35%
S&P 500..2711 +230.4 +9.29%
FTSE.......5366 +128.6 +2.46%
Dax..........9242 +70.95 +12.24%
CAC.........4118 +74.1 +1.83%
Nikkei....17431 -1128.6 -6.08%
HSI.........24033 -276.2 -1.14%
Shanghai.2887 -36.06 -1.23%
ST Times.2634 -44.6 -1.67%
IDX.........4908 +11.8 +0.24%
LQ45.......777.3 +7.63 +0.99%
Indo10Yr....7.5405 +0.1882 +2.56%
ICBI............ 276.6309 -2.7725 -0.99%
US10Yr.... .0.9510 +1.0200 +12.01%
VIX............57.83 -17.64 -23.37%
USDIndx .....97.8080 +0.340 +0.35%
Como Indx....140.84 -1.10 -0.78%
(Core Commodity CRB)
DJUSCL.........6.43 +1.68 +35.37%
(Dow Jones US Coal Index)
IndoCDS....183.776 -35.314 -16.12%
(5-yr INOCD5)
IDR.......14775.50 +255.00 +1.76%
Jisdor...14815 +325.00 +2.24%
IDR Fut.14770.00 +248.90 +1.71%
Euro.........1.1160 +0.0008 +0.07%
TLKM......22.97 +1.67 +7.84%
(3403)
EIDO........18.06 +1.24 +7.37%
EEM.........36.14 +2.43 +7.11%
Oil...........31.73 +1.00 +3.25%
Gold .....1516.70 -62.00 -3.93%
Timah....15842.50 +207.50 -1.29%
Nickel..12307.50 +425.00 +3.58%
Coal price..65.80 +0.40 +0.61%
(Mar/Newcastle)
Coal price..65.45 +0.85 +1.32%
(Apr/Newcastle)
Coal price..46.55 +0.75 +1.64%
(Mar/Rotterdam)
Coal price..48.25 +1.05 +2.22%
(Apr/ Rotterdam)
CPO(May)......2278 -1 -0.04%
(Source: bursamalaysia.com)
Corn............365.75 +0.00 +0.00%
SoybeanOil...26.37 -0.01 -0.04%
Wheat.........506.00 +0.50 +0.10%
Rubber......165.40 +4.70 +2.92%
(DE/ AT 16-03-20)
Stocks soared Friday as Wall Street rebounded from the sharp losses suffered in the previous session — the worst since the “Black Monday” market crash in 1987.
Dow......23186 +1985 +9.36%
Nasdaq...7875 +673.1 +9.35%
S&P 500..2711 +230.4 +9.29%
FTSE.......5366 +128.6 +2.46%
Dax..........9242 +70.95 +12.24%
CAC.........4118 +74.1 +1.83%
Nikkei....17431 -1128.6 -6.08%
HSI.........24033 -276.2 -1.14%
Shanghai.2887 -36.06 -1.23%
ST Times.2634 -44.6 -1.67%
IDX.........4908 +11.8 +0.24%
LQ45.......777.3 +7.63 +0.99%
Indo10Yr....7.5405 +0.1882 +2.56%
ICBI............ 276.6309 -2.7725 -0.99%
US10Yr.... .0.9510 +1.0200 +12.01%
VIX............57.83 -17.64 -23.37%
USDIndx .....97.8080 +0.340 +0.35%
Como Indx....140.84 -1.10 -0.78%
(Core Commodity CRB)
DJUSCL.........6.43 +1.68 +35.37%
(Dow Jones US Coal Index)
IndoCDS....183.776 -35.314 -16.12%
(5-yr INOCD5)
IDR.......14775.50 +255.00 +1.76%
Jisdor...14815 +325.00 +2.24%
IDR Fut.14770.00 +248.90 +1.71%
Euro.........1.1160 +0.0008 +0.07%
TLKM......22.97 +1.67 +7.84%
(3403)
EIDO........18.06 +1.24 +7.37%
EEM.........36.14 +2.43 +7.11%
Oil...........31.73 +1.00 +3.25%
Gold .....1516.70 -62.00 -3.93%
Timah....15842.50 +207.50 -1.29%
Nickel..12307.50 +425.00 +3.58%
Coal price..65.80 +0.40 +0.61%
(Mar/Newcastle)
Coal price..65.45 +0.85 +1.32%
(Apr/Newcastle)
Coal price..46.55 +0.75 +1.64%
(Mar/Rotterdam)
Coal price..48.25 +1.05 +2.22%
(Apr/ Rotterdam)
CPO(May)......2278 -1 -0.04%
(Source: bursamalaysia.com)
Corn............365.75 +0.00 +0.00%
SoybeanOil...26.37 -0.01 -0.04%
Wheat.........506.00 +0.50 +0.10%
Rubber......165.40 +4.70 +2.92%
(DE/ AT 16-03-20)
Langganan:
Postingan (Atom)



